Anda di halaman 1dari 23

Selasa, 28 Agustus 2018

LATIHAN MODUL
WHOLE OF GOVERNMENT

dr. Happy Muthia Devi


NIP. 198901062017122001
No.Absen : 10/Peldas-CPNS.III/I/18
Latar Belakang

 Keberagaman di Indonesia terutama di


pemerintahan mendorong adanya kompetisi/
persaingan antar sektor (ego sektoral)
 Masyarakat yang semakin kritis terhadap birokrasi
 Masyarakat yang terus menginginkan pelayanan
yang cepat, aman, nyaman
 Perilaku pelayanan yang buruk
Mengenal WoG

 Upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan


sektor guna mencapai tujuan pembangunan
 Pendekatan interagency yi pendekatan yang
melibatkan sejumlah kelembagan yang terkait
dengan urusan yang relevan
 Sudah berkembang di Inggris, Australia dan
Selandia baru
Pengertian

 APSC  Instansi pelayanan publik yang berkerja lintas


batas atau lintas sector guna mencapai tujuan bersama
dan sebagai respon terpadu pemerintah terhadap isu-isu
tertentu

 USIP  Pengintegrasian upaya kementerian atau lembaga


pemerintah dalam mencapai tujun-tujuan bersama

Dari dua pengerian di atas WoG dapat dirumuskan dalam


prinsip-prinsip kolaborasi, kebersamaan, kesatuan, tujuan
bersama dan mencakup keseluruhan sector dalam
pemerintahan
Mengapa WoG?

 Faktor eksternal seperti dorongan publik dalam


mewujudkan integrasi kebijakan, program
pembangunan dan pelayanan
 Faktor internal yaitu adanya fenomena ketimpangan
kapasitas sektoral sebagai akibat dari adanya
kompetisi antar sector dalam pembangunan
 Adanya keberagaman latar belakang nilai, budaya,
adat istiadat, serta bentuk latar belakang lainnya
yang mendorong potensi disintegrasi bangsa.
Bagaimana WoG dilakukan?

Koordinasi : Integrasi :
Penyertaan Joint working
Dialog Joint venture
Joint planning Satelit

Kedekatan dan
Pelibatan :
Aliansi strategis
Union
Merger
Penerapan WoG dalam Pelayanan yang
terintegrasi
1. Penguatan Koordinasi Antar Lembaga
Dilakukan dengan mengurangi jumlah lembaga yang ada sampai mendekati jumlah yang
ideal untuk sebuah koordinasi
2. Membentuk Lembaga Koordinasi Khusus
Tujuannya untuk mengkoordinasikan sektor atau kementerian yang mempunyai status
setingkat lebih tinggi atau setidaknya setara dengan kelembagaan yang diaturnya
3. Membentuk Gugus Tugas
Merupakan pelembagaan koordinasi diluar struktur formal yang sifatnya tidak permanen.
4. Koalisi Sosial
Merupakan bentuk informal dari penyatuan koordinasi antar sektor atau lembaga tanpa
perlu membentuk peembagaan khusus
Tantangan dalam praktek Wog
1. Kapasitas SDM dan Insitusi
Adanya perbedaan kapasitas SDM pada institusi yang
terlibat bisa mendorong terjadinya merger atau akuisisi
kelembagaan
2. Nilai Budaya dan organisasi
Perbedaan nilai dan budaya organisasi bisa menjadi
kendala saat kolaborasi antar lembaga
3. Kepemimpinan
Pemimpin yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu
mengakomodasi perubahan nilai dan budaya organisasi
dan SDM yang tersedia
Praktek WoG dalam Pelayanan Publik
1. Pelayanan yang Bersifat Administratis
Menghasilkan produk dokumen resmi co : KTP, status
kewarganegaraan, status usaha, surat kepemilikan, SIUP, ijin trayek,
ijin usaha, akta, sertifikat tanah dsb
2. Pelayanan Jasa
Pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perhubungan
3. Pelayanan Barang
Jalan, perumahan, jaringan telepon, listrik, air bersih dsb
4. Pelayanan Regulatif
Melalui penegakan hukuman dan peraturan perundang-undangan
maupun kebijakan publik.
Pola Pelayanan Publik
Pelayanan
Teknis
Fungsional

Pelayanan Pelayanan
Elektronik Satu Atap

Pelayanan Pelayanan
Terpusat Satu Pintu
Best Practices WoG di Beberapa Negara

Inggris Australia
APSC, Centrelink,
WoG Accounts :
COAG,koalisi sosial

Integrasi antar
Integrasi system lembaga di semua
laporan keuangan tingkatan dan
5.500 organisai mendekatkan
publik pelayanan publik
pada masyarakat
Amerika
Malaysia
Serikat
One day service, one
Keamanan nasional,
day delivery dan no-
integrated portal
wrong door

