Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN

PASIEN DENGAN KANKER


LARING, TRAKEOSTOMI,
KANKER PARU, TUMOR
MEDIASTINUM
Kelompok 7 kelas A

Anisa Susianti
Herliana Sumardin
Asmira
Adani Novitasari
Hartina
La Ode Nur Abdul Tamrin
KANKER LARING

PENGERTIAN

Kanker Laring secara potensial dapat disembuhkan jika terdeteksi lebih dini. Kanker ini mewakili 1%
dari semua kasus kanker yang terjadi sekitar delapan kali lebih sering pada pria dibanding wanita dan
paling sering pada indovidu dengan usia 50-70 tahun.

Pertumbuhan malignan dapat terjadi dalam tiga bidang laring yang berbeda: area glotis (pita suara),
area supraglotis (area diatas glotis, termasuk epiglotis dan pita suara palsu), dan subglotis (area
dibawah glotis).
KANKER LARING

PATHWAY
ASUHAN KEPERAWATAN KANKER LARING
PENGKAJIAN
Identitas, meliputi nama pasien, jenis kelamin, umur, bangsa.
Keluhan utama
Riwayat kesehatan masa lalu
Riwayat keluarga
Pola kehidupan sehari-hari klien

Tanda dan Gejala


1) Gangguan Komunkasi Verbal
Gejala:
Kesulitan menyuarakan kata-kata, kesulitan membedakan dan mempertahankan pola komunikasi yang
biasa, gangguan dalam aosiasi kognitif, ketidakmampuan untuk menemukan dan mengenali kata-kata,
ketidakmampuan mengingat kata dan tempat yang dikenal, verbalisasi yang tidak tepat, masalah dalam
menerima impuls sensori dikirim atau mengirimkan jenis masuka yang diperluakn untuk pemahaman.

2) Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif


Gejala :
Anatomis dada yang berubah, apne, asupan tiga titik untuk bernapas (membungkuk ke depan sambil
menopang diri dengan menempatkan satu tangan pada masing-masing lutut), perubahan laju pernapas
an dan kedalaman, batuk, sianosis, berkurangnya Pa O2 dan Sa O2; meningkat PCO2, dispnea,
fremitus, menahan napas, hidung melelh, penggunaan otot aksesori.
Asuhan Keperawatan Kanker Laring
DIAGNOSA DAN INTERVENSI
1) Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas Berhubungan Dengan Obstruksi Jalan Napas (Domain 11. Ke
amanan/Perlindungan Kelas 2. Cedera Fisik Hlm.406)

Tujuan:
Status pernapasan : Kepatenan jalan napas (hlm.558)

Kriteria Hasil :
• Menunjukkan jalan napas yang paten (frekuensi pernapasan normal, tidak ada suara napas abnormal)
• Mampu mengidentifikasi dan mencegah faktor yang dapat menghambat jalan napas
• Mampu mengidentifikasi dan mencegah faktor yang dapat menghambat jalan napas
• Intervensi : Manajemen Jalan Napas Buatan (hlm.186)

Aktivitas-Aktivitas:
• Memberikan OPA atau alat bantu gigit untuk mencegah tergigitnya selang endotrakeal, dengan cara
yang tepat
• Auskultasi suara paru kanan dan kiri setelah pemasangan dan penggantian tali endrotrakeal /
trakeostomi
• Minimalisir kebocoran dan gesekan pada jalan napas buatan dengan memposisikan selang ventilator
diatas kepala, dengan menggunakan flexible catheter mounts dan swivels, dan selang pendukung saat
membalik,suksion, dan saat menghubungkan maupun melepas ventilator
Asuhan Keperawatan Kanker Laring
DIAGNOSA DAN INTERVENSI
2) Hambatan komunikasi verbal b.d hambatan fisik : trakeostomi (Domain 5. Persepsi/Kognisi Kelas 5.
Komunikasi Hlm. 278)

Tujuan: Komunikasi : mengekspresikan (hlm.230)

Kriteria Hasil :
• Mampu berkomunikasi dengan berbagai cara (bahasa tetulis, foto dan gambar, isyarat,serta non verbal)
• Kejelasan untuk berbicara
• Mampu mengkomunikasikan kebutuhan dengan lingkungan sosial.
• Adanya dukungan sosial (keluarga,teman-teman)
• Mampu beradaptasi terhadap keterbatasan secara fungsional
• Mendapatkan bantuan dari tenaga kesehatan profesional

