Anda di halaman 1dari 26

SIROSIS HATI + HEMATEMESIS MELENA

FARMAKOTERAPI II
WIKA TANIKA
201510410311120/Absen 13
FARMASI C
2018
PROGRAM STUDI FARMASI ۩ FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Sirosis adalah suatu kondisi di mana jaringan hati yang normal


digantikan oleh jaringan parut (fibrosis) yang terbentuk melalui pro
DEFINISI ses bertahap. Jaringan paru ini memengaruhi struktur normal dan
regenerasi sel-sel hati. Sel-sel hati menjadi rusak dan mati sehingga
ETIOLOGI hati secara bertahap kehilangan fungsinya.
PATOFISIOLOGI Sirosis merupakan stadium terakhir kronis dimana terjadinya
pengerasan dari hati penurunan fungsi hati, bentuk hati yang
KLASIFIKASI normal akan berubah disertai terjadinya penekanan pada pembuluh
darah dan terganggunya aliran darah
MANIFESTASI KLINIK

KOMPLIKASI

PENATALAKSANAAN
Normal Liver Liver with Cirrhosis

SOAP
PROGRAM STUDI FARMASI ۩ FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Alkohol
DEFINISI

ETIOLOGI Virus Obat-


hepatitis B obatan dan
dan C toksin
PATOFISIOLOGI

KLASIFIKASI ETIOLOGI
MANIFESTASI KLINIK Sirosis
biliaris Kelainan
primer dan metabolik
KOMPLIKASI sekunder.
Kolestasis
PENATALAKSANAAN intra dan
ekstra
hepatik.
SOAP
PROGRAM STUDI FARMASI ۩ FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

DEFINISI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

KLASIFIKASI

MANIFESTASI KLINIK

KOMPLIKASI

PENATALAKSANAAN

SOAP
PROGRAM STUDI FARMASI ۩ FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

DEFINISI Klasifikasi berdasarkan morfologi (tebalnya septa dan nodul),


Sherlock membagi Sirosis hati atas 3 jenis, yaitu :
ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI 1. Mikronodular 2. Makronodular 3. Campuran


(yang memperlihatkan
KLASIFIKASI gambaran mikro-dan
makronodular)
MANIFESTASI KLINIK

KOMPLIKASI

PENATALAKSANAAN

SOAP
PROGRAM STUDI FARMASI ۩ FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

DEFINISI Klasifikasi berdasarkan fungsional terbagi atas:


ETIOLOGI Sirosis hati Sirosis hati
kompensata dekompensata
PATOFISIOLOGI (laten sirosis hati ): (sirosis hati aktif ):

KLASIFIKASI
sirosis
biasanya gejala-gejala
MANIFESTASI KLINIK seringkali sudah jelas misalnya:
muncul tanpa spider neavi, ascites,
gejala edema dan Ikterus
KOMPLIKASI
(komplikasi kegagalan
ditemukan hati dan hipertensi porta)
PENATALAKSANAAN pada saat
pemeriksaan
SOAP screening.
PROGRAM STUDI FARMASI ۩ FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

DEFINISI Klasifikasi berdasarkan Child-Pugh, terbagi atas :


ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

KLASIFIKASI

MANIFESTASI KLINIK

KOMPLIKASI

PENATALAKSANAAN

SOAP
PROGRAM STUDI FARMASI ۩ FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

DEFINISI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

KLASIFIKASI

MANIFESTASI KLINIK

KOMPLIKASI

PENATALAKSANAAN

SOAP
PROGRAM STUDI FARMASI ۩ FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Edema
DEFINISI (bengkak)
Jaundice
ETIOLOGI (mata kuning) Varises

PATOFISIOLOGI

KLASIFIKASI Manifestasi
Klinik
MANIFESTASI KLINIK
Splenomegali
ikterus
KOMPLIKASI (pembesaran
(penguningan) limfa )
PENATALAKSANAAN Sindrom Hepatorenal
(fungsi ginjal
SOAP menurun)
PROGRAM STUDI FARMASI ۩ FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

DEFINISI Hepatic
Encephalopathy
ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI Hematemesis Hipertensi


Melena Portal
KLASIFIKASI

MANIFESTASI KLINIK komplikasi


KOMPLIKASI

PENATALAKSANAAN Spontaneous
Bacterial Asites
SOAP Peritonitis (SBP)
PROGRAM STUDI FARMASI ۩ FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

DEFINISI
Hematemesis Melena DARAH

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI Hematemesis adalah muntah darah dan

KLASIFIKASI Melena adalah pengeluaran feses atau tinja yang berwarna hitam
disebabkan oleh adanya perdarahan saluran cerna bagian atas
MANIFESTASI KLINIK (SCBA) (Suyono, 2013)

KOMPLIKASI Warna hematemesis tergantung pada lamanya hubungan atau kontak


antara darah dengan asam lambung dan besar kecilnya perdarahan,sehingga
PENATALAKSANAAN dapat berwarna seperti kopi atau kemerah - merahan dan bergumpal-
gumpal.
SOAP
PROGRAM STUDI FARMASI ۩ FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

