Anda di halaman 1dari 22

GAMBARAN UMUM MANAJEMEN

MODAL KERJA

 REVIYANA PUSPITASARI 1611021071


FACHRUR AZIZ 1611021079
MARINA 1711021081
NUR FAIRUZ SANI 1711021049
DARMI YANTI 1711021045
GAMBARAN UMUM MANAJEMEN
MODAL KERJA

OUTLINE
1. Konsep modal kerja
2. Peran penting manajemen modal kerja
3. Profitabilitas dan resiko
4. Perputaran klasifikasi modal kerja
5. Pendekatan lindung nilai
6. Pendanaan jangka pendek dan jangka panjang
7. KASUS
KONSEP MODAL KERJA
• 1. Konsep Kuantitatif

Konsep ini mendasarkan pada kuantitas dari dana


yang tertanam dalam unsur-unsur aktiva lancar di
mana aktiva ini merupakan aktiva yang sekali
berputar kembali dalam bentuk semula atau aktiva
di mana dana yang tertanam di dalamnya akan
dapat bebas lagi dalam waktu yang pendek. Dengan
demikian modal kerja menurut konsep ini adalah
keseluruhan dari jumlah aktiva lancar. Modal kerja
dalam pengertian ini sering disebut modal kerja
bruto (gross working capital).
2. Konsep Kualitatif
Apabila pada konsep kuantitatif modal kerja itu hanya dikaitkan dengan
besarnya jumlah aktiva lancar saja, maka pada konsep kualitatif ini
pengertian modal kerja juga dikaitkan dengan besarnya jumlah utang lancar
atau utang yang segera harus dibayar. Dengan demikian maka sebagian
dari aktiva lancar ini harus disediakan untuk memenuhi kewajiban finansiil
yang segera harus dilakukan, di mana bagian aktiva lancar ini tidak boleh
digunakan untuk membiayai operasi perusahaan untuk menjaga
likuiditasnya

3. Konsep Fungsionil
Konsep ini mendasarka pada fungsi dari dana dalam menghasilkan
pendapatan (income). Setiap dana yang dikerjakan atau digunakan dalam
perusahaan adalah dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan. Ada
sebagian dana yang digunakan dalam suatu periode akuntansi tertentu
yang seluruhnya langsung menghasilkan pendapatan bagi periode tersebut
(current income) dan ada sebagian dana lain yang juga digunakan selama
periode tersebut tetapi tidak seluruhnya digunakan untuk menghasilkan
(current income). Sebagian dari dana itu dimaksudkan juga untuk
menghasilkan pendapatan untuk periode-periode berikutnya (future
income)”.
2. PERAN PENTING MANAJEMEN
MODAL KERJA
• Modal kerja sangat penting bagi perusahaan.

Perusahaan yang tidak memiliki kecukupan modal kerja akan sulit


untuk menjalankan kegiatannya, atau akan macet operasinya. Tanpa
modal kerja yang cukup, suatu perusahaan akan kehilangan
kesempatan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk yang
dihasilkan. Jika hal itu terjadi, ia akan ditinggalkan pelanggannya, dan
menderita kerugian. Oleh sebab itu, sebagian besar pekerjaan manajer
keuangan dicurahkan pada kegiatan operasi perusahaan sehari-hari.
Besarnya modal kerja tergantung pada jenis bisnis, tetapi pada
umumnya nilai modal kerja suatu perusahaan kira-kira lebih dari 50%
dari jumlah harta, maka perlu pengelolaan yang serius.
3. PROFITABILITAS DAN RESIKO
1. Pengertian Profitabilitas

Profitabilitas merupakan salah satu pengukuran bagi kinerja


suatu perusahaan, profitabilitas suatu perusahaan
menunjukan kemampuan suatu perusahaan dalam
menghasilkan laba selama pereode tertentu pada tingkat
penjualan, asset dan modal saham tertentu.

• Profitabilitas suatu perusahaan dapat dinilai melalui berbagai


cara tergantung pada laba dan aktiva atau modal yang akan
diperbandingkan satu dengan lainya.
Return on equity atau profitabilitas adalah Suatu pengukuran
dari penghasilan atau income yang tersedia bagi pemilik
perusahaan atas modal yang mereka investasikan di dalam
perusahaan.
2. RESIKO PERUSAHAAN

Resiko perusahaan adalah suatu kondisi dimana


kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan kinerja suatu
perusahaaan menjadi lebih rendah daripada apa yang
diharapkan suatu perusahaan karena adanya suatu kondisi
tertentu yang tidak pasti di masa mendatang, Oleh karena itu
dengan memahami risiko yang ada perusahaan mampu
mencegah resiko tersebut dengan mengidentifikasi untuk
mensetabilkan kinerja mereka,sehingga mampu untuk
memenuhi target, meminimalisir kegagalan dalam perusahaan
dan mampu menciptakan sebuah peluang bisnis yang
menguntungkan.
4. KLASIFIKASI PERPUTARAN MODAL KERJA

