Anda di halaman 1dari 192

P2 ML :

- TB
- KUSTA
- HIV/AIDS
- ISPA
ANALISA SITUASI TUBERCULOSIS GROBOGAN
WHO

• 25.205 / HARI ORANG JATUH SAKIT


TB.
• 1.050 / JAM SAKIT TB.
• 4.657 / HARI MENINGGAL DUNIA
KARENA TB.
INDONESIA
• 1.464 / HARI ORANG JATUH SAKIT TB.
• 61 / JAM SAKIT TB
• 241 / HARI MENINGGAL DUNIA AKIBAT
TB.
• 10 / JAM MENINGGAL AKIBAT TB.
VISI DAN MISI PROGRAM TB
• MENURUNKAN MORBIDITAS DAN
MORTALITAS TB
• MEMUTUS RANTAI PENULARAN TB
• MENEMUKAN DAN MENGOBATI PENDERITA
TB
INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM

• CASE DETECTION RATE : 70%


• CASE NOTIFICATION RATE : 119 PER 100.000
PDDK
• CURE RATE : 85 %
• SUCCESS RATE : 90%
• ERROR RATE MAKSIMAL 5 %
mycobacterium
tuberculosis

kuman bentuk batang, tahan asam ( BTA ), mati


dengan sinar matahari langsung, bisa dormant
bertahun-2, terutama menyerang organ paru, namun
juga bisa menyerang organ tubuh lain ( ekstra paru ))
penularan TB
air borne
infection
cepat dan luas
orang dengan
gejala TB

dalam waktu 1 ( satu ) tahun


1 orang TB BTA (+) dapat menginfeksi 10-15 orang
di sekitarnya
akibat yang ditimbulkan tb
di kucilkan oleh masyarakat tidak bekerja, income <<

dispneu, hemoptisis, effusi


prinsip :
menemukan dan
menyembuhkan pasien TB
bukan hanya sekedar mengobati
13
direct observed treatment
shortcourse
dx berdasar
komitmen temuan BTA
bersama mikroskopis

strategi
terapi
DOTS
jangka
pencatatan pendek
pelaporan dan
baku diawasi
obat
bermutu
tatalaksana kasus TB

menjaring suspek
penegakan diagnosis TB mikrobiologi-mikroskopik
pengobatan jangka pendek
pengawasan pengobatan dan PMO
pengawasan mangkir / rujukan pindah
pencatatan pelaporan baku
edukasi : perilaku sehat dan rumah sehat

15
menjaring suspek
active promotive passive case finding
keluhan utama : batuk berdahak > 2 2
minggu , bisa disertai keluhan tambahan
respiratorik / sistemik : Batuk
bercampur darah, nyeri dada / sesak,
meriang, keluar keringat dingin malam
hari tanpa aktifitas
jangan terlalu longgar / terlalu ketat ,
untuk bisa menemukan BTA (+),
standar = 5-10 % total suspek yang
di jaring
2 16
penegakan diagnosis
mikrobiologi-mikroskopis ( apusan dahak / kultur
dahak ) pada TB paru ; sistim skoring pada TB anak
; patologi anatomi pada TB ekstra paru
kualitas dahak, kualitas pemeriksaan laboratorium,
ketersediaan sumber daya ( reagen tuberkulin,
fasilitas patologi anatomi, fasilitas kultur ) - SPS

17
Bagaimana cara pemeriksaan dahak ?
Perlu 3 spesimen dahak (SPS)
 Sewaktu: Spesimen dikumpulkan pada
kunjungan pertama

9
Pagi: Spesimen dikumpulkan penderita
pada besok paginya

9
Sewaktu: Spesimen dikumpulkan pada
kunjungan kedua

9
Pemeriksaan mikroskopis lebih
spesifik daripada foto-rontgen
untuk diagnosis TBC
100 98%

80
Specificity

60 50%

40

20

0
Pemeriksaan BTA Foto-rontgen
14
Gambaran FOTO RONTGEN
SEBAGAI PENUNJANG BUKAN UTAMA
TB KULIT
TB PADA TULANG BELAKANG dan
LUTUT
Alat diagnostik
gold standard
menangkap ‘biang kerok’
pemeriksaan microbiologis

TB dws TB anak

sputum spesimen sulit

LJ - biakanTB Mantoux
langsung-BTA
TST
NTP: D/ & evaluasi
10/5/2018 25
Klinis curiga TB Anak
 masalah BB
 masalah makan
 ISPA berulang
 batuk, kronik &/ berulang (BKB)
 demam kronik berulang

10/5/2018 26
Alur deteksi dini & rujukan TB Anak
CurigaTB:
• Kontak erat dengan pasien TB dewasa BTA(+)
• Reaksi cepat BCG (dalam 3-7 hari)
• Uji tuberkulin positif (> 10 mm)
• BB tanpa sebab jelas, atau malnutrisi yang tidak membaik dengan
terapi gizi adekuat 1 bulan (failure to thrive)
• Demam kronik berulang tanpa sebab jelas
• Batuk >3 minggu tanpa sebab jelas
• Pembesaran KGB superfisial
• Skrofuloderma
• Flychten conjunctivitis
• Gambaran radiologis sugestif TB

Jika > 3 positif Hal berikut


10/5/2018 27
IDAI Pediatric TB Scoring System
Feature 0 1 2 3 Score
Contact not clear - reported, AFB+
AFB(-)
TST - - - positive
BW (KMS) - <red line, BW severe -
malnutrition
Fever - unexplained - -
Cough <3weeks >3weeks - -
Node - >1 node, - -
enlargemnt >1cm, painless
Bone,joint - swelling - -
CXR normal sugestive - -
Total score
dianggap TB

beri OAT
observasi 2 bulan

membaik memburuk / tetap

TB bukan TB MDR

Rujuk ke RS
OAT lanjut

Rumah sakit / RS Pendidikan


SITUASI TB DI JAWA TENGAH
CAPAIAN CDR
PROPINSI JAWA TENGAH TH. 2006 – 2012
80

70
SISA TARGET
60 59.52 58.57
55.38
50 49.82 48.50
47.5 47.97
40

30

20

10

0
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
CDR % TARGET %
100
120
160
180
200
220
240
260
280
300

-
140

20
40
60
80
Kota Magelang 294.63

10/5/2018
Kota Tegal 207.28
Kota Pekalongan 140.78
Surakarta 128.62
Salatiga 109.81
Kab.Pekalongan 95.32
Batang 78.37
Cilacap 72.95
Banyumas 69.05
Kab. Tegal 68.60
Kota Semarang 68.09
Rembang 66.98
Karanganyar 64.82
Kudus 64.15
Kebumen 64.04
Demak 62.93
Pemalang 58.43
Sragen 57.94
Purbalingga 57.88

dr.Yuli-Dinkes prov
Blora 54.07
Kendal 53.75
Brebes 53.13
Pati 50.86
Jepara 49.41
Wonogiri 45.69
Banjarnegara 45.58
Grobogan 43.64
Wonosobo 41.61
Purworejo 39.16
Temanggung 37.61
Klaten 34.66
CDR 2012

