Anda di halaman 1dari 37

KONTRASEPSI

by Dhayaning Martha
KB

Hormonal Non-Hormonal

Metode
Senggama
Progestin Kombinasi Amenore KB Alamiah KB Barrier AKDR
terputus
Laktasi

Mini Pil Kalender Kondom Inert


Pil

Injeksi Injeksi Lendir cervix Diafragma Tembaga

Metode suhu
Implan Spermisida
basal

KONTAP
AKDR
(levanogestrel)

MOW
MOP
Histerektomi, Vasektomi
Tubektomi
PRINSIP KB

MENGATUR
MENUNDA
JARAK
KEHAMILAN
KELAHIRAN
HORMONAL
PRINSIP KB HORMONAL
 Mengandung progestin (hormon yang bekerja mirip dengan
progesteron) and estrogens.
 Tujuan utama adalah menghambat ovulasi
Menekan hormon FSH dan LH

Menghambat perkembangan folikel

Akibatnya estrogen tidak naik

Tidak terjadi LH surge dan tidak terjadi ovulasi.


1. PIL KB
Terdapat 2 jenis pil KB;
Paketan
 Pil 28 hari
diminum setiap hari
 Pil 21 hari
diminum hari ke 5
setelah menstruasi
sampai pil habis
PIL KB
 Dosis:
 Tablet dosis tinggi (High Dose): Berisi 50 Mcg.
Adalah tablet yang mengandung estrogen 50 – 150 Mcg
dan progesteron 1 – 10 Mg.
 Pil dosis rendah (Low Dose)): Berisi 30 Mcg.
Adalah pil yang mengandung 30 – 50 Mcg estrogen dan
kurang dari 1 Mg Progesteron.
 Pil Mini
Adalah pil yang mengandung hormon progesteron
kurang dari 1 Mg.
CARA PENGGUNAAN PIL KB
 Pada strip yang berisi 28 tablet terdiri dari 21 tablet yang
mengandung hormne estrogen dan progesteron, serta 7
tablet yang mengandung vitamin. (diminum setiap hari
sejak mens)
 Pada strip yang berisi 21 tablet, kesemuanya mengandung
hormone estrogen dan progesteron. (diminum hari ke 5
mens)
CARA KERJA PIL KB
 Menekan ovulasi yang akan mencegah lepasnya sel telur
wanita dari indung telur.
 Mengendalikan lendir mulut rahim sehingga sel
mani/sperma tidak dapat amasuk ke dalam rahim.
 Menipiskan lapisan endometriun.
PIL KB
 Keuntungan
 Memiliki evektifitas yang tinggi (hampir menyerupai efektifitas
tubektomi), apabila digunakan setiap hari (1 kehamilan per 1000
perempuan dalam tahun pertama penggunaan)
 Resiko terhadap kesehatan sangat kecil
 Tidak terganggu hubungan seksual
 Siklus haid menjadi teratur, jumlah darah haid berkurang (mencegah
anemia), dan tidak terjadi nyeri haid.
 Dapat digunakan jangka panjang selama masih ingin menggunakan untuk
mencegah kehamilan.
 Dapat digunakan sejak usia remaja sampai menopaus.
 Mudah dihentukan setiap saat.
 Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihenikan
 Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat.
PIL KB
 Kerugian
 Mahal dan membosankan karena harus menggunakanya setiap hari.
 Mual, terutama pada tiga bulan pertama
 Perdarahan bercak atau perdarahan sela, terutama pada tiga bulan pertama
 Pusing
 Nyeri payudara
 Berat badan naik sedikit, namun pada perempuan tertentu kenaikan berat
badan justru meililki dampak positif.
 Berhenti haid (amenorhea), jarang terjadi pada penggunaan pil kombinasi
 Tidak boleh diberikan kepada ibu menyusui, karena akan
mengurangi produksi ASI.
 Pada sebagian kecil perempuan dapat menimbulkan depresi dan perubahan
suasana hati, sehingga keinginan untuk melakukan hubuungan seksual
berkurang.
 Dapat meningkatkan tekanan darah dan retensi cairan, sehingga
menimbulkan resiko stroke dan gangguan pembekuan darah pada vena
dalam sedikit meningkat.
PIL KB
 Efek samping
 Perdarahan pervaginam / spotting
 Tekanan darah meningkat
 Perubahan berat badan
 Kloasma
 Tromboemboli
 Air susu berkurang
 Rambut rontok
 Depresi
 Pusing dan sakit kepala
2. SUNTIK KB
 Terdapat 2 jenis kontrasepsi hormon suntikan KB.
Jenis yang beredar di Indonesia adalah:

 PROGRESTERON ONLY:
- Depo Provero 150 mg
- Depo Progestin 150 mg
- Depo Geston 150 mg
- Noristerat 200 mg.

