Anda di halaman 1dari 29

PENGERTIAN

SENGKETA

CARA PENYELESAIAN
Pengertian sengketa
• Sengketa biasanya bermula dari suatu situasi di mana ada pihak
yang merasa di rugikan oleh pihak lain, perasaan tidak puas akan
muncul apabila terjadi conflict of interest.

• Penyelesaian sengketa secara formal berkembang menjadi


proses adjudikasi yang terdiri atas proses melalui pengadilan /
litigasi dan arbitrase/perwasitan, secara proses penyelesaian-
penyelesaian konflik secara informal yang berbasis pada
kesepakatan pihak-pihak yang bersengketa melalu negoisasi dan
mediasi.
Cara-cara penyelesaian

NEGOSIASI

MEDIASI
Negoisasi

Merupakan komunikasi dua arah yang dirancang untuk mencapai


kesepakatan pada saat kedua belah pihak memiliki kepentingan
yang sama maupun berbeda, oleh karena itu negoisasi
merupakan sarana bagi pihak-pihak yang bersengketa untuk
mendiskusikan penyelesaiannya tanpa melibatkan pihak ketika
sebagai penengah baik, yang tidak berwenang mengambil
keputusan maupun yang berwenang mengambil keputusan.
Mediasi

PENGERTIAN MEDIASI

UNSUR MEDIASI

TUGAS MEDIATOR
Pengertian mediasi
• Definisi menurut nolah haley “a short term structured task
oriented, partiporyinvention process disputing parties work with a
neutral third party, the mediator, to reach a mutually acceptable
agreement”. Mediasi merupakan salah satu bentuk negoisasi
antara para pihak yang bersengketa, yang melibatkan pihak ketiga
dengan tujuan membantu tercapainya penyelesaian yang bersifat
kompromistis,
Unsur- unsur mediasi :

• Merupakan sebuah proses penyelesaian sengketa berdasarkan


perundingan
• Mediator terlibat dan diterima oleh para pihak yang bersengketa
didalam perundingan
• Mediator bertugas membantu para pihak yang bersengketa
untuk mencari penyelesaian
• Tujuan mediasi untuk mencapai atau menghasilkan kesepakatan
yang dapat diterima pihak-pihak yang bersengketa guna
mengakhiri sengketa
Tugas Mediator :

• Sebagai tugas utama, bertindak sebagai seorang


fasilitator sehingga terjadi pertukaran informasi yang
dapat di laksanakan

• Menemukan dan merumuskan titik-titik persamaan


dari argumentasi para pihak dan berupaya untuk
mengurangi perbedaan pendapat yang timbul
(penyesuaian persepsi) sehingga mengarahkan pada
satu keputusan bersama
ARBITRASE

PENGERTIAN ARBITRASE

UNSUR ARBITRASE CARA MENUJU


PERADILAN WASIT

ALASAN MEMILIH JENIS YANG TIDAK DAPAT


ARBITRASE DISELESAIKAN

BANI JENIS YANG DAPAT


DISELESAIKAN
PENGERTIAN ARBITRASE

UU No. 30/1999 Sudikno Mertokusumo

Perwasitan UU No. 1/50 Sidik Suraputra

Subekti Z. Azikin Kusumaadmatja


Pengertian UU No. 30/1999

Asal kata :
Bahasa Latin  Arbitrase
Bahasa Belanda  Arbitrage
Bahasa Inggris  Arbitration
Bahasa Jerman  Sehiedsruch
Bahasa Perancis  Arbirtage
Kekuatan untuk menyelesaikan sesuatu menurut kebijaksanaan
Perwasitan UU No. 1/50
Acara dalam tingkat banding terhadap
putusan-putusan wasit (Orang yang
ditunjuk untuk memutuskan sengketa)
Subekti
Arbitrase adalah pemutusan suatu sengketa oleh
seseorang / beberapa orang yang ditunjuk oleh
para pihak yang bersengketa sendiri, diluar hakim
/ pengadilan.
Sudikno Mertokusumo
Arbitrase adalah suatu prosedur
penyelesaian sengketa diluar pengadilan
yang berdasakan persetujuan pihak-pihak
yang bersangkutan kepada seorang wasit.
Sidik Suraputra

Arbitrase adalah tindakan / cara bekerja yang


sederhana, yang dipilih oleh para pihak dengan
sukarela yang menginginkan suatu sengketa
diselesaikan / diputuskan oleh seorang wasit yang
tidak berat sebelah yang merupakan pilihan
mereka sendiri, yang memutuskan berdasarkan
isi dari perkara. Kondisi seutuju untuk menerima
putusan itu sebagai putusan akhir.
Z. Asikin Kusumaatmadja
Arbitrase adalah dimana masyarakat bisnis
diberi kebebasan sendiri untuk
menyelesaikan sengketanya.
Unsur-unsur Arbitrase (H. M. N. PURWOSUCIPTO)

