Anda di halaman 1dari 11

MENINGKATKAN KINERJA BERBASIS

PERILAKU

Bondan Jati Wijanarko 142150113


Yahya Krisnata Putra 142150115
Dhimas Amitis 142150118
Terdapat dua fungsi utama feedback,
yaitu:

 Feedback berfungsi sebagai dasar dalam pemberian instruksi

(pengarahan) ketika kita mengklarifikasi peranan atau mengajarkan


perilaku yang baru untuk mendukung perbaikan kinerja.

 Feedback berfungsi sebagai alat pemotivasi para pegawai karena

informasi kinerja yang disampaikan sebagai acuan dalam


pemberian reward dan punishment.
Ada tiga aspek penerima
membutuhkan perhatian yaitu:

 Karakteristik penerima.Karakteristik personalitas. Ada seseorang yang aktif

mencari informasi feedback namun ada juga seseorang yang tidak aktif
bahkan menghalangi perolehan feedback.

 Persepsi penerima feedback. Pada umumnya orang cenderung menerima

feedback positif lebih akurat dibanding menerima feedback negatif.

 Evaluasi kognitif penerima feedback. Orang yang menerima feedback akan

mengevaluasi keakuratan dan kredibilitas sumber feedback, kewajaran sistem


yang ada, kinerja dibandingkan imbalan yang diterima dan juga kelayakan
standar.
Perubahan Perilaku

 Setelah pihak penerima mendapatkan feedback ada beberapa

kemungkinan perubahan perilaku yang bisa muncul.Perubahan


perilaku ini tidak semuanya dapat mendukung perbaikan kinerja
Teknik Feedback

 Feedback melibatkan dua pihak utama, yaitu pihak sumber dan pihak

penerima feedback. Pada dasarnya feedback ini dapat dilakukan


dengan berbagai cara

1. Atasan mengevaluasi bawahan


2. Bawahan mengevaluasi atasannya
3. Setiap individu (pegawai) membandingkan kinerjanya
dengan informasi kinerja dari atasan, bawahan, teman
kerja (peer) dan pihak luar.
Faktor-faktor Penentu Feedback yang
Efektif

 Hubungan feedback dengan tingkat kinerja yang diharapkan harus jelas.

 Memberikan feedback khusus yang berhubungan dengan pengamatan terhadap

perilaku dan ukuran hasil.

 Hubungan antara saluran feedback terhadap area kunci keberhasilan.

 Memberikan feedback sesegera mungkin.

 Memberikan feedback positif untuk perbaikan tidak hanya untuk hasil akhir.

 Fokus feedback terhadap kinerja, bukan perorangan.

 Dasar feedback pada organisasi yang akurat dan kredibel.


Reward sebagai Dasar Perbaikan
Kinerja

 Reward dapat mengubah perilaku seseorang dan memicu


peningkatan kinerja. Terdapat empat alternatif norma
pemberian reward agar dapat digunakan untuk pemicu
kinerja pegawai
Modal abc atas Perubahan Perilaku
 Model ABC atas perubahan perilaku merupakan gabungan
dari 3 (tiga) elemen, yaitu antecedents, behaviour dan
consequences (ABC).
Memodifikasi Perilaku

 Positif reinforcement
 Negative reinforcement
 Punishment (pemberian hukuman)
 Extinction
Perilaku Disfungsional

Terdapat dua penekanan pada pengertian disfungsional


 Memanipulasi Informasi Strategis
 Mempermainkan Indikator Penilaian Kinerja
Penyebab Terjadinya Perilaku
Disfungsional

 Tidak adanya Goal Congruence


 Asimetri Informasi
 Pengaruh Perilaku Disfungsional Rekan Kerja