Anda di halaman 1dari 38

GEJALA PENYAKIT PADA

TANAMAN
 Tanaman sehat adalah tanaman yang dapat
melakukan fungsi fisiologisnya sesuai dengan
potensi genetik.
 Tanaman sakit adalah tanaman yang terganggu
fungsi fisiologisnya akibat adanya penyimpangan
dari keadaan normal.
 Ada 3 faktor penyebab terjadinya pnyakit, yaitu:
pathogen, lingkungan dan inang yang biasa
dikenal dengan istilah segitiga penyakit.
 Ada 3 proses berkembangnya penyakit paa
tananan yaitu: inokulasi, inkubasi, dan infeksi.
 Reaksi tanaman terhadap perkembangan penyakit
ada 3 yaitu: rentan, tahan dan kebal.
 Gejala Nekrosis adalah gejala kerusakan pada
tanaman akibat kematian sel-sel jaringan
tanaman yang didahului adanya perubahan
warna.
 Terinfeksi virus (pathogen)
 Oksidasi senyawa fenol
 Penumpukan karbohidrat
 Tanaman inang (umur dan genotip tanaman).
 Kondisi lingkungan yang tidak mendukung
kehidupan tanaman hutan (ketersediaan unsur
hara, kelembabab, dll)
 Serangan Pathogen (bakteri,virus dan
jamur,nematoda, atau tumbuhan parasit )
 Tidak adanya mikroorganisme simbiose
mutualistik (misal: pembentuk mikoriza,
penambat nitrogen)
 Kanker: terjadinya
kematian jaringan kulit
tumbuhan yang berkayu
misalnya akar, batang dan
cabang. Selanjutnya
jaringan kulit yang mati
tersebut mengering,
berbatas tegas,
mengendap dan pecah-
pecah dan akhirnya
bagian itu runtuh
sehingga terlihat bagian
kayunya.
 Klorosis: rusaknya
kloroplast
menyebabkan
menguningnya bagian-
bagian tumbuhan yang
lazimnya berwarna
hijau.
 Damping off: rebahnya
tumbuhan yang masih
muda (semai) karena
pembusukan pangkal
batang yang
berlangsung sangat
cepat, dibedakan
menjadi 2 yaitu pre
emergence dan post
emergence damping off.
Eksudasi : terjadinya
pengeluaran cairan dari suatu
tumbuhan karena penyakit.
Berdasarkan cairan yang
dikeluarkan dikenal beberapa
istilah yaitu :
- Gummosis : pengeluaran
gom (blendok) dari dalam
tumbuhan.
- Latexosis : pengeluaran
latex (getah) dari dalam
tumbuhan.
- Resinosis : pengeluaran
resin (damar) dari dalam
tumbuhan.
 Layu (wilting):
hilangnya turgor pada
bagian daun atau tunas
sehingga bagian
tersebut menjadi layu.
 Mati Ujung (dieback):
kematian ranting atau
cabang yang dimulai
dari ujung dan meluas
ke batang.
 Hipertropik biasa disebut juga dengan
hiperplasia
 Hipertropik adalah tipe gejala yang disebabkan
oleh adanya pertumbuhan sel atau bagian sel
yang melebihi pertumbuhan normal.
1. Serangan patogen, misalnya fungi, bakteri,
virus, nematoda, atau tumbuhan parasit
2. Kondisi lingkungan yang tidak mendukung
kehidupan tanaman hutan
3. Tidak adanya mikroorganisme simbiose
mutualistik (misal: pembentuk mikoriza,
penambat nitrogen)
 Faktor abiotik dan biotik yang menyebabkan
tanaman sakit.
 Interaksi inang dan faktor penyebab tanaman
sakit
 Kondisi lingkungan yang kurang optimal.
 Puru(gall) yaitu
pembesaran pada
permukaan daun,
batang, atau akar
yang disebabkan
oleh serangga,
nematoda, atau
karat.
 Callus adalah
pertumbuhan jaringan
yang berlebihan pada
sekeliling tepi bagian
tanaman yang luka
atau jaringan yang
sakit.
 Curl adalah
menggulung atau
melipatnya daun2
yang disebabkan oleh
pertumbuhan
setempat dari jaringan
daun yang berlebihan.
 Anthocyanescance
adalah daun atau
organ lain yang
berubah warna
(biasanya biru
kemerah-merahan)
yang disebabkan oleh
perkembangan
pigmen antosianin
yang berlebihan.
 Fasciation adalah
perubahan cabang
atau batang yang
seharusnya silindris
dan lurus menjadi
pipih melebar dan
membelok
 Heterotrophy adalah
perkembangan dari
jaringan2 yang kurang
normal,terjadi pada
tempat2 yang tidak
seharusnya.
 Scab adalah
perubahan Yang
merugikan pd
bagian tanaman
yang disebabkan
oleh luka atau
penyakit . Scab
biasa jg disebut
dengan karat
 Sarcody adalah
pembengkakan
jaringan yang
abnormal tepat diatas
cabang atau batang
yang sakit
 Sesidia adalah
pembengkakan
setempat pada
jaringan tumbuhan.
Ada dua macam
sesidia, yakni
fitosesidia yang
disebabkan oleh
patogen, dan
zoosesidia yang
disebabkan oleh
hama.
 Sapu setan (witches’broom), yaitu
perkembangan tunas-tunas ketiak (aksiler)
yang biasanya dalam keadaan tidur (laten)
menjadi berkas ranting yang rapat. Gejala sapu
biasanya disertai oleh hambatan pertumbuhan
ruas-ruas batang (internodia) dan daun,
sehingga ranting yang rapat mempunyai ruas-
ruas yang pendek dan daun-daun yang kecil.
Gejala sapu dapat terjadi karena serangan
virus, mikoplasma, tungau (mites), kutu daun
(aphis), atau karena kelainan genetik.
 HIPOPLASIA adalah tipe gejala yang yang
ditandai dengan terhambatnya perkembangan
atau pertumbuhan sebagian atau seluruh
jaringan tumbuhuhan akibat serangan patogen.
1. Serangan patogen, misalnya fungi, bakteri,
virus, nematoda, atau tumbuhan parasit
2. Kondisi lingkungan yang tidak mendukung
kehidupan tanaman
 Klorosis umum
adalah gejala
perubahan warna
yang disebabkan
karena
terhambatnya
pembentukan
klorofil.
 Rosetting, yaitu gejala
terhambatnya
pertumbuhan ruas-
ruas batang, buah dan
daun, sehingga
susunan daun-daun
atau buah berdesak-
desakan membentuk
susunan seperti bunga
mawar
 Etiolasi adalah
pertumbuhan
memanjang yang
berlebihan yang
diikuti oleh
kekerdilan daun dan
bunga yang
mengalami hambatan
dalam pembentukan
klorofil karena
kekurangan cahaya.
 Kerdil (atrofik) adalah
gejala ukuran
tumbuhan yang
menjadi lebih kecil
karena adanya
penghambatan
pertumbuhan.
 Sanitasi
 Eradikasi
 Karantina
 Kultur teknis
 Melepas predator musuh alami pathogen
(biologi)
 Tanaman yang resisten
 Rotasi tanaman
 Secara kimia (fungisida, bakterisida), dll.