Anda di halaman 1dari 45

Pembimbing: dr. Prasti Sp.

KK
PENGERTIAN
Adalah infeksi yang penularannya terutama melalui
hubungan seksual.

PENULARANNYA :
1. SEKSUAL
• Penis
• Vagina
• Anal (Dubur) dan;
• Oral (Mulut)
2. NON SEKSUAL
• Darah → Transfusi darah
→ Jarum suntik
• Jalan lahir, mis. Ibu yg menderita IMS
• Kontak tubuh / badan
• Kebersihan alat reproduksi yg tidak
terjaga baik
No Hubungan Antara Penyebab dan IMS
1 Bakteri
• Neisseria gonorrhoeae Uretritis, epididimis, servisitis, proktitis, faringitis,
kongjungtivitis, Bartholinitis

• Chlamydia trachormatis Uretritis, epididimis, servitis, proktitis, salpingitis,


• Mycoplasma hominis limfogranuloma venereum (hanya C. trachomatis)
• Ureaplasma urealyticum

• Treponema pallidum Sifilis


• Gardnerella vaginalis Vaginitis
• Donovania granulomatis Granuloma inguinale
2 Virus:
• Herpes simplex virus Herpes genital
• Herpes B virus Hepatitis fulminan akut dan kronik
• Human papilloma virus Kondiloma akuminatum, papiloma lating padaa bayi
• Molluscum contangiosum Moluskum kontangiosum
virus
• Human immunodeficiency A.I.D.S (Acqiured Immune Deficiency Syndrome
virus
No

3 Protozoa:
• Trichomonas vaginalis Vaginitis, uretritis
4 Fungus:
• Candida albicans Vulvovaginitis, balanitis, balanopostitis
5 Ektoparasit:
• Phthirus pubis Pedikulodis pedis
• Sarcoples scabiei var. hominis Skabies
• Definisi:
• Penyakit infeksi disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae
• Etiologi:
• Diplokokus negitif Gram, mudah mati (udara bebas, suhu >39C, tidak
tahan zat desinfektan
• Secara morfologi dibagi menjadi : tipe 1&2: mempunyai vili dan virulen
tipe 3,4 : tidak punya vili dan non virulen
• Menyerang mukosa epitel kuboid dan epitel gepeng belum berkembang
Gejala pd PRIA
• Dari lubang kencing keluar cairan berwarna
putih,kuning kehijauan,rasa gatal,panas dan nyeri.
• Muara lubang kencing bengkak & agak merah.
• Sakit saat kencing
Gejala pd WANITA
Umumnya tdk menimbulkan gejala. Sebagian ditemukan
pd waktu pemeriksaan kehamilan / memasang IUD.

Gejala yg mungkin timbul antara lain:


• Keputihan,kental,kekuningan.
• Nyeri pinggul bawah
• Nyeri saat haid
• Nyeri saat kencing
• Eritema, ektropion
• Duh tubuh purulen/mukopurulen
• KGB ingunal membesar, unilateral/ bilateral
• Serviks merah, edema, erosi
• Kel. Bartholin membengkak, sangat nyeri bila berjalan
1. Pewarnaan Gram
• Diplokokus Gram negatif intra/ekstrasel
1. Kultur: Koloni abu-abu bening
2. Test definitif
a. Test oksidase: koloni + tetrametil-fenilendiamin 1% warna
koloni menjadi ungu → ungu kehitaman
b. Test fermentasi: Fermentasi glukosa saja
Pria: Wanita:
• Lokal: • Bartholinitis
Tysonitis • Salpingitis
Para uretritis • P.I.D
Littritis
Cowperitis
• Asenden: Gonore disseminata
• Proktitis
Prostatitis
• Orofaringitis
Vesikulitis
• Konjungtivitis
Vas deferentis
Epididimitis
Trigonitis
Obat Pilihan :
• Sefiksim 400 mg per oral
Obat Alternatif:
• Levofloksasin 500 mg per oral, dosistunggalatau
• Tiamfenikol 3,5 gram per oral, dosistunggalatau
• Kanamisin 2 gram injeksi IM, dosistunggalatau
• Seftriakson 250 mg injeksi IM dosistunggal
DEF:
• Infeksi T. pallidum
• Kronik / sistemik
• Menyerang hampir semua alat tubuh
• Great imitator
• Fase laten
• Menular ke janin
Stadium I

Akuisita Stadium II

Stadium III
Sifilis

Dini (<2th)
Kongenital
Lanjut (>2th)