Sukoharjo 32.11
Boyolali 28.19
Kab. Semarang 26.30
Kab. Magelang 21.82
32

58.55
1. Kota Pekalongan
2. Kota Tegal 1. Kudus
3. Kab.Pekalongan 2. Banyumas
4. Kota Surakarta 3. Brebes
5. Kota Magelang 4. Sragen
6. Kab. Cilacap, 5. Kendal
7. Kab. Batang 6. Purbalingga
8. Kab. Tegal 7. Kebumen
9. Kota Salatiga 8. Kota Semarang
9. Kab. Demak
10.Kab. Karanganyar
11.Kab. Pemalang

1. Kab. Blora
2. Kab. Rembang 1. Kab. Klaten
3. Kab. Pati 2. Kab. Sukoharjo
4. Kab. Wonogiri 3. Kab. Boyolali
5. Kab. Purworejo 4. Kab. Magelang
6. Kab. Banjarnegara
7. Kab. Grobogan
8. Kab. Wonosobo
9. Kab. Semarang
10.Kab. Jepara
11.Kab. Temanggung
PETA DISTRIBUSI CDR TB JAWA TENGAH
TH 2012

JEPARA

PATI
LAUT JAWA
REMBANG
KT
TGLTEGAL
PKL KUDUS
DEMAK
BATANG
JAWA BARAT

BREBES TEGAL KENDAL


Kab PKL SMG BLORA
PML GROBOGAN

JAWA TIMUR
SALATIGA
PURBA BANJ. TEMANG
LINGGA NEGA GUNG KAB
RA WONO SMG BOYO SRAGEN
SOBO LALI
BANYUMAS
Kt MGL
MGL Kt.
CILACAP
SURAKARTA
KEBU SUKO KR.
PURWO
MEN KLATEN HARJO ANYAR
REJO
D.I.Y

DI. Yogyakarta

Sangat baik : > 70% WONOGIRI

Baik : > 59 %
Cukup : > 40 % tapi < 59 %
designed by heri purnomo 34
Jelek : < 40 %
SITUASI TB DI KAB. GROBOGAN
PERKIRAAN KASUS TB

JML PENDUDUK : 1.413.365 JIWA


( BPS Tahun 2011 )

DIPERKIRAKAN ADA 15.120 ORANG ADALAH


SUSPEK TB DAN 1.512 DIANTARANYA ADALAH
PENDERITA TB DENGAN BTA POSITIF
SUSPEK TB DIPERIKSA 2008 – 2013 tw 1
Perkiraan Proporsi Suspek
Tahun Suspek diperiksa
Suspek
diperiksa
14780
2008 4228 28.61
14790
2009 3695 24.98
14800
2010 4752 32.11
15120
2011 4892 32.35
2012 15120 4505 29.79

2013 tw 1 15120 1109 7.33


KASUS TB DITEMUKAN 2008 - 2012
Jml Penduduk Semua Kasus TB
Tahun TB Paru BTA Pos
( jiwa ) ditemukan

2008 1.381.147 1049 403


2009 1.381.147 1011 354
2010 1.381.831 1003 421
2011 1.413.365 1401 618

2012 1.413.365 1130 613

2013
1.413.365 329 174
TW 1
ANGKA CAKUPAN PENEMUAN PENDERITA TB PARU
BTA POSITIF
80
70
SISA TARGET :
60 29%

50
40 41 41
36.53
30 32.61
27.80 27.24 28.45
22.7 23.80
20
10
0
2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
CDR % TARGET %
TREN PENEMUAN PENDERITA TB PARU
KASUS BARU BTA POS
50
44 44
40
Per 100.000 penduduk

30 31
29
26
20

10

0
2008 2009 2010 2011 2012
IR 29 26 31 44 44
TREND PENEMUAN PENDERITA TB SEMUA KASUS
110
100 101
90
Per 100.000 penduduk

80 80
76 73 73
70
60
50
40
30
20
10
0
2008 2009 2010 2011 2012
CNR 76 73 73 101 80
ANGKA PENEMUAN PENDERITA TB PARU BTA POSITIF TAHUN 2012
KAB. 41
GUBG 1 52.52
PLKN 1 40.88
GBG 2 38.97
WRSR 2 37.31
TGHARJO 36.89
TGWN 36.54
PLKN 2 33.89
WRSR 1 32.55
TWHJ 32.26
GEYER 1 31.86
NGAR 31.84
KRAD 1 31.52
GABUS 1 31.36
KRAD 2 30.37
TRH 1 27.93
PNW 1 26.84
GDG 1 24.77
GROB 24.39
TRH 2 23.21
BRATI 22.2
PWDD 1 21.82
KDJATI
GDG 2
19.83
19.6 TARGET 70%
KRRY 1 18.89
GABUS 2 18.78
KRRY 2 17.67
PWDD 2 13.85
PNW 2 8.25
GYR 2 7.95
KLAMBU 2.64

0 10 20 30 40 50 60 70
ANGKA PENEMUAN PENDERITA TB PARU BTA POSITIF 2013 TW 1
KAB. 11.51
GEYER 1 21.91
GDG 1 16.51
WRSR 2 15.36
TWHJ 14.34
TGHARJO 13.70
GABUS 1 13.07
WRSR 1 11.49
PLKN 2 11.3
GUBG 1 11.25
NGAR 11.08
KDJATI 11.02
KRAD 1 10.51
TGWN 9.22
PNW 2 8.25
PLKN 1 7.11
GABUS 2 7.04
GROB 6.78
PWDD 1 6.06
PNW 1 5.96
KRAD 2 5.69
PWDD 2 5.19
KRRY 2
GYR 2
4.27
3.98 TARGET 70%
GBG 2 3.14
KLAMBU 2.64
TRH 1 2.43
TRH 2 2.32
GDG 2 2.18
BRATI 2.02
KRRY 1 1.72

0 10 20 30 40 50 60 70
KONTRIBUSI UPK DALAM PENEMUAN KASUS TB
BTA POS DI KAB. GROBOGAN

N CDR (%)
UPK
o 2011 2012 2013 tw 1
1 Puskesmas 24,93 27,11 8.27
2 Rumah Sakit 14,22 13,42 3,24
3 BKPM 1,95 0.50 0
Kabupaten 41 41 11.51

TARGET NASIONAL CDR : 70 %


SUCCESS RATE 2007 – 2011
100
90
80
70
SUCCES RATE %

60
50
40
30
20
10
0
2007 2008 2009 2010 2011
SR 88.4 91.56 75.12 94.98 80.5
TARGET 90 90 90 90 90
KEMATIAN AKIBAT TB GROBOGAN 2008 - 2012
CFR
Kasus Ditemukan
Tahun Kasus Meninggal ( per 100.000
dan Diobati
pddk )

