Anda di halaman 1dari 46

FENOMENA TRANSPORT

KREDIT: 3 SKS
SEMESTER: 5

Andromeda Dwi Laksono, S.T., M.Sc.

BAHAN AJAR ON-LINE 6


PRODI TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI
INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN
TEORI KONDUKTIVITAS TERMAL GAS
DENSITAS RENDAH
• Mekanisme transport konduktivitas thermal dilihat
secara molekular
• Perhitungan berdasarkan satu-atom gas pada
densitas rendah
• Molekul pada keadaan kaku, bulat/lingkaran, tidak
ada tarikan, massa m dan diameter d. Gas
keseluruhan dalam istirahat (v=0), tetapi gerakan
molekul diperhitungkan.
• Teori kinetik gas
• Ū = kecepatan molekuler rata-rata
• Z = frekuensi tabrakan dinding setiap satuan luas
• λ= jarak bebas rata-rata
• a = jarak tabrakan
• Bentuk energi yang ditukar dalam tabrakan adalah
energi translasional (berpindah posisi)
• Kita gunakan kapasitas panas setiap mol pada
volume yang konstan (Cv)

1 3
mu  T
2

2 2
~ ~ d 1 2 3
Cv  N  mu   R
dT  2  2
• Penentuan konduktivitas panas dilakukan
dengan mengamati kelakuan gas pada gradien
temperatur dT/dy
• Rata-rata energi kinetik ketika tabrakan pada
daerah temperatur T
• Fluks panas qy yang melintasi bidang adalah
jumlah energi kinetik
1 1
qy  Z mu 2  y  a  Z mu 2  y  a
2 2
3
 Z (T y  a  T y  a )
2
1 dT
q y   nu 
2 dy

• Hukum Fourier untuk konduksi panas dengan


konduktivitas panas

1 1 ~
k  nu   Cv u 
2 3

1  3T
k 2
d  3m
• K tak-bergantung pada tekanan; hingga 10
atm; mirip dengan viskositas
• Teori Chapman-Enskog yang lebih teliti
menyatakan bahwa konduktivitas thermal

T
k  1.9891x104 M
 2k

• Ωk serupa dengan fungsi tabrakan Ω


• Nilai Ωk dan Ω diberikan untuk model
potensial antarmolekul Lennard-Jones.
Serupa dengan penggunaan nilai numerik σ
dan ε yang digunakan pada perhitungan
viskositas
• Kesesuaian antara k dan 

15 R 5~
k   Cv 
4 M 2

 Pembahasan konduktivitas panas yang


sebelumnya membahas gas satu-atom
dengan menggunakan banyak pendekatan
dalam bentuk sederhana
 Pendekatan umum gas banyak-atom
 Generalisasi diperlukan karena molekul
atom-banyak memiliki energi rotasi dan
vibrasi selain energi translasi
• Persamaan Eucken untuk konduktivitas thermal
atom-banyak densitas rendah

 5 R
k  Cp  
 4M

•Kapasitas panas , Cp = 5/2 (R/M)


• Persamaan Hirschfelder
• Perkiraan angka Prandtl (perbandingan
viskositas dan konduktivitas), Pr ; untuk nonpolar
 
Cp Cp
Pr   
k C p  1.25R
• Metode empirik untuk memprediksi k gas atom-
banyak juga diformulasikan oleh Bromley
• Teori kinetik atom-banyak dan polar gas
• Konduktivitas panas campuran gas densitas
rendah dapat diprediksi dengan metode
analog serupa dengan viskositas sesuai
dengan fraksi mol setiap gas

n
xi ki
k mix   n
i 1
x 
j 1
j ij

2
1   1 1 
1  M i 
1   i
 Mj  4
2 2

 ij  1    

8 Mj     j   Mi  
   
Komputasi / perhitungan konduktivitas panas
gas satu-atom pada densitas rendah

• Untuk PEMAHAMAN perhitungan konduktivitas


panas gas: Hitung konduktivitas panas neon pada
1 atm dan 373.2 oK
• Di Buku Bird lihat tabel E1 hal pdf 879

M neon 20,183
Cari

Cari di tabel E.2 hal pdf 881


Interpolasi
untuk
mendapatkan
10,45

Didapat 0,821
• Jawaban :

