PERENCANAAN PELAYANAN KESEHATAN

Dr. Syahrir A. Pasinringi, MS
MAGISTER ADMINISTRASI RUMAH SAKIT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

Pengertian Sehat
1. Sehat adalah suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dipunyainya (WHO 1957) 1957) 2. Sehat adalah suatu keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang badan, memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU Kesehatan No. 23 tahun 1992)

Konsep Sehat-Sakit Continum SehatSehat 100 % Sehat 75 % Sehat 50% Sehat Produktif
Sehat 10-25 % 10-

Sakit

Upaya promotif/preventif paradigma sehat health maintanance & development upaya kesehatan hulu

Upaya kuratif paradigma sakit health program for survival upaya hilir

Universal Competencies for Public Health Professionals

All public health professionals should be competent in: 1. Analytical Skills 2. Communication Skills 3. Policy Development and Program Planning Skills 4. Cultural Skills 5. Basic Public Health Sciences Skills 6. Financial Planning and Management Skills

EFFICIENCY 5. QUALITY OF CARE AND QUALITY OF LIFE 2. ACCESSIBILITY 3. EQUITY 4.APA TUJUAN NORMATIF PEMBANGUNAN KESEHATAN ? 1. SUSTAINABILITY Ø .

Millenium Development Goals ( MDGs ) MDGs adalah suatu Deklarasi Milenium (Millennium) yang dilaksanakan pada tanggal Millennium) 27 September 2000 di New York. Deklarasi ini telah ditandatangani oleh 146 buah negara termasuk Indonesia .bertekad mencapai 8 tujuan ( Goals) selambat Goals) lambatnya tahun 2015 .

TUJUAN MDGs Ada delapan goal yang perlu dicapai yaitu : Goal 1 : Menghapus kemiskinan dan kelaparan berat ( Eradicate extreme poverty and hunger ) Goal 2 : Mencapai pendidikan dasar yang menyeluruh (Achieve universal primary education ) Goal 3 : Memajukan Kesetaraan gender ( Promote gender equality and empower women ) Goal 4 : Menurunkan kematian bayi ( Reduce child mortality ) .

malaria lainnya ( Combat HIV/AIDS . malaria and other diseases ) Goal 7 : Meyakini Ketahanan lingkungan ( Ensure environmental sustainability ) Gola 8 : Menciptakan jaringan global untuk pembangunan ( Develop a Global Partnership for Development ) .TUJUAN MDGs Goal 5 : Meningkatkan Kesehatan Ibu ( Improve maternal Health ) Goal 6 : Melawan HIV/AIDS.malaria serta penyakit HIV/AIDS.

developed).yang dinyatakan dalam negara maju ( developed).HUMAN DEVELOPMENT INDEX ( HDI ) Human Development Index (HDI) adalah HDI) suatu petunjuk ( index ) yang dipergunakan untuk memberi urutan tingkat pembangunan manusia ( human development ). sedang berkembang ( developing ) dan belum berkembang ( under developing ) . pada negara negara .

KAIDAH UPAYA KESEHATAN (SKN) UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT (UKM) PUBLIC GOODS program DIBIAYAI PEMERINTAH TIDAK ADA PENDAPATAN Orientasi Pada Masalah Kesehatan UPAYA KESEHATAN PERORANGAN (UKP) PRIVATE GOODS pelayanan DIBIAYAI MASYARAKAT HIDUP DR PENDAPATAN Orientasi Pada Kebutuhan Konsumen .

FUNGSI PUSKESMAS PUSAT PEMBANGUNAN BERWAWASAN KESEHATAN PUSAT PEMBERDAYAAN KELG & MASY PUSAT YANKES STR I YANKESMAS (PUBLIC GOODS) 11 YANKES PERORANGAN (PRIVATE GOODS) .

Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan Fungsi pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan dapat dinilai dari seberapa jauh institusi jajaran nonnonkesehatan memperhatikan kesehatan bagi institusi dan warganya .

dll)  Tatanan tempat-tempat umum (pasar. rumah makan. Universitas)  Tatanan tempat kerja (kantor. pabrik. SMU/SMK. industri rumah tangga. tempat kerja di perkebunan/pertanian. Madrasah. SMP. tempat hiburan) .Keberhasilan fungsi ini bisa diukur melalui Indikator Potensi Tatanan Sehat (IPTS) (IPTS)  Tatanan sekolah (SD. tempattempat ibadah.

sehat.Indikatornya adalah sebagai berikut  Berapa % sekolah yang dinyatakan berpotensi sehat  Berapa % tempat kerja yang dinyatakan berpotensi sehat  Berapa % tempat-tempat umum yang tempatdinyatakan berpotensi sehat. .

baik dari instansi lintas sektoral maupun LSM dan tokoh masyarakat. .Memberdayakan masyarakat dan keluarga Pemberdayaan masyarakat adalah segala upaya fasilitasi yang bersifat non-instruktif nonguna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mampu mengidentifikasi masalah. merencanakan dan melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat dan fasilitas yang ada. masyarakat.

    TumbuhTumbuh-kembang UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat). Fungsi pusat pemberdayaan masyarakat dapat diukur dengan beberapa indikator antara lain . Tumbuh dan berkembangnya keluarga sehat. sehat. Tumbuh dan berfungsinya BPP (Badan Penyantun Puskesmas). yang rincian indikator dan manajemen pembinaannya telah dituliskan pada buku µARRIF. Puskesmas). Pedoman Manajemen Peran Serta Masyarakat¶. kesehatan. yang telah diterbitkan oleh Depkes Tumbuh dan berkembangnya LSM yang bergerak di bidang kesehatan.

Pelayanan kesehatan tingkat pertama adalah pelayanan yang bersifat µmutlak perlu¶ yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat serta mempunyai nilai strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bermutu dan efisien .

yang berkaitan dengan kesakitan. serta mempunyai daya ungkit tinggi dalam permasalahan kesehatan nasional dan internasional. kecatatan dan kematian .Program kesehatan dasar adalah program yang ditetapkan berdasarkan kebutuhan sebagian besar masyarakat Indonesia.

yang dikemas dalam µbasic six¶ six¶ .Program kesehatan dasar ini adalah program minimal yang harus dilaksanakan oleh tiap Puskesmas.

Upaya perbaikan gizi 5. . 2. 20 . Upaya pengobatan dasar Upaya kesehatan pengembangan puskesmas Dilaksanakan sesuai dengan masalah kesehatan masy yg ada dan kemampuan Puskesmas B. Upaya kesehatan wajib puskesmas 1. anak & kb ibu. Upaya kesehatan ibu.UPAYA PUSKESMAS A. Upaya kesehatan lingkungan 4. Upaya promosi kesehatan 3. Upaya pencegahan & pemberantasan penyakit menular 6.

 . kondisi. masalah dan kemampuan Puskesmas setempat dan atau sesuai tuntutan masyarakat sebagai program inovatif dengan mempertimbangkan kemampuan sumber daya yang tersedia dan dukungan dari masyarakat Program kesehatan kerja masyarakat. pengembangan puskesmas dengan rawat inap. kesehatan olahraga. kesehatan manula. puskesmas dengan pengobatan tradisional dan lain-lain. puskesmas dengan tempat bersalin. lain-lain.Program Pengembangan Puskesmas diperkenankan untuk mengembangkan program lain sesuai dengan situasi.

Indikator keberhasilan misi pelayanan kesehatan masyarakat adalah IPMS (Indikator Potensi Masyarakat Sehat) terdiri dari cakupan dan kualitas program .

Imunisasi KB . DPT 3 MKET Promosi hidup bersih dan sehat Kesehatan Bimtek Lingkungan penyehatan permukiman Kesehatan ibu ANC.Indikator Program Kesehatan Dasar Puskesmas PROGRAM POKOK Promosi kesehatan KEGIATAN INDIKATOR Perbaikan perilaku sehat Perbaikan lingkungan K4. Linakes Cakupan MTBS Campak. anak MTBS.

