Anda di halaman 1dari 11

Survey : 1

PELABUHAN RAKYAT KALIMAS


SURABAYA

DOSEN PENGAMPU
Dr. Ing. Ir. Setyo Nugroho
Hasil Survey Pelabuhan Rakyat
Kalimas Surabaya
1. Standar Keamanan dan keselamatan Kapal
Layar Motor
2. Kapal Layar Motor Kartika Mulia
3. Safety Equipment di KLM Kantika Mulia
4. Hasil Investigasi
5. Analisis SWOT Penyebab dan Akibat
6. Kesimpulan dan Saran
1. Standar Keamanan dan keselamatan
Kapal Layar Motor
UU No. 17 tahun 2008 dan PP No. 51 tahun
2002
“Kelaiklautan Kapal adalah keadaan kapal yang memenuhi
persyaratan keselamatan kapal, pencegahan pencemaran
perairan dari kapal, pengawakan, garis muat, pemuatan,
kesejahteraan awak kapal dan kesehatan penumpang,
status hukum kapal, manajemen keselamatan dan
pencegahan pencemaran dari kapal, dan manajemen
keamanan kapal untuk berlayar di perairan tertentu. “
2. Kapal Layar Motor Kartika Mulia
LOA : 35 meter
B : 10 meter
T : 2.4 meter

Jalur Pelayaran:
Surabaya – Bima – Banjarmasin – Surabaya

TAMBAHAIN KALO ADA YANG MAU DITAMBAHIN


3. Safety Equipment di KLM Kantika
Mulia
Alat keselamatan dan keamanan yang terdapat
di dalan KLM.
1. LIFEBUOY 2 Buah
2. APAR 2 Buah
Kesejahteraan ABK
Jumlah ABK 10 Orang, 4 orang Oilman, 4 Orang
Juru mudi, 1 orang kapten, 1 orang juru masak
Dengan kondisi tempat tidur sebagi berikut:
4. Hasil Investigasi
Berdasarkan hasil wawancara dan kunjungan lapangan didapatkan informasi bahwa
pernah terjadi kecelakaaan saat perjalanan dari Surabaya menuju Bima. Kejadian
berawal saat kapal sedang berada di selat Bali, dan secara tak terduga salah satu
propeller Kapal Layar Motor Kartika Mulia patah sehingga kapal terombang ambing
selama tiga hari, sebelum akhirnya ada bantuan datang. Datangnya bantuan selama 3
hari terhitung waktu yang lama hal tersebut disebabkan karena kapal ini hanya meliki
alat komunikasi berupa radio yang mana tidak akan berfungsi apabila di luar jangkauan
sinyal. Di dalam ruang kemudi kapal terdapat alat kemudi, alat navigasi yang berupa
kompas dan GPS.
5. Analisis SWOT Penyebab dan Akibat
• Faktor kekuatan dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1) Komitmen yang kuat dari pemerintah dalam mengurangi tingkat kecelakaan
transportasi laut khususnya pada kasus PELAYARAN RAKYAT INDONESIA.
2) Kelengkapan alat keselamatan pada setiap kapal layar motor.
3) Keberadaan lembaga yang menangani masalah keselamatan pelayaran di Pelindo
3 khususnya pada sector Pelabuhan Rakyat Kalimas.
• Faktor kelemahan antara lain:
1) Koordinasi antar instansi terkait keselamatan pelayaran rakyat masih rendah hal
terlihat tidak adanyaperaturan yang mengikat khusus untuk PELRA.
2) Kuantitas SDM yang besar tidak dibarengi oleh kualitas SDM yang memadai
dalam upaya pelaksanaan prosedur keselamatan.
3) Kondisi fisik alat keselamatan dan peralatan navigasi yang berumur tua sehingga
sangat riskan terhadap dampak dari alam ketika kapal berlayar.
4) Kurangnya dukungan finansial dari pemerintah terkait pembiayaan sistem
keselamatan navigasi pelayaran rakyat.
6. Kesimpulan dan Saran
• Dari hasil investigasi yang dilakukan di Pelabuhan Rakyat Kalimas Surabaya melaui narasumber dari
salah satu awak kapal yang bekerja di kapal layar motor PEKLRA. Menunujukkan bahwa kondisi alat
keselamatan dan keamanan yang terdapat di salah satu kapal layar layar motor sangat kurang dari
sisi kuantitas dan kualitas. Seperti yang telah disebutukan di BAB III bahwasannya jumlah lifebuoy
sebanyak 2 buah dan 2 buah APAR yang sangat tidak sebanding dengan jumlah ABK yang bekerja di
Kapal layar motor tersebut. Dari segi kualitas kondisi alat keselamatan dan keamanan tidak layak
karena usia alat yang tua dan harus segera diganti.

• Adapun saran-saran yang terkait dengan penelitian ini antara lain: a). Diperlukan kajian mengenai
kondisi alat keselamatan secara keseluruhan dengan menambahkan beberapa variabel lain dan
metode yang berbeda sehingga diharapkan penilaiannya tidak objektif. b) Untuk penelitian
selanjutnya diperlukan kajian keselamatan transportasi laut khususnya KLM terhadap Aspek teknis
(kondisi kapal, dan stabilitas kapal), aspek non teknis (sumber daya awak kapal, operator dan
regulator serta aspek alam). c) Diharapkan keseriusan dari pemerintah khususnya instansi yang
terkait, kaitannya dengan penyediaan kelengkapan alat keselamatan transportasi KLM di Pelabuhan
Rakyat Kalimas Surabaya. d) Perlu diperketat pengawasan oleh syahbandar dan pelaksanaan yang
benar oleh para operator baik yang di darat maupun di kapal dalam mengawasi kondisi kelaiklautan
kapal yang akan berlayar.
Dokumentasi
TERIMAKASIH