2008 1049 16 1,16

2009 1011 12 0,87

2010 1003 8 0,58

2011 1401 15 1,06

2012 1130 21 1,49


PEMETAAN KASUS TB MDR KAB. GROBOGAN

NASIYO

SITI ZULAIKAH

WARYOTO
SUNDIKAN

PURJANTO

PARYUNI
BASO ALMAR

TIPALATI,
SUPRIYATI
PENGOBATAN
DI
SUKODONO
KASUS PENGOBATAN

KASUS MENINGGAL
PUSKESMAS SATELIT PMDT
KASUS DROP OUT
PERKIRAAN KASUS TB KEDUNGJATI

JML PENDUDUK : 42.421 JIWA


( BPS Tahun 2011 )
DIPERKIRAKAN ADA 450 ORANG ADALAH SUSPEK
TB DAN 45 DIANTARANYA ADALAH PENDERITA TB
DENGAN BTA POSITIF
TARGET 70 % :
SUSPEK TB : 320 BTA POSITIF : 32
PETA KECAMATAN KEDUNGJATI
PUSKESMAS KEDUNGJATI TW 1 2013
Proporsi
JML Perkiraan Perkiraan Suspek Suspek
PENDUDUK Suspek TB BTA Pos diperiksa
diperiksa
42.421
450 45 21 4,66 %
Jiwa

KASUS TB DITEMUKAN DAN OBATI : 6 KASUS


EKSTRA
BTA POS BTA NEG KAMBUH ANAK
PARU

5 1 0 0 0
Succes Rate ERROR RATE
CDR CNR Cure Rate
2011 2011
1,4 per
11,11 % 80 % 88,89 % 50%
10.000
PERMASALAHAN
• CAKUPAN KITA MASIH • DUKUNGAN LINTAS
RENDAH SEKTOR MASIH
• BANYAK PETUGAS YANG KURANG
RANGKAP TUGAS • PELAYANAN TB BELUM
• PELAYANAN TB MASIH MENYELURUH HINGGA
TERKONSENTRASI DI MENYENTUH LAYANAN
PUSKESMAS MAUPUN SWASTA DI
RS. MASYARAKAT
• PERAN MASYARAKAT • PERAN FORUM
MASIH KURANG, KESEHATAN DESA, LSM,
KURANG ORMAS YANG BELUM
PENGETAHUAN TTG TB OPTIMAL
Rencana Tindak Lanjut
• Perlu ada sosialisasi tentang Penyakit TB di
masyarakat
• Pembagian kerja yang proporsional dengan
mempertimbangkan beban kerja
• Pengembangan jejaring TB dengan Forkesdes
LSM, Ormas, Ponpes, Kader Kesehatan Desa,
PKK yang ada dalam penjaringan suspek dan
pengobatan TB
RTL - Lanjutan
• Optimalisasi Dokter praktek swasta, Bidan
Desa, PKD, perawat Desa dalam Penjaringan
Suspek TB dan pengobatannya
• Perlu di bentuknya POS TB Desa : untuk
mendekatkan layana TB ke Masyarakat –
khususnya untuk desa yan jauh lokasinya dari
Puskesmas.
Pos TB desa memanfaatkan PKD yang ada dan
melibatkan Forkesdes, Kader, PKK desa, Bidan
desa
PROGRAM P2 KUSTA
KAB. GROBOGAN
TAHUN 2012

SEKSI P2 BIDANG P2P & PL


DINAS KESEHATAN KAB. GROBOGAN

54
TERCAPAINYA ELIMINASI
KUSTA TAHUN 2020
INDIKATOR TARGET PROGRAM KUSTA
• Prevalensi Rate < 1/10.000 penduduk
• Case Detection Rate (5/100.000 atau
0,5/10.000 penduduk)
• Cacat Tingkat 2 : < 5 %
• Proporsi anak < 15 tahun : < 5 %
• RFT Rate > 90 %
55
iqbal
PEMERIKSAAN
• Syarat Pemeriksaan :
Pencahayaan, privasi, sistematis
• Anamnesis
• Pemeriksaan ( 3 D )
- Periksa pandang: menyeluruh dan lengkap (dari
kepala sampai telapak kaki) dan diterawang
- Tes mati rasa pada bercak
- Palpasi saraf
- Pemeriksaan fungsi saraf
CARDINAL SIGN

PENEBALAN SARAF
BERCAK MATI BTA POSITIF
DG GANGGUAN FS
RASA

KUSTA
TYPE MB :
- BERCAK > 5
TYPE PB : - PENEBALAN SARAF
- BERCAK < 5 DG GGUAN FS > 1
- PENEBALAN SARAF DG - BTA POSITIF
GGUAN FS HANYA 1
- BTA NEGATIF
Penemuan Penderita Baru
Kab.GroboganTahun 2004 – 2012
Tahun PB MB JML
2004 4 48 52
2005 3 55 58
2006 7 74 81
2007 1 30 31
2008 1 32 33
2009 2 55 57
2010 1 65 66
2011 5 56 61
2012 7 70 77 72
JUMLAH PENDERITA TERDAFTAR KAB.
GROBOGAN TAHUN 2004 - 2012
TAHUN PB MB JUMLAH
2004 1 55 56
2005 0 67 67
2006 3 78 81
2007 0 68 68
2008 1 56 57
2009 2 57 59
2010 1 75 76
2011 4 79 83
2012 3 81 84 73
PREVALENSI KUSTA DAN CDR
KAB. GROBOGAN TAHUN 2004 - 2012
0.7

0.6

0.5
per 10.000 pddk

0.4

0.3

0.2

0.1

0
'04 '05 '06 '07 '08 '09 '10 '11 ''12
CDR 0.35 0.43 0.58 0.43 0.4 0.3 0.4 0.43 0.54
Prevalen 0.41 0.49 0.58 0.49 0.4 0.4 0.56 0.58 0.59
Target CDR 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5
Target PR 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.174
PROPORSI PENDERITA CACAT TINGKAT 2
KAB. GROBOGAN TAHUN 2004 – 2012

50

40

30

20

10

0
'04 '05 '06 '07 '08 '09 '10 '11 '12
Cacat Tk.2 23.07 29.31 17.28 19.35 15.15 23.63 27 23 26
75
PROPORSI PENDERITA PB & MB KAB.
GROBOGAN TAHUN 2004 – 2012
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
PB 1.78 0 3.7 0 3.03 15 6 18 9
MB 98.21 100 96.29 100 96.97 85 94 82 91

76
PROPORSI PENDERITA ANAK
KAB GROBOGAN TAHUN 2004 – 2012
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
'04 '05 '06 '07 '08 '09 '10 '11 '12
Anak 0 3.44 4.93 6.45 0 5.26 1.32 8 6
77
PREVALENSI KUSTA PER UPK KAB. GROBOGAN
TAHUN 2012
10
24
22
8 20
18
16
6
JUMLAH

14
12
4 10
8
6
2
4
2
0 KDJ KR I KR II PNW I PNW II TRH I TRH II GYR I GYR II PLK I PLK II KRD I KRD II GBS I GBS II
0
PENDERITA 3 3 5 1 3 2 1 0 2 2 7 0 7 0 1
PB 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MB 3 3 5 1 3 2 1 0 2 2 7 0 7 0 1
PR 7 5.6 11.6 3.2 8.9 2.6 2.5 0 8.5 3.9 12.4 0 14.3 0 2.4
78
PREVALENSI KUSTA PER UPK KAB. GROBOGAN TAHUN 2012

10
24
22
8 20
18
16
6
JUMLAH

14
12
4 10
8
6
2
4
2
0 PWD
0
NGA WRS I WRS II TWH GRO PWD I BRT KLB GDG I GDG II GBG I GBG II TGH TGW
II
PENDERITA 2 0 3 5 4 2 3 3 4 3 5 0 0 4 4
PB 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 1 0
MB 2 0 3 5 4 2 3 3 4 3 5 0 0 3 3
PR 3 0 7.1 9.2 5.9 2.7 7.1 8.8 23.3 6.8 11.9 0 0 9.7 8.2
79
SITUASI EPIDEMI HIV / AIDS
KABUPATEN GROBOGAN
Apakah HIV itu?