Lanjutan . Promosi Gizi SKDN % sadar gizi Jaga mutu Kepuasan pasien Kesembuhan Kualitas pelayanan kesehatan . Sederhana Penemuan Kasus Penemuan Kasus Penemuan Kasus Penyembuhan Kunjungan Jumlah Kasus Jumlah Pemeriksaan Gizi Distribusi vit A/Fe/Cap Yod Cakupan Vit A/Fe/Cap yod PSG % gizi kurang/buruk. Pemberantasan Diare Penyakit ISPA Menular Malaria TB Pengobatan Medik Dasar UGD Lab..

P.PENENTUAN POSISI . P.KAJIAN INTERNAL . STRATEJIK vs.PENETAPAN TUJUAN JANGKA PANJANG JANGKA MENENGAH JANGKA PENDEK KETERLIBATAN PELAKSANA (SEMUA FIHAK) DASAR KAJIAN ORIENTASI HASIL TAHAP KAJIAN KATEGORI MELIHAT PELUANG EKSTERNAL & KEBUTUHAN PERUBAHAN INTERNAL VISI .MISI .PENETAPAN STRATEGI STRATEGI KORPORASI STRATEGI BISNIS STRATEGI FUNGSIONAL KETERLIBATAN MANAJEMEN PUNCAK & MENENGAH PROSES .STRATEGI KAJIAN EKSTERNAL . OPERASIONAL PERENCANAAN STRATEJIK PERENCANAAN OPERASIONAL MENGACU HASIL PERENCANAAN STRATEJIK DAN MASALAH RENCANA KEGIATAN RENCANA PROGRAM ANALISIS SITUASI PENENTUAN PRIORITAS DAN ALTERNATIF .

Terukur & Spesifik (SMARTS) .Blum .Tujuan berdasar prioritas alternatif .Indikator keberhasilan kegiatan Keterangan : SMARTS : .DISKO .CARL .NGT .Specific .Perenc.USG .BRAINST.PROSES PERENCANAAN OPERASIONAL DATA PRIMER DATA SEKUNDER ANALISIS SITUASI .HANLON .Prioritas alternatif penyelesaian .Time Bound MENENTUKAN TUJUAN KEGIATAN MENYUSUN PoA SETIAP TUJUAN .FGD .Identifikasi alternatif penyelesaian .Measureable .Analisis kebutuhan .LOKAKARYA .Skala prioritas penyebab masalah MENYUSUN SKALA PRIORITAS MENENTUKAN ALTERNATIF PENYELESAIAN MASALAH . .FGD .MCUA .Pohon masalah .Relevant .Fishbone .Penjadwalan .BRAINST.Penganggaran .LOKAKARYA MERENCANAKAN KEGIATAN EVALUASI .Analisis masalah & penyebab masalah .NGT . .Analisis kemampuan (Resources) .Attainable . kegiatan .DISKO .

Informasi & Masalah .Data.

Data vs Informasi  Data : suatu gambaran kejadian yang dapat berupa angka atau kalimat Informasi : data yang telah diolah. diberi keterangan dan dikelompokkan berdasarkan ciri khususnya sehingga menghasilkan dan menjelaskan tentang kejadian secara lebih spesifik  .

Masalah ? Kesenjangan antara apa yang ditemukan dengan apa yang seharusnya. Masalah manajemen upaya kesehatan 3. 1. atau adanya suatu kesenjangan antara apa yang diharapkan (what should be) dengan apa yang terjadi (what it is). Masalah pada lingkungan . Masalah yang menyangkut masyarakat 2.

2. harapan dan kebutuhan masyarakat . Keluhan. bila : masalah. 1. 3. Adanya kesenjangan Administrator merasa tidak puas atas kondisi tersebut Bertanggung jawab atas masalah tersebut Keluhan. 4.Dikatakan masalah.

