Anda di halaman 1dari 25

PERUBAHAN – PERUBAHAN YANG

TERJADI PADA LANSIA AKIBAT


PROSES PENUAAN
&
IMPLIKASINYA

1 Keperawatan Gerontik- Maisje


PERUBAHAN – PERUBAHAN YANG TERJADI AKIBAT
PROSES PENUAAN
2

 Perubahan Fisik
 Perubahan Kondisi Mental
 Perubahan Psikososial
17

 Perubahan Spiritual
Perubahan-perubahan fisik
meliputi perubahan dari tingkat sel sampai ke semua
sistem organ tubuh, diantaranya:
3

 Sel.  Sistem Kulit ( Sistem


Integumen )
 Sistem Pendengaran.
 Sistem kardiovaskuler
 Sistem Penglihatan.
 Sistem pernapasan
 Sistem Respirasi
 Sistem neurologis
 Sistem 1
Gastrointestinal.  Sistem Urinari
 Sistem Reproduksi.  sistem muskuloskeletal
 Sistem Endokrin.
Perubahan
mental

 Emosional sering muncul perasaan pesimis


 Timbulnya perasaan tidak aman & cemas.
 Ada kekacauan mental
1
akut.
 Merasa terancam akan timbulnya suatu
penyakit
 Takut ditelantarkan karena merasa tidak
berguna lagi.
 Munculnya perasaan kurang mampu untuk
mandiri.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan
kondisi mental (1)...

 Perubahan fisik, khususnya organ perasa.


 Kesehatan umum.
 Tingkat pendidikan
1
 Keturunan (hereditas).
 Lingkungan
 Intelegensi di duga secara umum makin
mundur terutama faktor penolakan abstrak,
mulai lupa terhadap kejadian baru, masih
terekam baik kejadian masa lalu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan
kondisi mental (2)..
6
Pensiun
 Bagi banyak pekerja, pensiun berarti putus

dari lingkungan dan teman-teman yang


akrab dan disingkirkan untuk duduk-duduk
di rumah/bermain domino di klub lansia.
 Nilai seseorang sering dilihat dari

produktivitas dan identitas sesuai peranan


pekerjaan
Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan
kondisi mental (3)..

Bila seseorg pensiun akan mengalami kehilangan2


 Financial (income ber<).

 Status : dulu punya jabatan /posisi yang cukup

tinggi, lengkap dengan1 segala fasilitasnya.


 Teman/kenalan/relasi.

 Pekerjaan/kegiatan.
Perubahan
Psikososial
7

 Merasa sadar akan kematian/sense of awareness of


mortality.
 Perubahan dalam cara hidup = memasuki ranah
perawatan gerak lebih sempit
 Ekonomi akibat pemberhentian dari jabatan/ekonomi
1
 Meningkatnya biaya hidup pada penghasilan yang
sulit, ber ++ nya biaya pengobatan.
 Penyakit kronis dan ketidakmampuan,
 Gg syaraf & pancaindra, timbul kebutaan & ketulian,
 Gg gizi.
 Rangkaian dari kehilangan2 teman/family.
 Hilangnya kekuatan & ketegangan fisik, perubahan
terhadap gambaran diri, perubahan konsep diri.
Perubahan
Spiritual
9

 Agama dan kepercayaan makin terintegrasi


dalam kehidupannya (Maslow, 1970).
 Lansia makin matur dalam kehidupan
17
keagamaannya terlihat dalam berpikir dan
bertindak sehari-hari (Muray & Zentner,
1970).
 Perkembangan spiritual pada usia 70 th.

perkembangan yang di capai pada tingkat ini


 berfikir dan bertindak dengan memberi
contoh cara mencintai keadilan.
Proses penyesuaian diri thd perubahan
10
 Dalam menghadapi perubahan2 yang terjadi
pada lansia menuntut dirinya untuk
menyesuaikan diri secara terus menerus.

 Apabila proses penyesuaian diri dengan


lingkungannya kurang berhasil, maka timbullah
berbagai masalah.
Lanjut …Proses penyesuaian
11

Ciri penyesuaian diri lansia


yang baik al :
1
 Minat yang kuat.
 Ketidaktergantungan secara ekonomi.
 Kontak social luas.
 Menikmati kerja dan hasil kerja.
 Menikmati kegiatan yang dilakukan saat ini dan
memiliki kekhawatiran minimal terhadap diri
dan orang lain.
Lanjut …
Proses penyesuaian
12

Ciri-ciri penyesuaian yang tidak baik (Hurlock, 1979, Munandar,


1994) :
17
 Minat sempit terhadap kejadian di lingkungannya.
 Penarikan diri ke dalam dunia fantasi.
 Selalu mengingat kembali ke masa lalu.
 Selalu khawatir karena pengangguran
 Kurang ada motivasi
 Rasa kesendirian karena hubungan dengan keluarga kurang
baik.
 Tempat tinggal yang tidak diinginkan
PERUBAHAN PADA SEMUA
SISTEM DAN IMPLIKASI
13
KLINIK

Perubahan pada Sistem Sensoris


 Pada lansia yang mengalami penurunan persepsi

sensori akan terdapat keengganan untuk bersosialisasi


karena kemunduran dari1 fungsi-fungsi sensoris yang
dimiliki.
 Indra yang dimiliki seperti penglihatan, pendengaran,

pengecapan, penciuman dan perabaan merupakan


kesatuan integrasi dari persepsi sensori.

