Anda di halaman 1dari 30

Manfaat Perawatan Rohani

dalam Islam dan Kedokteran


(Bagi Kesembuhan Pasien)

MARI BERDAKWAH PROFESI


Konsep Sakit dalam Islam

Distress Fisik- Pengobatan Kesembuhan


Sakit Mental- (Ikhtiar (Prerogatif
Spiritual Manusia) Allah SWT)
Distres Spiritual
Menekan
Menghambat
Distress ACTH Glukokortikoid kemampuan
proses
Spiritual meningkat meningkat optimal self-
pengeobatan
healing

Coping Opiat alamiah kemampuan Membantu


Spiritual yang CRF Menurunkan optimal self- proses
baik ACTH healing pengobatan
• Aspek Etis dan Yuridis
• Definisi Sehat menurut WHO 1984:
Bio-Psiko-Sosio-Spiritual
• UU Kesehatan  Sehat Fisik,
mental, spiritual
Kebutuhan • Kode etik keperawatan
• JCAHO USA
spiritual • SNARS
• Sertifikasi Rumah Sakit Syariah
(MUI)
• dsb
Hak Pasien?

Pelayanan
Kesehatan Islami
Kewajiban Rumah
Sakit & Tenaga
Kesehatan?
Syari’at Islam datang sebagai rahmat untuk manusia,
menjaga kemaslahatan dalam semua hal dan
keadaannya.

Semua hukum yang ada, baik berupa perintah maupun


larangan, yang terekam dalam teks teks syari’at
Islam sebagai bukanlah sesuatu yang hampa tak bermakna.

Rahmat Namun semua itu mempunyai maksud dan tujuan, dan


Allah menyampaikan syari’atNya dengan tujuan dan
maksud tersebut.

Oleh para ulama’, maksud dan tujuan tersebut


dinamakan Maqashid Syari’ah.
Dokter Muslim yang kaffah
• Islam itu menyeluruh (syammil
mutakammil)
• Dokter Muslim harus memiliki
‘aqidah, ahlak, serta menerapkan
Syariah dalam keseharian baik
muamalah Maupun ibadah
Merawat dan mengobati
spiritualitas pasien

ً ‫س ُك ْم َوأ َ ْه ِلي ُك ْم ن‬
‫َارا‬ َ ُ‫َيا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َمنُوا قُوا أ َ ْنف‬
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari
api neraka (At Tahrim (66):6

َ‫َّللا ي ُِحبُّ ْال ُم ْح ِسنِين‬


َ َّ ‫َّللا َو ََل ت ُ ْلقُوا ِبأ َ ْيدِي ُك ْم ِإلَى الت َّ ْهلُ َك ِة ۛ َوأ َ ْح ِسنُوا ۛ ِإ َّن‬ َ ‫َوأ َ ْن ِفقُوا فِي‬
ِ َّ ‫س ِبي ِل‬
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu
menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah,
karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
(AL Baqarah: 195)
Kwajiban • Ya Rasulullaah, apakah kami harus berobat? Beliau menjawab:
“benar, wahai hamba Allah, berobatlah kamu, karena Allah tidak
berikhtiar menurunkan suatu penyakit melainkan Dia juga menurunkan
obatnya, kecuali satu penyakit..yaitu tua..” (H.R Imam Ahmad daru
mencari Usamah bin Syarik)

pengobatan
Bagi pasien sendiri sesuai dengan hokum ibadah itu
sendiri dengan Batasan adalah masih memiliki
kesadaran

Karena sebab tertentu menjadikan ibadah pasien tidak


bisa dilakukan (‘illat hokum) maka lingkungan sekitarnya
memiliki kewajiban fardhu kifayah untuk membantu

