Anda di halaman 1dari 35

GASTRITIS/RADANG

LAMBUNG
THE THREE REGIONS OF THE STOMACH :
FUNDUS, BODY, AND ATRIUM

Esophagus
Fundus
Cardiac
Body
(secretes mucus
Pepsinogen and HCI)

Duodenum

Antrium
(secretes mucus
Pyloric Pepsinogen and gastrin)
sphincter
Adapted by:
Dr. Andreanyta Meliala, PhD.
 Lambung merupakan suatu
tabung elastis yg lebar & lunak

 Dibagi dlm 3 bagian yi; bagian


atas (fundus), bgn tengah
(antrum), & bgn bawah (pilorus)

 Dinding lambung terdiri dr 3 lapis


; yg luar bersifat membujur, yg
tengah sirkuler & yg paling dalam
otot polos
 Mucus terdiri dr glikoprotein (mucin) b’fungsi untuk
melindungi epitel lambung erhdp efek buruk dari as.
Empedu & obat2 merangsang lainnya seperti aspirin
dan NSAIDs
 Prostaglandin  menstimulir sekresi mucus
 Panjang duodenum 25cm yg dibangun
dr otot polos, bgn ujungnya
tersambung dg jejunum & selanjutnya
dg ileum
 Dimukosa duodenum terdapat kelenjar
yg mensekresi lendir alkalis
 Selain fungsinya utk mencerna
makanan, duodenum jg merangsang
peranan penting pd sistem imun tubuh
 Pd mukosanya terdapat klp sel yg disbt
plak dari peyer yg melalui limfosit B
 pembentukan antibodi khususnya
imunoglobulin A (IgA) berperan pd
daya tangkis imun
 Radang pada mucosa lambung yang diakibatkan karena
gangguan keseimbangan antara faktor agresif dan faktor
defensif pada lambung
Faktor Agresif : Asam Lambung dan pepsin
Faktor Defensif : Mucus, bicarbonat, prostaglandin
 Gastritis ad/ suatu keadaan peradangan atau perdarahan
mukosa lambung yg dpt bersifat akut, kronis
 Ulcus gaster : Kerusakannya tidak hanya sampai mucosa
dan sub mucosa Tapi sampai tunica muscularis ( lapisan
otot )
 Sistem saluran cerna, lambung & usus  pintu
gerbang bg zat2 gizi dr makanan, vitamin, mineral &
cairan ke dlm tubuh

 Fungsi sistem ini ad/ mencerna makanan dg cara


menghaluskan & kemudian mengubah secara
kimiawi ketiga bgn utamanya (protein, lemak &
karbohidrat) menjadi unit2 yg siap diresorpsi tubuh

 Proses pencernaan ini dibantu oleh enzim2


pencernaan yg terdpt pd ludah, getah lambung &
getah pankreas
PERISTALTIC WAVES
CONTRIBUTE TO Esophagus
THE ANTRAL CONTENTS
Lower
Esophageal
sphincter

Duodenum

Pyloric
sphincter

Stomach
Peristaltic Adapted by:
wave Dr. Andreanyta Meliala, PhD.
Inflamasi mukosa lambung,
Akut sering diakibatkan dr pola
diet yg tdk baik

