Anda di halaman 1dari 7

TEORI AKUNTANSI KEUANGAN

REVIEW JURNAL
“A N A L I S I S P O R TO F O L I O S A H A M
DENGAN METODE CAPM DAN MARKOWITZ ”

FABRIKAM
Judul Artikel :
Analisis Portofolio Saham
De nga n Metode C APM Dan Markowitz
Penulis : H artiw i Prabowo
Publikasi :
B I N U S B U S I N E S S R E V I E W Vo l . 4 N o . 1
Mei 2013: 360-369
Unit Kerja:
Management Department, School of
Business Management, BINUS
University

FABRIKAM 2
1.Ontologi
• Artikel ini menjelaskan tentang Capital Asset Pricing Model. (CAPM)
merupakan salah satu teori yang mencoba menjelaskan bagaimana
suatu aktiva ditentukan harganya oleh pasar atau bagaimana
menentukan tingkat keuntungan yang dipandang layak untuk suatu
investasi saham. Oleh karena itu Capital Asset Pricing Model (CAPM)
dapat digunakan untuk mengestimasi return suatu sekuritas
dianggap penting di bidang keuangan. Sedangkan untuk
meminimalkan risiko pada tingkat imbal hasil yang dikehendaki
dalam berinvestasi saham dapat dilakukan dengan cara diversifikasi
atau menanamkan dana ke lebih dari satu.

• Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil yang


diharapkan, dan memilih saham terbaik untuk mendapatkan
komposisi portofolio optimal dan menguntungkan untuk
berinvestasi.

FABRIKAM 3
2. Epistemologi
• Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif, dan time horizone secara cross
sectional. Desain pada artikel ini menggunakan tiga pendeketan. Pendekatan
pertama yaitu pendekatan yang menghitung return ekspektasian menggunakan
Beta. Beta mengelompokkan saham ke dalam tiga kelompok, yaitu: kelompok
saham yang memiliki beta > 1 disebut Saham agresif; kelompok saham yang
memiliki beta < 1 disebut saham lemah; dan kelompok saham yang mempunyai
beta = 1 disebut netral. Beta digunakan dalam mode CAPM untuk menghitung
return ekspektasi
• Pendekatan kedua yaitu menyeleksi saham untuk portofolio, dengan Perhitungan
CV (Coefficient of Variation). Selanjutnya penulis melakukan pengujian korelasi
untuk menunjukkan besarnya hubungan pergerakan antara dua saham relatig
terhadap masing -masing deviasinya dan melakukan kalkulasi untuk mencari nilai
covariancenya.
• Pendekatan ketiga yaitu menentukan alokasi saham sementara untuk menghitung
return portofolio dan risiko portofolio yaitu dengan menentukan weight tiap-tiap
saham sebagai kadar proporsi portofolio. Selanjutnya penulis melakukan
perbandingan dengan membuat portofolio 5 saham yang weight-nya juga dibagi
sama rata yang dipilih berdasarkan CV.
FABRIKAM 4
Aksiologi
The Capital Asset Pricing Model atau yang sering disingkat
dengan CAPM merupakan sebuah model yang menghubungkan antara
required rate of return dari sekuritas dengan tingkat risikonya yang
diukur dengan beta. Ukuran CAPM (the capital asset pricing model)
dapat digunakan untuk menghitung return harapan yang tepat pada
aset berisiko. CAPM menunjukkan berapa return harapan atau yang
diminta (expected return or required rates of return) atas aset berisiko.
Model ini membantu untuk menilai suatu aset dengan memberikan
diskonto yang tepat untuk penggunaannya dalam model penilaian
dividen. Oleh karena itu metode CAPM banyak digunakan oleh investor
untuk mendiversifikasikan portofolionya dan memilih portofolio
optimal berdasarkan preferensi investor terhadap return dan risiko.
Artikel ini juga banyak mengulas mengenai Teori portofolio
dari Markowitz. Dimana Markowitz menyatakan bahwa jika risiko
dianggap sebagai suatu masalah yang tidak disukai oleh investor, maka
pemilihan portofolio yang hanya didasarkan pada sekuritas yang hanya
dinilai rendah merupakan satu metode pemilihan portofolio yang
kurang baik. Pemilihan ini dilakukan tanpa mempertimbangkan
diversifikasi portofoli terhadap risiko. Oleh karena itu, penggunaan
metode Markowitz dapat membantu mengelola portofolio dengan cara
paling optimal. Optimalitas tersebut dapat diperoleh dengan cara
mempertimbangkan dalam setiap trade off antara risiko dan imbal
hasil yang akan diperloleh nantinya
FABRIKAM
Komentar/Kritisi

Komentar Kritisi
Menurut kami selaku pembaca, kebermanfaatan yang dapat Selain kebermanfaatan dari artikel ini, pembaca juga
diambil setelah membaca artikel ini adalah pembaca jadi merasakan adanya kesenjangan yang ditemukan dalam review
mengetahui bagaimana cara mengelola portofolio yang literatur ini yaitu pada penggunaan CAPM dimana CAPM hanya
optimal dengan memperhatikan antara resiko dan imbal hasil memprediksi hubungan antara Expected Return, sementara
yang akan diterima. Serta dengan penerapan konsep kita hanya dapat mengamati historical return pada suatu
Markowitz, investor dapat memaksimalkan keuntungan yang periode. Selain itu, diharapkan pada penelitian selanjutnya
diharapkan dengan mengkombinasikan beberapa aset yang untuk menguji pembentukan portofolio yang optimal dengan
koefisien korelasinya kurang dari positif. menambahkan beberapa aset pendapatan tetap sehingga
resiko semakin dapat diminimalisir namun return dapat
dioptimalkan

FABRIKAM 6
Terima Kasih
Kelompok V

FABRIKAM 7

Anda mungkin juga menyukai