Menurut Sri Dwi Ari Ambarwati dan Bambang Riyanto (2010:112)


yang berdasarkan pendapat AW Taylor, modal kerja dibedakan
menjadi dua, yaitu :

1. Modal kerja permanen


Adalah modal kerja yang harus ada dalam perusahaan untuk
memenuhi kebutuhan konsumen berupa barang jadi. Modal kerja
permanen dibedakan menjadi :
a. Modal kerja primer
Adalah modal kerja minimal yang harus dimiliki perusahaan
agar dapat terus beroperasi.
b. Modal kerja normal
Adalah modal kerja yang harus ada dalam perusahaan agar
dapat beroperasi dalam kapasitas normal.
2. Modal kerja variabel
Adalah modal kerja yang selalu berubah proporsional dengan
perubahan kapasitas produksi. Modal kerja ini terdiri dari :

a. Modal kerja musiman


Modal kerja yang berubah sesuai perubahan
musim/permintaan, misalnya permintaan yang besar pada waktu
hari raya.

b. Modal kerja siklis


Modal kerja yang berubah akibat fluktuasi konjungtor.

c. Modal kerja darurat


Modal kerja yang berubah sesuai dengan keadaan yang terjadi
di l uar kemampuan perusahaan.
5. Pendanaan aset lancar : bauran jangka pendek
dan jangka panjang

1. Sumber Dana Jangka Pendek


Salah satu sumber dana perusahaan adalah
sumber dana jangka pendek. Sumber dana
jangka pendek adalah pendanaan yang harus
dibayar kembali dalam jangka waktu satu tahun
atau kurang. Contoh sumber dana jangka pendek
adalah kredit perdagangan, pinjaman bank
jangka pendek, surat berharga komersial, serta
pendanaan piutang dan persediaan.
Perusahaan memerlukan pendanaan jangka pendek
karena beberapa hal berikut ini:

1. Laba yang diperoleh mungkin tidak mencukupi untuk


memebuhi kebutuhan pendanaan sehubungan dengan
pertumbuhan perusahaan.

2. Dalam memenuhi kebutuhan dana, pihak manajemen


cendrung memilih untuk meminjam dari pada harus
menunggu perusahaan memiliki cukup dana.

3. Sumber pendanaan jangka pendek lebih mudah tersedia


dan biasanya lebih rendah biayanya dibandingkan dengan
sumber pendanaan jangka panjang.
SUMBER PENERIMAAN JANGKA
PENDEK

KREDIT DAGANG PINJAMAN DARI BANK

• Kredit dagang disebut juga


utang dagang. Utang dagang • Pinjaman dari pihak lain
merupakan pinjaman tanpa (Bank) merupakan sumber
perjanjian, yaitu pembeli dana dari pihak eksternal yang
melakukan pembelian barang juga sering dimanfaatkan
dagangan dengan persyaratan perusahaan sebagai sumber
jangka waktu pelunasannya dana jangka pendek.
berjangka pendek biasanya
kurang dari satu tahun.
Jenis sumber dana dari Bank dan Nonbank adalah
sebagai berikut:

Kredit Usaha Kecil Menengah,


Kredit ini diberikan sesuai dengan jenis usaha. Bank pemerintah
sesuai sesuai dengan program yang membantu Usaha Kecil dan
Menengah atau UKM biasanya memberikan suku bunga yang rendah.

Kredit Tanpa Agunan,


adalah kredit perorangan yang tidak menggunakan agunan sebagai
sumber jaminan untuk keperluan modal. Umumnya kredit yang
diberikan berkisar Rp 5.000.000 sampai dengan Rp 150.000.000
dengan jangka waktu beragam, namun jenis pinjaman ini bunganya
sangat tinggi.

.
Leasing,
merupakan program pendanaan yang diberikan oleh suatu
lembaga keuangan yang berbentuk perusahaan pendanaan,
dimana pinjaman tersebut diberikan berupa pembelian aset
bergerak perusahaan seperti kendaraan bermotor dan
peralatan.

Kredit Pasar Uang,


contoh kredit pasar uang adalah surat berharga atau comercial
paper (CP).

Letter of Credit,
merupakan janji tertulis dari bank bagi pembeli untuk
membayar sejumlah uang kepada perusahaan yang dituju
penjual bila sejumlah kondisi telah terpenuhi.

Factoring,
merupakan menjual piutang perusahaan kepada perusahaan
faktor (perusahaan pembeli piutang) yang biasanya adalah
lembaga keuangan
2. Sumber Dana Jangka Panjang
Pengertian sumber dana jangka panjang adalah pendanaan yang
jangka waktu jatuh temponya lebih dari lima tahun. Pendanaan
jangka panjang terutama terdiri dari obligasi.