Fokus pada isu


Layanan yang
keamanan nasional
terintegrasi dan cepat
serta pemanfaatan
sehingga keluhan dari
teknologi informasi
msyarakat harus
dalam menyatukan
diterima dan segera
pemerintahan di
direspon segera
semua tingkatan
Implementasi WoG dalam Penyelenggaraan
Pelayanan Publik di Indonesia

 WoG Dalam Lingkup Penyelenggaraan Negara


Sistem penyelenggaraan Negara merupakan aktivitas dari lembaga eksekutif,
legislative dan yudikatif atau seluruh lembaga Negara dalam rangka mencapai
tujuan berbangsa dan bernegara.
 WoG Dalam Lingkup Penyelenggaraan Pemerintahan Negara
Sistem penyelenggaraan pemerintahan negara adalah keseluruhna penyelenggaraan
kekuasaan pemerintah (executive power) dengan memanfaatkan kemampuan
pemerintah, aparaturnya, seluruh rakyat dan segenap dana dan daya yang tersedia.
 WoG Dalam Lingkup Hubungan Antara Pemerintah Pusat
Hubungan antara pemerintah pusat dan daerah serta antar daerah dengan cara
pemberian otonimi daerah baik kepada daerah provinsi maupun daerah kabupaten
dan kota
 WoG dalam Pelayanan Publik di Lingkup Administrasi Pemerintahan
Administrasi pemerintahan adalah ketetapan tertulis yang di
keluarkan oleh badan atau pejabat pemerintahan dalam
penyelenggaraan pemerintahan. Sedangkan Pengertian tindakan
administrasi pemerintah adalah perbuatan pejabat pemerintahan
atau penyelenggara lainnya
 WoG dalam Lingkup Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Pembangunan daerah merupakan perwujudan dari pelaksanaan
urusan pemerintahan yang telah diserahkan ke daerah sebagai bagian
integral dari pembangunan nasional.
Kementerian wajib melakukan sinkronisasi dan harmonisasi dengan
daerah untuk mencapai target pembangunan nasional.
Asas-asas terkait dengan implementasi WoG
UU No.28 Thn 1999
1. Asas Kepastian Hukum
2. Asas Kepentingan Umum
3. Asas Akuntabilitas
4. Asas Proporsionalitas
5. Asas Profesionalitas
6. Asas Keterbukaan
7. Asas Efisiensi
8. Asas Efektifitas

UU AP
1. Asas Legalitas
2. Asas Perlindungan Terhadap Hak Asasi Manusia
3. Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB)
- Kepastian Hukum - Tidak menyalahgunakan
- Kemanfaatan wewenang
- Ketidakberpihakan - keterbukaaan
- Kecermatan - Kepentingan umum
- pelayanan yang baik
ASN dan Pelayanan Publik

Pasal 11 UU ASN, tugas :


1. Melaksanakan kebijakan publik sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan
2. Memberikan pelayanan publik yang profesionl dan
berkualitas
3. Mempererat persatuan dan kesatuan NKRI
Dasar Kebijakan Pelayanan Publik

Berdasarkan UU NO 25 Tahun 2009 fungsi ASN


:
1. Pelaksana kebijakan publik
2. Pelayan publik
3. Perekat dan pemersatu bangsa
Penyelenggaraan pelayanan publik
berasaskan :
1. Kepentingan hukum
2. Kepastian hukum
3. Kesamaan hak
4. Keseimbangan hak dan kewajiban
5. Keprofesionalan
6. Partisipatif
7. Persamaan perlakuan / tidak diskriminatif
8. Keterbukaan
9. Akuntabilitas
10. Fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan
11. Ketepatan waktu
12. Kecepatan, kemudahandan keterjangkauan
Manajemen Pelayanan Publik

1. Pelaksanaan pelayanan
2. Pengelolaan pengaduan masyarakat
3. Pengelolaan informasi
4. Pengawasan internal
5. Penyuluhan kepada masyarakat
6. Pelayanan konsultasi
7. Dll
Pembentukan Unit Pelayanan Terpadu
Satu Pintu (UPTD)

 Daerah dapat melakukan penyerderhanaan jenis dan prosedur


pelayanan publik untuk meningkatkan mutu dan daya saing daerah.
 Pemerintah daerah dapat memanfaatkan teknologi informasi dan
mkomunikasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik
 Masyarakat bisa mengadukan penyelenggaraan pelayanan publik
kepada pemerintah daerah/ombudsman/DPRD jika :
a. Penyelenggara tidak melaksanakan kewajiban atau melanggar
larangan
b. Penyelenggara yang memberi pelayanan tidak memberikan
layanan sesuai standar
Evaluasi Pelayanan Publik

Evaluasi kinerja
Pemerintah
Mendagri pelayanan
Daerah Provinsi
publik

Evaluasi Pemerintah
Gubernur pelayanan daerah
publik kabupaten/kota
Partisipasi Masyarakat dalam Pelayanan
Publik
 Konsultasi publik
 Musyawarah
 Kemitraan
 Penyampaian aspirasi
 Pengawasan
 Keterlibatan lain sesuai ketentuan perundang-undangan
TERIMA KASIH