 MIX
Yang mengandung 25 mg Medroxy progesteron acetat
dan 5 mg estradiol cypionate
- Cyclofem
SUNTIK KB
 Cara Kerja:
 Menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga menekan
ovulasi yang akan mencegah lepasnya sel telur wanita dari
indung telur.
 Mengendalikan lendir mulut rahim menjadi lebih kental sehingga
sel mani atau spermatozoa sukar dapat masuk ke dalam rahim.
 Perubahan peristaltik tuba falopi, sehingga konsepsi dihambat.
 Menipiskan lapisan endometrium, sehingga tidak siap untuk
kehamilan.
CARA PENGGUNAAN SUNTIK KB

 Depo Provera, Depo Progestin dan Depo Geston disuntikkan melalui


IM (intra muskuler) setiap 12 minggu. Dengan kelonggaran batas
waktu suntik, bisa diberikan kurang dari 1 minggu dari patokan 12
minggu.
 Noristerat, bagi yang pertama kali menggunakan cara suntik ini,
disuntikkan Intra muskuler setiap 8 minggu untuk 4 kali suntikan
pertama. Dengan kelonggaran waktu bisa diberikan kurang dari 1
minggu dari patokan 8 minggu. Untuk suntikan ke 5 dan selanjutnya
diberikan setiap 12 minggu. Dengan kelnggaran batas waktu suntikan
kurang dari 1 minggu dari patokan tiap 12 minggu.
 Cyclofem disuntikkan setiap 4 minggu, intra muskuler.
Hampir sebagaian kasus mendapat haid setiap bulan seperti biasanya.

(Suratun, dkk. 2008)


SUNTIK KB
 Keuntungan
 Sangat efektif
 Pencegahan kehamilan jangka panjang
 Tidak berpengaruh terhadap hubungan seksual
 Tidak mengandung estrogen, sehingga tidak berdampak serius terhadap
penyakit jantung dam pembekuan darah
 Tidak memiliki pengaruh terhadap produksi ASI
 Efek samping sedikit
 Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
 Dapat digunakan oleh perempuan usia lebih dari 35 tahun sampai
perimenopause.
 Membantu mencegah kanker endomerium dan kehamilan ektopik
 Menurunkan kejadian tumor jinak payudara
 Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul
 Menurunkan krisis anemia bulan sabit (sickle cell).
SUNTIK KB
 Kerugian
 Sering ditemukan gangguan haid sebagai berikut:
- Siklus haid yang memendek atau memanjang
- Perdarahan yang banyak atau sedikit
- Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting)
- Tidak haid sama sekali
 Klien sangat bergantung pada sarana pelayanan kesehatan (harus kembali untuk disuntik)
 Tidak dapat dihentikan sewaktu – waktu sebelum suntukan berikutnya
 Sering menimbulkan efek samping masalah berat badan
 Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual seperti hepatitis
B, atau infeksi virus HIV
 Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena kerusakan atau kelainan pada organ
genetalia, tetapi karena belum habisnya pelepasan obat suntikan dari deponya (tempat
suntikan)
 Terjadi perubahan pada lipid serum dengan penggunaan jangka panjang
 Gangguan jangka panjang yaitu dapat menurunkan kepadatan tulang (densitas)
 Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian penggunaan
 Pada gangguan jangka panjang juga dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunnya
libido, gangguan emosi (jarang), sakit kepala, gugup, atau jerawat.

