Anda di halaman 1dari 10

Definisi Kepemimpinan Transformasional

Kepemimpinan transformasional merupakan proses di mana orang


terlibat dengan orang lain, dan menciptakan hubungan yang
meningkatkan motivasi dan moralitas dalam diri pemimpin dan
pengikut. Jenis pemimpin ini memiliki perhatian pada kebutuhan dan
motif pengikut, serta mencoba membantu pengikut mencapai potensi
terbaik mereka. (James MacGregor Burns (Peter G))
Kepemipinan transaksional menurut James MacGregor Burns
mengemukakan ada dua karakteristik utama tipe kepemimpinan
transaksional, yaitu:

• Pertama, pemimpin menggunakan serangkaian imbalan untuk


memotivasi para anggota.

• Kedua, pemimpin hanya melakukan tindakan koreksi apabila anggota


gagal mencapai sasaran prestasi yang ditetapkan.
Para pemimpin transformasional memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
• Change Agent
Mereka (para pemimpin transformasional) dengan jelas memandang diri mereka sendiri sebagai agen-agen
perubahan (change agents). Mereka berjuang untuk membuat suatu perbedaan dan untuk
mentransformasikan organisasi di bawah tanggung jawab mereka.
• Courageous
Mereka berani (courageous). Mereka mampu berurusan dengan resistensi (pihak-pihak yang melawan).
Mereka mengambil posisi, mengambil risiko, meng-konfrontir realitas.
• Believe in people
Mereka percaya kepada orang-orang yang dipimpinnya (believe in people). Mereka mempunyai
kepercayaan-kepercayaan yang sudah dikembangkan dengan baik perihal motivasi, menaruh kepercayaan
dan pemberdayaan
• Life-long learners
Mereka didorong oleh seperangkat nilai yang kuat (a strong set of values). Mereka terus belajar (life-long
learners). Mereka melihat kesalahan, baik kesalahan mereka sendiri atau kesalahan orang lain, sebagai
kesempatan untuk belajar.
• Dapat mengatasi masalah
Mereka dapat mengatasi masalah-masalah yang mengandung kompleksitas (complexity), ketidakpastian
(uncertainty) dan kemenduaan (ambiguity).
• Visioner
Mereka adalah visioner-visioner (visionaries).
Tiga cara pemimpin transformasional memotivasi :
• Mendorong dan meningkatakan kesadaran tentang betapa
pentingnya dan bernilainya sasaran yang akan dicapai kelak dan
menun-jukkan cara untuk mencapainya.
• Mendorong karyawan untuk mendahulukan kepentingan kelompok
daripada kepentingan pribadi.;
• Meningkatkan kebutuhan karyawan yang lebih tinggi seperti harga
diri dan aktualisasi diri.
Terdapat 4 Jenis Perilaku Tranformasional
• (Idealized Influence - Charisma), adalah perilaku yg memberi wawasan
serta kesadaran akan misi, membangkitkan kebanggaan, serta
menumbuhkan sikap hormat dan kepercayaan pada para bawahannya
• (Inspirational Motivation adalah perilaku yang menumbuhkan
ekspektasi yang tinggi melalui pemanfaatan simbol-simbol untuk
memfokuskan usaha dan mengkomunikasikan tujuan-tujuan penting
dengan cara yang sederhana),
• (Intellectual Stimulation adalah perilaku yang meningkatkan
intelegensia, rasionalitas, dan pemecahan masalah secara seksama),
dan
• (Individualized Consideration). adalah perilaku yang membe-rikan
perhatian, membina, membimbing, dan melatih setiap orang secara
khusus dan pribadi
Definisi Kepemimpinan Karismatik
Karisma adalah lebih mungkin dikaitkan dengan pemimpin yang
bertindak cara yang tidak konvensional untuk mencapai visi. Metode
pemimpin untuk mencapai tujuan ideal harus berbeda dari cara-cara
konvensional dalam melakukan sesuatu untuk mengesankan pengikut
bahwa pemimpin luar biasa.
Karakteristik Kepemimpinan Karismatik
Karakteristik kepribadian, perilaku, dan dampak pada pengikut dari
kepemimpinan karismatik
Karakteristik Kepribadian Perilaku Dampak pada Pengikut

Dominan Sejumlah teladan yang kuat Percaya dengan ideology

Hasrat untuk memengaruhi Menunjukan kecakapan Kesamaan keyakinan antara


pemimpin dan pengikut
Percaya diri Mengutarakan tujuan Penerimaan yang tidak diragukan
lagi
Nilai moral yang kuat Mengomunikasikan harapan yang • Menyukai pemimpin
tinggi • Kepatuhan
• Simpati pada pemimpin
• Keterlibatan emosional
• Tujuan meningkat
• Keyakinan diri meningkat
Gary Yukl mengidentifikasi sebagai berikut:
a. Perilaku dirancang untuk menciptakan kesan di antara para pengikutnya
bahwa pemimpin tersebut adalah kompeten (memperlihatkan rasa percaya diri
akan keberhasilan sebelumnya) untuk meningkatkan para pengikutnya untuk
tunduk dan patuh.
b. Menekankan pada tujuan ideologi yang menghubungkan misi kelompok
kepada nilai-nilai atau cita-cita serta aspirasi-aspirasi yang berakar dan
mendalam yang dirasakan bersama pengikutnya.
c. Menetapkan perilaku suatu contoh mereka sendiri agar diikuti oleh
pengikutnya. Perannya lebih dari intimidasi terhadap perilaku pemimpin, untuk
mempengaruhi agar bawahan puas dan termotivasi.
d. Mengkomunikasikan harapan-harapan yang tinggi tentang kinerja para
pengikut dan mengekspresikan rasa percaya pada pengikut.
e. Menimbulkan motivasi yang relevan bagi misi kelompok.
Kelebihan :
• Dapat mengkomunikasikan visi dan misi secara jelas
• Dapat membangkitkan semangat bawahan untuk bekerja lebih giat
• Bisa mendapatkan pengikut dengan masa yang besar karena sifatnya yang
berkharisma sehingga bisa dipercaya
• Menyadari kelebihannya dengan baik sehingga bisa memanfaatkannya secara
maksimal
Kelemahan :
• Para pemimpin kharismatik mudah mengambil keputusan yang beresiko
• Pemimpin kharismatik cenderung memiliki khayalan bahea apa yang
dilakukan pasti benar karena pengikutnya terlanjur percaya
• Ketergantungan yang tinggi sehingga regenerasi untuk pemimpin yang
berkompeten sulit