Anda di halaman 1dari 21

TARI INDANG

Kelompok 4 :
 Any You Seva ( 03 )
 Chintami Inaputri S. ( 08 )
 Faiz Haidar A.A. ( 14 )
 Meliya Fudliyati A. ( 20 )
 Syahrir Nur ( 28 )
 Yulinda Erima Dyah. F ( 30 )
Sejarah Tari Indang
Tari Indang merupakan salah satu kesenian tari yang berasal dari
Minangkabau. Tari Indang menggambarkan kedatangan Islam di
Sumatera Barat sejak abad ke-13.
Tarian ini dikenal dengan Tarian Badindin, karena kata-kata “dindin
badindin” terdapat pada lagu pengiringnya.
Tarian ini sebenarnya suatu bentuk sastra lisan yang disampaikan
secara berkelompok sambil berdendang dan memainkan rebana
kecil.
Selain itu, sekarang ini tari Indang juga merupakan tari pergaulan
muda mudi dengan gerakan yang kompak, dinamis, dan ceria, di
mana mereka dituntun untuk selalu bekerja sama satu dengan yang
lainnya.
Lanjutan…
Nasrul Azwar, aktivis budaya yang tinggal di
Padang, menyebutkan secara historis Tari Indang
merupakan hasil perkawinan budaya antara
Minangkabau dan peradaban Islam abad ke-14.
Peradaban tersebut diperkenalkan pedagang yang
masuk ke Aceh melalui pesisir barat Pulau Sumatera
dan selanjutnya menyebar ke Ulakan-Pariaman.
Perkembangan Tari Indang
Tari Indang berkembang dalam masyarakat tradisional
Minangkabau yang menghuni wilayah kabupaten Padang.
Tari indang diciptakan oleh Rapa’i. Rapa’i merupakan
pengikut setia Syekh Burhanuddin – seorang tokoh
terpandang yang selalu memperingati upacara tabuik di
Minang.
Upacara tabuik adalah upacara yang dilakukan masyarakat
Minang dalam rangka memperingati wafatnya cucu Nabi
Muhammad setiap tanggal 10 Muharam.
Lanjutan…
Tari indang kini tidak hanya dipentaskan saat
upacara tabuik. Tari ini pun sering dipentaskan pada
berbagai acara lain, seperti acara penyambutan
tamu agung, pengangkatan penghulu di suatu desa,
atau acara festival budaya.
Tari indang merupakan salah satu kekayaan
kebudayaan nusantara. Tari ini merepresentasikan
masyarakat Pariaman yang bersahaja, saling
menghormati, dan patuh kepada perintah tuhan
sesuai dengan budaya Melayu.
Lanjutan…
Pada awalnya, tari Indang bertujuan untuk keperluan
dakwah Islam. Oleh karena itu, sastra yang dibawakan
berasal dari salawat Nabi Muhammad atau hal-hal bertema
keagamaan.
Di dalam Tari Indang muncul jenis-jenis nyanyian maqam,
iqa’at dan avaz serta penggunaan musik gambus.
Maqam menggambarkan tangga nada, struktur interval
dan ambitus.
Iqa’at menyimpan pola ritmik pada musik islam.
Adapun avaz ialah melodi yang bergerak bebas tampa
irama dan diperkenalkan music islam.
Lanjutan…
Pentas tari Indang pada awalnya diramaikan oleh tujuh orang
penari yang semuanya laki-laki. Ketujuh penari itu biasa
disebut dengan ‘anak indang’. Mereka dipimpin oleh seorang
guru yang disebut tukang dzikir.
Penari yang berada di samping kiri penari yang di tengah
adalah penari yang memberi aba-aba untuk memulai tarian
atau biasa disebut paningkah Indang.
Pada perkembangannya, tarian ini kemudian ditarikan juga
oleh perempuan.
Tari Indang merupakan manifestasi budaya mendidik lewat
surau dan kentalnya pengaruh budaya Islam di Minangkabau.
Gerakan-gerakan dalam Tari Indang
Untuk mewujudkan gagasan ke dalam suatu bentuk tarian,
tentunya diperlukan gerak. Tari Indang tidak menonjolkan
gerakan tubuh yang penari dalam pertunjukannya. Ciri tari
daerah ini adalah gerak yang diperagakan sangat maknawi,
sederhana tapi mendalam.
Adapun konsep gerak dalam Tari Indang adalah gerakan
tangan dengan jari yang membuka, patah-patah menyiku
mengarah keatas seperti pengucapan syukur dan
mengagungkan.
Gerak badan yang naik turun atau ke kanan dan ke kiri,
dan gerakan utamanya yaitu menepuk tangan berirama
yang menimbulkan kesan ceria dan akan lebih serasi jika
dilakukan oleh lebih dari satu orang.
Ciri-ciri Tari Indang

