Anda di halaman 1dari 27

SARKOMA EWING

EKA APRILLIA DIYAH SANTI K


13161133125 – A3- 2016
DEFINISI
Sarkoma Ewing merupakan tumor ganas
primer yang paling sering mengenai
tulang panjang, kebanyakan pada diafisis.
tulang yang paling sering terkena adalah
pelvis dan tulang iga. Sarkoma Ewing
adalah neoplasma ganas yang tumbuh
cepat dan berasal dari sel-sel primitive
sumsum tulang pada dewasa muda.
Sarkoma ewing sering terjadi pada anak-
anak atau usia muda.
ETIOLOGI
Sampai saat ini penyebab kanker tulang
belum diketahui secara pasti. Namun ada
kemungkinan faktor genetik atau keturunan
tampaknya memainkan peran besar dalam
banyaknya kasus kanker tulang. Kondisi lain yang
menyebabkan peningkatan risiko kerusakan dan
regenerasi tulang dalam jangka waktu tertentu
juga meningkatkan risiko berkembangnya tumor
tulang. Maka dari itu dapat dijelaaskan bahwa
Sarkoma Ewing sering menimpa anak-anak, ini
karena pertumbuhan tulang mereka yang cepat.
PATOFISIOLOGI
Adanya tumor pada tulang menyebabkan jaringan lunak diinvasi oleh sel
tumor. Timbul reaksi dari tulang normal dengan respon osteolitik yaitu proses
destruksi atau penghancuran tulang dan respon osteoblastik atau proses
pembentukan tulang. Terjadi destruksi tulang lokal. Pada proses osteoblastik,
karena adanya sel tumor maka terjadi penimbunan periosteum tulang yang baru
dekat tempat lesi terjadi, sehingga terjadi pertumbuhan tulang yang abortif.
Kelainan congenital, genetic, gender / jenis kelamin, usia, rangsangan fisik
berulang, hormon, infeksi, gaya hidup, karsinogenik (bahan kimia, virus, radiasi)
dapat menimbulkan tumbuh atau berkembangnya sel tumor. Sel tumor dapat
bersifat benign (jinak) atau bersifat malignant (ganas).
Sel tumor pada tumor jinak bersifat tumbuh lambat, sehingga tumor jinak
pada umumnya tidak cepat membesar. Sel tumor mendesak jaringan sehat
sekitarnya secara serempak sehingga terbentuk simpai (serabut pembungkus yang
memisahkan jaringan tumor dari jaringan sehat). Oleh karena bersimpai maka
pada umumnya tumor jinak mudah dikeluarkan dengan cara operasi. Sel tumor
pada tumor ganas (kanker) tumbuh cepat, sehingga tumor ganas pada umumnya
cepat menjadi besar. Sel tumor ganas tumbuh menyusup ke jaringan sehat
sekitarnya, sehingga dapat digambarkan seperti kepiting dengan kaki-kakinya
mencengkeram alat tubuh yang terkena. Disamping itu sel kanker dapat membuat
anak sebar (metastasis) ke bagian alat tubuh lain yang jauh dari tempat asalnya
melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening dan tumbuh kanker baru di
tempat lain. Penyusupan sel kanker ke jaringan sehat pada alat tubuh lainnya
dapat merusak alat tubuh tersebut sehingga fungsi alat tersebut menjadi
terganggu.
EPIDEMIOLOGI
Sarkoma Ewing merupakan sarkoma tulang tersering ketiga
setelah osteosarkoma dan khondrosarkoma. Pada pasien di bawah
20 tahun sarkoma Ewing merupakan sarkoma tersering setelah
osteosarkoma.5 Namun demikian sarkoma Ewing di Jepang tetap
merupakan neopasma yang jarang, hanya kira-kira 20 kasus baru
teregistrasi setiap tahunnya. Data dari Amerika Serikat
menunjukkan rentangan 0,3 kasus per satu juta pada anak di bawah
3 tahun sampai 4,6 kasus per satu juta pada remaja usia 15 – 19
tahun.8 Data dari register subdivisi Onkologi Orthopedi FKUI-RSCM
tahun 1995 – 2008 mencatat rata-rata 2 kasus baru setiap tahunnya
atau rata-rata 3% dari seluruh kasus tumor muskuloskeletal tiap
tahun. Predileksi sarkoma Ewing adalah pada jenis kelamin laki-laki
(rasio laki-laki:perempuan=1,3-1,5:1).5,9,10 Sarkoma Ewing dapat
terjadi dari usia muda sampai lanjut usia, dengan 80% terjadi pada
usia lebih muda dari 20 tahun. Insiden puncak terjadi pada dekade
kedua.5,10 Data dari registrasi subdivisi Onkologi Orthopaedi FKUI-
RSCM tahun 1995-2008 mencatat lebih dari setengah kejadian pada
jenis kelamin laki-laki, untuk usia pasien 74% berada di bawah 20
tahun
Faktor Yang Dpata Meningkatkan
Resiko Terkena Kanker Tulang
• Paparan radiasi tinggi dari suatu pengobatan yang pernah dialami
1 penderita, misalnya radioterapi