 Implikasi : keengganan untuk bersosialisasi karena


kemunduran dari fungsi-fungsi sensoris yang dimiliki.
PERUBAHAN PADA SEMUA SISTEM DAN IMPLIKASI KLINIK

14

Penglihatan
 Perubahan penglihatan dan fungsi mata

yang dianggap normal dalam proses penuaan


termasuk penurunan17kemampuan dalam
melakukan akomodasi, konstriksi pupil,
akibat penuaan, dan perubahan warna serta
kekeruhan lensa mata, yaitu katarak.
PERUBAHAN PADA SEMUA SISTEM DAN
IMPLIKASI KLINIK

15

Perubahan yang terjadi pada penglihatan :


 Terjadinya awitan presbiopi dengan kehilangan
kemampuan akomodasi. 1
 Implikasi :

 kesulitan dalam membaca huruf-huruf yang


kecil dan kesukaran dalam melihat dengan jarak
pandang dekat.
 penyempitan lapang pandang dan
mempengaruhi penglihatan perifer pada tingkat
tertentu.
 mata berpotensi terjadi sindrom mata kering.
PERUBAHAN PADA SEMUA SISTEM DAN IMPLIKASI KLINIK

16

Pendengaran
 Penurunan pendengaran merupakan kondisi
yang secara dramatis dapat mempengaruhi
kualitas hidup. Kehilangan pendengaran
pada lansia disebut presbikusis.
171

 Implikasi :

 kehilangan pendengaran

secara bertahap.
 gangguan konduksi suara
PERUBAHAN PADA SEMUA SISTEM DAN IMPLIKASI KLINIK

17

Pengecapan
 Hilangnya kemampuan untuk menikmati
makanan seperti pada saat seseorang bertambah
tua mungkin dirasakan sebagai kehilangan salah
1
satu keniknatan dalam kehidupan.
 Perubahan yang terjadi pada pengecapan akibat
proses menua yaitu penurunan jumlah dan
kerusakan papila atau kuncup-kuncup perasa
lidah.
 Implikasi : sensitivitas terhadap rasa (manis,
asam, asin, dan pahit) berkurang.
PERUBAHAN PADA SEMUA SISTEM
DAN IMPLIKASI KLINIK

18

Penciuman
 Perubahan yang terjadi yaitu penurunan atau
19
kehilangan sensasi penciuman kerena penuaan
dan usia.
 Penyebab lain yang juga dianggap sebagai
pendukung terjadinya kehilangan sensasi
penciuman termasuk pilek, influenza, merokok,
obstruksi hidung, dan faktor lingkungan.
 Implikasi : penurunan sensitivitas terhadap bau.
LANSIA YANG
SUKSES DAN
19 BAHAGIA
Bahagia merupakan idaman bagi semua orang,
tidak terkecuali bagi lanjut usia.
6 (enam) dimensi hidup sehat bagi lansia.
 Dimensi Fisik 1

Kebutuhan gaya hidup sehat yang dapat dicapai


dengan : kegiatan olahraga, mengatur pola
makan sehat, serta pemeriksaan kesehatan yang
teratur
 Dimensi Sosial

Kebutuhan untuk memiliki hubungan yang sehat


dalam komunikasi positif, rekreasi bersama,
serta kompetisi
LANSIA YANG SUKSES DAN BAHAGIA
20
Dimensi Emosional
 Kebutuhan untuk dapat
meningkatkan kemampuan
mengelola, menyalurkan dan
mengendalikan
1 emosi
Dimensi Intelektual
 Kebutuhan untuk mengasah
serta meningkatkan
kemampuan, pengetahuan
dan keahlian dengan
membaca buku
LANSIA YANG
SUKSES DAN
21 BAHAGIA

Dimensi Vokasional
 Kebutuhan aktualisasi diri yang
terwujud melalui kegiatan bersifat
1
hobi
Dimensi Spiritual
 Kebutuhan untuk mengisi kebutuhan

rohani dalam upaya mendalami


makna hidup sesungguhnya.
Makna BAHAGIA
untuk Lansia
22

 B = Berat Badan berlebihan supaya dihindari


 A = Aturlah makanan hingga sesuai/ kurangi lemak
dan atau kolesterol
 H = Hindari faktor-faktor resiko penyakit jantung
 A = Agar terus merasa berguna lakukan
kegiatan/hobi yang bermanfaat
 G = Gairah hidup akan tetap semarak jika kegiatan
yang dipilih dilakukan bersama
 I = Ikuti nasehat dokter dan hindari situasi tegang
 A = Awasi kesehatan dengan memeriksakan badan
secara periodik
Sekian …
25