Anda di halaman 1dari 21

Pengobatan Hypertensi

Menjalani pola hidup sehat telah banyak


terbukti dapat menurunkan tekanan darah, dan
secara umum sangat menguntungkan dalam
menurunkan risiko permasalahan
kardiovaskular. Pada pasien yang menderita
hipertensi derajat 1, tanpa faktor risiko
kardiovaskular lain, maka
strategi pola hidup sehat merupakan tatalaksana
tahap awal, yang harus dijalani setidaknya
selama 4 - 6 bulan
Mengurangi asupan garam. Di negara kita,
makanan tinggi garam dan lemak merupakan
makanan tradisional pada kebanyakan daerah.
Tidak jarang pula pasien tidak menyadari
kandungan garam pada makanan cepat saji,
makanan kaleng, daging olahan dan sebagainya.
Tidak jarang, diet rendah garam ini juga
bermanfaat untuk mengurangi dosis obat anti
hipertensi pada pasien hipertensi derajat ≥ 2.
Dianjurkan untuk asupan garam
tidak melebihi 2 gr/ hari
Berhenti merokok. Walaupun hal ini sampai
saat ini belum terbukti
berefek langsung dapat menurunkan tekanan
darah, tetapi merokok merupakan salah satu
faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, dan
pasien sebaiknya dianjurkan untuk berhenti
merokok
• Mengurangi konsumsi alkohol. Walaupun
konsumsi alcohol belum menjadi pola hidup yang
umum di negara kita, namun konsumsi alcohol
semakin hari semakin meningkat seiring dengan
• perkembangan pergaulan dan gaya hidup,
terutama di kota besar. Konsumsi alcohol lebih
dari 2 gelas per hari pada pria atau 1 gelas
• per hari pada wanita, dapat meningkatkan
tekanan darah. Dengan demikian membatasi atau
menghentikan konsumsi alcohol sangat
• membantu dalam penurunan tekanan darah
Penurunan berat badan. Mengganti makanan
tidak sehat dengan memperbanyak asupan
sayuran dan buah buahan dapat memberikan
manfaat yang lebih selain penurunan tekanan
darah, juga dapat menghindari terjadinya
diabetes dan dislipidemia.
Bila setelah jangka waktu tersebut,
tidak didapatkan penurunan tekanan darah yang
diharapkan atau didapatkan faktor risiko
kardiovaskular yang lain, maka sangat
dianjurkan untuk memulai terapi farmakologi.
Obat obat anti Hypertensi
• 1.Diuretik
Obat jenis diuretik bekerja dengan
mengeluarkan cairan tubuh (Iewat buang air kecil),
sehingga volume cairan tubuh berkurang
mengakibatkan daya pompa jantung menjadi lebih
ringan dan berefek turunnya tekanan darah.
Digunakan sebagai obat pilihan
pertama pada hipertensi tanpa adanya penyakit
lainnya
Angiotensin converting enzyme (ACE)
inhibitor
Contoh obat yang termasuk golongan ini
adalah kaptopril.
ACE inhibitor menghambat perubahan angiotensin
I menjadi angiotensin II, dimana angiotensin II
adalah vasokonstriktor poten yang juga merangsang
sekresi aldosteron.

Obat-obat ini juga digunakan untuk mengobati gagal


jantung kongestif
Efek samping yang sering timbul adalah batuk kering,
pusing, sakit kepala .
• Angiotensin adalah hormon peptida yang
berasal dari protein angiotensinogen. Secara
singkat, aktivitas ACE ini berkaitan dengan
peningkatan tekanan darah. Angiotensinogen
di ubah menjadi angiotensin I dengan katalisis
renin. Selanjutnya angiotensin I akan di ubah
menjadi angiotensin II yang di katalisasi oleh
enzim ACE. Angiotensin II adalah suatu
vasokonstriktor dan pemacu sekresi
aldosteron. Aldosteron sendiri menyebabkan
peningkatan volume darah sehingga
meningkatkan resistensi vaskuler.
Penghambat simpatis

