Anda di halaman 1dari 67

Case Report Session

DENGUE HEMORHAGIC
FEVER’

Rika Desviorita
06923032

Preseptor :
Prof.Dr.Darfioes Basir,Sp.A(K)
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
Dengue Hemoragic Fever (DHF) adalah penyakit
demam akut yang ditandai dengan:
• Demam yang tinggi
• Uji tourniquet positif
• Manifestasi perdarahan
• Hepatomegali
• Trombositopenia
• Hemokonsentrasi dan perembesan plasma.
EPIDEMIOLOGI

Istilah DHF pertama kali digunakan di Filipina pada


tahun 1953. Pada tahun 1958 terjadi epidemi DHF di
Bangkok dan Hanoi. Beberapa negara lain pernah
dilaporkan juga epidemi akibat virus dengue tipe 2
diantaranya, di Malaysia (1962-1964), Saigon (1965)
dan Calcutta (1963) dengan virus dengue tipe 2 dan
chikunguya.
EPIDEMIOLOGI

• Di Indonesia DHF pertama kali dicurigai


di Surabaya pada tahun 1968, tetapi
konfirmasi virologis baru diperoleh pada
tahun 1970.
• Di Jakarta kasus pertama : tahun 1969
EPIDEMIOLOGI

• Kemudian Bandung (1972), Yogyakarta (1972).


• Epidemi pertama diluar Jawa, tahun 1972 di
Sumatera Barat dan Lampung, disusul oleh Riau,
Sulawesi Utara dan Bali (1973).
• Tahun 1974 epidemi di Kalimantan Selatan dan
Nusa Tenggara Barat.
EPIDEMIOLOGI

• Angka kesakitan rata-rata DHF di


Indonesia mencapai nilai tertinggi pada
tahun 1998 yaitu 35,19 per 100.000
penduduk dengan jumlah penderita
72.133 orang.
ETIOLOGI
• Virus Dengue  group B Arthropod borne virus
(Arbovirus) dan sekarang dikenal sebagai genus
flavivirus, famili Flaviviridae yang mempunyai 4 jenis
serotipe Den-1, Den-2, Den-3 dan Den-4. Serotipe
Den-3 adalah serotipe yang dominan dan tampak
berhubungan dengan kasus berat.
4 serotipe :
•DEN-1
•DEN-2
• DEN-3
•DEN-4
paling banyak sebagai penyebab DEN-3
• Urutan infeksi serotipe juga merupakan suatu resiko
karena lebih dari 20 % urutan infeksi virus Den-1
yang disusul Den-2 mengakibatkan renjatan,
sedangkan faktor resiko terjadinya renjatan untuk
urutan virus Den-3 yang diikuti oleh Den-2 adalah 6
% dan Den-4 yang diikuti Den-2 adalah 2 %.
CARA PENULARAN
Manusia(viremia)

Virus dengue

Nyamuk Aedes
Aedes Aegypty

manusia
PATOGENESIS

“Hipotesis the secondary heterologous


infection”

Patogenesis terjadinya syok


Patogenesis perdarahan
MANIFESTASI KLINIS
• Demam tinggi
• Perdarahan
• Hepatomegali
• Kegagalan sirkulasi
Diagnosis

 Kriteria klinis
1. Demam tinggi mendadak tanpa sebab
yang jelas 2-7 hari
2. Perdarahan
3. Pembesaran hati
4. Syok
 Laboratorium
1. Trombositopenia
2. Hemokonsentrasi

DHF 2 atau 3 klinis pertama +


trombositopenia dan hemokonsentrasi
DERAJAT DHF
• Derajat I
Demam disertai gejala tidak khas dan satu-satunya manifestasi
perdarahan adalah uji tourniquet positif.
• Derajat II
Derajat I disertai perdarahan spontan di kulit dan atau perdarahan lain.
• Derajat III
Ditemukannya tanda-tanda sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lembut,
tekanan nadi menurun atau hipotensi disertai kulit dingin, lembab dan
pasien menjadi gelisah
• Derajat IV
Syok berat, nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak dapat diukur.
WHO guidelines for the diagnosis of dengue haemorrhagic fever (DHF) and
dengue shock syndrome (DSS).
PEMERIKSAAN
PENUNJANG