Stigmata

WHO
1. Std.dini menular <1th (SI, SII, laten dini,rekuren)
2. Std.lanjut tak menular (laten lanjut, SIII)
1. Sifilis Primer (SI)
• Masa tunas: 2-4 minggu
• Ulkus durum (afek primer) : soliter, dasargranulasi, atas serum,
takbergaung, indolen, indurasi, sekitartandaradang (-)
• Lokasi: pria:sulkuskoronarius, wanita: labia mayora, labia minora
• Sembuhsendiri ( 3-10 minggu)
• 1 minggu ulkus → limfadenitis regional → soliter, taksakit, tandaradang
(-) → kompleks primer
• SIFILIS D’EMBLEE → TAK ADA AFEK PRIMER
2. Sifilis Sekunder:
• 6-8 minggu stlh SI
• Lamanya sampai 1 th
• Gejala konstitusi ringan
• Kel.kulit great imitator
• Roseola
• Papul skuamosa, psoriasiform, kondiloma lata
• Pustula
• Mukosa
• Angina sifilitika eritematosa, kondiloma lata
• Plaque muqueuses
• Rambut: alopesia areata/difusa
• Kuku: onikia sifilitika
• Alat-alat lain:
• Kel. Limfe : limfadenitis generalisata
• Mata : uveitis ant
• Hepar : hepatitis
• Tulang : artritis
• Saraf : meningitis
3. Sifilis Laten Dini
• Gejala klinis (-)
• Infeksi masih ada / aktif
• Tes serologi (+)
4. Std. Rekuren relaps
II. Sifilis Lanjut
1. Sifilis Laten Lanjut→bisa bertahun-tahun
2. SIII
• Guma → infiltrat kronis
• Tulang → sabre tibia
• Kardiovaskuler → aneurisma aorta
• neurosifilis
SIFILIS TAHAP AWAL
SIFILIS TAHAP II
A. Pemeriksaan T.pallidum
Serum dr lesi diperiksa dg:
• Mikroskop lap.gelap
• Pewarnaan Burri
B. TSS (test serologi sifilis)
2 macam:
• Non treponemal (kardiolipin)
• Treponemal
S1: S2:
-Herpes -Erupsi obat
simpleks alergi
-Ulkus piogenik -Morbili
-Skabies -Pitiriasis rosea
-Balanitis -Psoriasis
-Ulkus mole -Kondiloma
akumnatum
1. Non Treponemal
a. Fiksasi komplemen: WR
b. Flokulasi: VDRL, RPR
interpretasi: VDRL (+) → Sifilis / lues
→ BFP
2. Test treponema
Pakai antigen Treponema
a) TPI→ paling spesifik, mahal
b) Tes Imunofluoresen (FT Abs)→ sensitif (90%)
c) TPHA → dianjurkan murah, mudah, spesifik dan sensitif
ada titer: mulai 1/80-1/160-1/320
1. Std I
• Benzatin penisilin: total dose 4,8juta U
• Mula-mula 2,4juta U/im → 1,2 → 1,2
• Atau Penisilin G Prokain : 600.000 U 10 hari
• Atau Penisilin prokain + 2 % Aluminium Monostrerat : 4,8juta U / 2x
seminggu
2. Std II
• Benzatin Penisilin : 7,2 jt U (total dose)
• Penisilin G Prokain : 12 jt U sda
• Penisilin G Prokain + 2 % aluminium Monostrearat : 7,2 jt U sda
3. Stadium 3
• Benzatin Penisilin : 9,6 jt U (total dose)
• Penisilin G Prokain : 18 jt U sda
• Penisilin G Prokain + 2 % aluminium Monostrearat : 9,6 jt U sda

• Bila alergi penisilin


• Tetrasiklin/eritromisin:4x500mg/hr
• SI : 15 hari
• SII: 30 hari
• Azitromisin: 1 x 500mg / hr → 10 hari
Definisi
• Infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Virus Papiloma
Humanus (VPH) tipe tertentu dg kel. berupa fibroepitelioma pd
kulit dan mukosa
Etiologi
• Virus Papiloma Humanus (VPH)
• Epiteliotropik (menginfeksi epitel)
• Low risk : VPH tipe 6, 11
• High risk : VPH tipe 16, 18 → Karsinoma
• M I : 1 – 8 bln ( 2 – 3 bln)
• VPH → mikrolesi
• Daerah yang mudah trauma saat hub. seks
• ♂ : gland penis, sulkus coronarius, batang penis, frenulum
• ♀ : fourchette posterior, vestibulum
• 3 bentuk :
• Akuminata :
• Daerah lipatan dan lembab
• Vegetasi betangkai, permukaan berjonjot spt jari
• Papul :
• Daerah dg keratinisasi sempurna
• Papul, permukaan halus dan licin, multipel, diskret
• Datar :
• Makula /tidak tampak dengan mata telanjang
• 2 bentuk yang berhubungan dengan keganasan
• Giant condyloma Buschke-Lowenstein
• Papulosis Bowenoid
• Tes asam asetat (Acetowhite)
• Lidi kapas + As. asetat 5% → putih
• Kolposkopi → KA subklinis
• Histopatolog
• Bergantung pada besar, lokasi, jenis, jumlah lesi, keterampilan
dokter
• Kemoterapi
• Tinktur podofilin 15-25% 4-6 jam:2x/ mgg ≤ 0,5 cc
• Podofilotoksin 0,5% : 2 x sehari, 3 hari
• Asam triclorasetat 50% : 1 x seminggu
• Krim 5-fluorourasil 1-5% : setiap hari (tdk miksi 2 jam)
• Imiquimod
• Bedah
• B. skalpel
• B. listrik
• B. beku
• B. laser
• Interferon
• IF α,β, IM
• Immunoterapi
• Infeksi saluran urogenital bagian bawah pada wanita maupun
pria dapat bersifat akut maupun kronik

