Anda di halaman 1dari 62

LINTAS DIARE

Dr. Ripandi Yuspa


Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim
Samarinda
2017
• Menunjukkan lima lintas
tatalaksana diare
• Mempelajari pentingnya Zinc
• Mempelajari komponen New oralit
• Mempelajari diare berdarah
(disentri).
• Diare
masalah kesehatan masyarakat di negara
berkembang dan negara maju
• Diare di Indonesia
penyebab kematian dan kesakitan tertinggi
pada anak balita.
– Diare Akut
• BAB lembek/cair/air, frekuensi ≥ 3X/24 jam & < 14 hari
• 0-2 bulan (ASI ekslusif),frekuensi 8-10x/24 jam, tinja
lunak, sering berbiji-biji, dan berbau asam

– Disentri
Diare akut yang pada tinjanya ditemukan darah
terlihat secara kasat mata.
Diare cair akut
• 20%-80% anak di dunia  rotavirus
• Penelitian di 6 rumah sakit (Indonesia)  55% kasus
diare akut pada balita  rotavirus

• Disentri
• WHO  sebagian besar Shigella
• Penelitian di 6 rumah sakit (Indonesia)  Shigella,
Salmonella, Campylobacter jejuni, Escherichia coli (E.
coli) dan Entamoeba histolytica.
ETIOLOGI DIARE
Developed Countries Developing Countries

Parasites Unknown
Unknown Rotavirus Other Rotavirus
bacteria

Escherichia coli

Bacteria Adenovirus Adenovirus


Astrovirus Calicivirus Astrovirus Calicivirus

(Kapikian, 1996)
⦿Diare osmotik

⦿Diare sekretorik.
Nutrien

Tidak diserap

Fermentasi bakteri

Asam-asam organik

Tekanan osmotik meningkat

Menarik cairan

Diare
Bakteri

Toksin

Stimulasi c-AMP, c-GMP

Stimulasi sekresi cairan/elektrolit

Diare
OSMOTIK SEKRETORIK
VOLUME < 200 ml/HARI > 200 ml/HARI
TINJA
PUASA DIARE DIARE
BERHENTI BERLANJUT
Na+ tinja < 70 mEq/l > 70 mEq/l

Reduksi (+) (-)

pH tinja <5 >6


Struktur Rotavirus
Inti
Kapsul dalam

Kapsul luar:

A
G Protein

P Protein

Adapted from Kapikian AZ, Hoshino Y, Chanock RM. In: Knipe DM, Howley PM, Griffin DE, et al, eds.
Fields Virology. 4th ed. Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins; 2001
Zuckerman et al, eds. Principles and Practice of Clinical Virology. 2nd ed. London: John Wiley & Sons; 1990
Zuckerman et al, eds. Principles and Practice of Clinical Virology. 2nd ed. London: John Wiley & Sons; 1990
Tentukan
• Persistensinya
 lebih dari14 hari?

• Etiologi
ada darah?

• Derajat Dehidrasi.
KATEGORI TANDA DAN GEJALA
Dehidrasi berat Dua atau lebih tanda berikut :
 Letargi atau penurunan kesadaran
 Kelopak mata sangat cekung
 Tidak bisa minum atau malas minum
 Cubitan kulit perut kembali sangat
lambat
( ≥ 2 detik )
Dehidrasi ringan Dua atau lebih tanda berikut :
sedang  Gelisah
 Kelopak mata cekung
 Kehausan atau sangat haus
 Cubitan kulit perut kembali dengan
lambat
Tanpa dehidrasi Tidak ada tanda gejala yang cukup untuk
mengelompokkan dalam dehidrasi berat
atau ringan sedang
• ASI
• Cuci tangan
• Air bersih
• Higiene sanitasi
• Vaksinasi
TUJUAN PENGOBATAN PENDERITA DIARE

DEHIDRASI KURANG KALORI LAMA, BERAT,


PROTEIN EPISODE
PENCEGAHAN PENGOBATAN

AIR & ELEKTROLIT PEMBERIAN ZINC


MAKANAN 19
PRINSIP TATALAKSANA
1. MENCEGAH DEHIDRASI
Mulai Dari RT Dengan Lebih Banyak Minum

2. MENGATASI DEHIDRASI
Beri Cairan Rehidrasi Oral & I.V + Zinc 10 hari

3. MENGATASI MASALAH LAIN


Adanya Penyakit Penyerta  antibiotika secara
selektif.

20
PERKEMBANGAN TERAPI DIARE
Past Present Most
’70-’80 ’80-now Recent
• ORT: ORS
New formula Duration,
Intravenous • Limited IVbb volume &IV
“All” ORS
Feeding: Continue
Fasting during & increase Incidence
Zn Suplementation
after diarrhea & severity

Continued feeding

Antibiotic ANTIMICROBA ANTIMICROBA Selective


Antidiarrhea
ANTIDIARHEA ANTIDIARRHEA

Patient-Physician Patient safety


+ Patient safety
Communication
Rencana pengobatan

Rencana A Rencana B Rencana C

Menurunkan morbiditas dan mortalitas


akibat diare
Umur Sampai 4 bl 4-12 bl 12 bl-24 bl 2-3 th
Berat badan < 6kg 6-10 kg 10-12 kg 12-19 kg
Jml cairan 200-400 400-700 700-900 900-1400
Oralit
Oral Rehydration Solution
Kandungan Oralit lama Kandungan Oralit
Rendah Osmolaritas

⦿ Natrium 90 MEq/L ⦿ Natrium 75 mEq/L


⦿ Osmolaritas of 331 ⦿ Osmolaritas 245 mmol/L
mmol/L

Pengurangan kadar glukosa & garam perpendek durasi diare.