• darah perifer, kadar hemoglobin,


leukosit dan hitung jenis, hematokrit,
trombosit
• Uji serologis, uji hemaglutinasi inhibisi
• Pemeriksaan radiologis
Penatalaksanaan
• Penggantian volume plasma segera
• Koreksi Cairan dan elektrolit
• Terapi oksigen
• Transfusi darah
• Monitoring
• Pemulangan
PROGNOSIS

• Kematian telah terjadi pada 40-50 %


penderita dengan syok, tetapi dengan
perawatan intensif yang cukup, kematian
akan kurang dari 2 %. Ketahanan hidup
secara langsung terkait dengan manajemen
awal
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
• Nama : ZAA/ 72.47.32
• Umur : 5 Tahun 6 Bulan
• Jenis kelamin:Perempuan
• Suku bangsa : Minang
ANAMNESIS
Seorang anak perempuan usia 5 tahun 6
bulan dirawat di bagian IKA RSUP Dr. M.
Djamil Padang pada tanggal 16 Januari
2011 dengan :
Keluhan Utama:
Kaki dan tangan teraba dingin 3 jam yang
lalu
Riwayat Penyakit Sekarang:
• Demam sejak 4 hari yang lalu,tinggi, terus menerus,
tidak menggigil, tidak berkeringat dan tidak disertai
kejang.
• Nyeri perut terutama di ulu hati sejak 1 hari yang lalu,
hilang timbul
• Tampak bintik kemerahan pada kaki kanan dan kiri
bawah sejak 1 hari yang lalu
• Keluar darah dari gusi 8 jam yang lalu, jumlah 1-2 tetes,
berhenti sendiri
• Kaki dan tangan teraba dingin 3 jam yang
lalu
• Mual dan muntah tidak ada
• Buang air kecil jumlah sedikit, warna lebih
pekat, terakhir 4 jam yang lalu
• Buang air besar warna dan konsistensi biasa
Anak telah dilakukan pemeriksaan laboratorium 2 hari
yang lalu atas inisiatif orang tua sendiri, dengan hasil
Hemoglobin 12,8 gr%, Hematokrit 42%, Trombosit
302.000/mm3. 3 jam yang lalu, kaki dan tangan teraba
dingin, anak kemudian dibawa ke Sp.A (RS Swasta) dan
telah diberikan cairan Ringer Laktat sebanyak 300cc.
Hasil laboratorium saat itu Hemoglobin 14,3 gr%,
hematokrit 42%, trombosit 42.000/mm3. Anak di kirim ke
RSUP DR M.Djamil dengan keterangan DHF Grade III.
Riwayat Penyakit Dahulu:

Tidak pernah menderita demam berdarah


sebelumnya.
Riwayat Penyakit Keluarga
Kakak pasien memiliki keluhan yang sama dan
dicurigai menderita demam berdarah.
2 hari yang lalu telah dilakukan pemeriksaan
laboratoriumdengan hasil Hemoglobin 15,2 gr%,
hematokrit 47 %
trombosit 36.000/mm3
tidak berobat ke dokter, hanya menggunakan obat
herbal(curcuma)
• Riwayat Kehamilan:
Selama hamil ibu tidak pernah menderita
penyakit berat, tidak mengkonsumsi obat-
obatan/jamu, tidak pernah mendapatkan
penyinaran, kontrol kehamilan teratur ke dokter
spesialis, mendapatkan imunisasi TT 2X dan
lama hamil cukup bulan.
Riwayat Persalinan

• Anak ke 2 dari 2 bersaudara. Lahir SC atas


indikasi partus lama , saat lahir langsung
menangis kuat dengan berat badan lahir
3200 gr dan panjang badan 50 cm, tidak
ditemukan kelainan bawaan saat lahir
Riwayat Makanan dan
Minuman
Bayi : ASI dari lahir sampai anak berumur 1 tahun
Bubur susu mulai umur 6 bulan
Buah, biskuit mulai umur 8 bulan
Nasi tim mulai umur 8 bulan
Anak : Makanan utama makan nasi biasa 3 kali
Terdiri dari daging, ikan, telur, sayur mayur dan buah-
buahan.

