Anda di halaman 1dari 8

Aspek Keprilakuan dalam Desentralisasi

Nurcholis Takrim
0227 1511 077
Latar Belakang

• Konsekuensi diberlakukannya negara kesatuan atau Unitary State atau eenheidstaat, maka
Indonesia tidak memiliki negara dalam negara seperti yang dimiliki negara yang berbentuk
federasi. Negara Kesatuan adalah suatu bentuk negara dimana kekuasaan atau kedaulatan
negara sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah pusat, namun dalam pelaksanaan kekuasaan
dan kedaulatannya tersebut dapat melimpahkan sebagian kekuasaannya kepada daerah
berdasarkan hak otonomi (negara kesatuan dengan sistem desentralisasi). Dengan
demikian keterikatan antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah tidak mungkin
dilepaskan (Budiardjo1995).
• Indonesia menganut model negara kesatuan yang menerapkan desentralisasi. Penegasan
ini terlihat dalam UUD 1945 pasal 18 yang menyebutkan bahwa: “pembagian daerah
indonesia atas besar dan kecil dengan bentuk dan susunan pemerintahannya ditetapkan
dengan Undang-Undang (UU) dengan memandang dan mengingat dasar
permusyawaratan dalam sistem pemerintahan negara, dan hak-hak asal-usul dalam
daerah-daerah yang bersifat istimewa”.
Makna Desentralisasi

• Desentralisasi adalah penyerahan Urusan


Pemerintahan oleh Pemerintah Pusat kepada
daerah otonom berdasarkan Asas
Otonomi.pengertian ini sesuai dengan Undang-
undang nomor 23 tahun 2014. Dengan
adanya desentralisasi maka muncul otonomi bagi
suatu pemerintahan daerah.
Lingkungan sebagai faktor penentu
Desentralisasi
Suatu pembahasan umum mengenai alasan-alasan dibutuhkan desentralisasi
mencakup hal-hal berikut ini:
1. Desentralisasi membebaskan manajemen puncak untuk focus pada
keputusan-keputusan strategis jangka panjang dan bukannya terlibat dalam
keputusan-keputusan operasi. Hal ini berarti penggunaan yang lebih baik
atas waktu manajerial yang sangat berharga.
2. Desentralisasi memungkinkan organisasi untuk memberikan respons secara
cepat dan efektif terhadap masalah.
3. System yang tersentralisasi tidak mampu menangani semua informasi
rumit yang diperlukan untuk membuat keputusan yang optimal.
4. Desentralisasi menyediakan dasar pelatihan yang baik bagi manajemen
puncak masa depan.
5. Desentralisasi memenuhi kebutuhan akan otonomi dan dengan demikian
merupakan suatu alat motivasional yang kuat bagi para manajer.
Pemilihan Struktur

Pilihan atas struktur desentralisasi yang sesuai


membutuhkan dua keputusan inti yaitu :
1) Bagaimana membagi tugas/keputusan dalam
suatu organisasi,
2) Sistem akuntabilitas seperti apa yang diterapkan
terhadap sumber daya yang digunakan dalam
melaksanakan berbagai tugas/keputusan.
Pengembangan Peraturan

Yakni, sekelompok aturan dan prinsip operasi yang


mengatur hubungan antara subunit dengan kantor
pusat (KP) dan antara satu subunit dengan subunit yang lain.
a) Pendelegasian Aktivitas.
b) Menerapkan Norma-norma Keperilakuan.
c) Klarifikasi Hubungan Antar unit
d) Pendekatan Kompetitif versus Kolaboratif.
e) Faktor-faktor yang mempengarui Pilihan.
f) Desentralisasi dan penentuan harga transfer.
g) Jenis-jenis harga transfer.
Pengukuran dan Penilaian Kinerja

Atribut-atribut dari ukuran-ukuran kinerja yang


kemungkianan besar akan mengarah pada
Keselarasan tujuan adalah :
• Kemampuan untuk
mengendalikan/kontrolabilitas (controllability).
• Kelengkapan.
• Pemisahan aktivitas dan evaluasi manajerial.
Terima Kasih