Kinerja/cakupan b. 4. 6. 2.Analisis situasi (sedapat mungkin analisis trend) 1. 5. Sarana Kebijaksanaan kesehatan Kebijakan/rencana pembangunan daerah . Kependudukan/demografi Situasi dan kecenderungan kesehatan Lingkungan kesehatan Perilaku kesehatan Program/pelayanan kesehatan a. 7. SDM d. 3. Pembiayaan c.

Bayi BKKBN d. Bumil Kantor Statistik b. Anak sekolah Vital Statistik f. Usila . 3. 6. 2. 5. 7. 4. Tenaga kerja g. Jumlah penduduk Pertumbuhan Struktur umur Distribusi spasial Mobilitas: pulang-balik : Masalah di Jabotabek pulangJml penduduk miskin Jml kelompok khusus/rentan: a. Balita e.Demografi 1. Persalinan c.

penyakit infeksi b. Penyebab kematian c. Rate ??? Laporan fasilitas Vital statistik Surveilans Estimasi jumlah populasi yg terkena . non-ibfeksi nonMortalitas a. Jumlah b. Morbiditas: a.Situasi & kecenderungan kesehatan 1. 2.

promisccuity: tempat-tempat berisiko STD e. Life style: a.Perilaku kesehatan Konsep sehat/sakit: health belief 2. olah raga ?? 3. rokok d. alkohol b. Health seeking behavior 1. Analisis data Susenas . narkoba f.

2. 6. Akses thd air bersih Jamban/tempat bab Lantai rumah Breeding places Vektor penyakit Polusi Sanitasi tempat umum Analisis data Susenas .Lingkungan kesehatan 1. 4. 7. 3. 5.

4.Program/pelayanan kesehatan 1. 3. 2. jenis. jenis. Kinerja/cakupan SDM: jumlah. distribusi Pembiayaan District Health Account (DHA) . distribusi Sarana: jumlah.

Filaria g. Polindes/bidan di desa d. Tbc (DOTS/Gerdunas tb) c. Fe) 2. Supply dan manajemen vaksin c. Penyakit menular a. KIA/KB b. Gizi masyarakat .Kinerja/cakupan 1. DHF f. dacin iii. Revitalisasi Posyandu i. HIV/AIDS e. Cakupan b. Framboesia 3. Pertolongan persalinan c. Yodium. Save injection 4. gizi (PMT. kader ii. Kesehatan reproduksi a. Immunisasi a. system pelaporan iv. vit-A. Cold chain system d. MTBS d. Malaria (Gebrak malaria) b.

Breeding places f. ³REA´ (Rapid ethnographic assessment) b. Lantai rumah b. Penyusunan materi dan media c. Akses air bersih c. Program dan pelayanan kesehatan untuk penduduk miskin . Sanitasi lingkungan a. Promosi kesehatan a. Manajemen ³B3´ (Bahan Beracun Berbahaya) 2.Kinerja/cakupan 1. Jamban d. Pelaksanaan program promosi kesehatan 3. Sampah e.

Faktor risiko perilaku . yaitu: 1.Ada 4 output utama analisis situasi. Faktor risiko lingkungan 4. Kinerja sistem pelayanan/program kesehatan 3. Deskripsi masalah 2.

Deskripsi masalah Deskripsi masalah menggunakan prinsip dan metode epidemiologi. yaitu  merumuskan dan mengukur besaran masalah serta  distribusinya menurut kelompok penduduk  distribusinya menurut tempat  distribusinya menurut waktu (musim)  kemungkinan sumber penyakit tersebut .(1).

perdagangan.  menurut kelompok jenis pekerjaan (buruh tani. kuintil pengeluaran). industri. nelayan. perempuan). anak sekolah)  menurut kelompok kelamin (laki. dll). .Distribusi menurut kelompok penduduk bisa:  menurut kelompok umur (ibu. balita. nonnon-miskin.  menurut kelompok strata ekonomi (miskin.

