Anda di halaman 1dari 14

dr. Khainir akbar Sp.

A
Definisi
Keluarnya isi lambung sampai mulut dengan paksa
atau dengan kekuatan oleh karena kordinasi kontraksi
otot – otot diafragma, perut dan pernafasan.
Patogenesis
 Pusat muntah : Medulla oblongata
- Nukleus soliter
- Formasi retikular lateral
 Pusat muntah diaktifasi oleh impuls berasal dari
chemoreceptor trigger zone ( CTZ ) yang berada pada
area postrema didasar ventrikel IV.
 Pusat muntah dapat diaktivasi tanpa mediasi CTZ :
 Stimulasi organ keseimbangan
 Kelainan telinga bagian dalam (vestibulum)
 Proses muntah terdiri dari 3 tahap :
1. Nausea : Perasaan ingin muntah.
2. Retching : Spasme otot pernafasan sebelum terjadi
muntah.
3. Emesis : Adanya isi lambung yang dikeluarkan
melalui mulut.
Etiologi
Penyebab muntah pada neonatus
Saluran cerna Luar cerna Non -
organik
obstruksi Non - obstruksi SSP Organ lain

Atresia esofagus gastroenteritis TIK Sepsis Iritasi C.


meninggi amnion
Stenosis pilorus NEC Meningitis Insuf. ginjal Teknik
minum
M. Hirschsprung Kalasia Efusi Inf. Saluran Obat
subdural kemih
Malrotasi usus Iritasi as. Hidrosefalus Hiperplasia
lambung adrenal
Hernia Hiatus Inborn error
metab.
Ileus mekonium

laktobezoar
Penyebab muntah pada bayi
Saluran Luar saluran Non -
cerna cerna organik
obstruksi Non - obstruksi SSP Organ lain

Stenosis RGE Meningitis Inf. Saluran Teknik makan


pilorus napas
Antral web Intoleransi Ensefalitis Inf. Saluran Erofagi
laktosa kemih
instususepsi CMPSE TIK Otitis media Motion
meninggi sicknes
volvulus Gastroenteritis Hepatitis Obat

NEC Insufisiensi
adrenal
Gangguan
metabolik
Penyebab muntah pada anak
Saluran cerna Luar Non - organik
saluran
cerna
obstruksi Non - obstruksi TIK Inf. Saluran Psikogenik
meninggi napas
intususepsis Gastroenteritis Infeksi SSP Inf. Saluran Menarik
kemih perhatian
Obstruksi usus Apendisitis Hidrosefalus Otitis media Motion sicknes

akalasia Gastritis Henoch Obat


schonlein
Striktur ( ingesti Ulkus Peptikum Torsio tetis
bahan kaustik )
Keracunan
Makanan
Gejala Klinis
 Muntah disertai demam : Infeksi.
 Muntah setelah makan : Penyakit peptikum.
 Muntah terjadi 1 – 8 jam setelah makan : Keracunan.
 Muntah penyakit non billious : Obstruksi saluran
cerna (stonosis pilorius).
 Muntah persisten neonatus pada malam hari : Hernia
Hiatus.
 Muntah hijau dengan atau tanpa distensi abdomen :
Obstruksi saluran cerna.
Pendekatan diagnosis
1. Tegakkan/ singkirkan penyakit infeksi penyebab
muntah.
2. Tegakkan/ singkirkan kelainan organik saluran
cerna.
3. Cari kemungkinan adanya masalah dalam makanan.
4. Cari kemungkinan adanya pengaruh obat – obatan,
kelainan psikologi dan kelainan metabolik.
Pemeriksaan Penunjang
 Membantu menegakkan diagnosis.
 Pemeriksaan disesuaikan dengan dugaan diagnosa
berdasarkan anamnesis dan manifestasi klinis.
Tatalaksana
 Obat anti muntah :
1. Dopamin antagonist :
 Domperidon dan metoklopramid.
2. Anti Histamin : Prometazin.
3. Serotonin 5 – HT3 antagonist : Ondansetron.
4.Golongan antikolinergik : Skopolamin.
Terimakasih