• Pernah memiliki riwayat suatu jenis kanker mata yang


2 disebut retinoblastomasaat kecil

• Pertumbuhan tulang yang cepat pada pubertas


3

• Menderita penyakit Paget, yaitu suatu kondisi yang dapat


4 menyebabkan tulang lemah

• Menderita penyakit hernia umbilitikus sejak lahir.


5
Letak Terjadinya Sarkoma Ewing Pada
Tulang Panjang
Femur

Humerus

Tibia

Tulang Lengan Bawah


Tahapan - Tahapan Pada Sarkoma Ewing

Stadium IA • Tumor Tingkat Rendah (ringan)


• Ditemukan hanya pada lapisan keras tulang

Stadium IB • Tumor Tingkat Rendah (ringan)


• Ditemukan memperluas diri di sekitar jaringan lunak

• Tumor Tingkat Tinggi (berat)


Stadium IIA • Ditemukan hanya pada lapisan keras tulang

Stadium IIB • Tumor Tingkat Tinggi (berat)


• Ditemukan memperluas diri di sekitar jaringan lunak

Stadium III • Tumor Tingkat Rendah (ringan) atau Tumor Tingkat


Tinggi (berat) yang telah bermetastasis
MANIFESTASI KLINIS
• Nyeri atau pembengkakan ekstremitas yang terkena (biasanya menjadisemakin
1 parah pada malam hari dan meningkat sesuai dengan progresivitas penyakit)

• Fraktur patologik (patah tulang


2

• Pembengkakan pada atau di atas tulang atau persendian serta pergerakan yang
3 terbatas

• Teraba massa tulang dan peningkatan suhu kulit di atas massa serta adanya
4 pelebaran vena

• Gejala-gejala penyakit metastatik meliputi nyeri dada, batuk, demam,


5 beratbadan menurun dan malaise
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Test dan • Pemeriksaan darah rutin
Prosedur • Transaminase hati
Diagnostik • Laktat dehidrogenase

2. Pemriksaan • Foto rontgen


Radiologis • CT scan

3. Pemeriksaan • Biopsi dan aspirasi sumsum tulang


Invasif • Biopsi insisi
PENATALAKSANAAN
• Pembedahan : Pembedahan dilakukan pada
pasien-pasien dengan kondisi umum yang bak.

1
• Radioterapi : Radioterapi dilakukanpada pasien-
pasien yang kondisi umumnya tidak
memungkinkan (tumor dengan ukuran besar

2 dengan lokasi yang sulit di jangkau).