Distribusinya menurut waktu menunjukkan pola kejadian penyakit tersebut menurut musim atau bulan tertentu sepanjang tahun.Distribusi menurut tempat dalam konteks kabupaten sebaiknya dibagi menurut : kecamatan atau wilayah kerja Puskesmas. .

malaria bersumber pada spesies anopheles tertentu dan parasit malaria tertentu. dll . perdarahan pada saat persalinan bersumber pada anemia ibu hamil. Deskripsi sumber penyakit didasarkan pada hasil survei atau pengalaman empiris tentang sumber penyakit bersangkutan. kurang yodium bersumber pada kualitas garam dan air minum dan makanan. DBD bersumber pada nyamuk aedes yang bertelur di tempat perteluran yang khas. Misalnya TBC bersumber pada kontak dengan penderita. ISPA berkaitan dengan polusi dalam ruangan rumah atau wabah campak.

(2). jelaskan juga sebabsebabsebabnya . lakukan analisis untuk mengetahui sebabtidak. sebabsebabnya Kalau berhasil atau melebihi target. Kinerja/output: Kinerja/output:     Usahakan memperoleh trend output dari tahun ke tahun Apakah output program/pelayanan sesuai dengan target program/pelayanan Kalau tidak. Fokus analisis ini adalah sebagai berikut : 1. Kinerja/sistem pelayanan dan program kesehatan Hal berikutnya yang perlu dianalisis adalah kinerja program dan sistem pelayanan yang berkaitan dengan masalah bersangkutan.

2. Proses: Proses:     Apakah kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana tahunan Kalau tidak sebutkan kegiatan yang mana Jelaskan sebabnya Juga lakukan analisis terhadap proses manajerial seperti: seperti:      supervisi kordinasi dan integrasi lintas program kordinasi dan integrasi lintas sektor peran pihak swasta peran masyarakat .

dana. Input:    Lakukan analisis tentang kecukupan input (tenaga. alat. obat. dan jelaskan kenapa . dll) Apakah ketersediaan input tersebut tepat waktu Apakah ada input yang tidak terserap/tidak terpakai.3.

(3). Faktor risiko lingkungan Data yang perlu ditelaah dalam identifikasi faktor risiko lingkungan adalah sebagai berikut: berikut:        Hasil surveilans Laporan Puskesmas Hasil survey khusus dan OR Data kegiatan pembangunan (dari Pemda) Pemda) Laporan masyarakat/mass media/LSM masyarakat/mass Pengamatan oleh staf Dinkes Dll .

dll) . pertanian.  Lakukan analisis untuk mengidentifikasi apakah ada faktor lingkungan yang berkontribusi terhadap masalah bersangkutan. pendidikan. Kemudian lakukan analisis untuk mengetahui fihak/sektor mana yang relevan untuk melakukan intervensi terhadap faktor tersebut (misalnya sektor kesehatan.

dll) . dll) Laporan masyarakat/mass media/LSM Pengamatan oleh staff Dinkes Analisis data Susenas (tentang pola pencarian pengobatan. Faktor risiko perilaku Data yang perlu ditelaah dalam identifikasi faktor risiko perlaku adalah sebagai berikut:       Hasil surveilans Laporan Puskesmas Hasil survey khusus dan OR (misalnya tentang pola pencarian pertolongan persalinan.(4).

Metode Penentuan Prioritas Masalah .

Yang termasuk teknik skoring antara lain : 1. MCUA (Multiple Criteria Utility Assesment) 4. PAHO . CARL (Capability Accessability Readiness Leverage) 3. USG (Urgency Seriousness Growth) 2.

Penentuan Prioritas Masalah Dengan Metode USG DEFINISI USG Metode USG merupakan cara dalam menetapkan urutan prioritas. mendesak atau tidak masalah tersebut diselesaikan .1. yaitu dilihat dari tersedianya waktu. dengan memperhatikan 1. Urgency (urgensi).

