Anda di halaman 1dari 30

Journal Reading

PERCOBAAN ACAK TERAPI OKSIGEN ALIRAN


TINGGI PADA BAYI DENGAN BRONKIOLITIS
Disusun oleh: Hasan Bukhari
Pembimbing: dr.

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR


ILMU KESEHATAN ANAK
RSUD KOTA BANGKINANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB
2018
Abstrak
▪ Terapi oksigen aliran tinggi telah semakin banyak digunakan
untuk pasien dengan bronkiolitis, namun penggunaannya
selain di ICU masih belum banyak diteliti.
▪ Dilakukan sebuah RCT pada bayi usia <12 bulan yang
didiagnosis dengan bronkiolitis, dibandingkan antara
kelompok aliran tinggi dan kelompok terapi standar
▪ Kelompok aliran tinggi lebih sedikit yang membutuhkan
peningkatan perawatan dibanding kelompok terapi standar
Pendahuluan
Pendahuluan
▪ Bronkiolitis menjadi salah satu penyebab tersering bayi
untuk dirawat di rumah sakit
▪ Pada kasus berat: terdapat hipoksemia, hiperkarbia, ↑ work
of breathing  membutuhkan terapi terapi saluran udara
tekanan positif berkelanjutan  hanya dapat dilakukan di
ICU
▪ Terapi oksigen aliran positif melalui kanul nasal  metode
baru pemberian bantuan pernapasan  dapat dilakukan di
IGD maupun bangsal rawat inap
▪ Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efikasi terapi
oksigen aliran positif pada bayi dengan bronkiolitis
Metode
Metode
▪ Studi ini berbentuk RCT, dilakukan di IGD dan bangsal
perawatan di 17 rumah sakit di Australia dan Selandia Baru
▪ Kriteria inklusi: bayi usia <12 bulan, dirawat di bangsal atau
masuk RS via IGD dengan bronkiolitis, memerlukan terapi
oksigen tambahan (untuk menjaga saturasi ≥92% atau
≥94% tergantung tiap institusi)
▪ Kriteria eksklusi: bayi sakit kritis, membutuhkan support
pernapasan atau perlu dirawat di ICU, bayi dengan penyakit
jantung sianotik, fraktur basis kranii, obstruksi saluran napas
atas, malfromasi kraniofasial, dan bayi yang menerima
terapi oksigen di rumah
Metode
▪ Informed consent penelitian dapat berupa langsung atau
ditangguhkan  karena terapi oksigen aliran tinggi
merupakan terapi standar yang dilakukan sehari-hari
▪ Subjek dirandomisasi, dibagi menjadi 2 kelompok
(kelompok aliran tinggi dan kelompok terapi standar)
dengan jumlah 1:1
▪ Kelompok aliran tinggi  2 liter/kgbb/menit
▪ Kelompok terapi standar  2 liter/menit
▪ Saturasi dipertahankan ≥92% atau ≥94% tergantung tiap
institusi
Metode
▪ Hasil primer: tingkat kegagalan pengobatan yang
mengakibatkan kebutuhan peningkatan perawatan
▪ Kriteria kegagalan pengobatan: 1) denyut jantung tidak
berubah atau meningkat, 2) pernapasan tidak berubah atau
meningkat, 3) kebutuhan oksigen melebihi FiO2 0.4, adanya
peringatan dini dari alat-alat di rumah sakit (terpenuhi 3 dari
4) atau sesuai penilaian klinis oleh dokter
▪ Hasil sekunder: proporsi bayi yang dipindahkan ke ICU,
lama rawatan di RS, lama rawatan di ICT, durasi pemberian
terapi oksigen, tingkat intubasi, dan kejadian yang tidak
diinginkan
Hasil Penelitian
Hasil penelitian
▪ 2.217 bayi memenuhi syarat  1.638 menjalani
randomisasi  210 menolak informed consent  1.472
bayi dimasukan ke dalam analisis (733 pada kelompok
terapi standar, 739 pada kelompok terapi aliran tinggi)
▪ RSV merupakan etiologi tersering
▪ Prematuritas merupakan kondisi komorbid yang paling
umum terjadi
Jumlah bayi yang diskrining, dimasukkan ke dalam kelompok studi, dan disertakan dalam
analisis primer
Karakteristik dasar dari bayi dengan bronkiolitis
Hasil primer
▪ Kegagalan pengobatan dengan peningkatan perawatan
terjadi: 87 dari 739 bayi (12%) kelompok aliran tinggi vs 167
dari 733 (23%) kelompok terapi standar (P <0,001)
▪ Uji Plot Kaplan Meier: keberhasilan terapi lebih tinggi pada
kelompok aliran tinggi dibanding kelompok terapi standar
▪ Uji Log Rank: resiko kegagalan pengobatan lebih rendah
pada kelompok terapi aliran tinggi dibanding kelompok
terapi standar
Plot Kaplan-Meier pada proporsi bayi dengan bronkiolitis yang tidak mengalami kegagalan
terapi
Hasil primer
▪ Efek perawatan dari intervensi berbeda secara signifikan
antara rumah sakit dengan fasilitas ICU dan rumah sakit
yang tidak memiliki ICU
▪ Pada RS tanpa ICU: 20 dari 270 bayi (7%) kelompok aliran
tinggi, vs 69 dari 247 (28%) kelompok terapi standar
▪ Pada RS dengan ICU: 67 dari 469 (14%) kelompok aliran
tinggi vs 98 dari 486 (20%) kelompok terapi standar
▪ Tidak ada efek prematuritas pada hasil primer
▪ Tidak ada perbedaan hasil antara subjek dengan RSV (+)
dan RSV (-)
Hasil primer dari kelompok studi dan subkelompok studi bayi yang mendapatkan
peningkatan perawatan
Hasil sekunder
▪ Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok lama
rawatan di rumah sakit, lama rawatan di ICU, atau durasi
terapi oksigen
▪ Terdapat tingkat kejadian tidak diinginkan yang rendah pada
setiap kelompok (satu pneumotoraks di setiap kelompok,
tidak diperlukan drainase).
▪ Tidak ada efek samping serius yang mengancam jiwa pada
penelitian ini, termasuk tidak ada kasus yang memerlukan
intubasi darurat atau serangan jantung.
Hasil sekunder, alasan peningkatan perawatan, dan kejadian yang tidak diinginkan
Diskusi dan
Kesimpulan
Diskusi
▪ Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian serupa baru-
baru ini
▪ Pada penelitian ini, 34% yang tidak memenuhi kriteria
kegagalan terapi menjalani peningkatan perawatan atas
instruksi dokter yang merawat  kriteria klinis untuk
kegagalan pengobatan masih belum komprehensif, terdapat
hal lain yang belum disertakan
Kesimpulan
▪ Pada penelitian ini, terdapat tingkat yang lebih rendah dari
peningkatan perawatan karena kegagalan pengobatan
ketika terapi oksigen aliran tinggi digunakan lebih awal
selama masuk rumah sakit dibandingkan ketika terapi
oksigen standar digunakan
Telaah Jurnal
Telaah Jurnal
▪ Identifikasi Penelitian : Donna Franklin, B.N., M.B.A., Franz E. Babl, M.D., M.P.H., Luregn J.
Schlapbach, M.D., Ed Oakley, M.B., B.S., Simon Craig, M.B., B.S., M.H.P.E., M.P.H., Jocelyn Neutze,
M.B., CH.B., Jeremy Furyk, M.B., B.S., M.P.H.&T.M., John F. Fraser, M.B., CH.B., PH.D., Mark Jones,
PH.D., Jennifer A. Whitty, B.PHARM., GRAD.DIP.CLIN.PHARM., PH.D., Stuart R. Dalziel, M.B., CH.B.,
PH.D., and Andreas Schibler, M.D.