Intervensi :
Peningkatan komunikasi : kurang bicara (hlm.335)

Aktivitas-aktivitas:
• Sediakan metode alternative untuk berkomunikasi dengan berbicara (misalnya, menulis di meja, menggunakan k
artu, kedipan mata, papan komunikasi dengan gambar dan huruf, tanda dengan tangan atau postur, dan menggu
nakan computer)
• Ulangi apa yang disampaikan pasien untuk menjamin akurasi
• Instruksikan pasien atau keluarga untuk menggunakan alat bantu bicara setelah membedahan laringektomi (eso
phageal speech, electrolarynges,tracheoesophageal fistulas)
• Gunakan penterjemah jika perlu
TRAKHEOSTOMI

PENGERTIAN

Trakheostomi adalah prosedur diaman dibuat lubang ke dalam trakea. Ketika selang indwelling di
masukkan kedalam trakea, maka istilah trakheostomi diguanakan.Trakheostomi dapat menetap
atau permanka ten. Trakheostomi dapat direncanakan terlebih dahulu atau dilakukan untuk
tindakan darurat.
TRAKHEOSTOMI

INDIKASI

1. Terjadinya obstruksi jalan nafas atas.


2. Secret pada bronkus yang tidak dapat dikeluarkan secara fisiologis, misalnya pada pasien
dalam keadaan koma.
3. Untuk memasang alat bantu pernafasan (respirator).
4. Apabila terdapat benda asing di subglotis.
5. Penyakit inflamasi yang menyumbat jalan nafas (Misal, angina Ludwig), epiglotitis dan lesi
vaskuler, neuplastik atau kraumatik yang timbul melalui mekanisme serupa.
6. Obstruksi laring
1. Karena radang akut, misalnya pada laryngitis akut, laryngitis difterika, laryngitis
membranosa, laryngo-tracheobronkhitis akut, dan abses laring.
2. Karena radang kronis, misalnya perikonderitis, neoplasma jinak dan ganas, trauma laryng,
benda asing, spasmepita suara, dan paralise nerus rekurens.
TRAKHEOSTOMI

SLANG TRAKHEOSTOMI

• Lubang trakeostomi dibuat pas dengan selang untuk mempertahankan kepatenan saluran nap
as. Slang trakeostomi bervariasi dalam komposisi jumlah bagian terpisah, bentuk, dan ukuran.
Slang trakeostomi dipilih secara spesifik untuk setiap klien.

• Diameter slang trakeostomi harus lebih kecil dibandingkan trakea sehingga dapat terletak den
gan nyaman di dalam lumen trakea
TRAKHEOSTOMI
KANKER PARU

PENGERTIAN

Kanker paru merupakan keganasan pada jaringan paru (Price, Patofisiologi, 1995). Kanker paru
adalah pembunuh nomor 1 diantara pria di USA. Namun begitu, kanker paru ini meningkat dengan
angka yang lebih besar pada wanita dibanding pada pria dan sekarang melebihi kanker payudara
sebagai penyebab paling umum kematian akibat kanker pada wanita. Pada hampir 70% pasien
kanker paru mengalami penyebaran ke tempat limfatik regional dan tempat lain pada saat
didiagnosis.
KANKER PARU
PATHWAY
ASUHAN KEPERAWATAN KANKER PARU

PENGKAJIAN

Identitas, meliputi nama pasien, jenis kelamin, umur, bangsa.


Keluhan utama
Riwayat kesehatan masa lalu
Riwayat keluarga
Pola kehidupan sehari-hari klien
Tanda dan Gejala

1) Integritas ego
Perasaan takut, Takut hasil pembedahan, Menolak kondisi yang berat/ potensi keganasan, Kegelis
ahan, insomnia, pertanyaan yang diulang-ulang.

2) Nyeri (akut)
Nyeri dada (tidak biasanya ada pada tahap dini dan tidak selalu pada tahap lanjut) dimana dapat/ t
idak dapat dipengaruhi oleh perubahan posisi, Nyeri bahu/ tangan (khususnya pada sel besar atau
adenokarsinoma)
ASUHAN KEPERAWATAN KANKER PARU
b) Diagnosa dan Intervensi

Ansietas berhubungan dengan ancaman kematian ( Domain 9 Koping/ toleransi stres, kelas 2 respons koping) hlmn 343

Tujuan: Tingkat kecemasan

Kriteria hasil:
• Klien dapat beristirahat
• Frekuensi nadi normal
• Frekuensi pernapasan normal
• Tekanan darah normal
• Intervensi: Pengurangan kecemasan