HIV (Human Immuno-deficiency Virus): adalah virus yang


menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan
menimbulkan AIDS.

HIV menyerang limfosit yang disebut ‘sel T-4’ atau ‘sel T-


penolong’ (T-helper), atau disebut juga ‘sel CD-4’.

HIV tergolong kelompok retrovirus yang memiliki


kemampuan untuk “mengkopi-cetak” (replikasi)
Apakah AIDS itu?
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome):
Merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya
sistem kekebalan tubuh oleh virus yang disebut HIV.

Kerusakan progresif pada sistem kekebalan tubuh


menyebabkan pengidap HIV (ODHA) amat rentan dan
mudah terjangkit macam-macam penyakit.
CARA PENULARAN
KONTAK SEKSUAL
Hetero seksual
Homo seksual
Bi seksual

KONTAK DARAH
Transfusi
Penggunaan jarum suntik
berulang
Lain-lain: akupunktur,
tindik, tatoo

IBU KE ANAK
Proses
persalinan
Pemberian ASI
KONTAK SOSIAL TIDAK AKAN
MENULARKAN HIV

MAIN KOMPUTER PAKAI HAND PHONE DUDUK BERSAMA

MAKAN BERSAMA BERJABAT TANGAN


AIDS TIDAK MENULAR MELALUI :

Makan bersama

Berjabat tangan Gigitan


nyamuk/serangga
TIDAK MENULAR………
NYAMUK MENULARKAN
MALARIA DAN
DEMAM BERDARAH

NYAMUK TIDAK BISA


MENULARKAN HIV/AIDS
PERKEMBANGAN DARI HIV MENJADI AIDS:
Tertular

Periode jendela HIV+ AIDS

3 - 6 BULAN 3 - 10 TAHUN 1 - 2 TAHUN


Gejala Klinis pada Stadium AIDS
1 dari 5 gejala minor
2 dari 3 gejala utama
batuk kronis selama > 1 bln
demam
berkepanjangan lebih infeksi pada mulut dan
dari 1-3 bulan tenggorokan disebabkan oleh
jamur Candida albicans
diare kronis > 1 bulan
berulang maupun 2 dari 3
gejala utama
demam
berkepanjangan
lebih dari 3 bulan

diare kronis
lebih dari 1 bulan
berulang maupun
terus-menerus

penurunan
berat badan
lebih dari 10%
dalam 3 bulan
GEJALA KLINIS PADA
STADIUM AIDS
1 dari 5
gejala minor
batuk kronis
selama lebih
dari 1 bulan

infeksi pada mulut


dan tenggorokan
disebabkan oleh jamur
Candida albicans

pembengkakan
kelenjar getah bening
yang menetap
di seluruh tubuh

munculnya
Herpes zorter
berulang

bercak-bercak
gatal di seluruh
tubuh
pembengkakan kelenjar
terus-menerus getah bening yang menetap
di seluruh tubuh
penurunan BB > 10%
dlm 3 bulan munculnya Herpes zorter
berulang bercak-bercak gatal
di seluruh tubuh
Penurunan berat badan secara drastis
Muscle wasting = Peng-kurusan
PGL = Pembesaran Kel limfe Leher
Jamur di lidah
HIV + Candidiasis
HIV + Sifilis
HIV + tumor
Wanita muda dg infeksi
HIV dan mendapatkan
pengobatan TB Paru yg
mengalami alergi obat,
meskipun obat segera di
hentikan reaksi tetap
berkembang mengenai
selaput lendir bola mata,
hidung dan buccal,
kondisinya membaik dg
pengobatan steroid
sistemik.

Bayi umur 1
minggu
menderita Cancrum oris
herpes simplex (noma) yg luas pd
yg luas, lahir anak yg menderita
dari ibu yg AIDS.
menderita AIDS
dan herpes
genitalis pada
saat
melahirkan.
KASUS AIDS INDO 10 TAHUN TERAKHIR
Sumber : Kemenkes RI , s.d Juni 2011
30000
26483
25000
24131

20000 19973
JML KASUS

16110
15000

11141
10000
8194
5000 5321
2682
1171 1487
0
200 200 200 200 200 200 200 200 201 201
2 3 4 5 6 7 8 9 0 1
kasus / tahun 345 316 1195 2639 2873 2947 4969 3863 4158 2352
kumulatif 1171 1487 2682 5321 8194 1114116110199732413126483
KASUS AIDS INDO BERDASAR JENIS KELAMIN
Total Kasus : 26.483, L : 19.139 , P : 7.255

PEREMPUAN
27%

LAKI - LAKI
73%
KASUS AIDS INDO BERDASAR CARA PENULARAN

60
54.8

50

40 36.2
PROSENTASE

30

20

10
2.9 2.8 3
0.2
0
PENASUN HETERO SEX TATO - PERINATAL TRANSFUSI TAK
TINDIK DIKETAHUI
CARA PENULARAN
KASUS AIDS INDO - KELOMPOK USIA
50 46.4
45
40
35 31.5
PROSENTASE

30
25
20
15
9.8
10
5 3.1 2.8
1 1.2 0.8 0.4
0
< 1 th 1-4 th 5-14 th 15-19 th 20-29 th 30-39 th 40-49 th 50-59 th > 60 th
KELOMPOK USIA
BAGAIMANA DENGAN GROBOGAN ?
DISTRIBUSI KASUS HIV – AIDS MERATA DI
KAB/KOTA DI JATENG 2002 - 2011

JEPARA
PATI
LAUT JAWA
REMBANG
KUDUS
DEMAK
BATANG
BREBES TEGAL PKL KENDAL SMG BLORA
PML GROBOGAN

PURBA BANJ. TEMANG


LINGGA NEGA GUNG KAB
WONO SMG BOYO SRAGEN
BANYUMAS RA
SOBO LALI
MGL KR. JAWA TIMUR
CILACAP ANYAR
KEBU PURWO SUKO
MEN KLATEN HARJO
REJO
D.I.Y WONOGIRI

