Anda di halaman 1dari 27

DASAR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja

Nama : Anggi Lestari


Kelas : 1 B
Prodi : Kesehatan Masyarakat

Universitas muhammadiyah Kalimantan Timur


Kesehatan Lingkungan

A. Pengertian dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan

Kesehatan lingkungan Ruang lingkup :


adalah suatu kondisi - perumahan
yang optimum - pembuangan kotoran
sehingga berpengaruh manusia
positif terhadap - penyediaan air bersih
terwujudnya status - pembuangan sampah
kesehatan yang
optimal.
Adapun yang dimaksud dengan usaha
kesehatan lingkungan adalah suatu usaha
untuk memperbaiki lingkungan hidup
manusia agar terwujudnya kesehatan
yang optimal bagi manusia yang hidup
didalamnya.
B. Perumahan (Housing)

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membangun sebuah


rumah :
1) Faktor lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan
sosial.
2) Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat
3) Teknik yang dimiliki oleh masyarakat
4) peraturan pemerintah yang menyangkut tata guna tanah.
Syarat rumah
sehat

Luas Bahan
bangunan bangunan

Ventilasi Cahaya

Fasilitas dalam
rumah
C. Penyediaan Air Bersih

Air adalah sangat penting bagi kehidupan manusia. Diantara


kegunaan air tersebut yang paling penting adalah kebutuhan
untuk minum.

Syarat-syarat air minum yang sehat :


- Syarat fisik
- Bakteriologis
- Kimia
Pengolahan air minum secara sederhana :
1. Pengolahan secara alamiah yaitu dalam bentuk penyimpanan
2. Pengolahan air dengan menyaring
3. Pengolahan air dengan menambahkan zat kimia
4. Pengolahan air dengan mengalirkan udara
5. Pengolahan air dengan memanaskan sampai mendidih
D. Pembuangan Kotoran Manusia

Kotoran manusia adalah semua benda atau zat yang


sudah tidak dipakai lagi oleh tubuh dan harus
dikeluarkan oleh tubuh.

Pengelolaan pembuangan tinja :


- Tidak mengotori permukaan tanah dan air
- Tidak menimbulkan bau
- Tidak terjangkau oleh binatang
Teknologi pembuangan kotoran manusia secara sederhana :
1. Jamban cemplung, kakus
2. Jamban cemplung berventilasi
3. Jamban empang
4. Jamban pupuk
5. Septik tank
E. Pengolahan Sampah
Sampah mengandung prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Adanya suatu benda atau benda padat
2. Adanya hubungan langsung/tidak langsung dengan kegiatan manusia
3. Benda atau bahan tersebut tidak dipakai lagi

Pengelolaan Sampah :
a. Pengumpulan dan pengangkutan sampah
Pengumpulan sampah adalah menjadi tanggung jawab dari masing-
masing rumah tangga atau institusi yang menghasilkan sampah.
b. Pemusnahan dan pengelolaan sampah dengan ditanam, dibakar, dan
dijadikan pupuk.
F. Pengolahan Air Limbah
Air limbah Adalah sisa pembuangan air yang berasal dari rumah
tangga, industri maupun tempat umum lainnya yang pada
umumnya mengandung zat yang dapat membahayakan bagi
kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

Sumber-sumber air limbah :


1. Air buangan yang bersumber dari rumah tangga
2. Air buangan industri
3. Air buangan kotapraja
1) Karakteristik Air Limbah :
a. Karakteristik fisik.
Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari
bahan-bahan padat dan suspensi

b. Karakteristik kimiawi.
- Gabungan yang mengandung nitrogen
- Gabungan yang tidak mengandung nitrogen

c. Karakteristik bakteriologi.
Kandungan bakteri patogen terdapat juga dalam air limbah.
Gangguan kesehatan akibat air limbah :
a.Menjadi media penyebaran penyakit terutama tifus, kolera.
b.Menjadi media berkembang biaknya mikro-organisme patogen
c.Menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk
d.Menimbulkan bau yang tidak enak
e.Merupakan sumber pencemaran air permukaan dan tanah
Kesehatan Kerja
Kesehatan kerja adalah aplikasi kesehatan masyarakat
dalam suatu tempat kerja, dan yang menjadi pasiennya
adalah masyarakat pekerja. Dalam kesehatan
masyarakat ciri pokoknya adalah upaya preventif
(pencegahan penyakit) dan promotif (peningkatan
kesehatan).
Tujuan utama kesehatan kerja adalah sebagai berikut :
a. Pencegahan dan pemberantasan penyakit dan kecelakaan
akibat kerja.
b. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan dan gizi tenaga
kerja.
c. Perawatan dan mempertinggi efisiensi dan produktivitas
tenaga kerja.
Determinan kesehatan kerja mencakup tiga faktor utama,
yakni :

