Anda di halaman 1dari 35

HEPATITIS

OLEH :
M U H A M M A D I Z WA R H A D I
J500130092
HEPATITIS SECARA UMUM

Hepatitis adalah peradangan hati. Ini mungkin


disebabkan oleh obat-obatan, penggunaan alkohol,
atau kondisi medis tertentu. Tetapi dalam banyak
kasus, hal ini disebabkan oleh virus yang
menginfeksi hati. Ini dikenal sebagai virus
hepatitis, dan bentuk yang paling umum adalah
hepatitis A, B, dan C.
GEJALA HEPATITIS
• Kelelahan
• Mual
• kurang nafsu Makan
• Sakit perut
• Demam ringan
• Kulit atau mata menjadi kuning (jaundice)
KLASIFIKASI HEPATITIS
• Hepatitis A
• Hepatitis B
• Hepatitis C
HEPATITIS A
Definisi
Merupakan infeksi virus hepatitis A (VHA) pada hati yang
bersifat akut. Banyak di temukan pada daerah yang standart
kesehatan dan higienitas rendah.
FAKTOR RISIKO

Penyebaran VHA secara fekal-oral


PROFIL VIRUS
VHA merupakan virus untai tunggal (single strand ed).
Genus hepatovirus dan picornaviridae. Virus mati dalam
suhu perebusan 70 derajat celcius dalam 1 menit.
PATOGENESIS DAN PATOFISIOLOGI
TANDA DAN GEJALA
• Fase pre-ikterik
• Fase ikterik
• Fase perbaikan (konvalens)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Serologi hepatitis A
• Biokimia hati
• USG abdomen
TATALAKSANA
Terapi farmakologis
 Analgesik
 Antiemetik
 antipruritus
Terapi non farmakologis
 Asupan kalori dan cairan yang adekuat
 Hidari konsumsi alkohol
 Tirah baring
PENCEGAHAN
• Peningkatan higienitas
• Vaksinasi hepatitis A
PROGNOSIS
Baik, umumnya dapat sembuh secara sempurna tanpa
sekuel klinis.
HEPATITIS B
Definisi
Merupakan infeksi virus hepaatitis B (VHB) yang dapat
bersifat akut maupun kronis.
FAKTOR RISIKO
• Infeksi perinatal (transmisi vertikal)
• Melalui kontak langsung cairan tubuh
PROFIL VIRUS HEPATITIS B
VHB merupakan virus DNA rantai ganda tidak komplit,
berbentuk sirkular, dan tergolong dalam famili
hepadnaviridae. VHB memiliki ukuran 40-42 nm (virus
DNA terkecil) dan diklasifikasikan jadi genotip A-J.
PATOGENESIS DAN PATOFISIOLOGI
TANDA DAN GEJALA
Hepatitis B akut
 Fase pre-ikterik
 Fase ikterik
 Fase perbaikan (konvaselens)
Hepatitis B kronik
memiliki gambaran klinis yang bervariasi, mulai
asimtomatik, gejala hepatitis akut, hingga sirosis hati dan
gagal hati.
DIAGNOSIS
Infeksi hepatitis B akut
 Anamnesis
 Pemeriksaan fisik
 HBsAg (+)
 IgM anti-HBc (+)
Infeksi hepatitis B kronik
 kriteria hepatitis B kronis
 Krietria pengidap inaktif
 kriteria resolved hepatitis infection
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Serologi hepatitis B
• Biokimia hati
• USG abdomen
TATALAKSANA

Hepatitis B akut
 Tirah baring
 asupan nutrisi dan cairan adekuat
 bila terjadi komplikasi hepatitis fulminan, beri lamivudin 100-150 mg/hari selama 3
bulan.
Hepatitis B kronik
 tujuan terapi
 insiasi terapi
 pilihan dan regimen terapi
 pemantauan dan penghentian terapi
 terapi pada populasi khusus
 perempuan hamil
 petugas kesehatan
 ko-infeksi dengan HIV
PROGNOSIS
Insidensi komulatif selama 5 tahun saat terdiagnosis
hepatitis B menjadi sirosis hati 8-20%, dari sirosis hati
kompensata jadi dekompensata tidak diobati 20%.
Dalam kondisi dekompensata angka survival 5 tahun 14-
35%.
HEPATITIS C
Definisi
merupakan infeksi virus hepatitis C (VHC), dan umumnya
bersifat kronis.
FAKTOR RISIKO
• Pengguna obat injeksi (67%)
• Resipen darah dengan kontrol infeksi rendah
• Anak yang terlahir dari ibu yang terinfeksi VHC
• Hubungan seksual
• Individu dengan HIV
• Individu dengan tatto atau tindik
PROFIL VIRUS HEPATITIS C
VHC merupakan RNA rantai tunggal, sferis, dengan
selubung glikoprotein, termasuk famili flaviviridae dan
genus hepacivirus.
PATOGENESIS DAN PATOFISIOLOGI
TANDA DAN GEJALA
Hepatitis C akut
 Fase pre-klinik
 fase ikterik
 fase perbaikan
hepatitis C kronik
DIAGNOSIS
• Infeksi hepatitis C akut
• Infeksi hepatitis C kronis
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Penanda serologi hepatitis C
• Biokimia hati
• USG dan biopsi hati
TATALAKSANA
• Pengkajian sebelum memberi terapi
• Tujuan terapi
• Inisiasi dan regimen terapi
• Pemantauan terapi
• Terapi pada kondisi khusus
 terapi pada sirosis hati kompensata
 terapi pada sirosis hati dekompensata
 pasien dengan ko-infeksi HIV
 pasien dengan ko-infeksi VHC-VHB
PENCEGAHAN
• Skrinning darah
• Produk darah
PROGNOSIS
Sekitar 10-20% pasien hepatitis C akan maenjadi sirosis
hati dalam 20 tahun. 1-5% berkembang jadi karsinoma
hepatoselular (KHS). Mortalitas akibat hepatitis C kronis
mencapai 4%.
DAFTAR PUSTAKA

European Association For the Study of the Liver. EASL clinical


practice guidlines: management of chronic hepatitis B virus i
nfection. J hepatol. 2012:57(1):167-85.
Kingery JE, Matheny SC. Hepatitis. Am Fam physician.
2012:86(11):1027-34.
Longo DL, Fauci AS. Acute Viral Hepatitis. Dalam: Harrison’s
gastroenterology and hepatology. Edisi ke-2. Philadelphia:
McGraw-Hill: 2013.
McMahon BJ. Chronic hepatitis B infection. Med clin North Am.
2014:98(1):39-54.
Omata M, knda T, lu ML, Yosuka O, Lim SG, Jafri W, dkk. APASL.
Cosensus statements and management algorithms for heptitis C
virus infection. Hepatol Int. 2012:6:409-35.
Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI). Konsensus nasional
penatalaksanaan hepatitis B di indonesia. Jakarta: PPHI: 2012.
World Health Organization (WHO). Guidlines for the screnning, care and
treathment of persons with hepatitis C infection. Perancis: WHO;
2014.