SAMUDRA INDONESIA
KASUS HIV – AIDS GROBOGAN 2002 – 2013 MARET
300
285
271
250

200
JML KASUS

174
150
132
100
85
60
50
28
9 10 12 17
0 4
200 200 200 200 200 200 200 200 201 201 201 201
2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3
kasus / tahun 4 5 1 2 5 11 32 25 47 52 87 13
kumulatif 4 9 10 12 17 28 60 85 132 174 271 285
JUMLAH HIV/AIDS MENURUT JENIS KELAMIN DI KABUPATEN
GROBOGAN 2002-2013 ( JANUARI )
HIV AIDS
THN L P L P JML MATI KET

2002 3 1 0 0 4 0
2003 0 4 0 1 5 1
2004 0 1 0 0 1 0
2005 1 0 1 0 2 1
2006 1 2 1 1 5 1
2007 4 6 1 0 11 4
2008 11 13 5 3 32 7 3 Anak
2009 8 10 7 - 25 11 2 Anak
2010 15 9 16 7 47 16 5 Anak
2011 13 14 16 9 52 6 2 Anak
2012 15 23 32 17 87 13 4 Anak
2013 5 3 2 3 13 0 0
Jml 76 87 81 41 285 60 16 Anak
PROPORSI KASUS HIV/AIDS MENURUT JENIS KELAMIN
TAHUN 2002 – 2012

HIV AIDS

33%
46%
54 % 67%

LAKI-LAKI
LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN
KASUS HIV / AIDS MENURUT JENIS
PENULARANNYA KABUPATEN GROBOGAN
TAHUN 2002 – 2012
80
70
74 %
60
50
40
30
20 16.1%
10 1.2 % 6.9 %
1.2 % 0.6 %
0
Homosexual Heterosexual Perinatal Tato & Tindik Penasun Tidak
Diketahui
KASUS HIV/AIDS MENURUT KELOMPOK UMUR
KAB. GROBOGAN 2002 – 2012

33.3%
35

30

25 20.2%
18%
20
14%
15

10 6.9% 7%

5 0.6%

0
0 - 10 Th 11 - 20 Th 21 - 30 Th 31 - 40 Th 41 - 50 Th > 51 Th Tidak
diketahui
KASUS HIV/AIDS MENURUT JENIS PEKERJAAN
KAB. GROBOGAN 2002 – 2012

25 24%
20.7%
20
19%
15 16.1%
10 6.9%
5 5.2% 4.6%
0 1.7%
0.6% 1.2%
JUMLAH HIV-AIDS TAHUN 2002 – 2013
100
90
80
70
60
Orang

50
40
30
20
10
0
2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013
HIV/AIDS 4 5 1 2 5 11 32 25 47 42 87 13
KASUS HIV-AIDS PER KECAMATAN 2002 – 2013 (JAN)
55
50
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0 GBS KDJ TG. NGR PLKL GBG PN GRO WRS TG GYR GDN KRD TW. BRTI KLM KR.R TRO PW
ATI HJ NG N WN B R WN G N HJO BU YG H DD
G
HIV 3 3 3 4 2 4 3 3 8 3 4 5 6 5 7 7 16 15 54
AIDS 1 0 0 3 4 7 4 1 3 4 6 6 4 4 12 3 9 19 27
PRESENT 1.5 1.1 1.1 2.6 2.2 4.0 2.6 1.5 4.0 2.6 3.7 4.0 3.7 3.3 7.0 3.7 9.2 12.5 29.8
ANALISIS SITUASI
PROGRAM ISPA
KABUPATEN GROBOGAN
PERHITUNGAN CAKUPAN
• MENENTUKAN ANGKA SASARAN
• SASARAN : JUMLAH PENDUDUK USIA BALITA
10 % X JUMLAH PENDUDUK 1 WILAYAH:
• MENENTUKAN TARGET CAKUPAN PENEMUAN
PENDERITA PNEUMONIA BALITA (ESTIMASI):
10 % X JUMLAH PENDUDUK USIA BALITA
DIAGNOSIS PNEUMONIA
• BATUK
• DEMAM
• SESAK NAFAS :
- Neo natal ( < 2 bulan ) : RR = >60 x / mnt
- Bayi ( > 2 bulan – 1 th ) : RR = > 50x /mnt
- Balita ( 1 – 4 th ) : RR = > 40 x / mt
Ctt = Definisi 4 th a/ sampai usia 4 tahun
364 hari
TARGET NASIONAL

(PEDOMAN PENGENDALIAN ISPA)


• TAHUN 2010: 60%
• TAHUN 2011: 70%
• TAHUN 2012: 80%
• TAHUN 2013: 90%
• TAHUN 2014: 100%
PERHITUNGAN SASARAN DAN CAKUPAN KEDUNGJATI

JML PDDK : 42.421 JIWA

BALITA : 4.242

PNEUMONIA : 424
TARGET 90 % = 381 KASUS
Cakupan Penemuan Kasus Pneumonia
Kabupaten Grobogan
90
80
80
70
70
60 60
60 55 55
50
50
40
30
20
9.7 8.2 11.02
10 7.04 6.13 5.76
0
2007 2008 2009 2010 2011 2012
Cakupan Target Nas Target Jateng
DISTRIBUSI KASUS PNEMONIA BERDASAR
KELOMPOK USIA
8
7 6.7
6.21
6 5.68
5 4.81
4.49 4.32
3.87
4 3.49
3 2.23 2.52
1.64 1.89
2
1
0
2007 2008 2009 2010 2011 2012
< 1 th 1-4 th
CAKUPAN PENEMUAN PENDERITA PNEUMONIA BALITA TAHUN 2012
KAB. 11.02
WRSR 2 110.18
TGHARJO 85.49
GUBG 1 27.58
WRSR 1 10.27
TRH 1 9.91
GYR 2 9.86
KLAMBU 9.7
PLKN 2 8.73
PWDD 1 7.96
PLKN 1 7.81
GEYER 1 6.09
GABUS 1 4.92
KRAD 1 4.8
TGWN 4.77 TARGET KAB.
GDG 1 4.71
PNW 1 4.09 TAHUN 2012
50 %
GBG 2 4.04
GDG 2 4
(Prop : 50%, Nas :
NGAR 3.76
BRATI 3.61
80% )
GABUS 2 3.35
KRAD 2 2.03
TRH 2 1.96
GROB 1.75
KRRY 1 1.66
KRRY 2 1.6
TWHJ 0.94
KDJATI 0.69
PWDD 2 0
PNW 2 0

0 20 40 60 80 100 120
EVALUASI PROGRAM
PENYAKIT TIDAK MENULAR
KAB. GROBOGAN
HINGGA TAHUN 2012
Pada 2030, diperkirakan
kematian akibat PTM
mencapai 70 %
1997
Peningkatan Jumlah kematian akibat PTM

10 % dalam 10 Tahun (1997-2007)


FAKTOR RISIKO UTAMA PTM

Penggunaan Kardiovaskular
tembakau Kanker
Kebiasaan Diet
Tidak Sehat Diabetes
Kurang PPOK
Aktifitas Fisik Osteoporosis
Penyakit Gigi dan Mulut
Konsumsi Alkohol
Gangguan Mental
Source: WHO, Global Status Report on NCD, 2010 GakTisan
DISTRIBUSI KASUS PTM KAB. GROBOGAN TAHUN 2009 - 2012
16000

