Anda di halaman 1dari 34

Makro Nutrient dan

Makro Nutrien
Kelompok 5
Faisal Falah (170341615090)
Firnindia Putri (170341615021)
Galuh Fahmi F (170341615051)
Izjachwatul D (1703416150)
Witia Ardipeni (170341615073)
Pokok Bahasan

Makro Gejala
Mikro nutrien
Nutrien Defisiensi

Toksisitas dari
mikronutrien
Makro Nutrien
Makro Nutrien
Diperlukan oleh tumbuhan dalam jumlah besar

Hidrogen

Oksigen Nitrogen Pospor

Sulfur Kalium Calsium Magnesium Karbon


Fungsi Makro Nutrien Bagi tumbuhan

Karbon Oksigen Hidrogen Nitrogen

• sebagai • pembentuk • pembentuk • pembentuk


pembentuk senyawa senyawa senyawa
senyawa organik organik organik
organik tumbuhan tumbuhan tumbuhan
tumbuhan
(karbohidrat,
protein, lemak,
dan vitamin)
Fungsi Makro Nutrien Bagi tumbuhan

Fosfor Sulfur Kalium Kalsium Magnesium

• pembentuk • pembentuk • berfungsi dalam • berfungsi

asam nukleat, protein dan keseimbangan mengaktifkan • unsur


koenzim air, kofaktor beberapa enzim, pembentuk
protein,
dalam sintesis mengatur respon klorofil dan
hormon, dan
protein, dan sel terhadap mengaktifkan
beberapa
mempengaruhi rangsang, serta banyak enzim
koenzim
pergerakan penting dalam
stomata memelihara
struktur dan
permeabilitas
membran sel
Mikro Nutrien
Mikro Nutrien
Unsur yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah kecil

Mo

Mn Zn
Fe

Cu
Fungsi Mikro Nutrien Bagi tumbuhan
• Berperan sebagai katalisator sintesis klorofil (bukan penyusun
• sebagai koenzim (pembawa 02) dalam proses pemapasan.

Besi (Fe) • Gejala yang muncul jika kekurangan Fe adalah klorosis ( daun
menguning)

•Berperan mengaktifkan beberapa

Mangan (Mn)
enzim (dalam pemapasan), katalisator reaksi redoks.
•Gejala yang muncul
jika kekurangan Mn adalah klorosis (daun menguning)

•Berperan pada fotosintesis, metabolisme karbohidrat dan mengatur

Clor (Cl ) kandungan air sel


Fungsi Mikro Nutrien Bagi tumbuhan

• Berperan mengaktifkan beberapa enzim


Besi (Fe)

Molybenum • Merupakan unsur yang penting dalam mereduksi


nitrat (penyusun enzim nitrat reduktase) untuk membentuk bintil akar.
• Kekurangan Mo menyebabkan pertumbuhan terhambat
(Mo)
Gejala Defisiensi
Pentingnya element essensial

Tumbuhan
akan
Jika Tidak
menunjukan
Tercukupi
gejala
Punya fungsi defisiensi yang
spesifik ketika parah
terhadap proses
metabolism sel
Makronutrien
tumbuhan
dan
mikronutrien
Contoh

Sebagai contoh adalah penguningan atau tumbuhan yang berubah me


njadi warna kuning. Penguningan (Chlorosis) terjadi karena adanya
defisiensi Mg 2+. Mg 2+ dalam tumbuhan berfungsi untuk membentuk
klorofil.
Defisiensi

Nitrogen Fosfor Sulfur Kalium Kalsium

Magnesium Zat Besi Boron Tembaga Seng

Mangan
Defisiensi Nitrogen

 Nitrogen diserap tanaman dalam bentuk ion nitrat (NO3 -) dan ammonium (NH4 +)

 Nitrogen merupakan komponen penyusun protein, asam nukleat, hormone, dan klorofil
 defisiensi nitrogen akan mengakibatkan pertumbuhan yang lambat dan chlorosis pada tanaman te
rutama pada bagian tanaman yang tua.
 Defisiensi nitrogen juga mengakibatkan penumpukan anthocyanin pada batang, petiole, dan
bagian bawah daun sehingga menyebabkan bagian tersebut berwarna keunguan
Defisiensi Fosfor
 Fosfor ada di tanah dalam bentuk asam fosfat (H3PO4) dan diserap tanama
n dalam bentuk fosfat (H2PO4 -) dan orthofosfat (HPO4 2-)

 Pada tumbuhan fosfor berfungsi menyusun rangka asam nukleat, fosfolipid


membrane, energi dalam bentuk ATP dan ADP, fungsi fotosisntesis dalam be
ntuk gula-fosfat, metablosme sel dalam bentuk fosfat

 Gejala defisiensi fosfor antara lain daun yang tampak lebih hijau, tumbuhan y
ang kerdil, daun yang memiliki bercak keunguan, dan daun yang kecil atau c
acat.
Defisiensi Kalium

 Kalium berada di tanah dalam bentuk ion K+ maupun potassium carbonate (K2CO3)

 Kalium berfungsi sebagai activator beberapa enzim, terutama enzim yang melibatkan respirasi da
n fotosintesis. Meregulasi potensial osmotic sel, seperti membuka dan menutupnya stomata atau
juga orientasi daun.