Hukum tertunaikannya kewajiban ibadah si pasien

Ibadah Pasien Kewajiban yang dapat


diwakilkan,
Fardu kifayah berarti:
Kewajiban yang harus di
“tanggung” bersama

KONSEKUENSI FARDHU KIFAYAH INI ADALAH APABILA


TIDAK ADA YANG MELAKSANAKAN MAKA LINGKUNGAN
SEKITARNYA MENJADI IKUT BERDOSA (Wallaahu’alamu
bish shawaab)
Maqashid Syariah
• "Sesungguhnya syariah bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan
manusia di dunia dan di akhirat.“ (Asy Syatibi)

tahsiniyat.
‫يُ ِر ْي ُد للاُ ِبك ْم اليُ ْس َر َلَ يُ ِر ْي ُد ٍبك ُم العُ ْس َر‬
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, tidak
menghendaki kesukaran bagimu” Q.S. Al Baqarah:185
Hajiyat

dharuriyat
Maqashid Syariah
Dharuriyat
• Jenis maqashid ini merupakan kemestian dan landasan dalam
tahsiniyat. menegakkan kesejahteraan manusia di dunia dan di akhirat
yang mencakup pemeliharaan lima unsur pokok dalam
kehidupan manusia, yakni:
1. agama, 1. Hifzh Al-din
Hajiyat 2. jiwa, 2. Hifz Al Nafs
3. akal, 3. Hifzh al-aql
4. keturunan, dan 4. Hifzh al-Nasl
5. harta. 5. Hifzh al-Mal
dharuriyat

• Pengabaian terhadap kelima unsur pokok tersebut akan


menimbulkan kerusakan di muka bumi serta kerugian yang
nyata di akhirat kelak.
• Pemeliharaan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan
harta dapat dilakukan dengan cara memelihara eksistensi
kelima unsur pokok tersebut dalam kehidupan manusia dan
melindunginya dari berbagai hal yang dapat merusak.
Hajiyat
Maqashid Syariah • Jenis maqashid ini dimaksudkan untuk
memudahkan kehidupan, menghilangkan kesulitan
atau menjadikan pemeliharaan yang lebih baik
terhadap lima unsur pokok kehidupan manusia.
tahsiniyat. • Al hajiyaat dalam ilmu maqashid memiliki makna
mengangkat kesulitan hamba dalam beribadah,
meringankan beban taklif, serta suatu maslahat
Hajiyat
yang mendatangkan manfaat
• Contoh
dharuriyat • kebolehan untuk melaksanakan akad mudharabah dan
bai salam, serta berbagai aktivitas lainnya yang bertujuan
untuk memudahkan kehidupan atau menghilangkan
kesulitan manusia di dunia.
• diperbolehkannya berbuka bagi musafir,
• mengqashar shalat yang berjumlah empat rakaat menjadi
dua rakaat ketika bersafar
• diperbolehkannya shalat sambil duduk ketika tidak
mampu shalat dengan berdiri.
Tahsiniyat
• Tujuan jenis maqashid yang ketiga ini adalah agar manusia
Maqashid Syariah dapat melakukan yang terbaik untuk menyempurnakan
pemeliharaan lima unsur pokok kehidupan manusia.
• At Tahsiniyaat dalam ilmu maqashid adalah kumpulan
maslahat yang berkaitan dengan perkara perbaikan akhlak,
adat yang bagus, atau segala hal yang dapat membantu
tahsiniyat. nmanusia memilih cara dan manhaj yang baik dalam
pelaksanaan syari’at
• la tidak dimaksudkan untuk menghilangkan atau mengurangi
Hajiyat berbagai kesulitan, tetapi hanya bertindak sebagai pelengkap,
penerang dan penghias kehidupan manusia.
dharuriyat • Contoh
• kehalusan dalam berbicara dan bertindak
• pengembangan kualitas dan hasil pekerjaan (CME)
• mensucikan diri dari najis baik jasmani maupun rohani serta kesucian
tempat shalat, menutup aurat, dan memakai pakaian yang bagus ketika
hendak shalat
Apa yang harus dilakukan
Dokter Muslim?
Al FIQH AL MUSYTASYFAA
Al FIQH AL MUSYTASYFAA (FIQH PELAYANAN KESEHATAN)