▪ Pediatric Critical Care Research Group, Centre for Children’s Health Research, Lady Cilento Children’s
Hospital, and Mater Research Institute (D.F., L.J.S., A.S.), the Schools of Medicine (D.F., L.J.S., J.F.F., A.S.)
and Public Health (M.J.), University of Queensland, and the Critical Care Research Group, Adult Intensive
Care Service, Prince Charles Hospital (D.F., J.F.F.), Brisbane, the Paediatric Research in Emergency
Departments International Collaborative (PREDICT), Parkville, VIC (D.F., F.E.B., E.O., S.C., J.N., J.F.,
S.R.D., A.S.), Royal Children’s Hospital, the Emergency Department, Murdoch Children’s Research Institute,
and the Department of Paediatrics, Faculty of Medicine, Dentistry, and Health Sciences, University of
Melbourne, Melbourne, VIC (F.E.B., E.O.), the Department of Medicine, School of Clinical Sciences, Monash
University, and the Paediatric Emergency Department, Monash Medical Centre, Monash Health, Clayton, VIC
(S.C.), and the College of Medicine and Dentistry, James Cook University, and the Emer-gency Department,
Townsville Hospital, Townsville, QLD (J.F.) — all in Australia; the Department of Pediatrics, Bern University
Hos-pital, Inselspital, University of Bern, Bern, Switzerland (L.J.S.); KidzFirst Middlemore Hospital and the
University of Auckland (J.N.) and the Children’s Emergency Department, Starship Children’s Hospital, and
Liggins Institute, University of Auckland (S.R.D.), Auckland, New Zealand; and Health Economics Group,
Norwich Medical School, University of East Anglia, Norwich, United Kingdom (J.A.W.).