14000

12000

10000
KASUS

8000

6000

4000

2000

0 STROKE STROKE
AP IMA DC HT ES HT. L IDDM NIDDM Ca. Hep Ca. Bron Ca. Ma Ca.Serv. PPOM Asma.B KLL
H NH
2009 163 64 2206 15137 5849 98 691 362 8326 22 7 146 67 546 7708 1976
2010 14 14 1536 13106 4600 158 92 257 5422 6 3 40 37 306 7255 1299
2011 8 35 944 11632 3955 28 89 209 4297 5 5 16 9 459 6344 1379
2012 2 1 458 4297 1849 15 35 31 1751 0 0 34 12 130 2391 860
DATA KASUS & KEMATIAN PTM
TERTENTU DI KAB. GROBOGAN
DATA KASUS DM DAN KEMATIANNYA
KAB. GROBOGAN 2010-2012
6000

5000

4000
JUMLAH KASUS

3000

2000

1000

0
2010 2011 2012
DM 5679 4506 1782
KEMATIAN 140 127 2
DATA KASUS STROKE & KEMATIANNYA
KAB. GROBOGAN 2010-2012
300

250

200
JUMLAH KASUS

150

100

50

0
2010 2011 2012
STROKE 250 117 50
KEMATIAN 2 3 0
DATA KASUS HIPERTENSI & KEMATIANNYA
KAB. GROBOGAN 2010-2012
30000

25000

20000
JUMLAH KASUS

15000

10000

5000

0
2010 2011 2012
HEPERTENSI 24738 15587 6146
KEMATIAN 241 322 2
DATA KASUS GAGAL JANTUNG & KEMATIANNYA
KAB. GROBOGAN 2010-2012
1800

1600

1400

1200
JUMLAH KASUS

1000

800

600

400

200

0
2010 2011 2012
DECOM 1536 944 458
KEMATIAN 0 0 1
DISTRIBUSI GAGAL JANTUNG MENURUT KELOMPOK UMUR
KAB. GROBOGAN TAHUN 2012

< 1 Th 15-44 Th
0% 14%

1-4 Th >65 Th
0% 29%
5-14 Th
0%

45-64Th
57%
DISTRIBUSI KASUS HEPERTENSI MENURUT KELOMPOK UMUR
KAB. GROBOGAN TAHUN 2012

1-4 Th <1 5-14 Th


0% Th 0%
0%
15-44 Th
13%
>65 Th
28%

45-64Th
59%
DISTRIBUSI KASUS DM MENURUT KELOMPOK UMUR TAHUN
KAB. GROBOGAN TAHUN 2012
< 1 Th 1-4 Th 5-14 Th
0% 0% 0%

>65 Th
15-44 Th
9%
13%

45-64Th
78%
Permasalahan
• laporan sering terlambat dikirim/tidak
laporan
• Keterbatasan SDM
• Keterbatasan sumber dana
Rencana tindak lanjut
• Peningkatan kelengkapan dan ketepatan
laporan
• Kesepakatan dalam sistem catpor (max. tgl 5
bulan berikutnya)
• Peningkatan kualitas SDM dan pertemuan
PELAKSANAAN POSBINDU PTM KAB.
GROBOGAN HINGGA TAHUN 2012
JUMLAH POSBINDU DI KAB. GROBOGAN
2010 – 2012
TAHUN JML PUSK JML POSBINDU DG JML POSBINDU DG
DANA PROV DANA KAB/KOTA
2010 30 2 0

2012 30 0 2

TOTAL 2 2

TOTAL : 4 POSBINDU
PEMBENTUKAN POSBINDU PTM
TAHUN 2010
1. POSBINDU MAWAR,
PURWODADI
2. POSBINDU ANGGREK,
GROBOGAN

PERTEMUAN KOORDINASI DAN


PELATIHAN KADER POSBINDU
PTM TAHUN 2010
PELATIHAN KADER DAN
PEMBENTUKAN POSBINDU PTM
MELATI DESA KALIREJO
WIROSARI TAHUN 2012
PELATIHAN KADER DAN
PEMBENTUKAN POSBINDU PTM
MAYA DESA KRANGGANHARJO ,
TOROH TAHUN 2012
SEBARAN POSBINDU PTM DI GROBOGAN

POSBINDU
ANGGREK

POSBINDU
MAWAR POSBINDU
MELATI

POSBINDU
MAYA
DISTRIBUSI KEANGGOTAAN POSBINDU DI KAB.
GROBOGAN BERDASAR JENIS 2010 - 2011 KELAMIN
200
180
160
140
JUMLAH ( ORANG )

120
100
80
60
40
20
0
2010 2011 2012
PEREMPUAN 70 76 156
LAKI-LAKI 10 16 20
• Kegiatan Posbindu dilaksanakan :
a. Deteksi faktor resiko melalui interview
oleh kader : pola aktifitas, kebiasaan
merokok, kebiasaan makan minum
b. Deteksi faktor resiko melalui
Pengukuran : lemak tubuh, lemak
perut, Glukosa Kolesterol, TB, BB,
IMT, tekanan darah
c. pengobatan dan Konseling
Mekanisme yang di bangun di Posbindu
• Iuran anggota Rp 8.000,- / anggota
• Pelaksanaan 1 bulan sekali
• Usia anggota > 20 tahun
NO JENIS KEGIATAN SASARAN KEGIATAN SUMBER DANA

1 Pelatihan kader Kader, Toma, APBD 2 ( 1


dan Petugas desa )
pembentukan kesehatan APBD 1 ( ?
Posbindu di desa puskesmas Desa )

2 Bimbingan teknis Kader dan APBD 2


dan tim
Pendampingan pelaksana
pelaksanaan Posbindu
Posbindu
145
Mampu memelihara
Pemberdayaan dan meningkatkan
Proses
keluarga/masy/swasta kesehatannya melalui :
• Monitoring faktor risiko
Pembelajaran PTM secara teratur
• Tidak merokok
• Diet yg Sehat dengan
Dari,oleh,untuk dan
kalori seimbang melalui
bersama masy.
konsumsi makanan
tinggi serat, rendah lemak
Sesuai sosbud dan rendah garam
• Melakukan aktifitas
Menciptakan Lingkungan fisik/olahraga teratur
yg Kondusif Untuk
Bergaya Hidup Sehat
MANFAAT POSBINDU PTM

MEMBUDAYA MAWAS METODE MURAH DAN


KAN GAYA DIRI BERMAKNA MUDAH
HIDUP SEHAT

10/5/2018 147
TUJUAN DAN SASARAN POSBINDU PTM

Masyarakat Masyarakat Masyarakat


Sehat Berisiko Hidup dengan PTM

Faktor Risiko PTM Terkendali


Meningkatnya
Upaya Deteksi Dini, Monitoring dan Peran serta
Konseling Masyarakat
Dalam
Pengendalian
FR.PTM

