Anda di halaman 1dari 23

KELOMPOK 4:

1.Pramesti Aprilia
6. Pahri Pauji

2. Tarisha Pramunia
7.Riki Martin

3.Uun Fiah
8. Naufal
4.Widya Laksamana P.
Wahyuningsih

5.Selvi Damayanti
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Propylene merupakan bahan baku industry petrokimia yang digunakan


luas untuk memproduksi produk-produk petrokimia seperti
polypropylene,acrylonitrile,cumene,oxo-alcohols,propylene
oxide,acrylic acid,isopropyl digunakan untuk memenuhi kebutuhan
produksi polypropylene. Polypropylene ini merupakan bahan dasar
pembuatan plastic jenis PP yang banyak digunakan dimasyarakat.
Produksi global propylene saat ini sekitar 54 juta ton/tahun dengan nilai
sekitar $17milyar.Produksi dan konsumsi propylene dunia tersebar
terpusat di Amerika Utara,Eropa Barat,dan Jepang. Ketergantungan
propylene ini diperkirakan semakin meningkat hingga 2x di 10tahun
kedepan.
NEXT
BAB II

2.1 PENGERTIAN
Polipropilena atau polipropena (PP) adalah sebuah polimer termo-
plastic yang dibuat oleh industry kimia dan di gunakan dalam berbagai
aplikasi,diantaranya pengemasan,tekstil (contohnya tali,pakaian dalam
termal,dan karpet),alat tulis,berbagai tipe wadah terpaikan ulang serta
bagian plastic,perlengkapan laboraturium,pengeras suara,komponen
otomotif,dan uang kertas polimer. Polypropylene mempunyai ketahanan
terhadap bahan kimia ( chemical resistance) yang tinggi tetapi
ketahanan pukul ( impact strength) nya rendah. Polipropilena dapat
mengalami degradasi rantai saat terkena radiasi ultra violet dari sinar
matahari
Polipropena adalah hasil polimerisasi propena. Polimerisasi adalah
penggabungan molekul-molekul sejenis menjadi molekul raksa sehingga
berantai karbon sangat panjang.Molekul yang bergabung disebut
monomer-monomer. Sedangkan molekul raksa yang terbentuk disebut
polimer

nCH2 = CH CH2 (- CH2 CH -)n CH3

NEXT
Mekanisme reaksi yang terjadi terdiri dari 3 tahapan, yaitu:
1. Inisiasi
2. Propagasi
3. Terminasi
Sebelum terjadi ketiga tahapan reaksi diatas. Katalis TiCI4
diaktifkan terlebih dahulu oleh ko-katalis Al(C2H5)3 sehingga akan
terbentuk pusat aktif (active center) katalis seperti pada reaksi
berikut:

NEXT
Setelah katalis diaktifkan oleh ko-katalis membentuk radikal bebas
Ti, maka monomer propilen akan menyerang bagian aktif ini dan
berkoordinasi dengn logam transisi, selanjutnya ia menyisip antara metal
dan grup alkil, sehingga mulailah terbentuk rantai polipropilen.

NEXT
Radikal propilen yang terbentuk akan menyerang monomer
propilen lainnya terus menerus dan membentuk radikal polimer yang
panjang. Pada tahap ini tidak terjadi pengakhiran, polimerisasi terus
berlangsung sampai tidak ada lagi gugus fungsi yang tersedia untuk
bereaksi. Cara penghentian reaksi yang biasa dikenal adalah dengan
penghentian ujung atau dengan menggunakan salah satu monomer
secara berlebihan

NEXT
Pada tahapan ini dinjeksikan sejumlah hydrogen yang berfungsi sebagai
terminator. Hidrogen sebagai terminator akan bergabung dengan sisi aktif
katalis sehingga terjadi pemotongan radikal polimer yang akan
menghentikan polimerisasi propilen.