 Gerak yang dipergakan sangat maknawi


 Bersifat sederhana tapi mendalam
 Tarian ini diperankan secara berpasangan atau kelompok
 Gerakan tangan dengan jari-jari yang membuka,dan patah-patah
menyiku
 Gerakannya nampak berat tetapi kuat
 Gerakan badan turun naik atau ke kanan dan ke kiri dan memutar
Unsur-unsur Tari Indang
 Durasi tari Indang adalah kurang lebih 4-5 menit dengan
tujuan agar tidak menyita perhatian, kepentingan,
keperluan, dan menghilangkan kejenuhan.
 Tari Indang tidak membutuhkan rias pada wajah, tetapi
hanya menggunakan kostum sederhana khas
Minangkabau.
 Tarian ini tidak harus dilakukan di tempat luas seperti
panggung karena gerakannya sederhana dan tidak
banyak berpindah-pindah.
Fungsi Tari Indang
Fungsi tari Indang diantaranya adalah :
a. Sebagai sarana upacara, yaitu upacara tabuik,
penyambutan tamu agung, atau pengangkatan
penghulu di suatu desa.
b. Sebagai sarana pendidikan karena sastra yang
dibawakan berasal dari salawat Nabi
Muhammad dan untuk keperluan dakwah Islam.
c. Sebagai sarana hiburan atu pertunjukan dalam
festival seni budaya.
Pola gerak Tari Indang
No Uraian Gerak Jumlah Hitungan
1 Posisi duduk bersila; tangan kanan diletakkan di atas paha
kanan; dagu di atas tangan kanan.
1 x 4 hitungan

2. Tangan kanan ke depan, kemudian gerakan seperti memukul


lantai (bagian depan badan). Sedangkan tangan kiri ke
belakang, kemudian memukul lantai (bagian belakang
badan). Dilakukan secara bergantian selama tiga kali.
4 x 4 hitungan
Selanjutnya, tangan kanan dan kiri ditarik ke arah badan
membentuk sudut siku-siku (tangan kiri menumpu tangan
kanan).

3. Tangan kanan ke depan, kemudian memukul lantai (bagian


depan badan). Sedangkan tangan kiri ke belakang, kemudian
Gerakan 1 :
memukul lantai (bagian belakang badan). Dilakukan dengan
2 x 1 ( memukul lantai )
2 pukulan serta tujuh kali berganti tangan. Selanjutnya,
1 x 7 ( perpindahan tangan )
tangan kiri dan kanan ditarik ke arah badan membentuk
Gerakan 2:
sudut siku-siku (tangan kanan menumpu tangan kiri).
1 x 3 ( bertumpu tangan )
1 x 4 ( meliukkan badan)
Lanjutan...
4. Tangan kanan ke depan, kemudian gerakan seperti
memukul lantai (bagian depan badan). Sedangkan
tangan kiri ke belakang, kemudian memukul lantai
(bagian belakang badan). Dilakukan secara bergantian
selama tiga kali. Selanjutnya, tangan kanan dan kiri 4 x 4 hitungan
ditarik ke arah badan membentuk sudut siku-siku
(tangan kiri menumpu tangan kanan).

5. Tangan kanan ke depan, kemudian memukul lantai (bagian


depan badan). Sedangkan tangan kiri ke belakang,
Gerakan 1 :
kemudian memukul lantai (bagian belakang badan).
2 x 1 ( memukul lantai )
Dilakukan dengan 2 pukulan serta tujuh kali berganti
1 x 7 ( perpindahan tangan )
tangan. Selanjutnya, tangan kiri dan kanan ditarik ke arah
Gerakan 2:
badan membentuk sudut siku-siku (tangan kanan menumpu
1 x 3 ( bertumpu tangan )
tangan kiri).
1 x 4 ( meliukkan badan)

6. Posisi badan ke arah kanan. Kedua tangan diletakkan di


atas paha kanan. Tangan kanan di atas tangan kiri.
Kemudian pergelangan kedua tangan digerakkan; kaki
1 x 4 hitungan
digerakkan (ngeper). Digerakkan selama empat hitungan.
Lanjutan…

7. Posisi badan ke arah kiri. Kedua tangan


diletakkan di atas paha kiri. Tangan kiri di
atas tangan kanan. Kemudian pergelangan
1 x4 hitungan
kedua tangan digerakkan; kaki digerakkan
(ngeper). Digerakkan selama empat hitungan.

