Anda di halaman 1dari 11

PELARUT ANORGANIK NON AIR

Kelompok 6
Zurima Ropika (06101181520079)
Intan Kemalasari (06101181520021)
Inneke Kusumawati (06101181520004)
HIDROGEN FLUORIDA

Hidrogen fluorida, HF, adalah gas tak bewarna, berasap,


bertitik didih rendah (mp -83oC dan bp 19.5oC), dengan bau
yang mengiritasi. Gas ini biasa digunakan untuk mempreparasi
senyawa anorganik dan organik yang mengandung fluor.
Karena permitivitasnya yang tinggi, senyawa ini dapat
digunakan sebagai pelarut non-air yang khusus. Larutan dalam
air gas ini disebut asam fluorat dan disimpan dalam wadah
polietilen karena asam ini menyerang gelas

Hidrogen Flourida
LANJUTAN

HF merupakan pelarut reaktif dalam fluorinasi elektrokimia


senyawa organik. Dalam pendekatan ini, HF teroksidasi dengan
adanya hidrokarbon dan fluorine yang menggantikan ikatan C-
H dengan ikatan C-F. Asam karboksilat perfluorinasi dan asam
sulfonat diproduksi dengan cara ini.
SIFAT KIMIA DAN FISIKA
a.Keadaan fisik : Cairan berasap atau gas pada suhu < 19oC, tidak berwarna,
baunya mengiritasi sangat kuat.
b.Titik lebur : - 83 °C

c.Titik didih : 20 °C

d.Suhu kritis : 188 °C, pada 64 atm

e.Tekanan uap : 917 mmHg pada 25 °C; 760 mmHg pada 20 °C

f.. Kerapatan uap : 0,7 (udara = 1)

g.Berat jenis : 0,987 0,991(air = 1)

h.pKa : 3,19 ; bersifat asam lemah

i.Indeks refraksi : 1,1574 pada 25 °C

j.Ambang bau : Di udara terdeteksi pada 0,5 – 3 bpj. Ambang bau terendah
0,0333 mg/m3; tertinggi 0,1333 mg/m3; kadar yang mengiritasi
4,17 mg/m3
k.Kelarutan : Larut dalam air dan etanol, larut sedikit dalam eter, benzena,
toluen, m-ksilen dan tetrahidronaftalen.
KEGUNAAN

Hidrogen fluorida digunakan dalam produksi aluminium dan


chlorofluorocarbon, dan industri kimia dan dalam pengawetan
stainless steel. Dan berikut adalah penjelasan tentang Hidrogen
Fluorida semoga bermanfaat bagi yang membacanya.

Toluena
BROMIN TRIFLORIDA (BRF3)

Bromin Trifluorida adalah pelarut anorganik pengion yang kuat dan


merupakan padatan berwarna kuning yang memiliki titik beku pada
suhu 90C serta titik didih 1260C.
Bromine trifluoride adalah agen pengoksidasi yang sangat reaktif. Ia
bereaksi keras untuk mengembangkan oksigen setelah berhubungan
dengan air. Dan itu bisa mempercepat pembakaran bahan yang mudah
terbakar.
Kemungkinan akan menyebabkan kebakaran atau ledakan setelah
dicampur dengan zat-zat berikut yang mengandung hidrogen: asam
asetat, amonia, benzena, etanol, 2-pentanon, hidrogen, hidrogen
sulfida, metana, gabus, kertas minyak, lilin.
Pencampuran dengan asam, halogen, amonium halida, halida logam,
logam, bukan logam, atau oksida logam pada suhu sekitar ambient atau
sedikit di atas telah menghasilkan reaksi kekerasan.
Secara khusus, ia bereaksi berbahaya dengan asam nitrat, asam
sulfat, klorin, yodium, amonium klorida, kalium iodida, bubuk
boron, selenium, telurium, bubuk aluminium, bismuth, serbuk
kobalt, serbuk besi, arsenik, serbuk nikel, kromium trioksida,
arang, fosfor merah, sulfur dioksida, magnesium oksida.
BrF3 hanya terdapat pada pelarut aprotik untuk dipostulasikan
secara ionisasi pada BrF3 yang didukung oleh isolasi dan
karakterisasi dengan difraksi sinar-X asam dan basa, dan
menggunakan titrasi konduktimetrik pada BrF3.
Konduktifitas tertentu dari BrF3 adalah 8 x 10-3 ohm-1 cm-
1 pada 250C. Permitivitas relatif sekitar 107. Proses ionisasi

terjadi sesuai dengan persamaan sebagai berikut :


2BrF3 → BrF2+ + BrF4-
Dari proses ionisasi tersebut, produk yang dihasilkan berupa
BrF2+ yang bertindak sebagai asam dan BrF4- sebagai basa.
Walaupun tidak seperti air, banyak garam fluorida mudah larut
dalam larutan bromin trifluorida dan akan bereaksi membentuk
basa konjugasi (solvobase). Jadi, di dalam BrF3, suatu basa
adalah garam yang menyediakan ion F-, yaitu seperti
kalium fluorida (KF) yang bertindak sebagai basa dalam
larutan BrF3, dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
KF + BrF3 → KBrF4 (basa konjugasi)
KEAMANAN

Keamanan: Beracun dan korosif. Sangat reaktif, oksidator kuat.


Reaksi eksplosif atau keras dengan bahan organik, air, aseton,
ammonium halida, antimon, antimon triklorida oksida, arsenik,
benzena, boron, bromin, karbon, karbon monoksida, karbon
tetraklorida, karbon tetraiodida, klorometana, kobalt, eter, halogen,
yodium, bubuk molibdenum, niobium, 2-pentanon, fosfor, kalium
heksakloroplatinat, piridin, silikon, minyak silikon, belerang,
tantalum, timah diklorida, titanium, toluena, vanadium, uranium,
uranium hexafluoride. Tidak kompatibel dengan Sb2O3, BaCl2,
Bi2O5, CdCl2, CaCl2, CsCl, LiCl, MnIO3, logam, Nb2O5, PtBr4,
PtCl4, (Pt + KFO), KBr, KCl, KI, RhBr4, RbCl, AgCl, NaBr, NaCl,
NaI, Ta2O5, Sn, W, UOx, karet, plastik. Produk reaksi dengan piridin
menyala ketika kering. Ketika dipanaskan hingga dekomposisi, ia
memancarkan asap beracun F− dan Br−.
DINITROGEN TETRAOKSIDA (N2O4)

Dinitrogen tetroksida adalah oksidator kuat yang sangat


beracun dan korosif. Memiliki titik lebur -12°C-21°C dan
memiliki nilai permitivitas relatif yang kecil yaitu 2,42,
sehingga merupakan pelarut yang buruk untuk sebagian besar
senyawa anorganik. Dinitrogen tetroksida membentuk suatu
campuran kesetimbangan dengan nitrogen dioksida.
Dinitrogen tetroksida tidak berwarna tetapi dapat muncul
sebagai cairan kuning kecoklatan karena adanya NO2
Menurut kesetimbangan berikut :
N2O4 ⇌ 2 NO2
Ionisasi yang terjadi sesuai persamaan reaksi berikut :
N2O4 ⇌ NO+ ( nitrosonium ) + NO3- ( nitrat )
Contohnya: 4N2O4 + Zn → [Zn(NO3)4]2- + 2 NO+ + 2 NO
REFERENSI

Ardhan, M. 2016. Hidrogen Fluorida. (Online). https://www.usu.ac.id. Diakses pada


3 April 2018

Anda mungkin juga menyukai