Anda di halaman 1dari 14

KASUS PELANGGARAN

HUKUM
KELOMPOK 1
1. Akbar Ananda R. (01)
2. Aulia Izzatul Ilmi (04)
3. Dimas Saputra (09)
4. Hilarry Lintang (15 )
5. Nesa Dwi Gita S. (20)
6. Zidan Muhammad G. (26)
Pengertian Hukum

Hukum adalah kumpulan peraturan yang diterapkan


dalam kehidupan bermasyarakat dan bersifat memaksa
agar orang agar menaati tata tertib dalam masyarakat
serta memberikan sanksi yang tegas (hukuman)
terhadap siapa saja yang melanggarnya.
Pengertian Pelanggaran Hukum

Pelanggaran hukum adalah suatu tindakan/perbuatan


yang tidak sesuai dengan norma dan aturan hukum
yang berlaku di suatu negara dan apabila yang
melanggar akan diberi sanksi atau hukuman ringan
maupun berat lainnya.
Contoh Kasus Pelanggaran Hukum
1. Tawuran Antar Pelajar
Kronologi Tawuran Antar Pelajar SMK Pijar Alam dan
SMK Karya Bahana Mandiri

Dari gambar tersebut merupakan kasus pelanggaran hukum. Dari


kasus diatas, merupakan tawuran antarpelajar SMK Pijar Alam dan
SMK Karya Bahana Mandiri yang terjadi di Bekasi. Tawuran ini
berawal dari pelajar SMK Karya Bahana Mandiri mengirim pesan
WhatsApp kepada pelajar SMK Pijar Alam untuk melakukan
tawuran dan berkesepakatan untuk mempersiapkan senjata dan
berkumpul terlebih dahulu di salah satu tempat yang sudah
disetujui yaitu di Jalan Sumur Batu, Bantargerbang, Bekasi pada
Kamis 16 Agustus 2018. Adapun senjata yang digunakan berasal
dari para alumni sekolahnya, para alumni menjual senjata tajam
yang dirakit sendiri dengan harga Rp 35.000 untuk satu senjata.
Para tawuran pun masing-masing memegang satu senjata tajam,
saling menantang, mengeluarkan kata-kata yang menyinggung,
akhirnya antara pelaku dan korban bertemu. Tak berselang lama,
terdapat 3 pelajar dari SMK Karya Bahana Mandiri terjatuh dan
dikeroyok oleh 5 pelajar dari SMK Pijar Alam. 1 dari 3 pelajar
yangdikeroyok itu tewas dengan luka bacokan dibagian kepala.
Sedangkan 2 lainnta mengalami luka berat dengan masing-masing
di bagian tangan dan kepala. Polisi mengamankan barang bukti
yakni 5 buah celurit, satu buah stik golf, dan lima ponsel.
Motif dari tawuran antar pelajar SMK Pijar Alam dan
SMK Karya Bahana Mandiri

Tawuran antar pelajar tersebut, terjadi karena aksi saling ejek


di media sosial antara SMK Pijar Alam dan SMK Karya Bahana
Mandiri. Aksi ledek tersebut kemudian berujung oada
kesepakatan untuk menyelesaikan dengan tawuran. Tawuran
pecah di jalan Raya Sumur Batu, Bantargerbang setelah dua
kelompok pelajar janjian melalui pesan singkat. Motif
tawuran tersebut hanya masalah sepele saja yaitu karena
saling ejek. Kelompok tersangka (SMK Pijar Alam) berkumpul
lebih dulu di kediaman salah satu anggota kelompoknya.
Disana mereka mempersiapkan senjata tajam berupa 5
celurit, dan stik golf yang diruncingkan. Berbekal senjata itu,
para tersangka bergerak ke lokasi kejadian kemudian
tawuran.
Hasil / Keputusannya