Growth (berkembangnya masalah).2. membahayakan sistem atau tidak. pengaruh terhadap keberhasilan. dan sebagainya 3. yaitu melihat dampak masalah tersebut terhadap produktifitas kerja. Seriousness (keseriusan). yaitu apakah masalah tersebut berkembang sedemikian rupa sehingga sulit dicegah .

sehingga yang dipentingkan adalah aspek yang ada di masyarakat dan aspek masalahnya itu sendiri .KAPAN METODE USG DIGUNAKAN ? Metode USG digunakan apabila pihak perencana telah siap mengatasi masalah yang ada.

Petugas Pencatat pada Filpchart 3. PERSIAPAN SARANA ATAU PERALATAN . PERSIAPAN GUGUS TUGAS Susunan petugas : 1. Persiapan yang perlu dilakukan antara lain : 1. Petugas skoring dan ranking 2.LANGKAH-LANGKAH USG A. PERSIAPAN RUANG PERTEMUAN 3. Pimpinan USG 2.

B. PESERTA Tentukan siapa saja orang yang akan diundang atau dilibatkan dalam pertemuan untuk melaksanakan USG Jumlah peserta : 4 7 orang C. PROSES DINAMIKA KELOMPOK Tujuan pertemuan yang berorientasi pada masalah dan pemecahan masalah . DATA YANG DIBUTUHKAN Hasil analisis situasi Data sumberdaya yang dimiliki D.

Penyusunan daftar masalah a.Langkah inti pelaksanaan USG 1. Pimpinan USG menginstruksikan kepada petugas pencatat untuk mencatat setiap masalah yang dikemukakan di lembar flipchart atau papan tulis atau white board LEMBAR FLIPCHART Misal : Nama anggota Ahmad Rina Anto Sinta Willy Unit/Bagian Bina Program Umum Upakes Masalah yang dikemukakan Perilaku PHBS masyarakat rendah (A) Mutu pelayanan BP rendah (B) Perhatian keluarga pada bumil rendah (C) (D) (E) . Setiap peserta pertemuan diminta mengemukakan masalah bagian yang diwakilinya b.

Lakukan klarifikasi masalah yang telah diidentifikasi dalam rangka menentukan prioritas masalah b.2. Setiap anggota dimintai penjelasan (klarifikasi) maksud dari masalah yang dikemukakannya. Klarifikasi Masalah a. Setelah diklarifikasi. c. maka tulis masalah hasil dari klarifikasi tersebut .

. . . . .. ..DAFTAR MASALAH SETELAH KLARIFIKASI Setelah klarifikasi ternyata masalah yang diperoleh adalah sebagai berikut : Nama anggota Unit/Bagian Masalah yang dikemukakan . .. ..

3. sebagai contoh masalah A sampai E menurut kriteria Urgensi (Urgency). Bandingkan masalah yang diperoleh. Membandingkan antar Masalah a. Tulis frekwensi kemunculan tiap masalah setelah diperbandingkan. frekwensi ini dianggap sebagai nilai atau skor masalah. Kemudian jumlahkan skor yang diperoleh tiap masalah berdasarkan kriteria Urgency. Keseriusan (Seriousness) dan Kemungkinan Berkembangnya masalah (Growth) b. Seriousness dan Growth .

Misal : Lembar Filpchart Aspek Seriousness A/B=B A/C=A A/D=A A/E=A B/C=B B/D=B B/E=E C/D=D C/E=E D/E=E Aspek Growth A/B=B A/C=A A/D=A A/E=A B/C=B B/D=B B/E=B C/D=D C/E=E D/E=E Aspek Urgency A/B=B A/C=A A/D=A A/E=A B/C=B B/D=B B/E=E C/D=D C/E=E D/E=E .

LEMBAR FLIPCHART Diperoleh hasil perbandingan sebagai berikut : Aspek Urgency A =3 B=3 C=0 D=1 E=3 Aspek Seriousness A =3 B=3 C=0 D=1 E=3 Aspek Growth A =3 B=3 C=0 D=1 E=3 Hasil Skoring Masalah Urgency Seriousness A 3 3 B 3 3 C 0 0 D 1 1 E 3 3 Growth 3 4 0 1 2 Total 9 10 0 3 8 .

