Anda di halaman 1dari 16

Force Majeure

Suatu keadaan di mana pihak debitur dalam


suatu kontrak terhalang untuk
melaksanakan prestasinya karena keadaan
yang tidak terduga pada saat dibuatnya
kontrak tersebut, keadaan mana tidak dapat
dipertanggungjawabkan kepada debitur,
sementara debitur tersebut tidak dalam
keadaan bertitikad buruk
force majeure dari kontak terdiri dari:
• Force majeure karena sebab-sebab yang tak
terduga

• Force majuere karena keadaan memaksa

• Force majeure karena perbuatan tersebut


dilarang.
force majeure terhadap suatu kontrak
dapat diklasifikasikan
• Force Majeure yang Objektif
• Force Majeure yang Subjektif
• Force Majeure yang Absolut
• Force Majeure yang Relatif
• Force Majeure yang Permanen
• Force Majeure yang Temporer
Franchise (waralaba)
suatu cara melakukan kerja sama di bidang
bisnis anatara dua atau lebih perusahaan, di
mana satu pihak akan bertindak sebagai
franchisor dan pihak yang lain sebagai
franchisee
Franchise adalah suatu lisensi kontraktual
yang diberikan oleh franchisor kepada
franchisee yang:
1. Mengizinkan atau mengharuskan franchisee
selama jangka waktu franchise, untuk
melaksanakan bisnis tertentu dengan
menggunakan nama khusus yang dimiliki atau
berhubungan dengan pihak franchisor,
2. Memberikan hak kepada franchisor untuk
melaksanakan pengawasan berlanjut selama
jangka waktu franchise terhadap aktivitas
bisnsi franchise oleh franchisee,
3. Mewajibkan pihak franchisor untuk
menyediakan bantuan kepada franchisee
dalam hal melaksanakan bisnsi franchise
tersebut. Semisl memberikan bantuan
pendidikan, perdagangan, manajemen, dan
lain-lain;
4. Mewajibkan pihak franchisee untuk
membayar secara berkala kepada franchisor
sejumlah uang sebagai imbalan penyediaan
barang dan jasa oleh pihak franchisor; dan
unsur-unsur dalam setiap bisnis model
franchise
• Adanya minimal dua pihak
• Adanya penawaran paket usaha dari franchisor.
• Adanya kerja sama pengelolaan unit usaha antara
pihak franchisor dengan pihak franchisee.
• Dipunyainya unit usaha tertentu (outlet) oleh
pihak franchisee yang akan memanfaatkan paket
usaha miliknya pihak franchisor.
• Sering kali terdapat kontrak tertulis antara pihak
franchisor dengan pihak franchisee.
Karakteristik Yuridis dari Franchise
• Unsur Dasar
• Produk Bisnisnya Unik
• Konsep Bisnis Total
• Franchisee Memakai/Menjual Produk
• Franchisor Menerima Fee dan Royalty
• Adanya Pelatiahn Manajemen dan Skill Khusus
• Pendafataran Merek Dagang, Paten atau Hak Cipta
• Bantuan Pendanaan dari Pihak Franchisor
• Pembelian Produk Langsung dari Franchisor
• Bantuan Promosi dan Periklanan dari Franchisor
• Pelayanan Pemilihan Lokasi oleh Franchisor
• Daerah Pemasaran yang Ekslusif
• Pengendalian/Penyeragaman Mutu
• Mengandung Unsur Merek dan Sistem Bisnis.
Biaya-biaya Dalam Transaksi
Franchise
• Royalty
• Franchisee Fee
• Direct Expenses
• Biaya Sewa
• Marketing and Advertising Fees
• Assignment Fees
• Royalty merupakan pembayaran oleh pihak
franchisee kepada pihak franchisor sebagai
imbalan dari pemakaian hak franchise oleh
franchisee.
• Franchisee Fee merupakan bayaran yang harus
dilakukan oleh pihak franchisee kepada pihak
franchisor, yang merupakan biaya franchise,
yang biasanya dilakukan dengan jumlah
tertentu yang pasti akan dilakukan sekaligus
dan hanya sekali saja.
• Direct Expenses merupakan biaya langsung
yang harus dikeluarkan sehubungan dengan
pembukaan/pengembangan suatu bisnis
franchise.
• Biaya Sewa ada beberapa franchisor yang ikut
menyediakan tempat bisnis, maka dalam hal
ini pihak franchisee harus membayar harga
sewa tempat tersebut kepada pihak
franchisor.
• Marketing and Advertising Fees pihak
franchisor yang melakukan marketing dan ikla,
maka pihak franchisee mesti ikut menanggung
beban biaya tersebut.
• Assignment Fees Biaya yang harus dibayar
oleh pihak franchisee kepada pihak franchisor
jika pihak franchisee tersebut mengalihkan
bisnsinya kepada pihak lain, termasuk bisnis
yang merupakan objeknya franchise.
Dasar Hukum Franchise
• Peraturan Khusus
• Perjanjian Sebagai Dasar Hukum
• Hukum Keagenan Sebagai Dasar Hukum
• Undang-undangn Merek, Paten dan Hak Cipta
Sebagai Dasar Hukum
• Perundang-undangan Lain Sebagai Dasar
Hukum
Tertib Hukum Franchise
• Suatu franchise harus didaftarkan.
• Suatu franchise haruslah memegang teguh
pada prinsip keterbukaan informasi.
• Diperlukan suatu asosiasi franchise yang
tangguh.
• Perlu suatu kode etik terhadap franchise.
• Perlu guidelines oleh pemerintah terhadap
klausula-klausula yang baku terhadap kontrak
franchise.