Anda di halaman 1dari 21

AFTERNOON REPORT

PEMBIMBING
Dr. dr. Marina A. Moeliono, SpKFR(K)
dr. Tertianto Prabowo, SpKFR(K), AIFO
dr. Rachmat Zulkarnain G., SpKFR
dr. Tamariska Gerdawaty dr. Berianto Agustian

dr. Ilin Nurina dr. Muhammad Mukhlis

dr. Novaria Puspita dr. Nurrahmanita Aziza

dr. Nita Theresia Reyne dr. Ika ayu Paramita

dr. Dini Fitriani dr. Nyayu Prasetya

dr. Rian Dewi Auriani dr. Elisa surjadi

dr. Husna Lathiifa dr. Darsuna Mardhiah

dr. Vina Megitasari dr. Feby Deliana


IDENTITAS

 Nama : Ny.H
 Jenis kelamin : Perempuan
 Umur : 27 tahun
 Alamat : Bandung
 Status pernikahan : Menikah
 Pendidikan : SMA
 Job :-
Pasien dikonsulkan dari bagian Orthopedi 5 bulan lalu (11
April 2018) dengan diagnosa post right hip disartikulasi
(tahun 2013) + luka terinfeksi
ANAMNESIS
Keluhan Utama (31 Mei 2018)

Nyeri di pangkal paha kanan (NRS 5)


Perjalanan Penyakit
31 Mei 2018

• Nyeri di pangkal paha kanan (NRS:5)


• Nyeri dirasakan jika pasien duduk lama (≥10 menit) sejak setelah operasi.
• Nyeri menjalar -, kesemutan + baal –
• Riwayat trauma ± 5 tahun lalu (terkena musibah longsor), terdapatpatah tulang terbuka di
paha kanan.
• Setelah amputasi pasien tidak lagi merasakan kaki masih ada. Paska amputasi, pasien tidak
mendapatkan terapi apapun.
• Riwayat DM-, hipertensi -.

• Pekerjaan terdahulu sebagi karyawan kantoran


• ADL mandiri (dengan mengesot ke kamar mandi, toilet jongkok, BAB dan BAK dilakukan sendiri
dengan jongkok 1 kaki dan berpegangan. Pasien bisa berjalan dengan crutches ± 50 m,
namun setelahnya merasa kelelahan

• Pasien sehari-hari di rumah, tidak melakukan aktifitas rumah tangga

• Pasien telah menikah, belum memiliki anak. Saat ini pasien tinggal bersama suami di rumah
orang tua
Perjalanan Penyakit
6 september 2018
• Nyeri di pangkal paha kanan dan nyeri lutut kiri sudah tidak dirasakan
pasien

• Pasien mampu berjalan dengan bilateral crutches >300 meter, berdiri


dengan satu kaki ±15 menit
• Luka di ujung operasi kadang-kadang basah, nyeri-. Luka dirawat
menggunakan NaCl 0,9%

• ADL mandiri
• Pasien sudah konsultasi ke SW dan Psikolog, Saat ini pasien beraktivitas di
rumah seperti baca buku, menyapu,mengepel kamar
Harapan Pasien

Pasien berharap untuk bisa berjalan lagi


dengan kaki palsu
PEMERIKSAAN FISIK
31 Mei 2018

Pasien datang ke poli IKFR menggunakan wheelchair diantar oleh suami

•Kesadaran : CM
•TD : 110/70 • a/r lower extremity
•Nadi : 88x/m Left leg, ROM  full
•RR : 22x/m MMT  5

•A/r head and neck • a/r stump: Bentuk  disartikulasi


ROM  full Scar +, adhesi –
MMT 5 Phantom pain –
phantom sensation –
•A/r trunk flabby +
Alligment  slight scoliosis proprioseptif  good/good
Plumb line  2cm di kiri gluteal fold Sensibilitas ↓ 40% a/r stump
Pelvic  obliquity : pelvic kanan lebih tinggi dari Standing in 1 leg  4 detik
pelvic kiri • 6MWT 2,36

•a/r upper extremity


ROM  Full
MMT  5
6 September 2018
• TD: 120/70, HR: 87X/Menit
SpO2 98%
• a/r trunk • Uji kardipumonal endurance (6MWT) dengan
Alligment  slight scoliosis bilateral crutches: jarak 306 meter  METS
Plumb line  2cm di kiri gluteal fold 4,87
MMT : • Paska uji latih
• m.quadratus lumborum : 2/2 TD 120/70
• Core muscle : cbe HR 89X/Menit
a/r ektremitas bawah: SpO2 99%
• amputee dextra hip disartikulasi
• stump pain - • Axillary crutches fitting:
• phantom pain - -supine postion : 119cm
• phantom sensation- -crutches : 110cm
• luka operasi kering, pus-,darah- -elbow flexion : 15-30
• ROM Full
• MMT 5 , kecuali LE dextra : • Gait analysis
hip flexor : 4, -gait with crutches: swing through with foot
Hip extensor : isometrik (+) toeing out
Hip abduktor : 4
Hip adduktor : tidak ada
• standing one leg: 10 menit
PEMERIKSAAN PENUNJANG

5 Juli 2018
Laboratorium:
Hb 12.2
Ht 36.9
Leukosit 11.400
Eritrosit 249.00
Rontgen
ASSESSMENT
31 Mei 2018
Gangguan mobilisasi + gangguan postur + gangguan vokasional +
gangguan IADL e.c hemi hip disartikulasi dextra

