Anda di halaman 1dari 10

HORMON DAN

OKSITOSIN
Kelompok 3
PENGERTIAN
 Hormon (dari bahasa yunani yaitu hman “yang
menggerakan”) adalah pembawa pesan kimiawi
antarsel atau antar kelompok sel. Semua
organisme multiselular , termasuk tumbuhan
memproduksi hormon. Hormon berfungsi untuk
memberikan sinyal ke sel target yang selanjutnya
akan melakukan suatu tindakan atau aktivitas
tertentu.
SIFAT-SIFAT HORMON

 Suatu chemical messenger yang dihasilkan oleh


endokrin.
 o Disekresikan langsung ke dalam aliran darah.
 o Fungus sebagai katalisator rekasi kimia dalam
tubuh dan control berbagai proses metabolisme
(reproduksi;pertumbuhan dan perkembangan;
mempertahankan homeostatis; pengadaan;
penggunaan dan penyimpanan energy).
 o Kadarnya dalam sirkulasi darah dapat
menggambarkan aktivitas dari sel kelenjar
endokrin.
 o Memiliki organ atau jaringan target tertentu.
FUNGSI HORMON
a. Hormon pertumbuhan (GH)
Merangsang pertumbuhan badan
b. Hormon perangsang tiroid (TSH)
Merangsang kelenjar tiroid merembeskan hormon tiroksina.
c. Hormon antidiuresis (ADH)
Merangsang penyerapan semula air dari tubul ginjal.
d. Hormon perangsang folikel (FSH)
Merangsang perkembangan folikel Graaf dan tubul semen.
e. Hormon peluteinan (LH)
Menyebabkan pembebasan ovum daripada ovari dan perkembangan folikel menjadi
korpus luteum.
Merangsang perembesan hormon seks oleh ovari dan testis.
f. Hormon adrenokortikotrof (ACTH)
Merangsang korteks adrenal menghasilkan hormon.
 g. Hormon prolaktin
 Merangsang perembesan susu oleh kelenjar susu.
 h. Hormon oksitosin
 Merangsang pengecutan otot uterus semasa bersalin.
 Tiroksina
 Mengawal kadar metabolisme sel badan, khususnya respirasi
dalam mitokondria.
Mengawal aras aktiviti, menggalakkan pertumbuhan yang
normal bagi rangka dan perkembangan mental.
 Insulin
 Glukagon
 Menyebabkan penukaran glikosa kepada glikogen.
Menyebabkan penukaran glikogen kepada glukosa.
 Aldosteron
 Menyediakan badan untuk menentang atau lari dalam keadaan
kecemasan dengan merangsang peningkatan aras glukosa
dalam darah.
 Mengawal tekanan osmosis darah melalu penyerapan semula
ion natrium.
 Estrogen
 Progesteron
 Merangsang perkembangan organ seks perempuan dan ciri
seks sekunder seperti perkembangan kelenjar susu dan
pembesaran buah dada.
 Menyebabkan dinding uterus menebal untuk penempelan
uterus.
 Testosteron
 Merangsang perkembangan organ seks lelaki dan ciri seks
sekunder seperti pertumbuhan misai dan suara menjadi kasar.
Merangsang spermatogenensis.
OKSITOSIN
 Oksitosin adalah hormon yang bertanggungjawab
untuk merangsang kontraksi pada rahim saat
proses persalinan, terutama mempengaruhi otot
polos uterus
 Oksitosin menyebabkan otot polos uterus
berkontraksi dalam stadium akhir kehamilan,
selain itu juga memulai kontraksi sel mioepitel
pada alveoli dan saluran keluar kelenjar
mammae.
 Pelepasan hormon oksitosin berlangsung secara alami, namun
terdapat suatu cara untuk mendorongnya lebih cepat.
Diantaranya, melalui proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD).
Meletakkan bayi di atas perut ibu, agar bayi mencari payudara
ibunya sendiri, dapat merangsang pelepasan oksitosin.
Sehingga, wanita disarankan untuk melakukannya secepat
mungkin setelah melahirkan, untuk membantu keluarnya
plasenta. Jika plasenta gagal keluar, ibu akan diberikan
hormon sintetis yang mereplikasi efek oksitosin untuk
membantu rahim berkontraksi.
KONSEP KERJA
 Oksitosin juga memainkan peranan penting di
luar proses melahirkan. Setiap kali menyusui, ibu
akan melepaskan hormone oksitosin yang
menyebabkan ibu mengeluarkan putting susu ke
mulut bayi. Hal ini, akan membantu rahim
menciut dan kembali ke ukuran normal.
EFEK SAMPING OKSITOSIN

 Bila oksitosin sintetik diberikan, kerja fisiologis


hormon ini akan meningkat sehingga dapat
timbul efek samping yang berbahaya, efek
samping tersebut dapat dikelompokkan menjadi:
 Stimulasi berlebih pada uterus
 Kerja anti diuretika
 Kerja pada pembuluh darah ( dilatasi )
 Mual
 Reaksi hipersensitif