• Golongan obat ini bekerja denqan menghambat


aktifitas syaraf simpatis (syaraf yang bekerja pada
saat kita beraktifitas).
• Contoh obat yang termasuk dalam golongan
penghambat simpatetik adalah :
metildopa, klonodin dan reserpin.
• Efek samping yang dijumpai adalah: anemia
hemolitik (kekurangan sel darah merah kerena
pecahnya sel darah merah), gangguan fungsi hati dan
kadang-kadang Dapat menyebabkan penyakit hati
kronis. Saat ini golongan ini jarang digunakan
BETA BLOKER
• Mekanisme kerja obat antihipertensi ini adalah
melalui penurunan daya pompa jantung.
• Jenis obat ini tidak dianjurkan pada penderita
yang telah diketahui mengidap gangguan
pernafasan seperti asma bronkhial.
• Contoh obat golongan betabloker adalah
metoprolol, propanolol, atenolol dan bisoprolol.
• Beta-blocker (penyekat beta):
• salah satu obat yang digunakan untuk mengobati
• hipertensi, nyeri dada, dan detak jantung yang
tidak teratur, dan membantu mencegah serangan
jantung berikutnya. Penyekat beta bekerja
dengan memblok
• efek adrenalin pada berbagai bagian tubuh.
Bekerja pada jantung untuk
• meringankan stress sehingga jantung
memerlukan lebih sedikit darah dan oksigen
• – meringankan kerja jantung sehingga
menurunkan tekanan darah
Vaso dilatator
• bekerja langsung pada pembuluh darah
dengan relaksasi otot polos (otot pembuluh
darah).
• Yang termasuk dalam golongan ini adalah
prazosin dan hidralazin.
• Efek samping yang sering terjadi pada
pemberian obat ini adalah pusing dan sakit
kepala
• Antagonisis kalsium
• Golongan obat ini bekerja menurunkan daya pompa
jantung dengan menghambat kontraksi otot jantung
(kontraktilitas).
• Yang termasuk golongan obat ini adalah amlodipin
nifedipin, diltizem dan verapamil.
• Antagonis kalsium bekerja dengan menghambat jalan masuk
kalsium, yang dibutuhkan untuk kontraksi otot, ke dalam otot
jantung dan dinding pembuluh darah, sehingga denyut
jantung akan melambat dan pembuluh darah akan melebar.
Hal ini akan mengakibatkan turunnya tekanan darah,
mengontrol kestabilan denyut jantung, dan meredakan nyeri
dada (angina).
• Amlodipine adalah obat untuk
mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Obat ini juga bisa digunakan untuk membantu
mengatasi serangan angina pectoris. Amlodipine
bisa dikonsumsi secara tersendiri atau
dikombinasikan dengan obat lain. Dengan
menurunkan tekanan darah, obat ini membantu
mencegah serangan stroke, serangan jantung,
dan penyakit ginjal.

• Amlodipine bekerja dengan cara melemaskan
dinding dan melebarkan diameter pembuluh
darah. Efeknya akan memperlancar aliran
darah menuju jantung dan mengurangi
tekanan darah dalam pembuluh. Obat ini juga
menghalangi kadar kalsium yang masuk ke sel
otot halus di dinding pembuluh darah jantung.
Kalsium akan membuat otot dinding
pembuluh darah berkontraksi. Dengan adanya
penghambatan kalsium yang masuk, dinding
pembuluh darah akan menjadi lebih lemas.
• Agonis reseptor alpha central
(penghambat simpatis}:
• reserpin 0,05 - 0,25 mg/har
• Therapi kombinasi
• antara lain:
• -Penghambat ACE dengan diuretik
• - Penghambat ACE dengan penghambat kalsium
• -. Penghambat reseptor beta dengan diuretik
- Agonisreseptor alpha dengan diuretic
• Tata laksana hipertensi dengan obat anti
hipertensi yang dianjurkan:
• a. Diuretik:
• hidroclorotiazid
• dengan dosis 12,5 - 50 mg/hari
• b. Penghambat ACE/penghambat reseptor
angiotensin
• II : Captopril 25 - 100 mmHg
• c. Penghambat kalsium yang bekerja panjang :
nifedipin 30 - 60 mg/hari
• d. Penghambat reseptor beta:
propanolol 40 - 160 mg/hari