• Dokter (Fiqh Kedokteran) LADANG DAKWAH


• Perawat
• Pasien (Fiqh Maridh) PARA
• Obat dan Proses Pengobatan
DOKTER MUSLIM
Hidayah memang prerogatif Allah swt
ِ ‫ٱَّللُ فَ ُه َو ٱل ُمهت َ ِد َو َمن يُض ِلل فَلَن ت َ ِج َد لَهُۥ َو ِليّا ُّمر‬
‫شدا‬ ‫• َمن يَه ِد ه‬
“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang
mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka
kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat
memberi petunjuk kepadanya.” (QS. Al-Kahfi: 17)

Tapi menjadi jalan tercapainya hidayah adalah seuatu kenikmatan dunia akhirat
Dalam Perang Khaibar Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam memberikan bendera perang
kepada Sayiduna Ali bin Abi Thalib
radhiyallahu’anhu, kemudian bersabda:
َ ‫احدا ً َخ ْي ٌر لَ َك ِم ْن أ َ ْن يَك‬
‫ُون لَ َك‬ َ ‫ أل َ ْن يَ ْهد‬، ‫هللا‬
ِ ‫ِي هللاُ ِب َك َر ُجالً َو‬ ِ ‫فَ َو‬
‫ُح ْم ِر النهعَ ِم‬
Mengapa? “Demi Allah, apabila Allah memberikan hidayah
kepada seorang laki-laki dengan perantaraan
usahamu, maka hal itu lebih baik daripada
engkau memiliki unta-unta merah.” (Muttafaq
‘Alaih).
Beberapa Keutamaan Dakwah:

