Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS MENGENAI DAMPAK

LINGKUNGAN
AMDAL adalah hasil studi mengenai dampak penting
suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan
terhadap lingkungan hidup, yang diperlukan
dalam proses pengambilan keputusan.
ANDAL adalah telaahan secara cermat dan
mendalam tentang dampak penting suatu
kegiatan yang direncanakan.
Dokumen Andal:
• Kerangka acuan Andal
• Andal
• Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)
• Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)
Kegunaan Studi AMDAL
1. Mencegah terjadinya kerusakan/degradasi sumberdaya
alam di tapak proyek, karena kegiatan proyek yang
bersangkutan.
2. Mencegah kerusakan-kerusakan / degradasi
sumberdaya alam di luar tapak proyek.
3. Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah.
4. Membantu proses pengambilan keputusan tentang
kelayakan lingkungan dari rencana kegiatan atau usaha
5. Sebagai masukan untuk penyusunan desain rinci teknis
kegiatan/usaha tersebut.
6. Masukan penyusunan rencana pengelolaan lingkungan
dari kegiatan atau usaha tsb.
7. Memberi informasi bagi masyarakat untuk dapat
memanfaatkan dampak positif dan menghindari
dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh rencana
kegiatan atau usaha tsb.
4 Jenis Studi AMDAL (dalam PP
51 tahun 1993)
• AMDAL Proyek, yaitu AMDAL yang berlaku bagi satu kegiatan yang
berada dalam kewenangan satu instansi sektoral. Misalnya rencana
kegiatan pabrik tekstil yang mempunyai kewenangan memberikan
ijin dan mengevaluasi studi AMDALnya ada pada Departemen
Perindustrian.
• AMDAL Terpadu / multisektor –yang berlaku bagi suatu rencana
kegiatan pembangunan yang sifatnya terpadu, yaitu adanya
keterkaitan dalam hal perencanaan, pengelolaan, dan proses
produksi, serta berada dalam satu kesatuan ekosistem dan
melibatkan kewenangan lebih dari satu instansi yang bertanggung
jawab. Misalnya pabrik pulp dan kertas yang kegiatannya terkait
dengan proyek tanaman industri (HTI) untuk penyediaan bahan
bakunya, pembangkit tenaga uap untuk energi, dan pelabuhan
untuk distribusi dan produksinya. Disini lebih dari satu instansi, yaitu
Dep. Perindustrian, Dep. Kehutanan, Dep. Pertambangan, dan Dep.
Perhubungan.
• AMDAL Kawasan dtujukan untuk satu rencanan
kegiatan pembangunan yang berlokasi dalam satu
kesatuan hamparan ekosistem dan menyangkut
kewenangan satu instansi. Contoh Pembangunan
kawasan industri. Dalam kasus ini masing-masing
kegiatan di dalam kawasan tidak perlu lagi membuat
AMDALnya, karena sudah tercakup dalam AMDAL
seluruh Kawasan.
• AMDAL regional – sifat kegiatannya saling terkait
dalam hal perencanaan dan waktu pelaksanaan
kegiatannya dan melibatkan kewenangan lebih dari
satu instansi yang bertanggung jawab dan berada
dalam satu kesatuan ekosistem, satu renacana
pengembangan wilayah sesuai dengan Rencana
Umum Tata Ruang Daerah. Contoh AMDAL Regional
adalah pembangunan kota-kota baru.