Kesan makanan dan minuman : kualitas cukup, kuantitas


cukup.
Riwayat Imunisasi

• BCG : umur 1 bulan scar (+)


• DPT : I. 2 bulan II. 4 bulan
III.6bulan
• Polio : I.2 bulan II.4 bulan
III.6bulan
• Hepatitis B : I. 2 bulan II. 4 bulan
III. 6 bulan
• Campak : 9 bulan

Kesan : Imunisasi dasar lengkap


Riwayat Keluarga

Saudara :
• Perempuan, 11 tahun, sakit
• OS
Orang tua :
• Ayah berumur 38 tahun, tamatan D1, Pekerjaan swasta
• Ibu berumur 38 tahun, tamatan D3, Pekerjaan Ibu
Rumah Tangga
Riwayat Tumbuh Kembang
• Tengkurap : 4 bulan
• Duduk : 6 bulan
• Merangkak : 7 bulan
• Berdiri : 8 bulan
• Gigi pertama: 6 bulan
Fisik • Bicara : 10 bulan

Kesan : pertumbuhan normal


• Isap jempol (-)
• gigit kuku(-)
• sering mimpi(-)
• mengompol(-)
• aktif sekali(-)
• apati (-)
• Membangkang (-)
• ketakutan (-). Mental

Kesan:
Perkembangan
mental baik.
PEMERIKSAAN
FISIK
Vital sign
• Keadaan umum : • Berat badan :
Sakit sedang 14 kg
• Kesadaran : Sadar • Tinggi badan: 107cm
• Tekanan darah : 110/70 • Status gizi :
• Frekuensi nadi : 90x/menit – BB/U 73,6%
• Frekuensi napas: – TB/U 96,3%
24x/menit – BB/TB 77%
• Suhu : 37oC
Kesan : gizi kurang
Pemeriksaan Sistemik
• Kulit : Teraba hangat, tampak petechie
pada kaki kanan dan kiri bawah, jumlah ± 6
buah
• Kepala : Bentuk bulat, simetris, rambut hitam,
lebat, dan tidak mudah dicabut.
• Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera
tidak ikterik, pupil isokor, reflek cahaya +/+
normal.
• Mulut : Mukosa bibir dan mulut basah
Tidak tampak perdarahan dari gusi
• Telinga : Tidak ditemukan kelainan
• Hidung : Tidak ditemukan kelainan
• Tenggorokan : Tonsil T1-T1 tidak hiperemis, faring tidak
hiperemis
• Leher : Tidak ada pembesaran
KGB, JVP 5-2 cmH2O
Dada

Paru Jantung :
• I : Normochest, • I :Iktus tidak terlihat
simetris kiri dan kanan,retraksi • Pa :Iktus teraba 1 jari
(-) medial LMCS
RIC V
• Pa : Fremitus kiri sama
dengan kanan • Pe :
– Atas : RIC II,
• Pe : Sonor
– kiri : 1 jari medial LMCS, RIC V
• Au :Vesikuler, ronkhi -/-
– Kanan: linea sternalis dekstra
wheezing -/-
• Au :Irama teratur,bising(-)
Abdomen

I : Distensi tidak ada


Pa : Supel, hepar teraba 1/4-1/4 konsistensi
kenyal, permukaan rata, pinggir tajam, lien tidak
teraba
Pe : Timpani
Au: Bising usus (+) normal
• Punggung :
Tidak ada kelainan
• Alat kelamin :
Tidak ada kelainan
• Ekstremitas :
– Akral hangat,
– Refilling kapiler baik,
– reflek fisologis +/+,
– reflek patologis -/-
Pemeriksaan Laboratorium
• Darah :
– Hb : 14,6 gr%
– Ht : 44 vol%
– Leukosit : 11.200/mm3
– Hitung jenis: 0/0/6/52/38/1
– Trombosit : 16.000/mm3
• Urine :
– Protein (-)
– Urobilin (+)
– Reduksi (-)
– Bilirubin (-)
– Eritrosit (-)
DIAGNOSIS KERJA

