Anda di halaman 1dari 10

lh

(sistem hukum lingkungan


Ind/UULH)
1. Sistem, prinsip dan hukum lingkungan
Indonesia
2. Hukum Lingkungan & konsep
pembangunan
3. Hukum pengelolaan Lingkungan Hidup
bersifat holistik
4. Hukum pembangunan berkelanjutan
(ps.1 ayat 3)
5. Hak LH dan SDA & peran serta masy &
isu HAM dlm proses pengambilan
keputusan
6. Sistem penegakan hk lingkungan (Bab
XII, XIII dan Bab XIV UUPPLH
No.32/2009)
Hukum Perlindungan &
Pengelolaan LH dlm sistem
hukum lingk. Indonesia
 Beberapa prinsip PLH & pembentukan kaidah
hukum lingkungan dalam sistem PPLH-09
 Hukum pelestarian lh (ps.57) & baku mutu lh
 Daya dukung lh & daya tampung lh (ps.1 ay
6,8)
 Pengertian pencemaran lh & perusakan lh
 Risiko lingkungan dan analisis risiko lh (ERA)
 AMDAL & proses kpts dlm sistem perizinan
 Konsep eksternalitas/ongkos lingkungan
 Hukum konservasi sbg bagian dr manajemen lh
Sistem Hukum
Pengelolaan Lingkungan
Hidup/EMS
 Pemanfaatan dan pelestarian lingkungan
 Huk. Pembangunan berkelanjutan /
sust.dev
 Proses pengambilan keputusan dalam
sistem hukum lingkungan dan SDA
 Peran serta masyarakat & konsultasi
publik dalam proses pengambilan
keputusan
 Hk perencanaan lingkungan/planning law
& proses pembentukan kebijakan
lingkungan
Perkembangan Hukum
Lingkungan
1 Perkembangan hl dr Deklarasi
Stockholm s/d Deklarasi Johannesburg
secara umum
2. Hukum pembangunan berkelanjutan:
a. pembangunan ekonomi
b. pembangunan sosial
c. pembangunan lingkungan hidup
3. Rio 92 + 20 dan revisi Agenda 21
4. Hukum lingkungan lintas batas dlm
perubahan iklim
Pendekatan hukum LH
dan pengembangan
kebijakannya
 Aspek-aspek lintas disiplin hukum
lingkungan
 Aspek-aspek hukum lintas batas (prinsip 21
DS, hukum lingkungan regional/global)
 Hukum lingkungan nasional & global (WCED)
 Pendekatan hukum berdasarkan command
and control dan self-regulatory system
 Hukum preventif versus hukum represif
dalam pengelolaan lingkungan hidup (Prev
P2 v. Poltn P2)
 Legislasi, regulasi dan instrumen kebijakan
Sistem Penegakan Hukum
Lingkungan
 Keterkaitan HAN, Hukum Perdata,
hukum pidana dan hukum transnasional
dalam penegakan hukum lingkungan
 Mengutamakan asas subsidiaritas/HAN
dalam perspektif kebijakan lingkungan
 Hukum keperdataan dan prinsip
tanggung jawab dlm hukum lingkungan
 Pidana lingkungan dan pidana korporasi
 Mekanisme penyelesaian sengketa
lingkungan hidup /alternative dispute
resolution
Gugatan Perwakilan dan
Ius Standi
 Hak mengajukan gugatan perwakilan
sebagai upaya kelompok kecil
masyarakat bertindak mewakili
masyarakat dalam jumlah besar (class-
action) (ps. 91 UUPPLH)
 Gugatan organisasi lingkungan/ ius
standi
 Hak dasar atas lh dan tindakan hk
tertentu untuk pelestarian
lingkungan/fungsi atmosfer(ps.57/4)
 Hak mengajukan gugatan atas nama
lingkungan (ps.92)
Sistem Pemantauan
Ketaatan
1. Sistem pelaporan dalam pengelolaan
lingkungan hidup sebagai bagian dari
sistem perizinan
2. Pemantauan oleh:
a) penanggung jawab kegiatan/korporasi
b) yang berwenang memberikan izin
c) masyarakat/perwakilan lingkungan
hidup
3. Peranan laboratorium hukum
lingkungan, pengambilan sampel & akhli
terkait
4. Sanksi administratif (ps.76-82)
Sistem Penyidikan Kasus
Lingkungan
 Kedudukan PPNS lingkungan dalam sistem
penyidikan hukum lingkungan (ps.94-95
UUPPLH No.32/2009)
 Sampel hukum dalam kasus lingkungan
 Tatacara mengumpulkan, menyajikan, dan
proses pembuktian dalam kasus lingkungan
(ps.96 UUPPLH No.32/2009
 Kualifikasi penyidik lingkungan
 Pengembangan sistem penegakan hukum
lingkungan terpadu (satu atap) & asas
subsidiaritas
Kasus Proyek Pantura
DKI
 Isu keterkaitan tentang Keppres tentang
Reklamasi Panturan, Perda DKI tentang
Tataruang DKI dan Kepmen tentang
Kelayakan AMDAL Pantura (lihat, hierarkhi
UU, Regulasi, kpts dalam analisis dampak
lingkungan)
 Kepmen sebagai keputusan tentang
kelayakan AMDAL dan HAN (lihat, validitas v.
sah)
 Ius standi Korporasi dalam kasus Pantura DKI
dilihat dari Kepmen ttg kelayakan AMDAL
(dapatkah BH perdata mnggugat kepmen ttg
AMDAL?)---masalah alat bukti ilmiah?