Anda di halaman 1dari 14

Referat

ETIOPATOGENESIS
DERMATITIS ATOPIK
Oleh : Ainindia Rahma, S.Ked
Pembimbing : Dr. dr. Yuli Kurniawati, Sp.KK, FINSDV, FAADV

DEPARTEMEN DERMATOLOGI DAN VENEREOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
2018
OUTLINE
1. Pendahuluan
2. Etiopatogenesis
• Genetik

• Penurunan fungsi sawar kulit

• Imunopatologi

• Sitokin dan kemokin


PENDAHULUAN

• Dermatitis Atopik (DA)  inflamasi kulit kronik residif ditandai


pruritus
• Umumnya terjadi selama masa bayi dan anak-anak (prevalensi 10-
20%)
• Reaksi Hipersensitivitas tipe I
• Sering berhubungan dengan asma dan rhinitis alergi
PENDAHULUAN
Genetik

Gangguan
Lingkungan fungsi
sawar kulit

DA
Sitokin dan Imuno
kemokin patologi
Faktor
Pencetus
ETIOPATOGENESIS
GENETIK

• Gen yang mengkode respon Immunoglobulin-E (IgE) terdapat di


kromosom 11q13 yang lebih sering diturunkan dari ibu
• Mutasi gen pengkode fillagrin (FLG) pada kromosom 1q21
merupakan faktor predisposisi utama DA
• Gen lain yang diduga terlibat yaitu serine protease inhibitor Kazal-
type 5 (SPINK5) mengkode lympho-epithelial kazal-type related
inhibitor (LEKTI)
GENETIK

• Kromosom 5q31-33 merupakan pengkode beberapa sitokin seperti


interleukin-3(IL-3), IL-4, IL-5, IL-13 dan granulocyte macrophage
colony-stimulating factor (GM-CSF) yang diekspresikan oleh sel
Th2.
• Polimorfisme gen thymic stromal lymphopoietin (TSLP)
berhubungan dengan DA melalui polarisasi Th2.
Gambar. Peran Filaggrin pada Epidermis
Sumber: Kabashima K. New concept of the pathogenesis of atopic dermatitis: interplay among the
barrier, allergy, and pruritus as a trinity. Journal of Dermatological Science 70. 2013; 3-11.
PENURUNAN FUNGSI SAWAR KULIT

• Downregulation of cornified envelope gene (filaggrin dan loricrin),


penurunan kadar seramid, peningkatan kadar enzim proteolitik endogen,
serta peningkatan transepidermal water loss (TEWL).
• Kerusakan sawar epidermis menyebabkan substansi asing lebih mudah
berpenetrasi ke dalam kulit
• Kerusakan sawar epidermis menyebabkan peningkatan pelepasan sitokin
oleh keratinosit seperti IL-1, IL-6, IL-8, dan tumor necrosis factor
(TNF)-α.
Gambar. Pengaruh Kerusakan Sawar Kulit pada Patogenesis DA
Sumber: Peng W, Novak N. Pathogenesis of atopic dermatitis. Clinical and Experimental Allergy. 2015;
566-74.
IMUNOPATOLOGI

• Peningkatan jumlah eosinofil dan kadar serum Immunoglobulin E


(IgE)
• Sel Th berperan utama dalam patogenesis DA dimana jumlah Th2
lebih banyak pada penderita atopik
• Penderita DA cenderung mudah terinfeksi oleh bakteri, virus, dan
jamur
SITOKIN DAN KEMOKIN
Sitokin :
• Akut • Kronik
IL-4 IL-5
IL-13 IL-12
IL-31 IL-8
TGF-1
IL-11
SITOKIN DAN KEMOKIN

Kemokin :
• Cutaneous T cell-Attracting Chemokine (CTACK)
• CC chemokine ligand (CCL-27)
• CC chemokine receptor (CCR-10)
• Regulated on activation, normal T cell expressed and secreted
(RANTES)
TERIMA KASIH