Anda di halaman 1dari 17

PENGAYAAN

MENINGITIS TUBERKULOSIS

DISUSUN OLEH :
YESSI SETIANEGARI
1461050001

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK


PERIODE 23 JULI 2018 – 29 SEPTEMBER 2018
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
Definisi
• Meningitis tuberkulosis adalah radang selaput otak yang disebabkan
oleh Mycobacterium tuberculosis. Biasanya otak ikut terkena
sehingga disebut sebagai meningoensefalitis tuberkulosis (PPM IDI Jilid I
hal 193)
• Meningitis TB adalah meningitis subakut yang dikenal memiliki
berbagai bentuk manifestasi awal, yaitu bentuk TB yang paling berat
dan memiliki mortalitas dan morbiditas lebih tinggi daripada bentuk
TB lainnya

Che Rahim, Mohd Jazman, and Wan Syamimee Wan Ghazali. “Psychosis Secondary to Tuberculosis
Meningitis.” BMJ Case Reports 2016 (2016): bcr2015213171. PMC. Web. 9 Sept. 2018.
Epidemiologi
• Secara global, WHO memperkirakan bahwa dalam 2015, ada 10,4 juta
kasus baru dan 1,4 juta kematian akibat tuberkulosis
• Penelitian sebelumnya memperkirakan itu 10% pasien dengan
tuberkulosis aktif mengembangkan penyakit CNS, menghasilkan
insiden setinggi 20,6 per 100.000 penduduk
• Anak kecil dan pasien HIV memiliki risiko tinggi untuk terkena
meningitis TB

Bourgi K, Fiske C, Sterling TR. Tuberculosis Meningitis. Curr Infect Dis Rep. 2017 Sep 11;19(11):39. doi: 10.1007/s11908-
017-0595-4.
Epidemiologi
• Angka kejadian meningitis jarang dibawah usia 3 bulan dan mulai
meningkat dalam 5 tahun pertama
• Angka kejadian tertinggi pada usia 6 bulan sampai 2 tahun
• Angka kematian berkisar natara 10-20%. Sebagian besar memberi
gejala sisa, hanya 18% pasien yang normal secara neourologis dan
intelektual
• Apabila tidak diobati, anak dengan meningitis TB dapat meninggal
dalam waktu 3-5 minggu.
Bourgi K, Fiske C, Sterling TR. Tuberculosis Meningitis. Curr Infect Dis Rep. 2017 Sep 11;19(11):39. doi:
10.1007/s11908-017-0595-4.
Saharso D, Pusponegoro H, Mangunatmajda I, et al. Meningitis Tuberculosis. Pedoman Pelayanan Medis IDI Jilid I.
2010 : 193 - 6
Risk factors for tuberculosis exposure,
infection and disease in children.
Abbreviations: BCG, Bacillus Calmette–Guérin; HIV,
human immunodeficiency virus; TB, tuberculosis.

Seddon JA, Shingadia D. Epidemiology and disease burden of


tuberculosis in children: a global perspective. Infection and
Drug Resistance. 2014;7:153-165. doi:10.2147/IDR.S45090.
Manifestasi klinis
Demam

Kejang

Penurunan kesadaran

Penurunan berat badan

Anoreksia

Muntah

Batuk dan pilek berulang

Saharso D, Pusponegoro H, Mangunatmajda I, et al. Meningitis Tuberculosis. Pedoman Pelayanan Medis IDI Jilid I. 2010
: 193 - 6
Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis dibagi menjadi 3 stadium :
Stadium I (inisial) :
• Pasien tampak apatis, iritabel, nyeri kepala,demam, malaise, anoreksia, mual dan muntah. Belum
tampak manifestasi kelainan neurologis

Stadium II
• Pasien tampak mengantuk, disorientasi, ditemukan rangsang meningeal, kejang, defisit neurologis fokal,
paresis nervus kranial, gerakan involunter (tremor, koreoatetosis, hemibalismus)

Stadium III
• Stadium II + kesadaran semakin menurun sampai koma, ditemukan tanda-tanda peningkatan tekanan
intrakranial, pupil terfiksasi, pernapasan irreguler, disertai peningkatan suhu tubuh dan ekstremitas
spastis
Saharso D, Pusponegoro H, Mangunatmajda I, et al. Meningitis Tuberculosis. Pedoman Pelayanan Medis IDI Jilid I. 2010
: 193 - 6
Pemeriksaan dan diagnosis
Anamnesis
• Riwayat demam lama/ kronis (bisa mencapai 1 bulan). Dapat pula
berlangsung akut
• Kejang (jenis, lama, frekuensi dan interval)  bedakan dengan kejang
demam biasa dan epilepsi. (pre iktal, iktal dan post iktal)
• Penurunan kesadaran
• Penurunan BB, enoreksia, muntah, ISPA berulang
• Riwayat kontak dengan pasien TB dewasa
• Riwayat imunisasi BCG
Saharso D, Pusponegoro H, Mangunatmajda I, et al. Meningitis Tuberculosis. Pedoman Pelayanan Medis IDI Jilid I. 2010
: 193 - 6
Pemeriksaan Fisik
• Keadaan umum : TSS-TSB
• Kesadaran : apatis s/d koma
• TTV : febris (+), RR dan FN meningkat
• Rangsang meningen (+)
• Kaku kuduk
• Brudzinski I, II, III, IV
• Laseque
• kerning
• Pada meningitis TB lebih menonjol gejala defisit neurologis
• Lakukan pemeriksaan sikatriks imunisasi BCG
• Tanda-tanda infeksi TB di paru
• Pembesaran KGB
Saharso D, Pusponegoro H, Mangunatmajda I, et al. Meningitis Tuberculosis. Pedoman Pelayanan Medis IDI Jilid I. 2010
: 193 - 6
Pemeriksaan Penunjang
• Darah perifer lengkap : Leukositosis : 10.000-20.000 sel/mm3
• LED : meningkat  infeksi
• GDS
• Pungsi lumbal
• Pemeriksaan ELISA, latex particle aglutination dan PCR untuk mendeteksi
Mycobacterium di LCS (bila memungkinkan)
• CT scan dan MRI kepala dengan kontras  dapat menunjukkan lesi
parenkim pada daerak basal otak, infark, tuberkuloma dan hidrocephalus
• Foto rontgen thoraks
• Uji tuberkulin
• EEG
Saharso D, Pusponegoro H, Mangunatmajda I, et al. Meningitis Tuberculosis. Pedoman Pelayanan Medis IDI Jilid I. 2010
: 193 - 6
Che Rahim, Mohd Jazman, and Wan Syamimee Wan Ghazali. “Psychosis Secondary to Tuberculosis Meningitis.” BMJ
Case Reports 2016 (2016): bcr2015213171. PMC. Web. 9 Sept. 2018.
Diagnosis
• Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang yang mengarah pada diagnosis meningitis tb
• Berdasarkan scoring TB
• Diagnosis pasti bila ditemuka M. Tuberkulosis pada pemeriksaan
hapus LCS/ kultur