 Gejala defisiensi kalium muncul pada daun tua seperti chlorosis dan necroticlesion. Juga batang y
ang pendek dan lemah
Defisiensi Sulfur

 Sulfur diserap tumbuhan dalam bentik ion sulfat (SO4 2-)

 Sulfur merupakan komponen penyusun thiamine, biotine, dan coenzyme. Komponen penting dala
m metabolism asal lemak dan respirasi. Dalam bentuk ferodoxin berfungsi dalam transport electro
n pada fotosintesis dan pengikatan nitogen.

 Gejala defisiensi sulfur adalah chlorosis pada daun muda termasuk jaringan di sekitar berkas pen
gangkut karena penurunan sintesis protein.
Defisiensi Kalsium

 Kalsium diserap tumbuhan dalam bentuk cation (Ca 2+)

 Kalsium berfungsi membantu pembelahan sel, memperkuat integritas fisik dan fungsi normal mem
brane sel. Selain itu Ca 2+ juga meregulasi aktivitas beberapa enzim.

 Karena perannya dalam membantu pembelahan sel maka gejala defisiensi muncul pada jaringan
meristematic atau muda, sehingga mengakibatkan necrotic dan kematian jaringan
Defisiensi Zat Besi

 Zat besi diserap tumbuhan dalam bentuk ferric (Fe 3+) dan ferrois (Fe 2+)

 Zat besi berfungsi sebagai katalis bagi banyak enzim redox tumbuhan, dibutuhkan dalam sintesis
klorofil, terlibat dalam fotosintesis (fotosistem 1 dan ferodoxin), respirasi, dan pengikatan nitrogen

 Gejala Defisiensi Zat besi antara lain adalah hilangnya kloroplas dan degenerasi struktur kloroplas
yang nantinya menyebabkan chlorosis pada daun muda dan berlanjut ke jaringan pengangkut. Se
rta merubah struktur morphological dan fungional tumbuhan
Defisiensi Magnesium

 Magnesium diserap tanaman dalam bentuk ion Mg 2+

 Magnesium berfungsi dalam pembentukan klorofil dan activator banyak enzim tanaman

 Gejala defisiensi magnesium slah satunya yaitu chlorosis akibat tidak dapat terbentukknya klorofil
pada daun tua
Defisiensi Boron

 Boron dalam larutan hadir dalam bentuk asam boric (H3BO3).

 Boron banyak ditemukan di dinding sel tumbuhan dan berguna untuk mememberikan integritas di
nding sel tumbuhan selain itu juga boron berperan dalam pembelahan sel dan stimulasi perkemb
angan reproductive tumbuhan

 Gejala defisiensi boron antara lain pemendekan internodus, memberikan tanaman penampilan ya
ng tebal, penghambatan aktivitas pebelahan sel dan perbungaan.
Defisiensi Tembaga

 Tembaga tersedia bagi tanaman dalam bentuk ion CU 2+

 Sebagai nutrient tanaman, tembaga berfungsi dalam aktivasi enzim oxidative

 Gejala defisiensi tembaga antara lain tumbuhan kerdil, daun muda yang cacat dan hilangnya daun
muda pada beberapa tumbuhan
Defisiensi Zinc

 Zinc diserap oleh tumbuhan dalam bentuk ion Zn 2+

 Zinc merupakan activator banyak enzim termasuk ADH, CA, dan SOD

 Gejala defisiensi zinc mengakibatkan terganggunya metabolism hormone auxin. Pada tumbuhan y
ang kekurangan zinc biasanya memliki internodus yang pendek dan daun yang kecil.
Defisiensi Mangan

 Mangan diserap oleh tumbuhan dalam bentuk ion Mn 2+

 Mangan berfungsi sebagai kofaktor beberapa enzim seperti dekarboksilase dan dehidrogenasii pa
da proses respirasi tanaman

 Defisiensi mangan dapat menyebabkan terbentuknya titik berwarna keabu abuan pada daerah ba
sal daun muda dan juga chlororsis pada berkas pembuluh daun.
TOKSISITAS DARI MIKRO NUTRIEN
• Mangan (Mn)
• Tembaga (Cu)
• Fosfor (P)

Mikronutrient • Zat besi (Fe)


TOKSISITAS
• Seng (Zn)
GEJALA TOKSISITAS
MANGAN (Mn)

Bersaing dengan Fe dan


Tanah yang terendam Menghambat Mg untuk proses
air pertumbuhan akar penyerapan nutrisi dan
pengikatan enzim

Menghambat translokasi
Gangguan “daun
kalsium ke daerah apeks
bengkok”
(ujung)
Tembaga (Cu)

Berasal dari fungisida dan


Pertumbuhan terhenti Cabang yang terbentuk
pencemaran udara oleh
menginduksi defisiensi Fe sedikit
kendaraan dan industri
Fosfor (P)

Nekrosis dan mati titik tumbuh.

Klorosis pada helaian daun di sela-sela tulang daun muda

gejala gosong di daerah tepi daun tua


Zat besi (Fe)

Menyebabkan timbulnya
warna perunggu pada daun

menyebabkan defisiensi
unsure P, K dan Zn daun tua
Seng (Zn)

Daun berubah
Klorosis terjadi
Menyebabkan warna menjadi
pada sela-sela
defisiensi Fe kuning, akhirnya
tulang daun muda
putih
Daftar Pustaka

Hopkins, w. G. 2008. Introduction to plant Physiology. 4th. New york: john wiley & sons, inc.