NEXT
BAB 3

3.1 BAHAN BAKU PEMBUATAN


Pada pembuatan Polipropilena (PP)
bahan baku yang digunakan dibagi
menjadi 2,yaitu:
1. Bahan baku utama
2. Bahan Baku Penunjang

NEXT
Bahan baku utama (Feedstock) dari PP adalah
Propena yang diambil dari minyak bumi untuk
menjadi polipropena

Bahan baku penunjang antara lain:


1. Katalis (Kaminsky/ Ziegler-
Natta/Metallocene)
2. Kokatalis (TEAL)
3. Selectivity Control Agent (NPTMS)
4. Hidrogen
5. Carbon Monoxide, Dan
6. Aditif NEXT
Polipropilen dapat dibuat dari monomer propilen melalui proses
polimerisasi menggunakan katalis Ziegler-Natta, Kaminsky atau
katalis metallocene. Pembuatan propena terdiri dari 4 tahap besar.
Pertama,persiapan bahan baku dari minyak mentah untuk
mendapatkan monomer. Kedua, monomer mengalami polimerisasi
pada produksi yang lebih besar. Ketiga, hasil dari polimerisasi
terbentuk resin-resin (butiran). Keempat, produk resin yang
terbentuk akan diolah lebih lanjut untuk menjadi produk baru.

NEXT
Reaktor dimana dalam reactor terjadi reaksi polimerisasi
propilen menjadi resin propilena dengan menggunakan fluidized
bed reactor fasa gas, reaksi ini terjadi di dalam unggun resin
polipropilen yang terfluidakan dengan menggunakan unggun resin

Dimana suatu system yang digunakan untuk


mengeluarkan resin yang terbentuk didalam
reactor dan dikirim ke product receiver

NEXT
Product Receiver ini terjadi proses pemisahan campuran
gas hidrokarbon, hydrogen dan nitrogen dengan resin
polipropilen,dari bagian bawah product receiver dimasukan
gas nitrogen yang berasal dari nitrogen surge tank.

Purge bin dimana untuk menetralisir sisa katalis dan kokatalis


(TEAL)
serta menghilangkan sisa-sisa gas yang masih terdapat didalam
resin NEXT
Pelletizing system dimana untuk proses pembuatan pellet polipropilen
dari resin propilen. Resin polipropilen yang berasal dari product purge bin
dan aditif masuk kedalam polipropilen dan additive dicampur dan
dilelehkan didalam long continuous mixer, lelehan didalam long
continuous mixer masuk kedalam melt pump yang berfungsi untuk
menaikan tekanan polimer agar polimer melewati transion piece 1,
screen changer transition piece 2 dan die plate.

Silo and bagging system dimana pellet yang dihasilkan kemudian


dimasukan kedalam silo dan untuk proses pengantongan produk.

NEXT
Silo and
Persiapan Pelletizing
Bagging
bahan baku Sytem
System

Product Purge
Reaktor Product
Bin

Product
Product
Discharge
Receiver
System
NEXT
Resin atau biji plastic yang terbentuk kemudian diproses lebih lanjut untuk
dijadikan produk baru. Salah satu caranya adalah dengan metode ekstrusi. Proses
ekstrusi adalah proses mengubah bentuk dari bahan baku biji plastic menjadi
gulungan-gulungan atau rollplastik. Pertama-tama biji plastic dilelehkan pada
Ekstruder,Kemudian diinjeksikan melalui cetakan, setelah keluar dari cetakan
yang sesuai dengan profil yang di inginkan dimasukan kedalam alat kalibrasi.
Keluar dari alat kalibrasi masuk tangki air untuk didinginkan, setelah dingin
dimasukan ke ban penarik kemudian dipotong sesuai dengan ukuran yang diminta
pada alat potong dan disusun pada alat penyusun.