Penyusunan Prioritas Masalah Menyusun prioritas masalah berdasarkan hasil langkah 3 Misalnya : Dari hasil langkah 3 pada contoh. Masalah B 2. maka dapat disusun prioritas masalah dengan urutan sebagai berikut : 1. Masalah A 3.4. Masalah C . Masalah E 4. Masalah D 5.

Bisa diidentifikasikan lebih lanjut apakah masalah tersebut dapat diselesaikan secara managable atau tidak . Merupakan pandangan orang banyak dengan kemampuan sama.KELEBIHAN PENGGUNAAN METODE USG 1. Diyakini bahwa hasil prioritas dapat memberikan obyektifitas 3. sehingga dapat dipertanggungjawabkan 2.

Cara ini lebih banyak berdasarkan asumsi dengan keterbatasan tertentu yang melemahkan eksistensi permasalahan 2. maka hasilnya akan bersifat subyektif .KEKURANGAN PENGGUNAAN METODE USG 1. Jika asumsi yang disepakati lebih banyak dengan keterbatasan.

PENENTUAN PRIORITAS MASALAH DENGAN METODE CARL .

yaitu Capability. Dilakukan dengan menentukan skor atas kriteria tertentu.2. sehingga semakin tinggi letaknya pada urutan prioritas . Penentuan Prioritas Masalah Dengan Metode CARL DEFINISI CARL Merupakan suatu cara untuk menentukan prioritas masalah jika data yang tersedia adalah data kualitatif. semakin besar skor maka semakin besar masalahnya. Accessability. Readiness dan Leverage (CARL).

Kapan metode CARL digunakan ? Metode CARL digunakan apabila pelaksana program masih mempunyai keterbatasan (belum siap) dalam menyelesaikan masalah. Penggunaan metode ini menekankan pada kemampuan pelaksana program. .

PERSIAPAN GUGUS TUGAS Susunan petugas : 1. PERSIAPAN SARANA ATAU PERALATAN . Persiapan 1. PERSIAPAN RUANG PERTEMUAN 3. Petugas Pencatat pada Filpchart 3.LANGKAH-LANGKAH CARL A. Petugas skoring dan ranking 2. Pimpinan CARL 2.

DATA D.B. PESERTA CARL Tentukan siapa saja orang yang akan diundang atau dilibatkan dalam pertemuan untuk melaksanakan CARL Jumlah peserta : 4 C. PROSES DINAMIKA KELOMPOK 7 orang .

b. . Tentukan skor atau nilai yang akan diberikan pada tiap masalah berdasarkan kesepakatan bersama Lanjut .. Pemberian skor pada masing-masing masalah dan perhitungan hasilnya a.Langkah inti pelaksanaan CARL 1. Tulis atau daftarlah masalah yang didapat dari kegiatan analisis situasi.

Lanjutan . Berikan skor atau nilai untuk setiap alternatif masalah berdasarkan kriteria CARL (Capability atau kemampuan. Misal : Telah disepakati bersama skor atau nilai yang diberikan adalah 1-5. Accessability atau Kemudahan.. dengan ketentuan sebagai berikut : Nilai 1 = sangat tidak menjadi masalah Nilai 2 = tidak menjadi masalah Nilai 3 = cukup menjadi masalah Nilai 4 = sangat menjadi masalah Nilai 5 = sangat menjadi masalah (mutlak) c. Leverage atau Daya Ungkit) . Readiness atau kesiapan.

Contoh Tampilan : o o Maa h la C 1 M t plaaa P na nn h P ila P na h C ail a nin 00 81 1 1 P htia l a ap m na an aa il h .