6 September 2018
Gangguan mobilisasi + gangguan postur + gangguan
ketahanan kardiopulmonal endurance + Muscle weakness
a/r trunk + gluteus maximus ec post hip disarticulatio dextra
POD 5 tahun
PROBLEM AND GOAL

TANGGAL PROBLEM GOAL


31 Mei 2018 • Pain • Mengurangi nyeri
• Mobilisasi • Mobilisasi menggunakan
prostesa
6 September 2018 • Mobilisasi • Mobilisasi menggunakan
• Ketahanan kardiopulmonal prostesa
• Mets : 11
PROGRAM
31 mei 2018 September 2018
1. OP : crutches bilateral 1. OP : prostesa hip disartikulasi, socket memakai
2. PT : bantalan di area gluteus maximus dextra.
- latihan berjalan dengan crutches 2. PT :
- latihan duduk berdiri - Latihan strengthening m.quadratus lumborum
3. Gait lab: arm ergocycle 2x/minggu bilateral, core muscle, hip flexor, hip abductor,
- F : 2x/mg hip extensor2x/minggu
- I : 40/60% THR - Latihan fleksibilitas trunk flexi dan extensor
- T : aerobik 3. Gait lab: arm ergocycle 2x/minggu
- T : 30 menit - F : 2x/mg
4. Psikolog dan SW - I : 60-80% THR
5. Edukasi - T : aerobik
• Stump care (lotion, pemberian alas saat - T : 30 menit
duduk  celana khusus  ada bantalan di 4. SW dan Psikolog: konseling dilanjutkan
bagian bokong 5. Rontgen pelvis AP
• Latihan berdiri 1 kaki 6. Edukasi :
• Latihan ground walking di lapangan Latihan aerobik, walking 1.5km/30 menit,
• Persiapan penggunaan prostesa : latihan 1-2x/minggu
berdiri satu kaki, keseimbangan, prognosis
berjalan dengan prostesa
6. Rontgen ulang pelvis
TERIMA KASIH
Follow up Psikolog 12-7-18

 S: kejadian longsor terjadi 4 tahun yang lalu, kaki os diamputasi, pulang dari RS langsung
dipindahkan. Terdapat flashback kejadian, menganggu tidur. Menhindari daerah
kejadian bahkan sakit menyebut nama daerah.
Baru belakangn ini os mau keluar rumah untuk berobat. Sebelumnya selalu mengurung
diri di kamar. Os mionder dan marah bila dilihat oleh orang lain.

 O: Koheren, tampak gelisah, menghindar membicarakan kejadian tersebut, skala depresi 21

 A: Episode depresi sedang + Post traumatic stres disorder


 P: - Psikoedukasi mengenai depresi
- Disarankan ke psikiater, bila kondisi psikologis tidak membaik
Follow up Psikolog 20 – 9- 18
 S: Pasien sudah mulai berkumpul dengan keluarga, kadang ke dapur bantu
memotong bawang, ingin belajar make-up, komputer dan bahasa inggris.
Pasien juga pernah puylang sendiri dari RS, awal kesal namun senang ketika berhasil.
Pasien sudah mencoba ke BORMa untuk belanja. Sekarang ingin pergi nonton ke
bioskop namun masih ragu dengan anak tangga di bioskop

 O: Koheren, tampak lebih ceria, nooperati, Pengungkapan bahasa cenderung tidak pede,
tidak yakin.

 A: gangghuan penyesuaian dengan perbaikan + supporyt dari keluarga dan suami +, self
estem masih perlu ditingkatkan

 P: - konseling psikologi supportif


Follow up Social worker 7-8-18

 S: pasien datang bersama suaminya. Pasien nampak tak begitu bersemangat sewaktu diinterview

 O: pasien cukup terpukul dengan musibah yang dialaminya, tapi dukungan keluarga cukup bagus.
Pasien masih belum bisa menerima kecactan yang dialaminya, sehingga masih belum bisa percaya
diri untuk keluar rumah.

 A: pasien masih sulit untuk menerima kondisi seperti saat ini . Belum mau bergaul/bertemu dengan
teman-teman. Kurang motivasi/ bisa berubah

 P: - motivasi dari diri sendiri lebih ditingkatkan


- motivasi untuk lebih percaya diri dengan kondisi yang dialaminya.
- mulai belajar untuk sosialisasi keluar rumah
- latihan teratur
Follow up Social worker 3-9-18

 S: meningkatkan rasa percaya diri

 O: Pasien tampak lebih ceria dan rapi, pasien sudah mulai pergi ke luar rumah, seperti ke salon, belanja ke mall,
belanja keperluan pribadi. Rasa percaya diri pasien sudah mulai nampak sedikit demi sedikit. Di rumah sudah mulai
makan bersama keluarga/ tidak menyendiri lagi

 A: Pasien melaksanakan apa yang sudah diprogramkan. Meningkatnya rasa percaya diri pasien. Pasien berencana
untuk mengikuti kursus-kursus seperti komputer, bahasa inggris. Dukungan keluarga pasien bagus

 P: - latihan terus dilakukan


- suami pasien mencari tempat kursus yang mudah terjangkau
- motivasi pasien agar lebih percaya diri
- program jalan keluar rumah lebih ditingkatkan
-