Gastritis
Inflamasi mukosa lambung yg
berkepanjangan yg
disebabkan oleh ulkus
Kronis benigna/maligna dr
lambung/ oleh bakteri
helicobacter pylori
 Mukosa lambung sering terpapar dg alkalis dlm waktu yg lama
 Hipersekresi asam dinding lambung dirangsang secara kontinu
 gastritis dan tukak
 Gastritis dpt jg disebabkan krn turunnya daya tangkis mukosa
 Infeksi bakteri
 Penggunaan alkohol secara berlebihan
 Pemakaian obat NSAIDs
 Stress fisik
 Kelaianan autoimun
 Crohn’s disease
 Radiasi dan kemoterapi
Gastritis akut
 Umumnya tidak ada atau kurang nyata
 kadang kala dpt berupa gangguan pd pencernaan
(indigesti, dispepsia)
 Nyeri lambung & muntah-muntah akibat erosi kecil
diselaput lendir
 Adakalanya terjadi perdarahan
 Hanya dg menghindari penyebab-penyebabnya dan
makanan yg merangsang (cabe, merica)
 menghindari makan terlalu banyak sekaligus
 Mengindari minum kopi dan alkohol
 Pengobatan spesifik tdk diperlukan
 Kadang2 hanya diberikan H2-blokers untuk
menghambat sekresi asam
 H2-blokers (antagonis H2-resptor) : simetidin,
Ranitidin, Famotidin, Roksatidin
 Obat2 ini menempati reseptor histamin-H2 secara
selektif dipermukaan sel-sel parietal  sekresi
asam lambung & pepsin berkurang
 Makan dlm jumlah yg kecil tp sering
 Kurangi maknan yg dpt mengiritasi lambung
 Hilangkan kebiasaan mengkonsumsi alkohol.
Tingginya konsumsi alkohol dpt mengiritasi atau
merangsang lambung, bahkan menyebabkan lapisan
dlm lambung terkelupas peradangan lambung
 Tdk merokok : merusak lapisan pelindung lambung
& dpt meningkatkan asam lambung
salah satu penyakit yang paling umum yang
mempengaruhi saluran gastrointestinal (GI). Hal ini
menyebabkan cedera inflamasi di mukosa lambung
atau duodenum, dengan ekstensi luar submukosa ke
dalam mukosa muskularis.
Definisi
 Tukak didefinisikan sebagai
kerusakan integritas mukosa
lambung dan/atau duodenum
yang menyebabkan terjadinya
inflamasi lokal
 Tukak peptik ad/ suatu kerusakan
pd lapisan mukosa, sub mukosa,
sampai muscularis dibagian mana
saja di saluran GI, tetapi biasanya
di lambung (tukak lambung) atau
di duodenum (tukak usus)
 Tukak peptik disebabkan oleh ketidak seimbangan
faktor agresif & faktor defensif mukosa yg
mmempertahankan keutuhan mukosa
 Faktor agresif yg penting ad/ as.lambung
 Faktor defensif mukosa al. Pembentukan & sekresi
mukus, sekresi bikarbonat, aliran darah mukosa
 Jenis kelamin
 Merokok
 Alkohol
 Obat-2an NSAID
 Sekresi bikarbonat
 Pembentukan dan sekresi mucus
 Gastritis kronis
 Kecepatan pengosongan lambung
 Helicobacter pylori (H.pylori)
 NSAIDs
 Gastrinoma (sindrom Zolinger-Ellison)
Tumor dari duodenum atau pankreas dan mensekresi
jumlah abnormal tinggi gastrin yang merangsang
asam lambung
 Stress
 Mengalami kesakitan pd malam hari antara jam 12-3
malam
 Rasa sakit berlangsung 1 s/d 3 jam & biasanya
berkurang dg makan
 Sering mengalami rasa panas dlm perut & kembung,
mual, muntah, anoreksia (hilang nafsu makan) &
turun BB
 Perdarahan & perfolasi sal. Cerna (komplikasi ulkus
yg disebabkan karena H.pylori & NSAIDs
Dpt dilakukan dg berbagai cara :
1. Pemeriksaan fisik ; rasa nyeri epigastrik di daerah
tulang dada hingga sekitar pusar
2. Identifikasi H.pylori ; dg menggunakan uji invasive
(endoskopi & biopsi mukosa atas lambung), tes non
invasive (uji pernafasan)
3. radiografi
 Menghilangkan nyeri tukak
 Mengobati ulkus
 Mencegah kekambuhan
 Mengurangi komplikasi yg berkaitan dg tukak
 Pd penderita H.pylori positif ; tujuan terapinya ad/
mengatasi mikroba & menyembuhkan penyakit dg
obat yg efektif sec. ekonomi
1

 Hindari makanan yg dpt menstimulasi sekresi asam


lambung (makanan pedas, alkohol, cafein)
 Berhenti merokok
 Makan secara teratur
 Menghindari stress
 pembedahan
Antagonis reseptor H2
(cimetidin, Famotidin, Ranitidin, Nizatidin)
 ES : diare, kebingungan, sakit kepala pusing
 Cimetidin ; efek antikolinergik, ginekomastia,
impoten yg reversibel
 Dosis ; oral 2 dd1 400mg (setelah makan pagi & sblm
tdr malam atau 800mg sbl tdr malam u/ tukak
lambung & duodenum)
Pompa Proton Inhibitor (PPI)
(Omeprazole, Lansoprazole, Esomeprazol,
Pantoprazole)
 Menghambat sekresi asam lambung
 ES : sakit kepala,diare, ruam, gatal-gatal, pusing
 Omeprazole & lansoprazole es : urtikaria, mual &
muntah
Sukralfat
 ES : obstipasi, Nausea, erithema
 Omeprazole & lansoprazole es : urtikaria, mual &
muntah
 Menurunkan efek digoksin, ketokonazole,
levothiroksin
Antasida
 Senyawa yg mempunyai kemampuan menetralkan as.
Lambung
 Sediaan antasida dpt digolongkan menjadi
a) Dg kandungan Al & atau Mg
b) Dg kandungan Nat. Bikarbonat
c) Dg kandungan bismut dan kalsium
 Antasida paling baik diberikan manakala gejala muncul
atau diperkirakan akan muncul, lazimnya diantara
waktu makan & sblm tidur
terapi kombinasi (terapi eradikasi H.pylori)
1) Kombinasi dari hanya dua obat (dual therapy) :
claritromicyn + lansoprazole selama 14 hari
2) Triple therapy : metronidazole 400mg + claritromicyn
500mg + omeprazole atau Amoksisillin 1g +
klaritromicin 500 mg + omeprazole  2 dd 1
3) Quadruple therapy : omeprazole (2 x 20 mg),
bismuthsubsalisilat (4 x 120mg), metronidazole (3 x
500 mg), tetrasiklin (4 x 500mg) selama 1-2 minggu
Juga di tambahkan obat-obat yg memperkuat
peristaltik (domperidon, metoklopramide)