DEFINISI 1. Hipertensi Porta


Diberikan beta bloker non selektif untuk menurunkan hipertensi
ETIOLOGI pada vena porta
2. Asites
PATOFISIOLOGI Diberikan diuretik hemat kalium (spinorolakton) atau diuretik
kuat ( furosemid)
KLASIFIKASI 3. Spontaneous Bacterial Peritonitis (SBP)
Diberikan antibiotik spektrum luas seperti antibiotik sefalosporin
MANIFESTASI KLINIK generasi 3
4. Ensefalopati Hepatik
KOMPLIKASI Diberikan laktulosa 15 – 30 ml peroral 2-4x sehari. Jika tidak
atasi dapat diberikan metronidazole atau neomycin
PENATALAKSANAAN 5. Hematemesis Melena
Berikan resutasi cairan (Infus NaCL, RL), Vitamin K untuk
SOAP menghentikan pendarahan dan Asam Traneksamat untuk
mencegah re-bleeding
KASUS 13
SIROSIS HATI + HEMATEMESIS MELENA

S–O–A–P
PROFIL PASIEN

Pasien : Ny. P
Umur/BB/Tinggi : 56 th/-/-
Alamat : Pasuruan
Riwayat sosial : Jamkesmas
Keluhan : Muntah campur darah, BAB > 5 kali warna coklat,
lemas, pusing, mual.
Diagnosa : Sirrosis hati+ Hematemesis melena
Riwayat penyakit : Hematemesis melena 2 bulan yang lalu
Riwayat obat :-
Alergi :-
Merokok/Alkohol :-
CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN
Tanggal Problem / Kejadian / Tindakan Klinisi
• Pasien masuk IRD dengan keluhan muntah disertai darah, BAB > 5 kali berwarna coklat,
pusing, lemah, dan mual.
• Pasien didiagnosa Sirrosis hati + hematemesis melena.
• Diperoleh pemeriksaan laboratorium eritrosit 2,81x106 , hemoglobin 6,6, trombosit 91x103
pasien tidak demam, TD 140/90 mmHg.
• Pasien lemah => infus RL:D5 2:1 20 tetes/menit
19/5 • Pasien mengalami hematemesis melena => injeksi vitamin K 4x10mg, asam traneksamat
4x10 mg
• Pasien mengalami mual => ondansetron injeksi 2x4mg, omeprazol 2 x 40 mg, sirup antasi
da 3x1 sdm
• Pasien mengalami diare => tablet kaolin pektin 3x1
• Pasien mendapat antibiotik ceftriaxon injeksi 2x1 gram dan sirup kanamicin 3x15 ml
• Pasien mendapat terapi sirup laktulosa 3x15 ml
• Pasien sudah tidak diare => tablet kaolin pektin dihentikan
20/5 • Pasien masih mual dan lemah, dan hematemesis melena
• Terapi lain tetap
Tanggal Problem / Kejadian / Tindakan Klinisi
• Pasien sudah tidak hematemesis melana => Vitamin K, asam traneksamat, kanamicin,
laktulosa dihentikan
• Pasien masih mual => namun ondansetron dihentikan
21/5 • Antibiotik ceftriaxon diganti levofloxacin 2x500 mg
• Pasien mendapat spironolakton 2x100 mg dan bisoprolol 2x2,5 mg
• Terapi omeprazol dan antasida dilanjutkan

22/5 • Pasien masih mual => terapi tetap

23/5 • Pasien sudah membaik namun masih mual => infus RL:D5 dihentikan , terapi lain tetap
• Diperoleh data lab eritrosit 3,29x106 , hemoglobin 8,6, trombosit 119x103
24/5 • Pasien sudah tidak mual, terapi tetap

• Kondisi pasien membaik, omeprazol dihentikan,


• Pasien KRS karena kondisi membaik, obat saat KRS levofloxacin 2x500 mg, antasida
25/5
sirup, spironolakton 2x100 mg, bisoprolol 2x2,5 mg, multivitamin 2x1.
S–O–A-P
SUBJEKTIF

1. Muntah disertai darah


2. BAB > 5 kali dan berwarna coklat
3. Pusing
4. Mual
5. Lemah
OBJEKTIF
DATA KLINIK
Tanggal
Data Klinik
Nilai Normal
(yang penting) 19/5 20/5 21/5 22/5 23/5 24/5 25/5

Suhu 36,5-37,5 36 36,2 37,5 36,8 36,5 36.8 36

Nadi 60-100x/mnt 80 90 88 88 84 84 88

TD 120/80 mmHg 150/70 120/80 120/80 110/80 100/60 100/60 110/70

Mual √ √ √ √ √ - -

Hematemesis
√ √ - -
Melena
DATA LAB
Data Laboratorium Tanggal
Nilai Normal
(yang penting) 19/5 20/5 23/5
Leukosit 4,5-10,5x103/µL 6,3x103 5,1x103
Hemoglobin 13-18 g/dl 6,6 8,6

