Anda di halaman 1dari 47

Kapasitor terdiri dari dua buah konduktor

yang diberi muatan berlainan jenis dan


sama besar. Kedua konduktor terisolasi
dalam suatu ruangan.
Kapasitor berfungsi sebagai penyimpan
muatan atau energi.
KAPASITOR
Terisolasi berarti medan di dalam ruangan
tersebut hanya dihasilkan oleh kedua muatan
pada konduktor.

+Q -Q
Kemampuan sebuah kapasitor
menyimpan muatan atau energi
dinyatakan dengan
KAPASITANSI (C)
Makin besar nilai C maka makin besar muatan atau
energi yang dapat disimpan sebuah kapasitor

Ukuran kapasitansi dalam S.I dinyatakan dalam


farad atau F
Contoh : C = 0,0001 F
Kapasitansi ( C ) didefinisikan
sebagai berikut :
Q
C= atau Q = C V
V
Di mana
Q adalah besar muatan pada kapasitor
V besar beda potensial antara kedua konduktor
Jadi C >0
PERHITUNGAN KAPASITANSI
BEBERAPA KAPASITOR
SEDERHANA
BERDASARKAN BENTUK KONDUKTOR
ADA 3 MACAM KAPASITOR YAITU :
• Kapasitor Plat Sejajar
• Kapasitor Silinder
• Kapasitor Bola
Dalam mencari C kita terlebih dahulu
menghitung beda potensial antara kedua
konduktor (lihat bab tentang Potensial).
KAPASITOR PLAT SEJAJAR
 Terdiri dari dua buah plat identik yang dipasang sejajar
 Asumsi :
- Luas plat (A) >> jarak antar plat ( d )
- Medan listrik di ruang antar plat konstan ( E )

+Q A -Q
+Q -Q
E

Q
E= i [ N/C]
εo A

0 d x
d
KAPASITOR PLAT SEJAJAR
Beda potensial V dicari menggunakan persamaan
berikut :

(2)

V=V2 -V1 =-  E•dr


(1)

Diperoleh

σ
V= d
εo
di mana σ = Q/A  muatan per satuan luas
KAPASITOR PLAT SEJAJAR
+Q -Q +σ -σ
E E

0 d x 0 d x

Q σ
Eo = i [ N/C] Eo = i [ N/C]
εo A εo
d
σ σ σ
E o •dr = dx  V2 -V1    dx  - d
εo 0
εo εo
KAPASITOR PLAT SEJAJAR
d
σ σ σ
E o •dr = dx  V2 -V1    dx  - d
εo 0
εo εo
Besar beda potensial antara kedua plat adalah :

σ
V  d
εo
Jadi kapasitansi kapasitor plat sejajar adalah :

C= Q = εA O

V d
KAPASITOR PLAT SEJAJAR
C= εA O

d
Kapasitansi tidak bergantung pada
muatan (Q ) dan beda potensial (V)
Kapasitansi bergantung pada dimensi
kapasitor ( A ) dan ( d ) serta materi
yang mengisi ruang antar plat ( εo ).
KAPASITOR SILINDER
Terdiri dari dua buah silinder sama panjang
yang dipasang sepusat.

Dalam hal ini kita ambil dua buah silinder tipis


dengan jari-jari a dan b ( a < b ).

L
L

a
b
KAPASITOR SILINDER
Misalkan silinder kecil diberi muatan +Q dan
silinder besar diberi muatan –Q.
L
Penampang lintang
L

a E
a
b
b
+Q
-Q
Q 1
Eo = r di mana r diukur dari sumbu silinder
2πε o L r
KAPASITOR SILINDER
Mari kita menghitung besar beda potensial antara
kedua silinder menggunakan persamaan berikut :
(2)

V=V2 -V1 =-  E o •dr


(1)
b
Q 1 Q 1 Q b
E o •dr = dr  Vb -Va    dr  - ln( )
2πε o L r a
2πε o L r 2πε o L a

Jadi besar beda potensial antara kedua konduktor

Q b
V  ln( )
2πε o L a
KAPASITOR SILINDER
Kapasitansi ( C ) adalah

Q 1
C = = 2πε o L
V b
ln
a
KAPASITOR BOLA
Terdiri dari dua buah bola yang dipasang
sepusat, berjari-jari a dan b ( a < b ).