▪ *Corresponding author: Dr. Schibler at the Centre for Children’s Health Research, Lady Cilento
Children’s Hospital Precinct and Mater Research Institute, University of Queensland, Level 7, 62
Graham St., South Brisbane, QLD, 4101, Australia, or at a.schibler@uq.edu.au

▪ Rec date: not available, Acc date: not available, Pub date: Mar 22, 2018
Telaah Jurnal – Bagian I: Validasi
Internal
Dalam sebuah studi RCT Kriteria dalam penelitian ini adalah:

1.1 Penelitian ini membahas pertanyaan yang tepat dan [√] Baik tercakup [ ] tidak dibahas
jelas terfokus [ ] Memadai [ ] tidak dilaporkan
[ ] Kurang dibahas [ ] tidak dapat diterapkan

1.2 Penetapan subjek secara acak untuk kelompok [√] Baik tercakup [ ] tidak dibahas
pengobatan [ ] Memadai [ ] tidak dilaporkan
[ ] Kurang dibahas [ ] tidak dapat diterapkan

1.3 Metode yang digunakan memadai [√] Baik tercakup [ ] tidak dibahas
[ ] Memadai [ ] tidak dilaporkan
[ ] Kurang dibahas [ ] tidak dapat diterapkan

1.4 Subjek dan peneliti tetap tidak mengetahui tentang [ ] Baik tercakup [ ] tidak dibahas
alokasi pengobatan [√] Memadai [ ] tidak dilaporkan
[ ] Kurang dibahas [ ]tidak dapat diterapkan
1.5 Perlakuan dan kelompok kontrol serupa pada awal [√] Baik tercakup [ ] tidak dibahas
percobaan [ ] Memadai [ ] tidak dilaporkan
[ ] Kurang dibahas [ ] tidak dapat diterapkan
Telaah Jurnal – Bagian I: Validasi
Internal
1.6 Satu-satunya perbedaan antara kelompok adalah [√] Baik tercakup [ ] tidak dibahas
pengobatan menurut peneliti [ ] Memadai [ ] tidak dilaporkan
[ ] Kurang [ ] tidak dapat
dibahas diterapkan
1.7 Semua hasil relevan diukur dengan cara yang standar, [√] Baik tercakup [ ] tidak dibahas
akurat dan dapat dipercaya [ ] Memadai [ ] tidak dilaporkan
[ ] Kurang [ ] tidak dapat
dibahas diterapkan
1.8 Berapa persen dari individu atau kelompok yang direkrut 0%
ke dalam setiap kelompok pengobatan penelitian keluar
sebelum penelitian itu selesai ?
1.9 Semua subjek yang dianalisis dalam kelompok-kelompok [√] Baik tercakup [ ] tidak dibahas
yang mereka alokasikan secara acak (sering disebut [ ] Memadai [ ] tidak dilaporkan
sebagai analisis dengan maksud untuk mengobati) [ ] Kurang [ ] tidak dapat
dibahas diterapkan
1.10 Dimana penelitian ini dilakukan pada lebih dari satu [√] Baik tercakup [ ] tidak dibahas
tempat, tetapi hasilnya sama mewakili semua tempat [ ] Memadai [ ] tidak dilaporkan
[ ] Kurang [ ] tidak dapat
dibahas diterapkan
Telaah Jurnal – Bagian II: Penilaian
Keseluruhan Penelitian
2.1 Seberapa baik penelitian yang dilakukan +
untuk meminimalkan bias?
Code ++,+, atau -

2.2 Jika dikodekan sebagai +, atau – apakah Kemungkinan bias karena dokter diperbolehkan
kemungkinan bias yang terjadi sehingga untuk melakukan penilaian klinis pasien secara
mempengaruhi hasil penelitian? independen, yang terlepas dari 4 kriteria dari
kegagalan pengobatan pada penelitian ini, untuk
mengambil keputusan untuk meningkatkan
perawatan
2.3 Memperhatikan dari pertimbangan klinis, Iya , yakin
evaluasi metodologi yang digunakan, dan
kekuatan statistik penelitian, apakah anda
yakin bahwa efek keseluruhan karena
intervensi studi?

