Anda di halaman 1dari 10
KELAS SCAPHOPODA
KELAS SCAPHOPODA

Ciri dan Morfologi

Scaphopoda adalah kelompok moluska yang memiliki cangkang khas dikenal sebagai “tusk shell” atau cangkang taring. Karena cangkangnya berbentuk kerucut serta sedikit melengkung ke sisi dorsal.

Kepalanya tidak memiliki mata dan digunakan untuk menggali lumpur

laut.

Insang pada Scaphopoda sudah hilang sehingga jaringan mantel tidak hanya menghasilkan cangkang tetapi juga berfungsi seperti insang dalam memperoleh oksigen dalam air laut.

Mantelnya digabung menjadi tabung yang mengelilingi tubuh hewan tetapi terbuka dikedua ujungnya. (R. Buchsbaum et al., 1987).

Habitat

Scaphopoda hidup dan membenamkan diri pada substrat pasir atau lumpur yang bersih di laut dangkal. Pada beberapa spesies terdapat pada kedalaman 1.850 m.

Struktur anatonomi Scaphopoda

Struktur anatonomi Scaphopoda

Tubuhnya ramping, memanjang dorsoventral, diselubungi oleh mantel

Biasanya panjang tubuhnya 2,5-5 cm

Memiliki cangkang

Cangkangnya terbuka pada kedua ujungnya, berbentuk silinder, dan biasanya berwarna penuh/kekuningan

Dekat mulutnya terdapat tentakel kontraktif bersilia disebut captula dengan ujung yang menjulur

Sistem saraf

Sistem sarafnya berupa tiga pasang simpul saraf (ganglion), yaitu ganglion sarebral, ganglion pleural, dan ganglion pedal.
Sistem sarafnya berupa tiga pasang simpul saraf (ganglion), yaitu ganglion sarebral, ganglion pleural,
dan ganglion pedal. Ketiganya dihubungkan dengan serabut-serabut saraf.

Sistem saraf pada scaphopoda relatif sama dengan gastropoda. Sepasang ganglia cerebral dan

pleural terbaring dekat dengan esofagus dan dekat dengan otak. Seperangkat pedal ganglia

terbaring di kaki, dan sepasang ganglia visceral diatur lebih jauh berada di belakang tubuh. Scaphopoda tidak memiliki mata, atau organ sensorik lainnya

Sistem sirkulasi

Sistem peredaran darah tereduksi menjadi sistem peredaran darah sinus sederhana (darah berada pada rongga sel). Tidak ada jantung, yang ada sirkulasi

darah dipacu oleh gerakan otot kaki dan gas hanya menyebar melalui dinding sel

yang melapisi sinus-sinus ini.

Sistem reproduksi

Scaphopoda merupakan hewan yang berkembang biak dengan cara seksual dioseus. Ovum dan sperma akan keluar melalui nephridia kanan dan masing- masing bergerak dan terjadi pembuahan eksternal.

Kaki muncul dari ujung cangkang yang besar, berfungsi untuk menggali di pasir.

Pencernaan ektraseluler.

Respirasi terjadi melalui

permukaan mantel.

Sistem ekskresi terdiri atas Nepridium terletak dekat anus.