a a
b b

Misalkan kedua bola adalah bola tipis


KAPASITOR BOLA
Berapa besar beda potensial antara kedua bola?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, misalkan
bola yang lebih kecil diberi muatan +Q dan
bola yang lain –Q.

a -Q +Q
b

Q 1
Eo = r di mana r diukur dari pusat bola
4πε o r 2
KAPASITOR BOLA
Berdasarkan E di atas, maka beda potensial antara
kedua bola adalah
(2)

V=V2 -V1 =- 
(1)
E•d r

b
Q 1 Q 1 Q 1 1
E•dr =
4πε o r 2
dr  Vb -Va   
a
4πε o r 2
dr  (  )
4πε o b a

Q b-a
V  ( )
4πε o ab
KAPASITOR BOLA
Kapasitansi ( C ) adalah

Q ab
C= = 4πε o
V b-a
DIELEKTRIK
 BAHAN DIELEKTRIK DILETAKKAN DALAM
RUANGAN ANTAR KONDUKTOR PADA SUATU
KAPASITOR DENGAN TUJUAN UNTUK
MEMPERBESAR KAPASITANSI
 AKAN DITINJAU SECARA MAKROSKOPIK DAN
MIKROSKOPIK
 UNTUK MEMPERMUDAH PERSOALAN DITINJAU
KAPASITOR PLAT SEJAJAR
 RUMUS YANG DIHASILKAN BERLAKU UNTUK
SELURUH KAPASITOR, KECUALI BEBERAPA RUMUS
HANYA BERLAKU UNTUK KAPASITOR PLAT
SEJAJAR
TINJAU MAKROSKOPIK
Tinjauan makroskopik berdasarkan hasil empirik
(percobaan)
Ruangan kapasitor mula-mula vakum.
Kapasitor diisi muatan dengan cara dihubungkan dengan
sumber DC Vo .
Kemudian setelah penuh sumber dilepas.

A A +Qo -Qo

A
vakum
Co = ε o Eo = Qo/(2Aεo)
d

Vo
TINJAUAN MAKROSKOPIK
•Sumber dilepas berarti tidak ada sumber muatan, maka muatan pada kapasitor tetap (Qo).
•Setelah sumber dilepas, beda potensial antar konduktor diukur diperoleh :

+Qo -Qo Vo +Qo -Qo

Eo = Qo/(2Aεo)
VOLTMETER

Hasil yang diperoleh sama dengan beda potensial


sumber DC
TINJAUAN MAKROSKOPIK
Bagaimana beda potensial jika setelah dilepas
ruang antar konduktor diisi dielektrik?
V
+Qo -Qo Hasilnya adalah <1
Vo
dielektrik
Artinya
E
<1
Eo

E adalah medan di dalam kapasitor


setelah diberikan dielektrik
V?
TINJAUAN MAKROSKOPIK
Konstanta pembanding besaran potensial/medan
listrik sebelum dan sesudah diisi dielektrik dikenal
sebagai konstanta dielektrik (κ) atau permitivitas
relatif (εr)
Vo
V= , di mana κ  1
κ
Persamaan di atas berlaku untuk semua kapasitor, tidak
hanya untuk plat sejajar.

Bagaimana kapasitansi setelah diisi dielektrik ?


Ingat, Muatan kapasitor tetap!
Berdasarkan persamaan Q = CV diperoleh :

C o Vo
Q o = C o Vo = CV  C =  κC o
V
C = κCo
TINJAUAN MIKROSKOPIK
ADA BEBERAPA HAL BARU YANG
HARUS DIPERHATIKAN YAITU :
 MOMEN DIPOL LISTRIK (p)
 POLARISASI (P)
 ORIENTASI DIPOL
MOMEN DIPOL (p)
PANDANG SEPASANG MUATAN TITIK (+Q DAN –Q) YANG DIPISAHKAN OLEH
JARAK d.