KOMPLIKASI

1. Akibat • Patah Tulang


Langsung

• Penurunan berat badan


2.Akibat Tidak • Anemia
Langsung • Penurunan kekebalan tubuh

• Gangguan saraf tepi


3. Akibat • Penurunan kadar sel darah
Pengobatan • Kebotakan pada kemoterapi
WOC
KASUS
Nn. S umur 20 tahun merupakan anak yang aktif dalam mengikuti
ekstra kulikuler di kampusnya, kurang lebih dari 3 bulan yang lalu
pasien mengeluh mudah lelah , terdapat benjolan di paha kanan,
terasa nyeri, suhu tubuh hangat. Kemudianklien di bawa ke RS dan
kemudian dilakukan biosy pada benjolan di kaki kanannya. Dengan
hasil T3N3M. Dan sekarang klien dirawat di ruang orthopedi dengan
keluhan paha kanan yang mengalami pembengkakan. Klien
mengatakan nyeri pada kakinya secara terus menerus, pada skala 7.
Tampak benjolan yang sebesarukuran bola tenis di paha kanan,
berwarna kemerahan. Klien tampak menggigit sarung guling
sesekali menangis. Klien mengatakan disentuh saja akan
menyebabkan nyeri bertambah. Klien saat ini dipersiapkan untuk
dilakukan tindakan amputasi. Keluarga belum memberitahukan
penyakit klien.
PENGKAJIAN
1. Identitas
NAMA : Nn. S
Umur : 20 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal Lahir : -
Tanggal MRS :10 April 2018
Dx Medis : Sarkoma Ewing
Alamat : Sawotratap
2. Keluhan Utama
klien mengeluh ada benjolan di paha kanan , terasa panas dan nyeri
3. Riwayat Penyakit Sekarang
Terdapat benjolan di paha kanan , dan rasanya nyeri dengan skla nyeri 7 (
dari 0-10) , massa benjolan sebesar bola tenis . Terasa makin nyeri apabila
disentuh saja.
4. Riwayat Penyakit Dahulu : -
5. Riwayat Penyakit Keluarga : -
Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Diagnostic
B1 :RR 25 x/ menit , tak ada penggunaan otot bantu
nafas . Sudah dilakukan Biopsi menT3N3M1
B2 : Hipertermi suhu badannya 37 , congjungtiva CT SCAN : Menunjukkan tumor telah metastase
anemis , TD : 120/70 (bradicardy) , Nadi di tungkai sebelah kiri kaki klien
100x/menit.
B3 : kesadaran klien normal , namun klien merintih MRI
nyeri akibat adanya benjolan pada tungkai kaki Pemeriksaan Laboratorium
kirinya ..
B4 :normal ,, produksi urine normal 0,5 cc Hb : 18,7 g/dL
kgBB/jam PH : 7,44
B5 : BB normal , BAB normal Leukosit : 3100 x 10 u/l
B6 : Nyeri Pada paha yang terasa terus menerus ,
klien sulit bahkan tidak bisa tidur co2 : 39
Trombosit : 150.000 mcl
Inspeksi : tampak massa sebesar bola tenis di PO2 : 78 %
paha kanan, kemerahan, serta berwarna
kemerahan. Eritrosit : 2,527
Albumin : 2,0 Dl
Palpasi : ada pembesaran lokal (benjol) dengan Terapi : Injeksi antrain 100 mg
ukuran sebesar bola tenis.

Kaji juga karakteristik benjolan serta lihat apakah


ada atropi pada otot atau spasme otot yang
menunjukan tingkat kemampuan.
ANALISA DATA 1
DATA ETIOLOGI MASALAH KEPERAWATAN

DS : Klien mengatakan nyeri Adanya mediator kimia Nyeri Kronis


pada paha kanan , dirsaka
nyeri terus menerus , klien Terjadi tumor
tampak meringis kesakitan.
DO: skala nyeri yang Menekan syaraf kaki
dirasakan klien 8 (dari 0-10)
Persepsi nyeri

Nyeri Kronis
ANALISA DATA 2
DATA ETIOLOGI MASALAH KEPERAWATAN

DS : - Nyeri Resiko Infeksi


DO : Dibagian paha kanan
terdapat benjolan sebesar Peregangan kulit
bola tenis , terdapat warna
kemerahan. Laserasi pada kulit

Timbul luka

Terjadi resiko infeksi


ANALISA DATA 3
DATA ETIOLOGI MASALAH KEPERAWATAN

DS : klien menatakan nyeri Permebilitas kapiler Hambatan Mobilitas Fisik


bertambah saat terjadi
sentuhan . Shift cairan ke intrastisial
DO : T3N3M1 ( adanya
metastase ) tampak sebesar Edema
bola tenis.
Tumor