• Insidens: penularan umumnya melalui hubungan kelamin, tetapi


dapat juga melalui pakaian, handuk, atau berenang.

• Penyebab: Trichomoniasis vaginalis


• Patogenesis: T. vaginalis menyebabkan peradangan pada
dinding saluran urogenital dengan cara menginvasi sampai
mencapai lapisan epitel dan sub epitel.
• Masa tunas 4 hari sampai 3 minggu

• Gejala klinis:
Pada wanita:
- Sekret vagian seropurulen berwarna kekuning-kuningan, kuning-
hijau, berbau tidak enak, dan berbusa.
- Dinding vagina tampak kemerahan dan sembab
- Kadang terbentuk abses kecil pada dinding vagina dan serviks
yang tampak sebagai granulasi berwarna merah (strawberry
appearance)
• Gejala klinis
Pada laki-laki:
- gambaran klinis lebih ringan berupa disuria, poliuria, sekret
uretra mukoid atau mukopurulen.
- Urin jernih tetapi kadang-kadang ada benang-benang halus

• Diagnosis:
- Pewarnaan Giemsa, gram, papanicolau
• Pengobatan:
• Secara topikal:
- irigasi: hidrogen peroksida 1-2% dan larutan asam laktat 4%
- Supositoria: bubuk yang bersifat trikomoniasidal
- Gel dan krim yang berisi zat trikomoniasidal

• Secara sistemik (oral)


- Obat yang digunakan gol derivat nitromidazol
Metronidazol : dosis tunggal 2 gram atau 3x500mg/hari slm 7 hr
Nimorazol: dosisi tunggal 2 gr
Tinidazol: dosis tunggal 2 gr
Omidazol: dosis tunggal 1,5gr
• Definisi: penyakit yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis

• Epidemiologi: terdapat di wilayah tropis dan subtropis

• Masa tunas penyakit 1-4 minggu

• Gejala klinis :
Gejala konstitusi:malese, nyeri kepala, artralgia, anoreksia
Dini: afek primer ( erosi, papul, miliar, vesikel, pustul, dan ulkus)
Sindrom inguinal: kelenjar inguinal akan berbenojl-benjol,
berkonfluensi
• Sindrom genital: edema, elefantiasis, terbentuk fistul-fistul dan ulkus
• Sindrom anorektal: limfadenitis dan periadenitis,abses
• Sindroma uretral: infiltrat di uretra posterior, abses, fistel

• Diagnosis:
- Tes Frei
- Tes fiksasi komplemen

• Diagnosis banding:
- Skrofuloderma
- Limfadenitis piogenik
- Limfadenitis karna ulkus mole
• Tatalaksana
• Sulfametoksasol 400 mg
• Trimetroprim 80 mg
• Tetrasiklin 3x500mg/hari
• Ulkus mole merupakan golongan penyakit yang ditularkan
melalui hubungan seksual

• Etiologi: Haemophilus ducreyi (tidak membentuk spora, gram


negatif, anaerob fakultatif)

• Gejala klinis:
Masa inkubasi 1-14 hari
Lesi multipel, papul, vesiko-pustul
Ulkus: kecil, lunak pada perabaan, berbentuk cawan, pinggir tidak
rata, sering bergaung dikelilingi halo yang eritem
• Jenis-jenis bentuk klinis
- Ulkus mole folikularis
- Dwarf chancroid
- Transient chancroid
- Papular chancroid
- Giant chancroid
- Bubo

Diagnosis:
- Pemeriksaan sedian apus
- Biakan kuman
- Biopsi
- IF
- Autoinokulasi
• Diagnosis banding :
- Herpes genitalis
- Sifilis stadium 1
- Limfogranuluma venerum

Tatalaksana:
Sistemik:
- Sulfonamida: dosis pertama 2-4 gr dilanjutkan 1 gram tiap 4
jam (10-14 hari)
- Streptomisin : 1 gr disuntikkan selama 7-14 hari
- Penisilin
- Tetrasiklin 4x500mg/hari selama 10-20 hari
- Kloramfenikol
- Eritromisin : 4x500mg sehari selama 1 minggu