1. Beban kerja
Beban ini dapat berupa beban fisik, beban mental, ataupun
beban sosial sesuai dengan jenis pekerjaan.

2. Beban tambahan
Beban tambahan adalah berupa kondisi atau lingkungan yang
tidak menguntungkan bagi pelaksanaan pekerjaan.
Beban tambahan ini dapat dikelompokkan menjadi 5 faktor, yaitu:
a. Faktor fisik: penerangan yang tidak cukup, suhu udara panas dll.
b. Faktor kimia: bau gas, bau asap, debu dll.
c. Faktor biologi: nyamuk, lalat, kecoa, lumut dll.
d. Faktor fisiologis: peralatan kerja yang tidak sesuai.
e. Faktor sosial-psikologis: adanya masalah pribadi, gosip, dll.
3. Kemampuan kerja
Kemampuan seseorang dalam melakukan pekerjaan berbeda dengan
seseorang yang lain. Peningkatan kemampuan tenaga kerja ini akan
berdampak terhadap peningkatan produktivitas kerja. Program
perbaikan gizi melalui pemberian makanan tambahan bagi pekerja
kasar merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan
produktivitas kerja.
Faktor Fisik Dalam Kesehatan Kerja
Lingkungan dan kondisi kerja yang tidak sehat merupakan beban
tambahan kerja bagi karyawan. Sebaliknya, lingkungan yang higienis
dapat meningkatkan semangat dan motivasi kerja.

Lingkungan fisik mencakup : pencahayaan, kebisingan, dan


kegaduhan kondisi bangunan, dan sebagainya.

Lingkungan sosial berupa : hubungan dengan pimpinan, dengan


karyawan lain, dan sebagainya.
Faktor Kesehatan Manusia Dalam Kesehatan Kerja

1. Ergonomi
Ergonomi adalah peraturan tentang bagaimana melakukan
kerja. Batasan ergonomi adalah ilmu penyesuaian peralatan
kerja dengan kondisi dan kemampuan manusia, sehingga
mencapai kesehatan tenaga kerja dan produktivitas karja yang
optimal.
Dua misi pokok ergonomi adalah:
a. Penyesuaian antara peralatan kerja dengan kondisi tenaga
kerja yang digunakan.
b. Apabila peralatan kerja dan manusia atau tenaga kerja
tersebut sudah cocok maka kelelahan dapat dicegah dan
hasilnya lebih efisien.
Tujuan ergonomi ialah mencegah kecelakaan kerja
(meningkatkan produksi kerja). Ergonomi juga dapat
mengurangi beban kerja karena apabila peralatan kerja tidak
sesuai dengan kondisi dan ukuran tubuh pekerja akan menjadi
beban tambahan kerja.
Cara mengangkat beban secara ergonomis, dapat dilakukan
menurut prosedur sebagai berikut:
a. Beban yang akan diangkat harus dipegang tepat dengan semua jari-jari.
b. Panggung harus diluruskan, beban harus diambil otot tungkai keseluruhan.
c. Kaki diletakkan pada jarak yang tepat, sebelah kaki di belakang beban sekitar
60 derajat ke sebelah, dan kaki yang satunya diletakkan di samping beban
menuju ke arah beban yang akan di angkat.
d. Dagu di tarik ke belakang agar punggung dapat tegak lurus.
e. Berat badan digunakan untuk mengimbangi berat badan.
f. Lengan harus dekat dengan badan.
2. Psikologi Kerja
Pekerjaan apapun akan menimbulkan reaksi psikologis bagi yang melakukan
pekerjaan itu. Reaksi ini dapat bersifat positif, misalnya senang, bergairah,
dan merasa sejahtera, atau reaksi yang bersifat negatif, misalnya bosan,
acuh, tidak serius, dan sebagainya.
Aspek lain dari psikologi kerja sering menjadi masalah
kesehatan kerja adalah stres. Stres dilingkungan kerja memang
tidak dapat dihindarkan yang dapat dilakukan adalah
bagaimana mengelolanya dan mengatasinya, sehingga tidak
mengganggu kesehatan.

Faktor yang menyebabkan stres :


1)Faktor internal, yakni dari dalam diri sendiri
2)Faktor eksternal, yakni dari lingkungan kerja
Kecelakaan Kerja

Terjadinya kecelakaan kerja disebabkan oleh kedua faktor


utama seperti telah diuraikan diatas, yakni faktor fisik dan
faktor manusia. Oleh sebab itu, kecelakaan kerja juga
merupakan bagian dari kesehatan kerja. Kecelakaan kerja
adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan
akibat dari kerja.