Pengurangan osmolaritas Oralit mengurangi kuantitas tinja.
Meningkatkan efektivitas pada anak dengan diare akut, non-kolera
Reduksi konsentrasi:
-glukosa 75 mmol/L
Luaran: -natrium (NaCl) 75mEq/L
Terapi IV 33% -keseluruhan 245 mOsm/L
Pengeluaran tinja 20%
Muntah 30%
WHO/UNICEF Joint Statement, 2004

UMUR Jumlah Oralit setiap kali Jumlah Oralit untuk dipakai


BAB dirumah

<12 Bulan 50-100 ml 400ml/Hari


1-4 Tahun 100-200 ml 600-800 ml/Hari
> 5 Tahun 200-300 ml 800-1000 ml/Hari
Dewasa 300-400 ml 1200-2800 ml/Hari
200 ml: 1 Saset
Suplemantasi
zinc
• Pemberian zinc
– lama dan beratnya diare
– diare selama 2-3 bulan
– nafsu makan anak

• Dosis zinc untuk anak


– < 6 bulan : 10 mg(1/2 tablet) per hari
– > 6 bulan : 20 mg (1 tablet) per hari.
Sistem imun Humoral and cellular (1)

Antidiare dengan
Proses penyerapan menghambat CI secretion (2)
Zinc intestinal dan/atau proses Menjaga keutuhan epitel usus
transport sekretorik

Menghambat pertumbuhan (3)


Efek antimikroba
S. thyphi, S. parathypi A, V.
cholerae, Shigella flexneri,
Shigella sonnei

1. Cit. Rahman et al. 2005. Am J Clin Nutr


2. Hoque et al. 2005. Am J Physiol Gastrointest Liver Physiol
3. Surjawidjaja et al. 2004 Medical Principles and Practice
Efektif atasi dehidrasi &
kurangi mortalitas

Diare Akut oralit


Tidak kurangi: volume,
durasi, & frekuensi diare

Malnutrisi (1)

Antibiotik tidak rasional


(2)
Petugas kesehatan ingin
kan durasi diare
?
? Terapi lain yg tidak jelas
“menekan”
(3)
Orang tua & Pasien
Tidak puas
Kofaktor enzim superoxide dismutase (SOD)
Menghambat enzim nitric oxide synthase type 2
Regulasi sistem imun
Regulasi transkripsi
Antibiotik
Selektif
• Indikasi :
diare berdarah (disentri) dan kolera

• Disentri
Beri antibiotik selama 5 hari yang masih sensitif
terhadap shigella menurut pola setempat.
• S sonnei
• S boydii
• S flexneri
• S dysenteriae tipe 1
• Campylobacter jejuni
• E coli enterovasif
• E coli entero-hemoragik
• Salmonella non tifoid
• Entamoeba histolytica.
• Darah dalam tinja
• Demam
• Nyeri perut
• Nyeri pada rektum
• Tenesmus.
IDAI lini I
• Rawat jalan  sefalosporin gen III
• sefiksim 1,5-3 mg/kgBB/hari per oral 5 hari

WHO (IDAI lini II)


▪ Quinolon  Ciprofloxacin dosis 15 mg/kgBB/dosis 2
kali 5 hari.
▪ Kembali setelah 2 hari jika :
▪ Tidak membaik
▪ Demam tinggi, kejang, kesadaran menurun,
penurunan nafsu makan
▪ Tidak membaik  antibiotik sensitif
▪ Jika kedua jenis tidak memberikan perbaikan 
cek penyulit atau penyebab lain.
⦿ Laboratorium (+)
◼ Periksa darah tepi
○ leukositosis  shigellosis
○ Eosinifilia  parasit
◼ Periksa feses
○ Trofozoid entamoeba atau giardia 
Metronidazole 50mg/kgbb/hr (3 dosis) 5-10 hari

○ Trofozoid (-) 
Ciprofloksasin 15mg/kgbb/dosis 2kali 5 hari

⦿ Laboratorium (-).
⦿ Laboratorium (-)
◼ Metronidazole 50mg/kgbb/hari (3 dosis) 5 hari
◼ Jika gagal  rujuk.
Gizi buruk ya
Rujuk ke RS
tidak
Antimikroba
ya
Membaik 2 hari Lanjutkan pengobatan
tidak Sampai 5 hari
ya
Dehidrasi
Rujuk ke RS
< 1 tahun, 6 mgg campak

tidak
Ganti anti mikroba
ya
Membaik 2 hari Lanjutkan pengobatan
sampai 5 hari
tidak
Rujuk ke RS
Atau berikan
pengobatan amubiasis
• Kembali segera jika
– Demam
– Tinja berdarah
– Muntah berulang
– Makan atau minum sedikit
– Anak sangat haus
– Diare makin sering
– Belum membaik dalam 3 hari.
⦿ Derajat Dehidrasi
◼ Tanpa Dehidrasi
◼ Dehidrasi Ringan,
◼ Dehidrasi Sedang
◼ Dehidrasi Berat.
⦿ 1) Dehidrasi ringan
◼ (hilang cairan 2-5% BB): gambaran klinisnya turgor
kurang, suara serak, pasien belum jatuh dalam
presyok.
⦿ 2) Dehidrasi sedang
◼ (hilang cairan 5-8% BB): turgor buruk, suara serak,
pasien jatuh dalam presyok atau syok, nadi cepat,
napas cepat dan dalam
⦿ 3) Dehidrasi berat
◼ (hilang ciaran 8-10% BB): tanda dehidrasi sedang
ditambah kesadaran menurun (apatis sampai
koma), otot-otot kaku, sianosis)
⦿ Oralit
⦿ RL atau Ringer Asetat