Pendanaan jangka panjang seringkali digunakan untuk mendanai


aset-aset yang masa pakainya panjang, seperti tanah, mesin, pabrik
atau proyek-proyek konstruksi.
Jenis-jenis sumber dana jangka panjang biasanya berbentuk
Hipotik, Obligasi
6. PENDEKATAN LINDUNG NILAI
• Lindung nilai berasal dari kata serapan hedge
Dalam dunia keuangan lindung nilai diartikan
suatu investasi yang dilakukan untuk
mengurangi ataupun meniadakan risiko pada
suatu investasi lain yang dilakukan para pelaku
bisnis. Lindung nilai adalah suatu strategi yang
dilakukan untuk mengurangi terjadinya risiko
bisnis yang tidak terduga, di samping tetap
dimungkinkannya memperoleh
keuntungan(Muhtar, 2011)
7. KASUS
• Pak Birin berusia +/- 40 tahun dan telah berkeluarga dengan 2 orang
putra, saat ini Pak Birin berusaha dibidang toko bahan bangunan +/- 8
tahun.Tempat usaha adalah milik sendiri dengan lokasi usaha berada
didekat daerah perumahan Karang Tengah Lebak Bulus Jakarta
Selatan yaitu di Jl.Raya Karang Tengah (sekitar arah cinere) dan usaha
sejenis didaerah tersebut +/- 6 toko. Sebelumnya pak Birin bergerak
dibidang sembako, namun seiring dengan adanya pasar swalayan
(Hero, Carefour & Giant) hasill usaha terus menurun hingga akhirnya
ditutup.Persediaan barang diperoleh Pak Birin dari beberapa supplier
diantaranya dari Pasar Blok A maupun agen-agen lainnya, dimana
rata-rata harga pokok penjualan sebesar +/- 85%. Omset usaha rata-
rata 3 bulan terakhir +/- 100 juta, dimana perputaran piutang dagang
rata-rata +/- 2 minggu dengan perputaran persediaan barang +/- 1
bulan sementara hutang dagang +/- 1minggu.
Langganan Pak Birin umumnya adalah penduduk sekitar Cinere dan Lebak Bulus,
dimana dalam operasionalnya didukung oleh satu Colt Kap terbuka dan 3 orang
kuli angkut (satu diantaranya merangkap supir) . Untuk administrasi atau urusan
toko, dibantu oleh istri dan 1 orang asistent yang telah ikut sejak awal toko dibuka.
Menurut Pak Birin hasil penjualan yang diperoleh esok hari disetor ke Bank
didaerah Cinere dan uang tunai yang dipelihara rata-rata hanya sebesar Rp.1
juta/hari. Namun terkadang hasil penjualan tidak disetor ke Bank, karena
digunakan untuk membeli barang secara tunai dengan discount +/- 2,5%.
Pak Birin mengaku bahwa untuk biaya pegawai Rp.1,7 juta dan biaya listrik+
telpon +/- 1 juta, biaya operasi lainya (termasuk bensin + keamanan) +/-
Rp.700.000,-.Saat ini Pak Birin hendak mengajukan pinjaman ke Bank +/-
Rp.100 juta untuk memenuhi tambahan modal kerja yang dikarenakan adanya
kenaikkan harga barang +/ 15% dan piutang dagang menjadi 3 minggu. Sebagai
jaminan yang diberikan Pak Birin menyerahkan kepada pihak Bank
apakah sebuah rumah tinggal di Blok A No.9 Cinere senilai Rp.200 juta (100 m
dari Cinere Mall) atau toko senilai Rp.200 juta di Jl.Karang Tengah
Raya.Mengingat Pak Birin tidak pernah mengajukan pinjaman dari Bank selama
ini, maka Pak Birin meminta kepada Bank untuk menghitung kebutuhan Modal
kerjanya dan pinjaman yang dibutuhkan serta jenis pinjaman yang pantas.
Terlampir data rekening tabungan Pak Birin.Sdr diminta untuk memproses
permohonan ini dalam bentuk proporsal modal kerja.
Analisa Usaha

•1. Dimana lokasi usahanya dan bagaimana dengan kondisi disekitar lokasi usaha ?
Lokasi usaha calon debitur (cadeb) terletak disuatu daerah perumahan dikawasan selatan jakarta yang
sebagaimana diketahui berkembang cukup pesat, hal ini selain dikarenakan adanya pengembangan area
perumahan maupun perluasan area perumahan dilakukan oleh perusahaan pengembang. Disisi lain
dengan semakin memikatnya untuk tinggal dikawasan Selatan Jakarta (Cinere, lebak bulus, pamulang,
cirendeu, ciputat), maka tidak heran apabila diikuiti oleh pembangunan rumah maupun renovasi rumah oleh
penduduk.