T
k  1.9891x104 M
 2k
1. Compute the thermal conductivity of argon at 100 oC
and atmospheric pressure, using the Chapman
Enskog theory and the Lennard Jones constants
derived from viscosity data.
2. Hitung konduktivitas panas Kr pada 1 atm dan
500 oK
3. Hitung konduktivitas panas Xe pada 1 atm dan
450 oK
Perkiraan konduktivitas panas gas banyak-atom pada
densitas rendah

• Untuk PEMAHAMAN konduktivitas gas: Perkirakan


konduktivitas panas molekular oksigen pada 300
oK dan tekanan rendah
• Jawaban :

~ 5  
k  Cp  R
 4 M
Prediksi konduktivitas panas campuran gas pada
densitas rendah

• Untuk PEMAHAMAN konduktivitas panas


campuran gas: Perkirakan konduktivitas panas
campuran gas (CO2: O2 : N2 = 0.133 : 0.039 :
0.828) pada 1 atm dan 293 oK
• Jawaban :

3
xi ki
k mix   3
i 1
x 
j 1
j ij
TEORI KONDUKTIVITAS TERMAL
CAIRAN
• Teori perpindahan energi untuk cairan murni
diusulkan oleh oleh Bridgmann pada tahun 1923
• Molekul disusun dalam kisi kubik
• Energi dipindahkan dari satu bidang kisi ke
sebelahnya dengan kecepatan suara vs
• Formula dikembangkan berdasarkan teori gas
1 ~
k  Cv u 
3
 Persamaan Bridgman
~ 23
N
k  3 ~  Kvs
V 
 Persamaan lainnya
~ 23
N
k  2.80 ~  Kvs
V 
• Asumsi berdasarkan setiap molekul bergetar
dalam kisi/kandang yang dibentuk oleh tetangga
terdekatnya
• Kecepatan suara frekuensi rendah diberikan

C p  p 
vs   
Cv   T

 Kuantiti turunan diperoleh dari


kemampuan-tekan isothermal
Prediksi konduktivitas panas cairan

• Untuk PEMAHAMAN konduktivitas panas cairan:


Densitas cairan CCl4 pada 20 oC dan 1 atm adalah
1.595 g cm-3, dan kompresibilitas 90.7 x 10-6 atm-1.
Berapakah konduktivitas panasnya?
• Jawaban :

~ 23
N
k  2.80 ~  Kvs
V 
TEORI KONDUKTIVITAS TERMAL PADATAN

• Bergantung banyak faktor yang sulit untuk diukur


atau diprediksi.
• Pada padatan pori, konduktivitas panas
bergantung pada fraksi pori, ukuran dan fluida
dalam pori
• Pada material kristal, ukuran fasa dan kristal
berpengaruh
• Pada padatan amorphous, derajat orientasi
molekul memiliki efek penting
• Konduktivitas panas padatan didiskusikan oleh
Jakob
• Logam lebih menghantarkan panas dibanding non-
logam
• Material kristal menghantarkan panas lebih baik
daripada amorphous material
• Padatan berpori kering lebih rendah
menghantarkan panas sehingga baik untuk
insulasi panas
• Konduktivitas logam murni berkurang dengan
meningkatnya temperatur, sementara non-logam
meningkat
• Konduktivitas panas dan elektrik bersamaan

k
 L  kons tan
k eT

 Persamaan Wiedemann, Franz dan Lorenz


 Angka Lorenz, L
 Pada temperatur yang sangat rendah,
logam menjadi superkonduktor elektrik,
tetapi bukan untuk panas
 Persamaan diatas terbatas untuk paduan
karena L bervariasi tergantung komposisi
dan temperatur
 Untuk logam murni, elektron bebas adalah
pembawa panas utama
 Persamaan tidak cocok untuk non-logam
karena elektron bebas yang rendah. Energi
berpindah oleh utamanya gerakan molekul
TRANSPORT MASSA
ALIRAN MASSA

Sub-kompetensi:
• Pembelajar mampu menjelaskan perilaku difusi material
DIFUSIVITAS DAN MEKANISME
PERPINDAHAN MASSA