Saharso D, Pusponegoro H, Mangunatmajda I, et al. Meningitis Tuberculosis. Pedoman Pelayanan Medis IDI Jilid I. 2010
: 193 - 6
Tatalaksana
Medikamentosa
• Sesuai rekomendasi American Academy of Pediatric 1994, dengan
pemberian 4 macam obat selama 2 bulan dan dilanjutkan dengan
pemberian INH dan rifampisin selama 10 bulan
• Dosis obat antituberkulosis :
• Isoniazid 10-20 mg/kgbb/hari. Dosis maksimal 300 mg/ hari
• Rifampisin 10-20 mg/kgbb/hari. Dosis maksimal 600 mg/ hari
• Pirazinamid 15-30 mg/kgbb/hari. Dosis maksimal 2000 mg/ hari
• Etambutol 15-20 mg/kgbb/hari. Dosis maksimal 1000 mg/ hari atau
streptomisin IM 20-30 mg/kgbb/hari. Dosis maksimal 1000 mg/ hari
Saharso D, Pusponegoro H, Mangunatmajda I, et al. Meningitis Tuberculosis. Pedoman Pelayanan Medis IDI Jilid I. 2010
: 193 - 6
Tatalaksana (2)
• Kortikosteroid diberikan untuk menurunkan inflamasi dan edema
serebral
• Prednison 1-2 mg/kgbb/hari selama 6-8 minggu
• Dexametason 6 mg/m2 setiap 4-6 jam atau dosis 0.3-0.5 mg/kgbb/hari  bila
TIK meninggi

Saharso D, Pusponegoro H, Mangunatmajda I, et al. Meningitis Tuberculosis. Pedoman Pelayanan Medis IDI Jilid I. 2010
: 193 - 6
Tatalaksana (3)
Bedah
• Hidrosefalus terjadi pada 2/3 kasus dengan lama sakit >3 minggu dan
dapat diterapi dengan asetazolamid 30-50 mg/kgbb/hari dibagi dalam
3 dosis  Pantau asidosis metabolik
• Tindakan VP shunt  hidrosefalus obstruktif dengan
gejalaventrikulomegali + Tekanan intra ventrikel / edema
periventrikuler

Saharso D, Pusponegoro H, Mangunatmajda I, et al. Meningitis Tuberculosis. Pedoman Pelayanan Medis IDI Jilid I. 2010
: 193 - 6
Tatalaksana (4)
Suportif
• Konsul rehabilitasi medik untuk mobilisasi bertahap mengurangi spastisitas
dan mencegah kontraktur

Pemantauan pasca rawat


• Pemantauan DPL dan fungsi hati setiap 3-6 bulan untuk mendeteksi
komplikasi obat tuberkulostatik
• Pemantauan gejala sisa : gangguan pengelihatan, gangguan pendengaran,
cerebral palsy, epilepsi, retardasi mental, dan gangguan prilaku
• Pemantauan tumbuh kembang  konsul ke departemen lain sesuai
indikasi
Saharso D, Pusponegoro H, Mangunatmajda I, et al. Meningitis Tuberculosis. Pedoman Pelayanan Medis IDI Jilid I. 2010
: 193 - 6
Daftar Pustaka
1. Che Rahim, Mohd Jazman, and Wan Syamimee Wan Ghazali.
Psychosis Secondary to Tuberculosis Meningitis. BMJ Case
Reports 2016 (2016): bcr2015213171. PMC. Web. 9 Sept. 2018.
2. Bourgi K, Fiske C, Sterling TR. Tuberculosis Meningitis. Curr Infect
Dis Rep. 2017 Sep 11;19(11):39. doi: 10.1007/s11908-017-0595-4.
3. Saharso D, Pusponegoro H, Mangunatmajda I, et al. Meningitis
Tuberculosis. Pedoman Pelayanan Medis IDI Jilid I. 2010 : 193 - 6
4. Seddon JA, Shingadia D. Epidemiology and disease burden of
tuberculosis in children: a global perspective. Infection and Drug
Resistance. 2014;7:153-165. doi:10.2147/IDR.S45090