• DHF grade III


(syok sudah teratasi)
RENCANA PEMERIKSAAN

•Pemeriksaan Hb-Ht / 4 jam


•Trombosit / 24 jam
•Kontrol vital sign
•Balance cairan
• Serologi anti dengue IgG dan IgM
TERAPI

• O2 2 Liter/menit
• IVFD Ringer Laktat 10cc/kgBB/jam 
35 tetes/menit (makro)
• Banyak minum
• Makanan lunak 1200 Kkal
• Paracetamol 150 mg bila T ≥ 38,50 C
FOLLOW UP
16/1/2011
Rawat semi intensif 22.30 ( 30 menit post koreksi)

 Demam (+)
 Nyeri perut (+)
 Mual (-)
S/  Muntah
 sesak (-)

 Perdarahan baru (-)


 BAK (-)

Belum ada

 KU Sedang
 Kesadaran Sadar
O/  Nadi 92x/i
 TD
 Nafas 100/60

 suhu 28x/i
 akral 37,5oC

Akral hangat,perfusi baik, sianosis (-)

Kesan
Th/ - O2 2 Liter/menit
- IVFD Ringer Laktat 10cc/kgBB/jam = 35 tetes/menit makro
- Banyak minum
- Paracetamol 150 mg bila T ≥ 38,50C
- Diet ML 1200 Kkal
Rawat semi intensif 16/1/2011
02.30
S/  Demam (+)
 BAK 100cc

Anak kurang mau minum

 KU Sedang
 Kesadaran Sadar
O/  Nadi
90x/i
 TD
 Nafas 100/60

 suhu 26x/i
 Akral
370C

Akral hangat, perfusi baik, sianosis (-)

14,6 gr %
•Hb
lab •Ht 44%
•Trombosit
18.000/ mm3
Kesan - Trombositopenia
- Tidak terdapat penurunan hematokrit
Th/ - O2 2 Liter/menit
- IVFD Ringer Laktat 10cc/kgBB/jam = 35 tetes/menit makro
- Banyak minum
- Paracetamol 150 mg bila T ≥ 38,50C
- Diet ML 1200 Kkal

- Cek Hb, Ht / 4 jam


- Cek trombosit/ 24 jam
- Kontrol vital sign
P/ - Balans cairan /24 jam
Rawat semi intensif 16/1/2011
06.00
S/  Demam (-)
 BAK
200 cc

 KU Sedang
 Kesadaran
Sadar
O/  Nadi
 TD 90x/i
 Nafas 100/60
 suhu
 Akral 24x/i

36,70C

Akral hangat, perfusi baik, sianosis (-)

Kesan Hemodinamik stabil

- O2 2 Liter/menit
Th/ - IVFD Ringer Laktat 10cc/kgBB/jam = 35 tetes/menit makro
- Banyak minum
- Paracetamol 150 mg bila T ≥ 38,50C
- Diet ML 1200 Kkal

- Cek Hb, Ht / 4 jam


- Cek trombosit/ 24 jam
- Kontrol vital sign
P/ - Balans cairan /24jam
Input po : 200cc
Pe : 1000cc
Total 1200cc
Output IWL : 280
Urine : 300
Total 580
Balans : + 620
Rawat semi intensif 17/1/2011
07.00
S/  BAK Ada, warna biasa,

 KU Sedang
 Kesadaran
Sadar
O/  Nadi
 TD 100x/i
 Nafas 90/60
 suhu
 Akral 28x/i

36,80C

Akral hangat, perfusi baik, sianosis (-)

12,8 gr%
•Hb
38 vol%
lab •Ht
•Trombosit 24.000/mm3

Kesan - Tidak terjadi penurunan hematokrit


- Trombositopenia
Th/ - O2 2 Liter/menit
- IVFD Ringer Laktat 10cc/kgBB/jam = 35 tetes/menit makro
- Banyak minum
- Paracetamol 150 mg bila T ≥ 38,50C
- Diet ML 1200 Kkal