Hct 35-45% 22,7 24,2

Trombosit 180-400.103 91000 119000

Albumin 3,4-5 3,1


SGOT 0-35 33
SGPT 0-37 29
Na 133-155 mEq 139
K 3,6-5,1 mEq 3,4
Cl 97-113 mEq 105
PROFIL PENGOBATAN
JENIS OBAT Tanggal Pemberian Obat (Mulai MRS)
Rute Regimen Dosis
Nama Dagang/ Generik 19/5 20/5 21/5 22/5 23/5 24/5 25/5
Infus RD5 2:1 iv √ √ √ √ //
Infus ceftriaxon iv 2x1 gram √ √ //
Viatmin K iv 4x10 mg √ √ //
Asam tranexamat iv 4x500 mg √ √ //
Lactulosa sirup oral 3x15 ml √ √ //
Kanamicyn oral 3x15 ml √ √ //
Antasida cair oral 3x15 ml √ √ √ √ √ √ √
Omeprazol iv 2x40 mg √ √ √ //
Tablet kaolin,pektin oral 3x1 √ //
Ondansentron iv 2x4 mg √ √ //
Levofloxacin oral 2x500 mg √ √ √ √ √
Spironolakton oral 2x100 mg √ √ √ √ √
Bisoprolol oral 2x2,5 mg √ √ √ √ √
ASSESMENT
Medical
S/0 Therapy Analysis Monitoring
Problems
Lemas akibat Infus RD 5 Menggantikan serta menjaga keseimbangan frekuensi alirannya
melena 2:1 cairan elektrolit dijaga dan tekanan dara
h sistolik 90-100 mmHg
Hematemesis Asam Tranexa Hemostatika, menghentikan bleeding yang terjadi Frekuensi hematemesis
Melena mat pada pasien
I.V 4x500 mg
Hemostatika, menghentikan bleeding yang terjadi
Vitamin K dan difisiensi vitamin K
I.V 4x10 mg
Sirosis
Hati + Ceftriaxon Ceftriaxone (gol Sefalosporin generasi 3 ) sbg Jumlah leukosit pasien
Hemateme I.V 2x1 g profilaksis selama perdarahan varises untuk
sis mencegah infeksi bakteri (SBP)
Melena
Mual dan Ondansetron Ondansentron untuk mengatasi mual. Dg cara Frekuensi mual
muntah Injeksi 2x4 mg mengambat serotonin yang dapat merangsang
reseptor 5-HT3 yang merangsang mual

Antasida sirup Antasida sirup untuk menurunkan asam Frekuensi mual dan peru
Oral 3x1 sdm lambung dan mencegah stress ulcer bahan status mental

Omeprazol Omeprazole untuk mencegah stress ulcer dan Frekuensi mual dan
I.V 2x40 mg mengatasi re-bleeding perubahan status mental
Medical Monitoring
S/O Therapy Analysis
Problems
Pasien Teblet Kaolin Mengatasi diare dengan meningkatkan Frekuensi diare pasien
mengalami pektin konsistensi fese
bab> 5 kali Oral 3x1
Hepatic Kanamycin sirup Kanamycin (gol aminoglikosida) untuk Perubahan status men
ensefalophaty Oral 3x15 ml mencegah infeksi bakteri akibat tal pasien dan
penumpukan amonia di peritoneal frekuensi tinja
( komplikasi HE)
Lactulose Pencegahan enselopati hepatik untuk
Oral 3x15 ml bleeding. Dg cara membantu
mengeluarkan amonia dari tubuh sehingga
bakteri kolon berkurang
Levofloxacin Levofloxacin (gol kuinolon )untuk Jumlah leukosit pasien
Oral 2x500 mg mengatasi infeksi bakteri dan terapi
lanjutan pencegahan infeksi bakteri (SBP)

Hipertensi Spironolactone Sebagai diuretik hemat kalium untuk meng BB, lingkar perut
portal Oral 2x100 mg urangi edema dg atau tanpa asites
Bisoprolol Untuk menurunkan tekanan darah pada Tekanan Darah, tanda
Oral 2x2,5 mg vena portal sehingga mengurangi komplika -tanda perdarahan GI
si perdarahan pd varises dan mencegah pe
mbentukan varises
pemberian kanamycin dan ceftriaxone diberi jeda,
karena adanya interaksi antibiotik antara golongan
Aminoglikosida dengan antibiotik golongan
sefalosporin yaitu ↑ risiko nefrotoksisitas

Tablet kaolin dan pektin sebaiknya diberikan jeda


dengan obat antibiotik golonga Aminoglikosida yaitu
2-4 jam karena merupakan absorben

Bisoprolol sebaiknya diganti dengan propanolol


karena bisoprolol merupakan golongan selektif beta
bloker sedangkan propanolol golongan non-selektif
beta bloker