Anda di halaman 1dari 17

Dosen pembimbing :

Ns. Elsi Oktarina, M.Kep, Sp, KMB


Sirosis hepatis adalah penyakit
kronis pada hepar dengan
inflamasi dan fibrosis hepar
yang mengakibatkan distorsi
struktur hepar dan hilangnya
sebagian besar fungsi hepar
 Sirosis Laennec. Sirosis ini disebabkan oleh
alkoholisme dan malnutrisi. Pada tahap awal
sirosis ini, hepar membesar dan mengeras.
Namun, pada tahap akhir, hepar mengecil dan
nodular
 Sirosis pascanekrotik. Terjadi nekrosis yang berat
pada sirosis ini karena hepatotoksin biasanya
berasal dari hepatitis virus. Hepar mengecil
denganbanyak nocul dan jaringan fibrosa
 Sirosis bilier. Penyebabnya adalah obstruksi
empedu dalam hepar dan duktus koledukus
komunis (duktus sistikus)
 Sirosis jantung. Penyebabnya adalah gagal
jantung sisi kanan (gagal jantung kongestif)
 Alkoholisme
 Defesiensi α1- antitripsin
 Obstruksi bilier
 Sindroma Budd-Chiari
 Hemokromatisis
 Hepatitis
 Penyakit Wilson
 Lemah, lelah karena penyakit  Hepatomegaly (hati
kronis membesar) pada lebih dari
 Berat badan turun setengah jumlah pasien
 Anoreksia  Spider vein-spider angioma
atau telangiectasia di pipi,
 Mual dengan kemungkinan hidung, bahu atau dada atas
muntah
 Kemerahan pada telapak
 Asites- akumulasi cairan di tangan (palmar eritema)
dalam lubang perut karena
hipertensi porta  Glossitis akibat kekurangan
vitamin
 Rasa sakit abdominal
 Edema periferal
 Hipertensi portal
 Dispnea karena tekanan pada
 Pruritus (gatal-gatal) diafragma akibat asites
 Penyakit kuning akibat  Encepalopaty (asterixis,
masalah ekskresi bilirubin gemetaran, delirium,
mengantuk, deyesarthria,
koma)
 Gangguan Aliran Darah
Pada sirosis, hubungan antara darah dan sel-sel
hati mengalami gangguan, di mana walaupun sel-
sel hati yang tidak mati berhasil memperbanyak
diri dan membentuk sel-sel hati baru tetap tidak
dapat membuang dan memasukkan berbagai zat
ke dalam darah seperti sedia kala (normal)
sehingga menyebabkan gangguan fungsi hati
untuk memproduksi zat penting bagi tubuh dan
membuang racun bagi tubuh.

 Gangguan Aliran Cairan Empedu


Masalah lainnya yang diakibatkan oleh sirosis
hati adalah gangguan hubungan antara sel-sel
hati dan pembuluh empedu
Pengkajian
1. Identifikasi klien
2. Riwayat kesehatan sekarang : Biasanya klien datang
dengan keluhan lemah atau letih,otot lemah, anoreksia,
kembung, perut terasa tidak enak, keluhan perut terasa
semakin membesar, berat badan menurun, gangguan
buang air kecil, gangguan buang air besar, sesak napas.
3. Riwayat kesehatan dahulu :Klien dengan sirosis hepais
memiliki riwayat penyalahgunaan alcohol dalam jangka
waktu yang lama, sebelumnya ada riwayat hepatitis
kronis, riwayat gagal jantung, riwayat pemakaian obat-
obatan, merokok.
4. Riwayat kesehatan keluarga : Adanya keluarga yang
menderita penyakit hepatitis atau sirosis hepatis
Pemeriksaan fisik