•2. Bagaimana dengan perkembangan usahanya (omset,supplier dan langganannya

Usaha bahan bangunan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan didaerah tersebut juga
menunjukkan peningkatan aktivitas usaha yang cukup baik, khususnya aktivitas cadeb yang saat ini rata-
rata telah mencapai omset Rp.100 juta perbulan. Dapat ditambahkan bahwa untuk dikawasan cinere usaha
sejenis dengan cadeb saat ini hanya 6 toko, namun mengingat langganan yang ada didominasi oleh
penduduk sekitar cinere dan lebakbulus diyakini pertumbuhan usaha masih tetap stabil.
•3. Bagaimana dengan mekanisme usahanya, piutang, persediaan dan hutang.

Mekanisme usaha calon debitur adalah selain menjual dalam eceran juga melayani pembelian secara
borongan, dimana untuk penjualan eceran umumnya dalam bentuk tunai (kecuali untuk langganan-
langganan tertentu diberikan piutang dagang 2 minggu) dan penjualan secara borongan diberikan
piutang dagang selama 2 minggu. Umumnya penjualan secara borongan diberikan kepada para
pemborong atau kontraktor yang telah menjalin hubungan dengan cadeb, sehingga resiko tertunggak
dapat diperkecil.

Untuk memenuhi kebutuhan barang cadeb memperoleh dari Pasar Blok A juga dari agen-agen lainnya,
dimana cadeb diberikan hutang dagang selama 1 minggu atau bila membeli secara tunai diberikan
discount 2,5%.

Aktivitas usaha cadeb sebagian besar dilakukan melalui Bank, hal ini menurut cadeb untuk
mempermudah monitoring. Dengan demikian cadeb menyatakan bahwa seluruh hasil penjualan tunai
yang diterima(setelah memperhitungkan saldo kas minimum Rp.1 juta) akan disetor ke bank keesokan
harinya atau bila tidak disetor dipergunakan untuk pembelian tunai kebutuhan barang
dagangan.Begitupula untuk penerimaan piutang dagang maupun hutang dagang, cadeb melakukan
melalui bank.
ANALISIS KEUANGAN

Omset rata-rata Rp.100 juta


Piutang dagang 2 minggu : 30/14 = 2,14 x  100/2,14 = Rp. 46.728.971,-
Persediaan barang 1 bulan : 30/35 = 0,85 x  85/08,85 = Rp.100.000.000,-
Hutang dagang 1 minggu : 30/7 = 4,28 x  85/4,28 = Rp.19.859.813,-
Modal Kerja yang ada : Rp.146.728.971,- (-) Rp.19.859.813,- = 126.869.158,-
Laba Rugi :
Pendapatan Usaha Rp.100.000.000,-
HPP (Rp. 85.000.000,-)
Laba kotor Rp. 15.000.000,- (15%)
Biaya Pegawai (Rp. 1.700.000,-)
Biaya Listrik (Rp. 1.000.000,-)
Biaya Ops lainnya (Rp. 700.000,-)
EBIT Rp. 11.600.000,- (11,6%)
Proyeksi omset naik 15%  Rp.115.000.000,-
Piutang dagang 3 minggu : 30/21 = 1,43 x  115/1,43 = Rp.80.419.580,-
Persediaan Barang 1 bulan : 30/35 = 1,5x  97,75/0,85 = Rp.115.000.000,-
Hutang dagang 1 minggu : 30/7 = 4,28 x  97.750.000/4,28= Rp.22.838.785,-
Modal Kerja proyeksi : Rp.195.419.580,- (-) Rp.22.838.785,- = Rp.172.580.795,-
Modal kerja yang ada : Rp.126.869.158,-
Modal Kerja yang dibutuhkan Rp. 45.711.637,-
Analisa Prospek Usaha

1. Bagaimana dengan perkembangan usahanya?

Kawasan Cinere dan Lebak Bulus merupakan salah satu daerah perumahan yang pesat
berkembang dan sangat diminati, terlebih dengan selesai pembangunan tol TB Simatupang
dan berdirinya Mall terbaik di Jakarta (PIM II & Citos) semakin menambah minat masyarakat
kelas menengah keatas. Dengan tumbuhnya daerah tersebut, diyakini hal tersebut berdampak
posistif terhadap pertumbuhan usaha bahan bangunan.

2. Apakah memungkinkan langganan akan bertambah?

Seiring dengan pertumbuhan dikawasan tersebut, tidak berlebihan apabila diikuti dengan
adanya penambahan langganan dari langganan yang telah ada sebelumnya.

3. Bagaimana dengan persaingan usaha sejenis?

Dengan jumlah pesaing sebanyak 6 toko dan pengalaman selama 8 tahun serta keterlibatan
secara langsung dari cadeb, persaingan yang ada masih dapat berjalan dengan normal.