- Cek Hb, Ht / 4 jam


- Cek trombosit/ 24 jam
- Kontrol vital sign
P/ - Balans cairan /24 jam
Rawat semi intensif 17/1/2011
13.00
S/  BAK Ada, warna biasa

 KU Sedang

 Kesadaran Sadar
O/  Nadi 100x/i
 TD

90/60
Nafas
 suhu 26x/i

 Akral 36,80C

Akral hangat, perfusi baik

• Hb 11,7gr%
lab •Ht 35 vol%
•Trombosit 15.000/mm3

Kesan - Tidak terjadi penurunan hematokrit


- Trombositopenia
- O2 2 Liter/menit
Th/ - IVFD Ringer Laktat 7cc/kgBB/jam = 24 tetes/menit makro
- Banyak minum
- Paracetamol 150 mg bila T ≥ 38,50C
- Diet ML 1200 Kkal

- Cek Hb, Ht / 4 jam


- Cek trombosit/ 24 jam
- Kontrol vital sign
P/ - Balans cairan/24 jam
Rawat semi intensif 18/1/2011
06.00
S/  BAK Ada, warna biasa

 KU Sedang

 Kesadaran Sadar
O/  Nadi 92x/i
 TD 100/60
 Nafas
28x/i
 suhu
 Akral 37,10C

Akral hangat, perfusi baik

• Hb
lab •Ht
•Trombosit
Kesan Hemodinamik stabil Input po : 600cc
Pe : 2000cc
- O2 2 Liter/menit
Th/ - IVFD Ringer Laktat Total 2600cc
5 cc/kgBB/jam = 18 tetes/menit Output IWL : 280cc
Urine :1350cc
makro Total 1630cc
- Banyak minum Balans : + 970
- Paracetamol 150 mg bila T ≥ 38,50C Diuresis: 4cc/kgBB/jam
- Diet ML 1200 Kkal

- Cek Hb, Ht serial


- Cek trombosit/ 24 jam
- Kontrol vital sign
P/ - Balans cairan/24ja,
Rawat semi intensif 18/1/2011
13.00
S/  BAK Ada, warna biasa

 KU Sedang

 Kesadaran Sadar
O/  Nadi 98x/i Input po : 600cc
 TD Pe : 2000cc

100/60 Total 2600cc
Nafas
 suhu 24x/i Output IWL : 280cc
Urine :1350cc
 Akral 36,80C Total 1630cc
Akral hangat, perfusi baik Balans : + 970
Diuresis: 4cc/kgBB/jam
• Hb 12,6 gr%
lab •Ht
38 vol%
•Trombosit
31.000/mm3
Kesan - Hemodinamik stabil
- O2 2 Liter/menit
Th/ - IVFD Ringer Laktat 5cc/kgBB/jam = 18 tetes/menit makro
- Banyak minum
- Paracetamol 150 mg bila T ≥ 38,50C
- Diet ML 1200 Kkal
- Balance cairan / 24 jam

P/
DISKUSI
Anak perempuan umur 5 tahun

anamesis
pemeriksaan fisik
laboratorium rutin.

WD/
DHF grade III
( syok sudah teratasi)
ANAMNESA
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
FISIK

•Demam sejak 4 hari yang lalu,


tinggi, terus menerus, tidak
menggigil, tidak berkeringat dan
tidak disertai kejang. • Kulit teraba hangat,
•Nyeri perut terutama di ulu hati
tampak petechie peningkatan
sejak 1 hari yang lalu, hilang timbul
•Tampak bintik kemerahan pada pada kaki kanan Hematokrit
kaki kanan dan kiri bawah sejak 1 dan kiri bawah,
hari yang lalu
•Keluar darah dari gusi 8 jam yang jumlah ± 6 buah. Penurunan
lalu, jumlah 1-2 tetes, berhenti • Hepar teraba 1/4-
sendiri 1/4 konsistensi trombosit
•Kaki dan tangan teraba dingin 3
jam yang lalu kenyal, permukaan
•Buang air kecil jumlah sedikit, rata, pinggir tajam.
warna lebih pekat, terakhir 4 jam
yang lalu