Polisi menangkap 5 orang pelajar SMK Pijar Alam yang


terlibat tawuran di Jalan Raya Sumur Batu, Bantargerbang,
Kota Bekasi. Peristiwa itu mengakibatkan jatuh korban
dari SMK Karya Bahana Mandiri, satu orang tewas (Indra
Permana) dan dua temannya terluka. Kelima pelaku yakni
A (18), RP (17), MS (15), DAR (15) dan MAS (15). Kelimanya
ditangkap di beberapa lokasi di Bekasi, pada Senin (27/8).
Dari kelimanya ini polisi menyita barang bukti yang telah
disebutkan diatas. Kelimanya dijerat pasal 170 KUHP
tentang pengeroyokan. Tawuran antar pelajar terjadi pada
Kamis (16/8/2018) sekitar pukul 16.30 WIB. Kedua
kelompok pelajar saling menyerang dengan menggunakan
senjata tajam, batu, dan lain-lain.
Solusi mengatasi tawuran antar pelajar
 Para siswa wajib diajarkan dan memahami bahwa semua permasalahan tidak akan
selesai jika penyelesainnya dengan menggunakan kekerasan.
 Perbanyaklah kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Kegiatan ini dapat mencegah sang
pelajar dari kegiatan-kegiatan yang negatif.
 Pengembangan bakat dan minat pelajar. Setiap sekolah perlu mengkaji salah satu
metode ini, sebagai acuan sekolah dalam mereka sesuai dengan keinginan mereka
sendiri. Penelusuran bakat dan minat bisa mengarahkan potensi dan bakat mereka yang
terpendam.
 Pendidikan agama sejak dini. Sangat penting sekali karena apabila seorang pelajar
memiliki basic agama yang baik tentunya bisa mencegah pelajar tersebut untuk berbuat
yang tidak terpuji. Karena mereka mengetahui akibatnya dari perbuatan tersebut.
Agama harus ditanamkan sejak dini, banyak sekolah-sekolah atau madrasah yang bisa
menjadi referensi pendidikan seorang anak. Dasar agama yang kuat membuat seorang
pelajar memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.
 Menindak atau memberi sanksi yang keras kepada pihak-pihak baik diluar maupun
didalam sekolah yang berpotensi menyulut tawuran antar pelajar.
 Aparat kepolisian juga dapat melakukan kegiatan penyuluhan di sekolah-sekolah
mengenai dampak dan upaya yang perlu dilakukan agar dapat menanggulangi tawuran.
 Melakukan pengawasan dari orang tua. Dengan menjalin komunikasi yang baik dengan
anak, mungkin sudah cukup membentengi anak dari pengaruh negatif lingkungannya.
 Pihak sekolah harus memberikan sanksi yang tegas jika ada siswa yang melakukan
tawuran.
Contoh Kasus Pelanggaran Hukum
2. Perjudian
Kronologi Perjudian di Cilacap

Perjudian ini telah berlangsung selama berbulan-bulan. Dalam


menggelar konferensi pers yang dilakukan oleh Kepala Kepolisian
Resor Cilacap AKBP Djoko Julianto mengungkapkan terkait kasus
perjudian di wilayah Kabupaten Cilacap. Ini merupakan komitmen
dari Polres Cilacap ingin memberantas dalam segala macam
perjudian di wilayah Kabupaten Cilacap yang telah dilakukan
selama sebulan. Tercatat sudah ada 21 kasus judi dari berbagai jenis
yang berhasil diungkap dan sudah 60 kasus perjudian yang sudah
diproses oleh Polres Cilacap dan Polsek Jajaran sampai dengan
Desember 2017 yang lebih dari 50 pelaku kasus perjudian.
Menurutnya, para pelaku perjudian bukanlah pengangguran
melainkan mereka sudah mempunyai pekerjaan. Kapolres juga
menegaskan bahwa menindaklanjuti perintah Kapolri tentang
pemberantasan judi dan premanisme pihaknya sudah melakukan
pemetaan terhadap daerah daerah yang berpotensi timbulnya
perjudian dan premanisme baik di wilayah perkampungan,
keramaian atau kawasan yang lainnya. Penanganan kasus judi
tersebut merupakan wujud keseriusan Polri dalam memberantas
penyakit masyarakat yang bisa mengganggu ketertiban dan
kenyamanan warga.
Motif dari kasus perjudian

Motif dari kasus tersebut adalah memperoleh


keuntungan yang sebesar-besarnya. Ingin merasakan
kemenangan ketika berhasil meraup keuntungan
dengan rasa kegembiraan yang sangat tinggi.
Hasil atau Keputusannya

Dari kasus tersebut, terungkap bahwa ada 120 orang


tersangka yang sudah diproses dengan 80 pelaku yang sudah
berketetapan hukum dan 40 orang lainnya masih dalam
proses penyidikan polisi. Selama satu bulan ada 21 kasus judi
berbagai jenis yang berhasil diungkap oleh Reskrim Polres
Cilacap dan Polsek Jajaran, ini menunjukkan bahwa hampir
setiap hari pelaku perjudian ditangkap oleh polisi di wilayah
Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Jajaran kepolisian menyita
barang bukti berupa ratusan juta rupiah hasil judi togel, dadu,
dan kartu remi. Dari judi yang diproses sebagian besar adalah
jenis judi togel dengan omset seluruhnya bisa mencapai 30
juta rupiah. Lebih lanjut Kapolres menjelaskan bahwa barang
bukti uang yang sudah disita sejumlah 60 juta rupiah dan
barang bukti lainnya seperti kartu remi, dadu, kupon togel
dan beberapa kertas rekapan judi togel serta handphone.
Solusi mencegah perjudian
Kesadaran atau tanggung jawab dari diri sendiri. Meyakini
bahwa perbuatan judi hukumnya haram.
 Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dengan
memperbanyak beribadah dan membaca kitab suci yang
akan membuat hati lebih tenang dan menghindarkan
pikiran-pikiran buruk.
Mengubah pola dan cara berpikir. Tanamkan dalam pikiran
bahwa judi adalah sesuatu hal yang tidak bermanfaat yang
akan mengakibat kerugian pada diri sendiri.
Mencari lingkungan pertemanan yang baru yang dapat
memberikan pengaruh positif dan membuat terlepas dari
jerat judi yang menyesatkan.
Menyibukkan diri dengan aktivitas positif yang lainnya
akan membuat kita lupa dengan kegiatan-kegiatan yang
negatif.