1. Wajah : Terdapat bintik-bintik merah,


ukuran 5-20 mm, ditengahnya tampak
pembuluh darah, suatu arteri kecil yang
kadang-kadang dapat teraba berdenyut
disebut spider nevy (angio laba-laba).
2. Mata : Konjungtiva tampak pucat, sklera
ikterik.
3. Mulut : Bau napas khas disebabkan karena
peningkatan konsentrasi dimetil sulfide
akibat pintasan porto sistemik yang berat.
Membran mukosa kering dan ikterus. Bibir
tampak pucat.
4. Hidung : Terdapat pernapasan cuping hidung
5. Thorax
jantung
Inspeksi : biasanya pergerakan apeks kordis tidak
terlihat
Palpasi : biasanya apeks kordis tidak teraba
Pelkusi : biasanya tidak terdapat pembesaran
jantung
Auskultasi : biasanya normal, tidak ada bunyi suara
ketiga
6. Paru-paru
Inspeksi :biasanya pasien menggunakan otot bantu
pernapasan
Palpasi :biasanya vremitus kiri dan kanan sama
Perkusi :biasanya resonance, bila terdapat efusi
pleura bunyinya redup
Auskultasi :biasanya vesikuler
7. Abdomen
Inspeksi : umbilicus menonjol, asites
Palpasi : Sebagian besar penderita hati mudah
teraba dan terasa keras. Nyeri tumpul atau perasaan berat
pada epigastrium atau kuadran kanan atas.
Perkusi : dulnes.
Auskultasi : biasanya bising usus cepat
8. Ekstremitas
Pada ekstremitas atas telapak tangan menjadi hiperemesis
(erithema palmare). Pada ekstremitas bawah ditemukan
edema. cavilari revil lebih dari 2 detik.
9. Kulit
Karena fungsi hati terganggu mengakibat bilirubin tidak
terkonjugasi sehingga Kulit tampak ikterus. Turgor kulit
jelek.
Pemeriksaan penunjang

1. Uji faal hepar


Bilirubin menningkat (N: 0,2-1,4 gr%).
SGOT meningkat (N: 10-40 u/c).
SGPT meningkat (N: 5-35 u/c).
Protein total menurun (N: 6,6-8 gr/dl). Albumin
menurun.

2. USG
Gambaran USG tergantung pada tingkat berat ringannya
penyakit. Pada tingkat permulaan sirosis akan tampak
hati membesar, permulaan irregular, tepi hati tumpul, .
Pada fase lanjut terlihat perubahan gambar USG, yaitu
tampak penebalan permukaan hati yang irregular.
Sebagian hati tampak membesar dan sebagian lagi dalam
batas nomal.
3. CT (chomputed tomography)
Memberikan informasi tentang pembesaran hati
dan aliran darah hepatic serta obstruksi aliran
tersebut.
4. MRI
Memberikan informasi tentang pembesaran hati
dan aliran darah hepatic serta obstruksi aliran
tersebut.
5. Analisa gas darah
Analisa gas darah arterial dapat mengungkapkan
gangguan keseimbangan ventilasi-pervusi dan
hipooksia pada sirosis hepatis.
 Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan asites,
keletihan, posisi tubuh yang menghambat ekspansi paru.
 Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubungan
dengan produksi sel darah merah yang menurun, gangguan
metabolisme zat besi.
 Kelebihan volume cairan berhubungan dengan retensi
cairan karena aldosteron meningkat dan tekanan osmotik
koloid menurun, gangguann mekanisme regulasi, kelebihan
saupan cairan, kelebihan asupan natrium.
 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
berhubungan dengan kegagalan hati dalam metabolisme,
ganngguan penyerapan di usus halus.
 Mual berhubungan dengan gangguan metabolisme lemak,
distensi lambung
 Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan gejala terkait
penyakit, kurang kontrol situasi, kurang pengendalian
lingkungan, program penngobatan, stimulasi lingkungan
yang mengganggu, sumber daya tidak adekuat.
 Risiko perdarahan berhubungan dengan aneurisma, gangguan
fungsi hati, gangguan gastrointestinal (misal: ulkus lambung, polip,
varises), koagulopati inheren, program pengobatan.
 Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, gaya hidup
kurang gerak, imobilitas, ketidakseimbangan antara suplai dan
kebutuhan oksigen.
 Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan, ansietas,
gangguan muskuloskeletal, gangguan neuromuskular, nyeri,
penurunan motivasi.
 Gangguan citra tubuh berhubungan dengan cidera, gangguan fungsi
psikososial, penyakit, perubahan fungsi kognitif, perubahan fungsi
tubuh, perubahan persepsi diri, program pengobatan.
 Risiko kerusakan integritas kulit berhubunngan dengan, faktor
mekanik, gangguan metabolisme, gangguan pigmentasi, nutrisi
tidak adekuat.
 Risiko cidera berhubungan dengan gangguan orientasi efektif,
hipoksia jaringan, malnutrisi, profil darah yang abnormal, usia
ekstrim, gangguan fungsi psikomotor, gangguan fungsi kognitif.