Intervensi: Pengurangan kecemasan

Aktivitas-aktivitas:
• Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan
• Jelaskan semua prosedur termasuk sensasi yang akan dirasakan
• Berikan informasi faktual terkait diagnosis, perawatan dan prognosis
• Dorong verbalisasi perasaan, persepsi dan ketakutan.
• Kaji untuk tanda verbal dan non verbal kecemasan
ASUHAN KEPERAWATAN KANKER PARU
b) Diagnosa dan Intervensi

Nyeri akut berhubungan dengan proses pembedahan ( Domain 12 kenyamanan, kelas 1 kenyamanan
Fisik hlmn 469)

Tujuan:Kontrol nyeri

Kriteria Hasil:
• Mengenali kapan nyeri terjadi
• Menggambarkan faktor penyebab nyeri

Intervensi: Manajemen nyeri

Aktivitas-aktivitas :
• Lakukan pengkajian nyeri komprehensif yang meliputi lokasi, krakteristik, onset/durasi, frekuensi, ku
alitas, intensitas atau beratnya nyeri dan faktor pencetus.
• Gali bersama dengan pasien faktor-faktor yang dapat menurunkan nyeri atau memperberat nyeri.
• Gunakan tindakan pengontrol nyeri sebelum berat
• Dukung istirahat/tidur yang adekuat untuk membantu penurunan nyeri
TUMOR MEDIASTINUM

PENGERTIAN

Tumor mediastinum adalah tumor yang terdapat di dalam mediastinum yaitu rongga di antara
paru-paru kanan dan kiri yang berisi jantung, aorta, dan arteri besar, pembuluh darah vena besar,
trakea, kelenjar timus, saraf, jaringan ikat, kelenjar getah bening dan salurannya.
(Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2003)..
TUMOR MEDIASTINUM

PATHWAY
ASUHAN KEPERAWATAN TUMOR MEDIASTINUM
a) Pengkajian

• Identitas
• Keluhan utama
• Riwayat kesehatan masa lalu
• Riwayat keluarga
• Pola kehidupan sehari-hari klien
• Tanda dan Gejala

1) Kesulitan Menelan
Tanda dan gejala: sakit saat menelan (odynophagia), tidak dapat menelan, memiliki sensasi
makanan tersangkut di tenggorokan atau dada atau di belakang tulang dada.

2) Nyeri Kronis
Tanda dan gejala: nyeri ulu hati, kemerahan pada bibir, demam berkepanjangan, meringis, ke
lelahan tidak kunjung reda.
ASUHAN KEPERAWATAN TUMOR MEDIASTINUM

b) Diagnosa dan Intervensi

1) Gangguan menelan berhubungan dengan gangguan neuromuscular (Nanda, Domain 2 nutrisi,


kelas 4 metabolisme)

Tujuan: Status menelan

Kriteria Hasil :
• Reflek menelan sesuai dengan waktunya
• Penerimaan makan

Intervensi: Terapi menelan

Aktivitas-aktivitas :
• bantu pasien berada pada posisi duduk selama 30 menit setelah makan
• bantu pasien untuk menempatkan makanan ke bagian belakang dan di bagian yang tidak sakit
• sediakan pasien/keluarga bagaimana cara mengecek adanya makanan yang terkumpul di
mulut setelah makan
ASUHAN KEPERAWATAN TUMOR MEDIASTINUM
b) Diagnosa dan Intervensi
2) Nyeri kronis ( gangguan rasa nyaman) berhubungan dengan infiltrasi tumor (Nanda, Domain 12
kenyamanan, kelas 1 kenyamanan fisik)

Tujuan: pengetahuan manajemen nyeri

Kriteria Hasil:
• tanda dan gejala nyeri
• strategi untuk mengontrol nyeri
• strategi untuk mengelola nyeri kronis
• teknik posisi yang efektif
• teknik relaksasi yang efektif
• strategi pencegahan nyeri
• sumber informasi terpercaya terkait control terhadap nyeri

Intervensi: Pengaturan posisi

Aktivitas-aktivitas :
• Posisikan [pasien] sesuai dengan kesejajaran tubuh yang tepat
• Jangan menenpatkan pasien pada posisi yang bisa meningkatkan nyeri
• Instruksikan pasien bagaimana menggunakan postur tubuh dan mekanika tubuh yang baik
ketika beraktivitas
Thank
You