KESEPAKATAN UNTUK
PERADILAN MENYELASAIKAN
PERDAMAIAN PERKARA

PUTUSAN PERADILAN HAK YANG


WASIT DISENGKETAKAN

PUTUSAN
PARA PIHAK
PERWASIATAN
Peradilan Perdamaian

Diluar peradilan umum  Oleh swasta dilakukan dengan


pendekatan kesepakatan bersama tentang penyelesaian
sengketa  Diluar sidang umum.
Putusan Perwasiatan Adalah Putusan
Terakhir

Tak ada banding dan kasasi

Dapat Disimpulkan Bahwa Arbitrase Adalah Sarana


Upaya Penyelesaian Sengketa Diluar Pengadilan
Umum
Putusan Peradilan Wasit

Keputusan ditaati oleh kedua belah pihak (karena wasit


ditunjuk oleh kedua belah pihak). Apabila tidak tunduk
pada putusan tersebut  Wanprestasi dan harus diberi
sanksi yang seimbang dengan perbuatannya.
Para Pihak

Pengusaha  Orang-orang yang melakukan


perusahaan yang tidak memiliki banyak waktu
untuk menyelesaikan sengketanya dengan pihak
lain di pengadilan umum.
Kesepakatan Untuk Menyelesaikan
Perkaranya Dengan Perwasiatan
Unsur mutlak adanya perwasiatan  Harus ada dan
tertulis, baik klausul dalam perjanjian induk “PACTUM
DECOMPROMITTENDO” maupun suatu perjanjian khusus
berdiri sendiri terpisah dari perjanjian induk “Akta
Kompromis”.
HakYang Dipersengketakan

Harus bersifat pribadi yang dapat dikuasai


sepenuhnya (Negara tidak ikut dan ditunjuk oleh
para pihak).
Alasan Orang Memilih Arbitrase

Penyelesaian sengketa dapat dilaksanakan dengan cepat.


Wasit terdiri dari orang-orang ahli dalam bidang yang dipersengketakan,
yang diharapkan mampu membuat keputusan yang memuaskan semua
pihak.
Putusan akan lebih sesuai dengan perasaan pengadilan para pihak.
Putusan pengadilan wasit dirahasiakan, sehingga umum tidak mengetahui
kelemahan-kelemahan berusaha yang bersangkutan  dan sifat rahasia ini
yang dikehendaki para pihak.
BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia)

Bani didirikan tanggal 3 Desember 1977 atas prakarsa dari KADIN yaitu wadah
bagi pengusaha Indonesia yang bergerak dalam bidang perekonomian.
Pengusaha  Setiap orang / Persekutuan / Badan Hukum yang menjalankan
suatu jenis usaha.

BANI  Suatu badan yang mempelopori penggunaan Arbitrase dalam


menyelesaikan sengketa-sengketa yang timbul dari perjanjian dalam bidang
perdagangan. Industri, dan keuangan dan mengkoordinir kegiatan arbitrasi
tersebut.

Putusan BANI
 Bersifat mengikat para pihak dan dapat dilaksanakan
 Mengikat Setiap harus tunduk pada hasil keputusan
 Dapat dilaksanakan putusan Arbitrasi dapat dilaksanakan secara sukarela
oleh pihak yang kalah karena para pihak telah berjanji
Jenis-jenis PerkaraYang Dapat
Diselesaikan Oleh Arbitrase

Jenis-jenis Perkara Yang Dapat Diselesaikan Oleh Arbitrase


Jual-beli Perusahaan
Perjanjian Perburuhan / Kerja
Makelar dan Komisioner
Perjanjian Pengangkutan
PerkaraYang Tidak Dapat Diselesaikan
Oleh Arbitrase

Perkara Yang Tidak Dapat Diselesaikan Oleh Arbitrase


Hibah Wasiat
Perceraian
Kedudukan Hukum Seseorang
Jadi yang dapat diajukan dimuka peradilan wasiat / arbitrase adalah
mengenai hak pribadi, dimana para pihak mempunyai kekuasaan
sepenuhnya.
Hak- hak yang untuk menegakkannya tidak tersangkut paut ketertiban /
kepentingan umum, juga tidak dapat dipisahkan dari norma-norma
kesusilaan / kesopanan dalam masyarakat.
Cara Menuju Peradilan Wasit

Pactum Decomprittendo
Syarat dalam perjanjian bahwa jika dikemudian timbul perselisihan tersebut
akan diajak ke arbitrase daripada pengadilan  Klausele Arbitrase 
Ditetapkan dalam kontrak standar dimasukkan dalam perjanjian pokok.

Akta Kompromi
Dilakukan dengan membuat perjanjian baru dalam perjanjian pokok, yang
menyatakan kesepakatan para pihak untuk menyelesaikan sengketa mereka
dengan peradilan wasit  Akta dibuat setelah terjadi perselisihan.