NEXT
NEXT
1.Propilen diproduksi melalui system cracking pada proses permunian
minyak bumi yang juga menghasilkan etilen,metana dan hydrogen
Rx: 2CH3CH2CH3  CH3CH=CH2+CH2=CH2+CH4+H2
2. Reaksi propilen dengan ammonia menghasilkan akrilonitrit pada
industri asam akrilit
Reaksi: CH3CH=CH2+NH3+3/2 O2  CH2=CHCN+3H2O
3. Pada temperature tinggi klorinasi propilen dengan klorida
memproduksi gliserol
Reaksi: CH3CH=CH2+CI2 770K  CH2=CH2CI+HCL

NEXT
NEXT

A. PROSES HERCULES
Proses ini merupakan proses kontinu pertama dalam teknologi produksi
polipropilen. Reaksi polimerisasi dilangsungkan dalam reactor tangki berpengaduk
yang tersusun seri. Pada proses ini di gunakan katalis TiCI3,kokatalis
Al(C2H5)2Cl,dan pelarut kerosin. Tahap polimerisasi di langsungkan pada tekanan 5
bar dan temperature antara 60-80◦c.Setelah proses polimerisasi dan gedassing,
slurry polimer dikontakan dengan alcohol untuk mendeaktivasi dan melarutkan sisa
katalis yang tidak bereaksi.
B. PROSES SPHERIPOL
Dalam proses spheripol, tahap polimerisasi dilakukan dalam reactor loop
tubular. Katalis yang digunakan adalah TiCl4 dengan penyangga MgCl2.Kondisi
operasi pada tahap polimerisasi umumnya pada temperature 65-75◦C dan tekanan
30-35 bar. Polimer yg terbentuk di reactor dipisahkan dari monomer dengan cara
flashing yaitu penurunan tekanan secara tiba-tiba sehingga monomer propilen cair
akan menguap.
C. PROSES UNIPOL
Proses unipol menggunakan reactor unggun terfluidakan yang tersusun secara
seri. Temperatur operasi polimerisasi umumnya pada 60-70◦C dengan tekanan
25-30 bar pada reactor homopolimer dan tekanan 20 bar pada reactor
kopolimer. Pnas reaksi dipindahkan dengan mendinginkan gas recycle dengan
alat penukar pans. Katalis yang digunakan pada proses ini adalah TiCl4 dengan
penyangga MgCl2,kokatalis Al-triakil,ditambah donor electron berupa
alkylphthalate dan alkoxysilanes.
Perbandingan proses-proses produksi polipropilen dapat dilihat pada
table 1.2
Nama Proses Hereules Spheripol Unipol
Fase Reaksi Cair Cair Gas
P 5 bar 30-35 bar 25-30 bar
T(◦C) 60-80 65-75 60-70
Pemakaian Ya Tidak Tidak
Pelarut
Lisensor ABB Lummus Basell Technology Union Carbide NEXT
Co. BV Corp.
Pada tahun 2000 pasar polipropilena di dunia
mencapai 26,6 juta ton. Meningkat 3.6% sepanjang
tahun 2000-2009 & pada tahun 2009 mencapai 36,5
juta ton. Diharapkan pertumbuhannya meningkat
4,6% sepanjang tahun 2009-2020 dan mencapai
target 59,6 juta tahun pada tahun 2020. Sekitar
51,9% kebutuhan PP didunia dipenuhioleh produsen
dinegara ASIA ditahun 2009 dan akan terus
meningkat

NEXT
Tahun Produksi Konsumsi NEXT
(Ton/Tahun) (Ton/Tahun)
2003 410.000 720.000
2004 492.000 792.000
2005 571.000 871.000
2006 705.000 957.000
2010 830.000 1.080.000
2015 1.203.000 1.503.000

Salah satu produsen plastic jenis PP yang ada di Indonesia


adalah PT. Tri Polyta Indonesia dengan kapasitas produk
380.000 ton/tahun. PT.Tri Polyta Indonesia Tbk telah
menguasai pangsa pasar dalam negeri sebesar 57%. Sisanya
oleh PT. Polytama Propindo sebesar 15%, Pertamina 5% dan
sisanya 24% produk import

Anda mungkin juga menyukai