-Q +Q

MOMEN DIPOL MEMILIKI ARAH DARI –Q KE +Q DENGAN BESAR p = Qd


-Q +Q
p = Qd

JIKA KE KANAN ADALAH X POSITIF, MAKA

p = Qd i
POLARISASI (P)
POLARISASRI (P) DIDEFINISIKAN SEBAGAI
MOMEN DIPOL (p) PER SATUAN VOLUME (V).

p DI MANA

P= ARAH P SAMA DENGAN ARAH p


V VOLUME DARI DIELEKTRIK

V
ORIENTASI DIPOL
 SECARA UMUM SETIAP BAHAN
MEMILIKI MUATAN NEGATIF DAN
POSITIF.
 MUATAN TERSEBUT DAPAT BERDIRI
SENDIRI (MONOPOL) ATAUPUN
BERPASANGAN (DIPOL)
 SECARA UMUM , ARAH DIPOL DALAM
BAHAN DIELEKTRIK ACAK
ORIENTASI DIPOL
UNTUK MEMUDAHKAN, PASANGAN MUATAN
(DIPOL) DIGAMBARKAN DENGAN TANDA
PANAH.

-Q +Q

SECARA UMUM , ARAH DIPOL DALAM BAHAN DIELEKTRIK ACAK,


SEHINGGA MOMEN DIPOL TOTAL MENDEKATI NOL.
TINJAUAN MIKROSKOPIK
SEKARANG TINJAU KAPASITOR PLAT SEJAJAR DAN
BAHAN DIELEKTRIK
+Qo -Qo
+Qo -Qo

Eo = Qo/(2Aεo)

BAGAIMANA ORIENTASI DIPOL JIKA


BAHAN DIELEKTRIK DILETAKKAN DI
DALAM KAPASITOR?
TINJAUAN MIKROSKOPIK
INGAT MUATAN POSITIF DAN NEGATIF
SALING TARIK-MENARIK!
+Q -Q

VAKUM

DIPOL

PERHATIKAN BAHWA ARAH DIPOL MENJADI


KAPASITOR BERUBAH, CENDERUNG SEARAH MEDAN
LUAR (EO)
Orientasi dipol tanpa medan luar Orientasi dipol saat dikenakan medan luar

p→0 p tidak nol

Dielektrik saat dikenakan medan luar -q +q


Sekarang perhatikan 2 pasang plat
yang bermuatan Q dan q
+Q -Q -q +q

+Q -q +q -Q

Eo = (Q/εoA) i E’ = (q/εoA)(-i)

PERHATIKAN MEDAN DIE = Eo + E’ atau E = [(Q/εoA) –(q/εoA)] i


DAERAH ANTARPLAT
KEMBALI KE KAPASITOR DAN
DIELEKTRIK
 Muatan Q disebut muatan bebas (dapat diatur
dengan mengatur beda potensial sumber)
 Muatan q disebut muatan induksi (bergantung
pada jenis bahan dielektrik)
Karena Q dapat diatur, maka Eo juga dapat diatur
Karena q tidak dapat diatur, maka E’ juga tidak dapat diatur
Perhatikan medan di dalam ruangan kapasitor setelah ada dielektrik!

Medan E bergantung pada muatan Q dan q


Apakah medan E dapat diatur?
 Jelas bahwa medan di dalam ruangan kapasitor
sebelum diisi dielektrik Eo lebih besar
dibandingkan dengan setelah diisi dielektrik E
+Q -Q +(Q-q) -(Q-q)

+Q -q +q -Q

Eo = (Q/εoA) i E = [(Q-q)/εoA] i

Hal ini sesuai dengan hasil eksperimen (tinjauan makroskopik)

E = Eo/κ
Mari kita memformulasikan persamaan yang
lebih umum (berlaku untuk semua kapasitor)
 Perhatikan Eo, E, dan E’!
 E’ akan kita kaitkan dengan polarisasi P
Perhatikan muatan induksi q! Misalkan jarak antara muatan –q dan +q sama dengan
jarak antar plat d.

-q +q
p = qd i → P =(qd/V) i
V = Ad = volume kapasitor

E = [(Q/εoA) – (q/εoA)] i = Eo – P/εo→ εo Eo = εo E + P


Mari kita memformulasikan persamaan yang
lebih umum (berlaku untuk semua kapasitor)
 Persamaan εoEo = εoE + P berlaku umum
 Eo bergantung muatan bebas (Q)
 P bergantung muatan induksi (q)
 E bergantung Q dan q
 Bagaimana dengan εoE + P?

Karena εoEo hanya bergantung Q, maka εoE + P hanya bergantung Q


Besaran ini dikenal dengan vektor perpindahan D = εoEo = εoE + P

Perhatikan bahwa D tidak bergantung pada bahan dielektrik!