Perhatian keluarga pada bumil rendah 3. Perilaku PHBS rendah . Misal : Dari contoh tampilan pada langkah 2. maka prioritas masalahnya adalah sebagai berikut : 1. Rendahnya mutu pelayanan BP 2.2. Menentukan prioritas berdasarkan hasil rangking Urutkan masalah menurut prioritasnya. berdasarkan hasil yang telah diperoleh pada langkah 2.

sehingga bisa diperoleh prioritas masalahnya .KELEBIHAN PENGGUNAAN METODE CARL Dengan masalah yang relatif banyak. bisa ditentukan peringkat atas masingmasing masalah.

Obyektifitas hasil peringkat masalah kurang bisa dipertanggungjawabkan. sehingga sulit untuk distandarisasi 2. Penentuan skor sangat subyektif. . karena penentuan skor atas kriteria yang ada subyektif sifatnya.KEKURANGAN PENGGUNAAN METODE CARL 1. Penilaian atas masing-masing kriteria terhadap masalah yang diskor perlu kesepakatan agar diperoleh hasil yang maksimal dalam penentuan peringkat (prioritas) 3.

PAHO .

jumlah penduduk yang prevalensi. ekonomis Vulnerability (V): apakah tersedia kemampuan/ kemampuan/teknologi mengatasinya Community/political concern (CC) : kehebohan masyarakat dan pejabat (1) (2) (3) (4) y Penentuan skor untuk setiap masalah dilakukan oleh expert . misalnya CFR. kerugian keparahan.PAHO (Pan American Health Organization) y Penentuan prioritas berdasarkan 4 kriteria : Magnitude (M): prevalensi. terkena Severity (S): keparahan.

(pemberian skor sebaiknya membandingkan (pemberian antar masalah dengan kriteria yang sama) sama) 5. Tentukan skor yang akan dipergunakan dalam penentuan prioritas 1 s/d 10 4. Pemberian skor oleh expert untuk setiap masalah berdasarkan 4 kriteria PAHO. 2. . Tentukan expert yang akan dilibatkan dalam penyusunan prioritas 3. Kalikan skor setiap kriteria pada tiap masalah 6. situasi. Perkalian.Langkah PAHO 1 Tulis atau daftarlah masalah yang didapat dari kegiatan analisis situasi. Tentukan prioritas berdasarkan urutan Hasil Perkalian. prioritas. Hasil yang paling besar merupakan prioritas.

Tabel Kriteria PAHO Kriteria PAHO Magnitude (M) Severity (S) Vulnerability (V) Community/ political concern (CC) M x S x V x CC Rangking Masalah A Masalah B Masalah C 5 6 6 5 900 2 4 3 5 4 240 3 6 7 8 9 3024 1 .

PENETAPAN PENETAPAN TUJUAN .

Hierarchi tujuan
´

´

´

Tujuan output: a. jumlah kasus tb paru dengan PMO b. jumlah rumah yg disemprot insektisida c. jml ibu hamil mendapat pil besi d. jml anak di imunisasi campak Tujuan efek: a. menurunnya DO dlm terapi tb paru: x1% x2% b. menurunnya API: x1 x2 c. menurunnya anemia ibu hamil : x1 x2 d. kekebalan thd campak naik (sulit diukur) Tujuan impact (dampak): a. naiknya angka kesembuhan tb paru: x1 x2 b. menurunya kematian ok malaria: x1 x2 c. menurunnya kasus perdarahan (hamil atau melahirkan): x1 x2 d. kasus campak atau KLB campak turun

Kegiatan program kesehatan
1. Kegiatan pelayanan individu: individu: a. Penemuan kasus dan pengobatan (case finding & treatment) b. Intervensi thd faktor risiko isiko 2. Kegiatan kesehatan masyarakat: masyarakat: a. Penemuan kasus dan pengobatan (case finding & treatment) b. Intervensi thd faktor risiko 3. Kegiatan penunjang 4. Kegiatan pengembangan kemampuan (kapasitas) kapasitas) organisasi/ organisasi/sistem

Penyusunan POA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (9) .Kegiatan Tujuan Sasaran Biaya/ Sumber Waktu Tempat Penanggung jawab Indikator keberhasilan (8) Ket.

From the Heart IP @ W7P .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful