Anda di halaman 1dari 11

 Rekonsiliasi obat merupakan proses

membandingkan dan memastikan instruksi


pengobatan dengan obat yang telah didapat
pasien
 Rekonsiliasi dilakukan untuk mencegah terjadinya
kesalahan obat (medication error) seperti obat
tidak diberikan, duplikasi, kesalahan dosis, atau
interaksi obat.
Terwujudnya rasionalitas
dan keamanan penggunaan obat.
 Obat yang dibawa pasien, obat sample

REKONSILIASI OBAT
ALUR REKONSILIASI OBAT
 Setiap obat yang digunakan oleh pasien di
rumah sakit harus dengan persetujuan dokter
penanggung jawab pasien (dokter rumah
sakit)
 Setiap pasien di rumah sakit berhak
mendapatkan pengobatan secara rasional.
1. Pada awal proses pemeriksaan saat administrasi, dokter harus
memastikan apakah pasien membawa obat dari rumah atau
tidak.
2. Jika pasien membawa obat dari rumah, maka dapat dilakukan
langkah-langkah sebagai berikut :

a) Bila obat tidak dipakai sebaiknya dikembalikan


kepada keluarga pasien untuk disimpan di rumah

b) Obat ditempatkan di dalam kantong dengan identitas


yang jelas, yang menunjukkan bahwa obat tersebut
milik pasien, kemudian diserahkan kepada perawat
untuk disimpan dikamar obat pasien. Pada saat
pasien diperbolehkan pulang, perawat harus
mengembalikan obat pasien.

Apabila obat tidak diambil oleh pasien. Instalasi


Farmasi akan menyimpan obat ini selama 30 hari
setelah pasien pulang. Bila lebih dari 30 hari, maka
obat tersebut akan dimusnahkan.
c) Obat dari rumah tidak boleh diberikan kepada
pasien rawat inap kecuali pada keadaan berikut :
i. Ada instruksi dari dokter
ii. Obat-obat tersebut telah di identifikasi oleh apoteker
dan dapat digunakan oleh pasien selama di rumah sakit
iii. Obat-obat yang dapat digunakan adalah perbekalan oral
padat, Inhaler, eyedrop dan perbekalan topikal.
iv. Perbekalan padat tidak boleh digunakan oleh pasien
tanpa adanya penandaan yang menunjukkan telah
dilakukan identifikasi apoteker.
v. Tablet lepas tanpa identitas yang bercampur dengan
obat lainnya tidak boleh diberikan kepada pasien.
vi. Obat yang di dispensing oleh apotek lain dapat diberikan
kepada pasien jika di dispensing tidak lebih dari 6 bulan
yang lalu.
Penggunaan sendiri obat milik
pasien :
a) Pemilihan pasien

i. Pasien tidak terbukti mengalami perubahan


status mental (dari catatan asuhan keperawatan)

ii. Ada dokumentasi ketidakterlibatan pasien dalam


penyalahgunaan obat.

iii. Daftar obat yang diawasi (controlled drugs) tidak


yang diikutkan dalam program Penggunaan
sendiri obat pasien.
Penggunaan sendiri obat milik pasien :…………………
b) Penyimpanan obat

i. Obat akan disimpan pada lemari obat di Farmasi

ii. Catatan pengobatan pasien akan diberi


penandaan dengan label yang bertuliskan obat
dari rumah

iii. Obat diberi penandaan dan ditempatkan di


refrigerator, bila tersedia.

iv. Semua obat harus diidentifikasi oleh apoteker


rumah sakit. Apoteker akan memberikan
penandaan "obat dari rumah yang telah
diverifikasi" dan mencantumkan tanggal, paraf
dan inisialnya.
Penggunaan sendiri obat milik pasien :…………………

c) Pemberian dan dokumentasi


i. Harus ada catatan yang valid mengenai terapi
obat yang diresepkan dokter

ii. Pasien diinstruksikan untuk memberitahukan


kepada perawat ketika menggunakan obat-
obatan tersebut

iii. Perawat mendokumentasikan dosis obat yang


digunakan pada catatan pemberian obat.
Perawat memverifikasi bahwa sesuai dengan
instruksi dokter
Penggunaan sendiri obat milik pasien :…………………

d) Monitoring
i. Pastikan kepatuhan terhadap regimen dosis yang
diresepkan
ii. Tindak lanjut yang sesuai dan dokumentasi
ketidakpatuhan pasien terhadap instruksi dokter
iii. Merekomendasikan kepada dokter untuk
melarang pasien menggunakan pengobatan
sendiri apabila terhadap ketidakpatuhan yang
konsisten