1. Dakwah menjadi utama karena ia adalah muhimmatur rusul


(tugas para nabi dan rasul).
2. Dakwah menjadi utama karena ia adalah ahsanul a’mal
(sebaik-baik amal).
3. Dakwah menjadi utama karena dengan berdakwah seorang
muslim meraih pahala yang teramat besar (al-hushul ‘alal
ajri al-azhim).
4. Dakwah menjadi utama karena dapat menyelamatkan da’i
dari azab Allah swt dan pertanggungjawaban di akhirat.
5. Dakwah menjadi utama karena ia adalah jalan menuju
khairu ummah (terbentuknya umat yang terbaik).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
‫علَى َخي ٍْر فَلَهُ ِمثْ ُل أ َ ْج ِر فَا ِع ِل ِه‬
َ ‫َم ْن َد َّل‬
Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan
maka baginya seperti pahala pelakunya (H.R. Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
‫ش ْيئًا َو َم ْن‬َ ‫ص َذ ِل َك ِم ْن أ ُ ُجو ِر ِه ْم‬
ُ ُ‫ور َم ْن ت َ ِبعَهُ َلَ يَ ْنق‬ ِ ‫ان لَهُ ِم َن األ َ ْج ِر ِمثْ ُل أ ُ ُج‬
َ ‫عا ِإلَى ُهدًى َك‬
َ ‫• َم ْن َد‬
‫ش ْيئًا‬ ِ َ ‫ص َذ ِل َك ِم ْن آث‬
َ ‫ام ِه ْم‬ ُ ُ‫اإلثْ ِم ِمثْ ُل آث َ ِام َم ْن ت َ ِبعَهُ َلَ يَ ْنق‬
ِ ‫علَ ْي ِه ِم َن‬َ ‫ان‬ َ ‫ضالَلَ ٍة َك‬
َ ‫عا ِإلَى‬ َ ‫َد‬
• Artinya: “Barangsiapa yang menyeru kepada sebuah petunjuk maka
baginya pahal seperti pahala-pahala orang-orang yang
mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi akan pahala-pahala
mereka sedikitpun dan barangsiapa yang menyeru kepada sebuah
kesesatan maka atasnya dosa seperti dosa-dosa yang
mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi dari dosa-dosa
mereka sedikitpun (H.R. Muslim)
]2 ،1 :‫)} [المدثر‬2( ‫) قُ ْم فَأ َ ْن ِذ ْر‬1( ‫{يَا أَيُّ َها ْال ُم َّدثِ ِّ ُر‬
Artinya: “Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu
berilah peringatan!
karena Allah Azza wa Jalla memuji para penyeru kebaikan:
َ ‫صا ِل ًحا َوقَا َل ِإنَّ ِني ِم َن ْال ُم ْس ِل ِم‬
]33 :‫ين [فصلت‬ َ ‫ع ِم َل‬ ِ َّ ‫عا ِإلَى‬
َ ‫َّللا َو‬ َ ‫َو َم ْن أ َ ْح‬
َ ‫س ُن قَ ْو ًَل ِم َّم ْن َد‬
Artinya: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang
yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan
berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah
diri?
َ ‫َّللا لَ َم َْ ْال ُم ْح ِس ِن‬
]69 :‫ين} [العنكبوت‬ َ َّ ‫سبُلَنَا َو ِإ َّن‬ َ ‫{ َوالَّ ِذ‬
ُ ‫ين َجا َهدُوا ِفينَا لَنَ ْه ِديَنَّ ُه ْم‬
Artinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan)
Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan
Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang
yang berbuat baik
ِ ِّ ‫ص ْوا ِب ْال َح‬
‫ق‬ َ ‫ت َوت َ َوا‬ َّ ‫ع ِملُوا ال‬
ِ ‫صا ِل َحا‬ َ ‫) ِإ ََّل الَّ ِذ‬2(‫ان لَ ِفي ُخ ْس ٍر‬
َ ‫ين آ َمنُوا َو‬ َ ‫س‬َ ‫اإل ْن‬ ْ َ‫• َو ْالع‬
ِ ْ ‫) ِإ َّن‬1(‫ص ِر‬
)3( ‫صب ِْر‬ َّ ‫ص ْوا ِبال‬ َ ‫َوت َ َوا‬
• Artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar
berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati
kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran
]7 :‫ِّت أ َ ْق َدا َم ُك ْم} [محمد‬
ْ ‫ص ْر ُك ْم َويُث َ ِب‬
ُ ‫َّللا يَ ْن‬ َ ‫• {يَا أَيُّ َها الَّ ِذ‬
ُ ‫ين آ َمنُوا ِإ ْن ت َ ْن‬
َ َّ ‫ص ُروا‬
• Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong
(agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
‫علَى‬ َ ُّ‫صل‬
َ ‫ون‬ َ ‫ض َحت َّى النَّ ْملَةَ ِفى ُج ْح ِر َها َو َحتَّى ْال ُح‬
َ ُ‫وت لَي‬ ِ ‫ت َواأل َ ْر‬ َّ ‫َّللا َو َمالَ ِئ َكتَهُ َوأ َ ْه َل ال‬
ِ ‫س َم َوا‬ َ َّ ‫ِإ َّن‬
‫اس ْال َخي َْر‬ ِ َّ‫ُمعَ ِلِّ ِم الن‬
Artinya: “Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya dan penghuni bumi
dan langit sampai semut yang berada di lubangnya dan bahkan
sampai ikan benar-benar bershalwat atas pengajar manusia kebaikan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
‫ أ َ ْو َولَ ٍد‬، ‫ أ َ ْو ِع ْل ٍم يُ ْنتَفَ ُْ ِب ِه‬، ‫اريَ ٍة‬
ِ ‫ص َدقَ ٍة َج‬َ :‫ث‬ ٍ ‫ع َملُهُ َّإَل ِم ْن ث َ َال‬
َ ُ‫ع ْنه‬ َ َ‫ات اب ُْن آ َد َم ا ْنق‬
َ َْ ‫ط‬ َ ‫إ َذا َم‬
ُ‫عو لَه‬
ُ ‫ح يَ ْد‬
ٍ ‫صا ِل‬
َ
Artinya: “Jika seorang anak keturunan Adam meninggal maka
terputus amalnya kecuali dati tiga perkara…”, dan salah satu
diantaranya adalah: “Ilmu yang bermanfa’at.”
َ ً ‫َّللاُ ْام َرأ‬
‫س ِم َْ َمقَالَ ِتى فَبَلَّغَ َها‬ َّ ‫ض َر‬
َّ َ‫ن‬
Artinya: “Allah mencerahkan wajah seseorang yang telah mendengar
perkataanku lalu ia sampaikan (H.R Ibnu Majah)
SELAMAT BERDAKWAH
BERBUAT BAIK SAMBIL
MEMPERBAIKI DIRI