2.4 Apakah hasil penelitian ini langsung berlaku Iya, karena penggunaan terapi oksigen aliran tinggi
untuk kelompok pasien yang ditargetkan oleh merupakan praktik klinis yang telah lama dilakukan.
pedoman ini?
Telaah Jurnal – Bagian III: Deskripsi
Penelitian
3.1 Apakah kita tahu oleh siapa penelitian [√] Lembaga akademik
ini didanai? [√] Pemerintah
[ ] Lainnya
[√] Industri kesehatan
[√] Dana-dana negara

3.2 Berapa banyak dari pusat pasien yang Total sebanyak 1.472 bayi yang diikutsertakan pada
direkrut? penelitian, diambil dari 17 rumah sakit regional dan
rumah sakit tersier di Australia dan Selandia Baru
3.3 Apa lingkungan sosial (yaitu jenis [√] Perkotaan [ ] Pedesaan [ ] Campuran
lingkungan dimana mereka tinggal) dari
pasien dalam penelitian ini?

3.4 Kriteria apa yang digunakan untuk bayi usia <12 bulan, dirawat di bangsal atau masuk
memutuskan siapa yang harus RS via IGD dengan bronkiolitis, memerlukan terapi
diinklusikan dalam penelitian ini? oksigen tambahan (untuk menjaga saturasi ≥92%
atau ≥94% tergantung tiap institusi)
3.5 Kritetia apa yang digunakan untuk bayi sakit kritis, membutuhkan support pernapasan
memutuskan siapa yang harus atau perlu dirawat di ICU, bayi dengan penyakit
diekslusikan dari peneitian? jantung sianotik, fraktur basis kranii, obstruksi
saluran napas atas, malfromasi kraniofasial, dan
bayi yang menerima terapi oksigen di rumah
Telaah Jurnal – Bagian III: Deskripsi
Penelitian
3.6 Apa intervensi yang diselidiki dalam Pemberian terapi oksigen aliran tinggi sebesar 2
penelitian ini? (Sertakan dosis mana yang liter/kgbb/menit, dengan FiO2 maksimal 0.4 (yang
sesuai) dapat diturunkan kapan saja) untuk menjaga saturasi
oksigen berada pada kisaran ≥92% atau ≥94% -
98% tergantung tiap institusi

3.7 Perbandingan apa yang dilakukan dalam Perbandingan kelompok yang mendapat terapi
penelitian ini? (yaitu pengobatan alternatif oksigen aliran tinggi dengan kelompok yang
apa yang digunakan untuk mendapat terapi oksigen standar (2 liter/menit)
membandingkan dengan intervensi?)
Sertakan dosis mana yang sesuai.
3.8 Metode apa yang digunakan untuk Pengacakan dilakukan dengan komputer, tidak ada
mengacak pasien, pasien yang tidak proses blind pada studi ini, namun peneliti tidak
mengetahui, atau peneliti dan untuk mengetahui hasil penelitian sampai tahun 2016
menyembuntikan proses pengacakan dari
penyidik?
3.9 Berapa lama penelitian dan pasien di 3 tahun (2013-2016)
follow-up untuk selama dan sesudah
penelitian?
3.10 Sebutkan karakteristik kunci dari populasi Bayi berusia <12 bulan yang menderita bronkiolitis
pasien. catatan: jika ada perbedaan yang
signifikan antara kedudukan yang berbeda
dari percobaan.
Telaah Jurnal – Bagian III: Deskripsi
Penelitian
3.11 Kesimpulan: Pada penelitian ini, terdapat tingkat yang lebih rendah dari
peningkatan perawatan karena kegagalan pengobatan ketika terapi oksigen
aliran tinggi digunakan lebih awal selama masuk rumah sakit dibandingkan
ketika terapi oksigen standar digunakan
terimakasih