Komplikasi PTM
Terhindarkan
Pendukung/penunjang

KEJADIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI MASYARAKAT


TIDAK MENINGKAT
KEGIATAN UTAMA POSBINDU PTM

KEGIATAN DETEKSI DINI DAN MONITORING

KEGIATAN KONSELING DAN RUJUKAN

KEGIATAN AKTIFITAS BERSAMA LAINNYA

10/5/2018 149
Monitoring :
• Obesitas
• Hipertensi Konseling :
• Hiperglikemi
• Hiperkolesterol • Diet,
• Pem.Klinis • Stop
Payudara merokok
• Faktor lain
• Stress
Aktifitas bersama :
• KIE • Self Care
• Aktifitas Fisik
• Sarasehan
POSBINDU PTM DASAR KIT

ALAT ANALISA LEMAK TUBUH ALAT UKUR LINGKAR PERUT

PEAKFLOW ALAT UKUR TB ALAT UKUR


METER TEKANAN DARAH
POSBINDU PTM UTAMA KIT

ALAT ANALISA ALAT UKUR TB ALAT UKUR ALAT UKUR KADAR


LEMAK TUBUH LINGKAR ALKOHOL
PERUT PERNAFASAN

IVA ALAT UKUR GULA DAN ALAT UKUR


LEMAK DARAH TEKANAN DARAH
MEDIA EDUKASI
DALAM KONSELING

153
SUMBER DAYA PELAKSANA
POSBINDU PTM

Kader Pemantau Kader Penggerak

Koordinator
Posbindu PTM

Kader Konselor Kader Pencatat


Proses Kegiatan Posbindu PTM
Kegiatan Sebelum Pemeriksaan Sambil menunggu giliran pemeriksaan,
(Senam bersama, bersepeda, ceramah kader melakukan penyuluhan kelompok.
agama, demo makanan sehat, dll)
bekerjasama dengan Yayasan, LSM, Majelis Pemeriksaan
Ta’lim, Gereja setempat, dll) (satu per satu)

Meja 5 Meja 4 Meja 3 Meja 2 Meja 1

 Identifikasi FR.PTM
Konseling Pengukuran Pengukuran Wawancara  Registrasi
Penyuluhan  Pemberian
 Informasi Tindak Tekanan Faktor Risiko (pengisian
darah, PTM KMS FR- nomor urut
Lanjut yang sama
Biomarker, (Antropometri) PTM) oleh pada KMS
Peakflowmeter kader FR-PTM
IVA dan Buku
Pencatata
n oleh
kader
serta
pengisian
ALUR TINDAK LANJUT POSBINDU PTM

PENDAF PENGUKURAN
MASYARAKAT WAWANCARA
TARAN FR.PTM

REKOMENDASI

RUJUK KE KONSELING/
PUSKESMAS/KLINIK EDUKASI/
SWASTA MOTIVASI

PENCATATAN

PULANG/RUJUK
P2 B2 :
-FLU BURUNG
-DBD
-CHIKUNGUNYA
-MALARIA
-FILARIASIS
-LEPTOSPIROSIS
-RABIES

WASPADA FLU BURUNG


• Di Indonesia sejak Oktober 2003 telah terjadi
serangan flu burung pada unggas dg. Kematian
sekitar 4,7 jt ekor
• Sampai saat ini sudah menyebar di 33 Prop.
termasuk Jateng(tersebar di 21 Kab./kota)
• Sampai saat ini di Indonesia ada 136 positif flu
burung (Konfirm), mati 112 (CFR= 82,35 %
• Di Jateng, 11 kasus konfirm flu burung, mati 10
(CFR= 90 %) tersebar di Boyolali, Kab. Semarang,
Magelang,Klaten, Kudus, Wonogiri Grobogan,
Kendal, Sragen.
• Di Grobogan 5 Kasus AI :
- 1 Conform AI, Mati
- 4 Suspek, 3 Meninggal Dunia, 1 Sembuh
PEMETAAN KEJADIAN KASUS AI DI GROBOGAN
`
◘ KAB.
KUDUS ◘ KAB.
◘ KAB. PATI
DEMAK ◘ KAB.
● KLAMBU BLORA
● GUBUG
● BRATI ● ● KARANGASEM ◘
GROBOGAN NGARINGAN
● ●GODON
TEGOWA G ● TW
●SAMBU
NU ● HARJO ●
● NG PENAWANG ◙ WIROSARI
JEKETRO AN
●TANGGUNG PURWODADI ●
NAMBUHAN ● KUWU
HARJO ● KR ●
● KR SEMBUNGHARJO
WADER ●
RAYUNG ● TOROH ●
● ● KRADEN
● KEDUNG KARANGREJO
SENDANGHARJO TUNGGAK ● PULOKULON AN
JATI

● GEYER ● BANGSRI ● GABUS


◘ KAB.
SEMARANG ◘ KAB.
BOYOLALI
◘ KAB. NGAWI
◘ KAB. SRAGEN (JATIM)

Kasus Conform AI Pos H5 N1 Unggas

Suspect AI / Lab. Neg Bebas AI


GRAFIK KEMATIAN UNGGAS
2000 1988
1800
1600
1400 1450
1200
1000
800 829
600
502
400
200
0 2 0 4 7 14
2004 2005 2006 2007 2008

KEC. TERTULAR UNGGAS MATI


DESA TERTULAR AI KAB. GROBOGAN

70

60 59
50

40
34
30
25
20
14
10 11
4 6 6 5 4
0 0 2
0 0 1 0
2003 2004 2005 2006 2007 2008

JML.DS. TERTULAR KOMULATIF DS.TERTULAR AI


KASUS AI PD. MANUSIA
KASUS AI PADA MANUSIA DI GROBOGAN
2004 - 2013
5

3
KASUS

0 2013
2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 TOTAL
(Feb)
Conform AI 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1
Suspect AI 0 0 1 3 0 0 0 0 0 0 4
Meninggal 0 0 1 3 0 0 0 0 0 0 4
Sembuh 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1
UPAYA PENANGGULANGAN
PENYAKIT DEMAM BERDARAH
DI KAB GROBOGAN

Seksi P2B2
DEMAM BERDARAH DENGUE DINAS KESEHATAN KAB.GROBOGAN
TUJUAN
- Menurunnya Angka Kesakitan dan Kematian
DBD.
( IR < 2/10.000 , CFR < 1% )
- Meningkatnya Angka Bebas Jentik Rumah
( >95 % ABJ )
GRAFIK DBD
KAB GROBOGAN TAHUN 2008 - 2012
250

200

150
kasus

100

50

0 Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
2008 128 70 58 10 13 15 15 8 13 16 73 74
2009 118 45 52 33 29 24 35 48 32 61 130 199
2010 170 60 56 28 40 26 39 44 47 68 69 73
2011 27 23 21 14 8 5 6 15 16 20 16 18
2012 62 26 31 21 15 17 24 27 38 92 173 186
DISTRIBUSI KASUS DBD TAHUN 2008 - 2012
900