• Definisi konsentrasi, kecepatan dan fluks massa


• Hukum Ficks mengenai Difusi
• Pengaruh temperatur dan tekanan pada difusivitas
massa
• Teori difusi biasa pada gas densitas rendah
• Teori difusi biasa dalam cairan
Perhatikan fenomena pelarutan dalam air
DIFUSIVITAS DAN MEKANISME
PERPINDAHAN MASSA
• Hukum Fick tentang difusi yaitu pergerakan sebuah
spesies, A, melalui campuran biner A dan B karena
gradien konsentrasi A
• Perpindahan spesies kimia dari daerah dengan
konsentrasi tinggi ke daerah dengan konsentrasi
rendah
• Difusi lebih komplek dibandingkan dengan aliran
viskositas dan konduksi panas karena menganalisis
campuran.
• Pada difusi campuran, kecepatan spesies individu
berbeda
• Konsentrasi, kecepatan dan fluks
• Difusivitas biner
• Difusi A dalam sistem biner A dan B terjadi karena
gradien konsentrasi A. Difusi umum
• Difusi tekanan: gerakan A sebagai hasil dari gradien
tekanan
• Difusi panas: gerakan A karena gradien thermal
• Difusi ditekan / dipaksa: gerakan A karena gaya luar
yang tidak seimbang pada A dan B
• Aturan notasi: sistem dua-komponen, menggunakan
spesies A dan B; banyak-komponen, menggunakan
spesies 1, 2, 3, etc

A B
DEFINISI KONSENTRASI, KECEPATAN DAN FLUKS
MASSA

• Konsentrasi massa, ρi, yaitu massa spesies per unit


volume solusi / larutan
• Konsentrasi molar, c i= ρi/ Mi, yaitu jumlah mol per unit
volume larutan
• Fraksi massa, ωi = ρi/ ρ, yaitu konsentrasi massa i
dibagi densitas massa total larutan
• Fraksi mol, xi = ci / c, yaitu konsentrasi molar spesies i
dibagi densitas molar total
• Solusion / larutan adalah campuran gas, cairan atau
padatan satu fasa
• Perhatikan Tabel 16 1 – 1
• Pada difusi campuran, berbagai spesies kimia
bergerak / berpindah dengan kecepatan yang berbeda
• Kecepatan dalam campuran
• Kecepatan rata-rata massa lokal, v
n

 v i i
v i 1
n


j 1
i

• ρv adalah laju lokal ketika massa melewati bidang


potong tegak-lurus kepada kecepatan v. diukur
dengan menggunakan pitot tube
• Kecepatan rata-rata molar v*
• Kecepatan rata-rata volume
• Kecepatan sebuah spesies dibandingkan dengan v
atau v* disebut kecepatan difusi. Menunjukkan
gerakan komponen i relatif terhadap gerakan lokal
• Kecepatan sistem
• Cairan A menguap dan berdifusi ke atas melalui
tube / tabung / pipa panjang yang awalnya berisi
uap B
• Ketika A menguap, ia mendorong B ke atas
• Tidak ada garis pembagi yang jelas antara uap
murni A dan murni B. Perpindahan B ke atas diikuti
perpaduan dua uap
• Titik manapun dalam kolom A bergerak ke atas lebih
cepat daripada gerakan rata-rata keseluruhan dan B
bergerak lebih lambat, karena difusi
• Fluks massa atau molar spesies i adalah kuantitas
vektor untuk massa atau mol spesies i yang
melewati unit area per unit waktu
• Fluks massa (n) dan molar (N) relatif terhadap
koordinat stasioner
• Fluks massa (j) dan molar (J) relatif terhadap
kecepatan massa-rata-rata
• Fluks massa (j*) dan molar (J*) relatif terhadap
kecepatan molar-rata-rata
HUKUM FICK TENTANG DIFUSI
• Difusivitas, D
• Dalam sistem biner / dua komponen, DAB = DBA
J A  cDABx A
*

• Dikenal dengan Hukum Pertama Fick tentang difusi


• Fluks difusi molar, JA*
• Spesies A berdifusi (bergerak relatif dalam
campuran) dalam arah menurun fraksi mol A
• Pernyataan matematika yang sepadan dengan Fick
• Bentuk Hukum Pertama Fick dalam bentuk NA, fluks
molar relatif terhadap koordinat stationer
N A  xA ( N A  N B )  cDABxA
• Unit difusivitas massa DAB adalah cm2 sec-1 atau ft2
hr-1
d
j Ay   DAB ( A )
dy

• Difusivitas untuk gas


• Difusivitas untuk cairan
• Difusivitas untuk padatan
• Difusivitas gas densitas rendah hampir tidak-
bergantung dengan komposisi, meningkat dengan
temperatur dan berubah terbalik dengan tekanan.
• Difusivitas cairan dan padatan bergantung
konsentrasi dan secara umum meningkat dengan
temperatur