Menekan syaraf

Hambatan mobilitas fisik


DIAGNOSA
1. Nyeri kronis berhubungan dengan keluhan
tentang intensitas menggunakan standar skala
nyeri.
(Domain : 12, kelas : 1, Kode : 00133)
2. Risiko infeksi berhubungan dengan gangguan
integritas kulit.
(Domain : 11, Kelas : 1, Kode : 00004)
3. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan
gangguan musculoskeletal.
(Domain : 4, kelas: 2, Kode : 00085)
DIAGNOSA NOC NOC
1. Nyeri kronis Tingkat Nyeri (2102) Manajemen Nyeri (1400)
berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan • Lakukan pengkajian nyeri
keluhan tentang intensitas keperawatan selama 2x24 komprehensif yang
meggunakan skala nyeri. jam diharapkan nyeri yang meliputi
Definisi : dirasakan dapat lokasi,karakteristik,
Pengalaman sensorik dan • Nyeri yang dilaporkan onset/durasi, frekuensi,
emosional (210201) kualitas, intensitasatau
tidakmenyenangkan • Ekspresi wajah (210206) beratnya nyeri dan faktor
dengan kerusakan jaringan •Panjangnya episode nyeri pencetus.
aktual atau potensial, atau (210204) • Berikan individu penurun
digambarkan sebagai suatu nyeri yang optimal dengan
kerusakan (International peresepan analgesik.
Association For The Study • Ajarkan prinsip-prinsip
Of Paint); awitan yang tiba- manajemen nyeri.
tiba atau lambat dengan
intensitas ringan hingga
berat, terjadikonstan atau
berulang yang berakhirnya
tidak dapat diantisipasi
atau diprediksi, dan
berlangsung lebih dari 3
bulan.
DIAGNOSA NOC NIC
2. Risiko infeksi Kontrol risiko (1902) Kontrol infeksi (6540)
berhubungan dengan Setalah dilakukan tindakan • Berikan terapi antibiotic
ganggian intergritas kulit. keperawatan selama 2x24 yang sesuai
Definisi : jam diharapkan proses • Lakukan tindakan –
Rentan mengalami invasi infeksi dapat segera tindakan pencegahan
dan multiplikasi organisme ditangani , agar tidak yang bersifat universal .
patogenik yang dapat menimbulkan komplikasi • Tingkatkan intake
mengganggu kesehatan. yang lain . nutrisi yang tepat
• Mengenali faktor risiko
individu terkait infeksi
(192402)
• Mengeidentifikasi tanda
dan gejala infeksi
(192405)
• Melakukan tindakan
segera untuk
mengurangi
risiko(192421)
DIAGNOSA NOC NIC
3. Hambatan mobilitas fisik Pergerakan sendi (0208) Terapi latihan : Mobilitas
berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan sendi (0224)
gangguan musculoskeletal. keperawatan 2x24 jam • Tentutakn batasan
Definisi : diharapkan hambatan pergerakan sendi dan
Keterbatasan dalam mobilitas fisik dapat efeknya terhadap fungsi
gerakan fisik atau satu atau berkurang sendi
lebih ekstremitas secara • Keseimbangan (020801) • Monitor lokasi dan
mandiri dan terarah. • Gerakan sendi(020804) kecenderungan adanya
• Kinerja pengaturan nyeri dan
tubuh(020802) ketidaknyamanan
selama pergerakan atau
aktivitas .
• Kolaborasikan dengan
ahli terapi fisik dalam
mengembangkan dan
menerapkan sebuah
program latihan.
DAFTAR PUSTAKA
• Kamal AF, Putro RNH,dll. 2011. Diagnosis an Treatment of
Ewing Sarcoma. Jakarta. The Journal of Indonesian
Orthopaedic. Volume 39,Number 2.
• Rani V, Shyamala K,dll. 2015. Pathogenesis of Ewing
Sarcoma: Ariview. Karnataka, India. Journal of Advanced
Clinical & Research Insights, 164-168.
• Bulecheck G. et al. 2013. Nursing Intervention Classification
(NIC) Sixth Edition. Elsevier: Saunders.
• Moorhead et al. 2013. Nursing Outcome Classification
(NOC) Fifth Edition. Elsevier: Saunders
• NANDA-I diagnosis keperawatan : definisi dan klasifikasi
2018-2020 / editor, T.Heater Herdman, Shigemi Kamitsuru;
Ahli bahasa, Budi Anna Keliat, Henny Suzana M,