(Sulistyawati, Ari. 2012)


IMPLANT
 Jenis; Norplant, Implanon, Jadena dan Indoplant
 Kandungan ; levonorgestel, ketodesogestel (progesteron)
 Mekanisme; progestin  mucus kental, menekan LH
mencegah ovulasi.
 Kapan dipasang? Hari ke 2 sd ke 5 mens, intinya jangan hamil
 Kelebihan
>Masa pakainya cukup lama (3-5 tahun)
>Tidak terpengaruh faktor lupa sebagaimana kontrasepsi
pil/suntik
>Tidak mengganggu kelancaran air susu ibu.
 Kekurangan
>Spotting atau menstruasi yang tidak teratur.
>Berat badan bertambah.
SUNTIK KB
 Efek samping
 Gangguan haid
 Depresi
 Keputihan
 Jerawat
 Perubahan libido
 Perubahan berat badan
 Infeksi dan abses
NON HORMONAL
Cara KB melalui menyusui eksklusif (menyusui bayi dari 0 s/d 4 bulan tanpa
makanan tambahan).

Hisapan
puting

Menurunkan
GnRH

FSH & LH
turun

Tidak
terdapat
perkembang
an folikel
Kontrasepsi yang paling tua. Senggama dilakukan
sebagaimana biasa, tetapi pada puncak senggama, alat
kemaluan pria dikeluarkan dari liang vagina dan sperma
dikeluarkan di luar.
Cara ini tidak dianjurkan karena sering gagal, karena
suami belum tentu tahu kapan spermanya keluar.
1. SISTEM KALENDER/ PANTANG BERKALA
Cara ini dilakukan dengan tidak melakukan senggama pada
saat istri dalam masa subur.

Cara ini kurang dianjurkan karena sukar dilaksanakan dan


membutuhkan waktu lama untuk ‘puasa’. Selain itu, kadang
juga istri kurang terampil dalam menghitung siklus haidnya
setiap bulan.
2. LENDIR CERVIKS
>Mengamati konsistensi lendir cerviks

3. METODE SUHU BASAL


> Mengamati pola suhu basal dengan fase
KONTRAINDIKASI

1. Belum pernah melahirkan,Adanya perkiraan hamil.


2. Kelainan alat kandungan bagian dalam seperti: perdarahan
yang tidak normal dari alat kemaluan, perdarahan di leher
rahim dan kanker rahim.
3. Keluhan-keluhan pemakai AKDR :
Terjadinya sedikit perdarahan, bisa juga disertai dengan
mules yang biasanya hanya berlangsung tiga hari. Tetapi, jika
perdarahan berlangsung terus-menerus dalam jumlah banyak,
pemakaian AKDR harus dihentikan. Gangguan haid,.
Kemungkinan kejang rahim (uterine cramp), serta rasa tidak
enak pada perut bagian bawah. Hal ini karena terjadi kontraksi
rahim sebagai reaksi terhadap AKDR yang merupakan benda
asing dalam rahim. Dengan pemberian obat analgetik keluhan
ini akan segera teratasi. Keputihan dan infeksi juga dapat
timbul selama pemakaian AKDR.
KONTAP
(KONTRASEPSI MANTAP)
 Tubektomi adalah setiap tindakan pada kedua saluran telur
wanita yang mengakibatkan wanita tersebut tidak akan
mendapatkan keturunan lagi. Sterilisasi bisa dilakukan juga pada
pria, yaitu vasektomi. Dengan demikian, jika salah satu pasangan
telah mengalami sterilisasi, maka tidak diperlukan lagi alat-alat
kontrasepsi yang konvensional.
 Faktor yang paling penting dalam pelaksanaan sterilisasi adalah
kesukarelaan dari akseptor.
 Sterilisasi sebaiknya tidak dilakukan kepada wanita yang
belum/tidak menikah, pasangan yang tidak harmonis atau
hubungan perkawinan yang sewaktu-waktu terancam
perceraian, dan pasangan yang masih ragu menerima sterilisasi.
 Keputusan untuk sterilisasi adalah jumlah anak dan usia istri.
Misalnya, untuk usia istri 25-30 tahun, jumlah anak yang hidup
harus 3 atau lebih.
Vasektomi adalah
prosedur klinik untuk
menghentikan kapasitas
reproduksi pria dengan jalan
melakukan oklusi vasa
deferensia alur transportasi
sperma terhambat dan proses
fertilisasi tidak terjadi.
Yuk Latihan Soal UKMPPD
Kontrasepsi