Mari kita memformulasikan persamaan yang
lebih umum (berlaku untuk semua kapasitor)
 Polarisasi P merupakan tanggapan bahan
terhadap medan.
 Secara umum P = Plinier + Pnon-linier
 Plinier = εoχE, χ = suseptibilitas bahan dielektrik
 χ merupakan kemampuan bahan dielektrik
menanggapi medan E.

E χ P
Mari kita memformulasikan persamaan yang lebih
umum (berlaku untuk semua kapasitor)
 Tinjau kasus linier P = εoχE
 εoEo = εoE + P = εoE + εoχE = εo(1 + χ ) E
 (1 + χ ) = κ , konstanta dielektrik atau
 (1 + χ ) = εr, permitivitas dielektrik relatif
 εoEo = εo(1 + χ ) E = εoεr E = ε E
 Di mana ε adalah permitivitas dielektrik
 Perhatikan εo (tanpa dielektrik) diganti oleh ε (dengan
dielektrik)
 εoEo = εo(1 + χ ) E = εoεr E = ε E (berlaku umum)
KESIMPULAN
 MEDAN LISTRIK (E) DALAM SUATU
BAHAN BERGANTUNG PADA MUATAN
BEBAS (Q) DAN SUSEPTIBILITAS (ε)
 VEKTOR PERPINDAHAN (D)
BERGANTUNG PADA MUATAN BEBAS
(Q)
 POLARISASI P BERGANTUNG PADA
MUATAN INDUKSI (q)
KESIMPULAN
 Kapasitor plat sejajar, sumber dilepas muatan
bebastetap
+Q -Q +Q -Q

dielektrik
vakum

Co = εoA/d C = εA/d
Eo = (Q/εoA) i Eo = (Q/εA) i
Vo = Q/Co V = Q/C = Vo/κ
D = (Q/A) i D = (Q/A) i
KESIMPULAN
 Kapsitor silinder, sumber dilepas (muatan bebas tetap)
Penampang lintang Penampang lintang

vakum dielektrik
-Q -Q
Eo E
+Q +Q

1 1
Co = 2πε o L C = 2πεL  κCo
b
ln b
a ln
a
Q 1
Eo = Q 1
2πε o L r E=
2πεL r
Q b
Vo  ln( ) Q b V
2πε o L a V ln( ) = o
2πεL a κ
KESIMPULAN
 Kapasitor bola, sumber dilepas (muatan bebas tetap)

vakum dielektrik

-Q +Q -Q +Q

ab ab
C o = 4πε o C = 4πε
b-a b-a
Q 1 Q 1
Eo = E=
4πε o r2 4πε r 2
Q b-a Q b-a
Vo  ( ) V ( )
4πε o ab 4πε ab
Rangkaian Kapasitor :
Pengisian Kapasitor
R
Perhatikan rangkaian RC berikut ini ! Pada saat saklar S
ditutup (t = 0) I = ε/R.
ε C

Setelah saklar ditutup! Berdasarkan hk. Kirchoff


diperoleh ε = IR + Q/C. S

Mengingat I = dQ/dt dan dε/dt = 0, maka diperoleh


R
dI/I = -(1/RC) atau I = (ε/R)e-t/RC. Atau
Q = εC (1 - e-t/RC) ε C
I
RC = τ = konstanta waktu kapasitif.

Pada saat t = RC, muatan kapasitor bertambah


sekitar 63%
Rangkaian Kapasitor :
Pengosongan Kapasitor
R

Pandang rangkaian RC di samping! Pada saat C


saklar ditutup ( t = 0 ), muatan pada kapasitor Qo

Setelah saklar ditutup! Berdasarkan hk. Kirchoff S


diperoleh 0 = IR + Q/C.
Mengingat I = dQ/dt , maka diperoleh R
0 = R(dQ/dt) + Q/C dI/I atau Q = Qoe-t/RC.
C
Atau I = - (Qo/RC)e-t/RC I
RC = τ = konstanta waktu kapasitif.

Pada saat t = RC, muatan kapasitor berkurang


menjadi sekitar 63%
Rangkaian Kapasitor :Seri dan Paralel
Perhatikan dua buah kapasitor (C1 dan C2) berikut ini!

C1 C2
SERI C1 C2

1/C=1/C1+ 1/C2

C1 C1

PARALEL

C2 C2

C = C1+C2