800

700

600
Orang

500

400

300

200

100

0
2008 2009 2010 2011 2012
Penderita 493 806 720 189 712
Meninggal 6 16 12 4 7
Angka Kejadian DBD Menurut Diagnosa
Tahun 2012
700 646
600
500
400
300
200
100 66
1 6
0
P M P M
DBD DSS
DBD : Demam Berdarah DSS : Dengue Shock
Dengue Syndrome
Distribusi DBD Per PuskesmasTahun 2012
70 65

60
50 44
46
JUMLAH KASUS P

JUMLAH KASUS M

40
30 25 26

20 14
16 15
12
9 10
10 8
5
2
-
-
Distribusi DBD Per PuskesmasTahun 2012
120
110

100

80

60 57

41
40 33 33
31
24
18 17 16
20 12 10
4 6
3
-
Stratifikasi Desa Per Puskesmas Tahun 2012
9
8 8 8 8
8
7 7 7
7
6
5 5 5 5 5
5
4 4 4 4
4
3 3
3
2 2 2 2 2 2 2
2
1 1 1 1 1 1 1 1 1
1
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0

E S P
Stratifikasi Desa Per Puskesmas Tahun 2012
12

10
10
9 9 9
8 8 8
8
7 7 7
6 6 6
6
5 5 5
4 4 44 4 4
4
3
2 2 2
2
1 1 1 1 1 1 1 1 1
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0

E S P
KASUS DBD
DI PUSKESMAS KEDUNGATI
TAHUN 2010 - 2012
10 9
9 8
8
7
6 Series1
5
4
3
2 1
1 0 0 0
0
Kasus Meninggal Kasus Meninggal Kasus Meninggal
2010 2011 2012
DISTRIBUSI KASUS DBD
DI WIL PUSKESMAS KEDUNGATI
TAHUN 2010 - 2012
3.5
3 3
3
2.5
2 2
2
1.5
1 1 1 1 1 1 1 1
1
0.5
0 0 0 0 000 000 00 0 0 0 000 000 000
0

2010 2011 2012


Klasifikasi Desa
di Wilayah Puskesmas Kedungjati
Tahun 2010 - 2012

Endemis Sporadis Potensial


DISTRIBUSI KASUS DBD
DI WIL PUSKESMAS KEDUNGATI
TAHUN 2013 s/d bulan Maret
kasus Meninggal
1

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PERMASALAHAN
• Pola pikir masyarakat yang masih
mengandalkan fogging untuk
memberantas nyamuk
• Penanganan Kasus DBD Yg terlalu lama
• Belum Optimalnya Kegiatan PSN DBD
• tidak berfungsinya POKJANAL DBD
Kecamatan
• Sosialisasi Tentang DBD ke masyarakat
yang masih kurang
• Laporan ABJ Dari Puskesmas yg sering nihil
• Pelatihan
Kader PSN-
DBD

• Di 10 Desa
Endemis DBD
• Pemantauan
jentik Aedes

• Di Desa
rawan DBD
• Fogging fokus DBD

• Di 70 fokus DBD
• Pengendalian jentik Aedes aegypti dengan cara phisik; PSN dgn melakukan
3 M : menguras, menutup, mengubur.
Kegiatan ini hrs dilakukan oleh seluruh masyarakat secara terus menerus.
Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan dan penggerakan baik oleh Dinkes
(Promkes dan Puskesmas) dan unsur Pemda (Camat, Lurah, RT & RW).

• Pengendalian jentik dengan cara kimiawi: Larvasiding dgn menaburkan


bubuk Abate atau altosid atau Sumilarv ke dlm tmp penampungan air
secara berkala 3 bl sekali.
Kegiatan ini biasanya dilakukan di daerah endemis yang sulit air atau di
wilayah KLB DBD oleh petugas kesehatan atau kader yang sudah dilatih.
• Memelihara ikan pemakan jentik
seperti ikan kepala timah, ikan
gupi, ikan cupang/tempalo dan
lain-lain.

• Membubuhkan/menaburkan
bakteri (Bacillus thuringiensis
atau Bacillus Israeliensis) yang
akan membunuh jentik nyamuk.
PERMASALAHAN
• Pola pikir masyarakat yang masih
mengandalkan fogging untuk
memberantas nyamuk
• Penanganan Kasus DBD Yg terlalu lama
• Belum Optimalnya Kegiatan PSN DBD
• tidak berfungsinya POKJANAL DBD
Kecamatan
• Sosialisasi Tentang DBD ke masyarakat
yang masih kurang
• Laporan ABJ Dari Puskesmas yg sering nihil
MALARIA KLINIS, MALARIA POSITIF
DAN UMPAN BALIK HASIL
PEMERIKSAAN SEDIAAN DARAH
PENGERTIAN
•Malaria Klinis adalah penderita dengan gejala
dingin menggigil*, demam* secara berkala,
berkeringat* dan sakit kepala dan juga sering
disertai dengan gejala khas daerah (diare pada
balita sakit atau sakit otot pada orang dewasa).

*) gejala klasik malaria


GEJALA UMUM MALARIA
Periode dingin (Cold Stage)
Menggigil, kulit dingin kering, pucat, sianosis, berlangsung
15-60 menit.

Periode panas (Hot Stage)


Muka merah, kulit panas kering, nadi cepat, respirasi
meningkat, nyeri kepala, muntah-muntah, syok, delirium
sampai kejang, berlangsung hingga 2 jam atau lebih

Periode berkeringat (Sweating Stage)


Temporal sampai seluruh tubuh, temperatur turun,
kelelahan, tertidur, bangun sehat melakukan aktivitas biasa
SKEMA PENDERITA MALARIA
Positif Malaria

Diambil SD
LB: 1501

Pasien Malaria Klinis Negatif Malaria

Tidak diambil SD
LB: 1503
PENULARAN MALARIA

13

 Ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria (anopheles) betina


yg mengandung parasit malaria

 Melalui gigitan  parasit ditularkan ke orang sehat


AMI (Annual Malaria Incidence)

Jumlah penderita malaria klinis X 1.000 ‰


Jumlah penduduk

KEGUNAAN :
untuk mengetahui incidence
malaria klinis pada satu daerah
tertentu selama satu tahun
PENGERTIAN

Malaria positif adalah


penderita yang dalam
darahnya ditemukan
parasit plasmodium
melalui pemeriksaan
mikroskopis (atau dengan
rapid diagnostic test).
API (Annual Parasite Incidence)

Jumlah penderita positif malaria X 1.000 ‰


Jumlah penduduk

KEGUNAAN :
untuk mengetahui incidence
malaria pada satu daerah
tertentu selama satu tahun
MALARIA KLINIS GROBOGAN 2012
BULAN KASUS MENINGGAL
JANUARI 27 0
FEBRUARI 23 0
MARET 28 0
APRIL 19 0
MEI 28 0
JUNI 29 0
JULI 32 0
AGUSTUS 12 0
SEPTEMBER 2 0
OKTOBER 6 0
NOPEMBER 6 0
DESEMBER 3 0
JUMLAH 215 0
MATUR NUWUN