8. Kedua tangan diletakkan di depan badan (kedua


telapak tangan dipertemukan)
1. Pakaian ungu: Kedua tangan didorong ke
depan, lalu ditarik ke depan badan,
kemudian ditarik ke atas. Dilakukan
selama empat kali. 4 x 4 hitungan
2. Pakaian pink: Kedua tangan ditarik ke
atas, lalu ditarik ke depan badan,
kemudian didorong ke depan. Dilakukan
selama empat kali.
Lanjutan…
9. Posisi
a) Pakaian ungu : Kedua tangan ke depan (bagian kanan),
lalu memukul lantai 1x. Kemudian ke depan (bagian kiri), lalu
memukul lantai 1x. Setelah itu, kedua tangan diangkat ke
atas kanan dan kiri (kedua telapak tangan ke arah atas).
Gerakan-gerakan tersebut dilakukan selama empat kali.
b) Pakaian pink : Kedua tangan diangkat ke atas kanan dan 4 x 4 hitungan
kiri (kedua telapak tangan ke arah atas). Kemudian kedua
tangan ke depan (bagian kanan), lalu memukul lantai 1x.
Setelah itu, ke depan (bagian kiri), lalu memukul lantai 1x.
Gerakan-gerakan tersebut dilakukan selama empat kali.

10. Posisi
a) Pakaian ungu : Kaki setengah diangkat, kedua telapak tangan
dipertemukan, kembali duduk dengan posisi kaki kanan di depan
dan kiri di belakang sedangkan kedua tangan posisinya kebalikan
dari posisi kaki (dilakukan secara bergantian yaitu hadap kanan
4 x 3 hitungan
dan kiri)
b) Pakaian pink : posisi kaki kanan di depan dan kiri di belakang
sedangkan kedua tangan posisinya kebalikan dari posisi kaki
setelah itu kaki di angkat, kedua telapak tangan dipertemukan
(dilakukan secara bergantian yaitu hadap kanan dan kiri)
Lanjutan…
11. Posisi:
a) Pakaian ungu : Posisi setengah berdiri dan hadap kanan dan
menjentikkan jari 2x setelahnya mempertemukan teapak
tangan di atas kepala dan di depan dada. Tangan kanan
menepuk paha, tangan kiri menepuk lantai belakang, duduk
kembali, tangan kanan menepuk lantai depan,
mempertemukan dua telapak tangan 8 x 2 hitungan
b) Pakaian Pink : mempertemukan kedua telapak tangan dan
hadap kiriPosisi setengah berdiri dan hadap kanan dan
menjentikkan jari 2x setelahnya mempertemukan teapak
tangan di atas kepala dan di depan dada. Tangan kanan
menepuk paha, tangan kiri menepuk lantai belakang, duduk
kembali, tangan kanan menepuk lantai depan
12. Posisi
a) Pakaian ungu : setengah berdiri dan mempertemukan telapak
tangan, duduk kembali, kedua telapak tangan dipertemukan
berada di belakang badan teman kanan dan kiri lalu
memeliukkan badan dari kiri ke kanan 4 x 1 hitungan
b) Pakainan pink : kedua telapak tangan dipertemukan berada di
belakang badan teman kanan dan kiri lalu memeliukkan badan
dari kiri ke kanan
Lanjutan…
13. Posisi
a) Menepuk lantai kiri dan kanan, tangan diangkat dan
telapak tangan dipertemukan dengan telapak tangan
teman samping. Tangan di letakkan ke bawah. Badan
menhadap kiri tangan kiri di depan sedangkan tangan
kanan di belakang. Dan sebaliknya
b) Menepuk lantai kanan dan kiri, tangan diletakkan di
bawah dan telapak tangan dipertemukan dengan telapak
tangan teman samping. Tangan di letakkan di atas. Badan
menhadap kiri tangan kiri di depan sedangkan tangan
kanan di belakang. Dan sebaliknya

14. Kedua tangan diletakkan di depan badan (kedua telapak 4 x 4 hitungan


tangan dipertemukan)
1. Pakaian ungu: Kedua tangan didorong ke depan,
lalu ditarik ke depan badan, kemudian ditarik ke
atas. Dilakukan selama empat kali.
2. Pakaian pink: Kedua tangan ditarik ke atas, lalu
ditarik ke depan badan, kemudian didorong ke
depan. Dilakukan selama empat kali.
Lanjutan…
Lanjutan…
Lanjutan…
25. Posisi
a. Perempuan : Kedua tangan ke depan (bagian
kanan), lalu memukul lantai 1x. Kemudian ke
depan (bagian kiri), lalu memukul lantai 1x.
Setelah itu, kedua tangan diangkat ke atas kanan
dan kiri (telapak tangan saling menepuk).
Gerakan-gerakan tersebut dilakukan selama 12
kali.
b. Laki-laki : Kedua tangan diangkat ke atas
kanan dan kiri (telapak tangan saling menepuk).
Kemudian kedua tangan ke depan (bagian kanan),
lalu memukul lantai 1x. Setelah itu, ke depan
(bagian kiri), lalu memukul lantai 1x. Gerakan-
gerakan tersebut dilakukan selama 12 kali.

26. Posisi berdiri, kemudian memberi hormat.


TERIMA KASIH 