Anda di halaman 1dari 22

KELUARGA

SEJAHTERA

Presented by : Hilwatus S.
PENGETIAN KELUARGA SEJAHTERA

Keluarga yang dibentuk berdasarkan atas


perkawinan yang sah, mampu memenuhi
Kesejahteraan keluarga tidak hanya
kebutuhan hidup spiritual dan materiil yang
menyangkut kemakmuran saja, melainkan
“Kesejahteraan adalah hal atau keadaan layak, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
juga harus secara keseluruhan sesuai dengan
sejahtera, aman, selamat, dan tentram”. Esa, memiliki hubungan yang serasi, selaras
ketentraman yang berarti dengan
(Depdiknas, 2001:1011) dan seimbang antar anggota dan antar
kemampuan itulah dapat menuju
keluarga dengan masyarakat dan lingkungan
keselamatan dan ketentraman hidup.
(Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
52 tahun 2009).

Dalam rencana pembangunan nasional


memberikan petujuk bahwa pembangunan UU No.10/1992 pasal 3 ayat 2 menyebutkan
keluarga sejahtera diarahkan pada bahwa pembangunan keluarga sejahtera
terwujudnya keluarga sebagai wahana diarahkan pada pembangunan ku kualitas
persmian nilai-nilai luhur budaya bangsa keluarga yang bercirikan kemandirin,
guna meningkatkan kesejahteraan keluarga ketahanan keluarga dan kemandirian
serta membina ketahanan keluarga agar kelauarga .
mampu mendukung kegiatan pembangunan.
TUJUAN KELUARGA SEJAHTERA

Pelaksanaan pembangunan dalam keluarga


sejahtera Dalam PP No. 21 Th 1994, pasal 2:
pembangunan keluarga sejahtera diwujudkan
Bertujuan untuk mengembangkan keluarga agar
melalui pengembangan kualitas keluarga
timbul rasa aman, tentram dan harapan masa
diselenggarakan secaramenyeluruh, terpadu oleh
depanyang lebih baik merupakan salah satu
masyarakat dan keluarga.Tujuan :Mewujudkan
pembentuk ketahanan keluarga dalam
keluarga kecil bahagia, dejahtera bertakwa kepada
membangun keluarga sejahtera.
TuhanYangMaha Esa, produktif, mandiri dan
memiliki kemampuan untuk membangun
dirisendiri dan lingkungannya.
TAHAPAN KELUARGA SEJAHTERA

Keluarga
Sejahtera
Keluarga
III
Sejahtera II
Keluarga
Sejahtera I
Keluarga
pra
sejahtera
KELUARGA PRA SEJAHTERA
Seluruh anggota
keluarga
mempunyai pakaian
berbeda di rumah,
Pada umunya bekerja, sekolah
seluruh anggota atau berpergian. Bagian yang terluas
keluarga, makan dua dari lantai bukan dari
kali atau lebih dalam tanah.
sehari.

keluarga yang belum


Melaksanakan dapat memenuhi
kebutuhan dasarnya Bila anak sakit dan
ibadah menurut (basic need) secara atau pasangan usia
agama oleh masing- minimal, seperti
kebutuhan akan subur ingin ber KB
masing anggota spiritual, pangan, dibawa ke sasaran
keluarga sandang, papan,
kesehatan dan KB.
KELUARGA SEJAHTERA I

Yaitu keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhnan dasarnya secara minimal tetapi belum
dapat memenuhi kebutuhan sosial psikologinya seperti kebutuhan akan pendidikan, KB,
interaksi lingkungan tempat tinggal dan trasportasi. Pada keluarga sejahtera I kebutuhan
dasar (a s/d e) telah terpenuhi namun kebutuhan sosial psikologi belum terpenuhi yaitu:
• Anggota keluarga melaksanakan ibadah secara teratur.
• Paling kurang sekali seminggu, keluarga menyadiakan daging, ikan atau telur.
• Seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang 1 stel pakaian baru pertahun
• Luas lantai rumah paling kurang 8 meter persegi untuk tiap pengguna rumah
• Seluruh anggota keluarga dalam 3 bulan terakhir dalam kedaan sehat
• Paling kurang satu anggota 15 tahun keatas, penghasilan tetap.
• Seluruh anggota kelurga yang berumur 10-16 tahun bisa baca tulis huruf latin.
• Seluruh anak berusia 5-15 tahun bersekolah pada saat ini
• Bila anak hidup 2 atau lebih, keluarga pasang yang usia subur memakai kontrasepsi (kecuali sedang hamil)
KELUARGA SEJAHTERA II

Yaitu keluarga disamping telah dapat memenuhi kebutuhan dasasrnya,


juga telah dapat memenuhi kebutuhan pengembangannya seperti
kebutuhan untuk menabung dan memperoleh informasi.
• Pada keluarga sejahtera II kebutuhan fisik dan sosial psikologis telah terpenuhi (a s/d n
telah terpenuhi) namun kebutuhan pengembangan belum yaitu:
• Mempunyai upaya untuk meningkatkan agama.
• Sebagian dari penghasilan dapat disisihkan untuk tabungan keluarga.
• Biasanya makan bersama paling kurang sekali sehari dan kesempatan ini dapat
dimanfaatkan untuk berkomunikasi antar anggota keluarga.
• Ikut serta dalam kegiatan masyarakat dilingkungan keluarga.
• Mengadakan rekreasi bersama di luar rumah paling kurang 1 kali perbulan.
• Dapat memperoleh berita dan surat kabar, radio, televisi atau majalah.
• Anggota keluarga mampu menggunakan sarana trasportasi sesuai kondisi daerah.
KELUARGA SEJAHTERA III

Yaitu keluarga yang telah dapat


memenuhi seluruh kebutuhan
dasar, kebutuhan sosial psikologis
dan perkembangan keluarganya,
tetapi belum dapat memberikan
sumbangan yang teratur bagi
masyarakat seperti sumbangan
materi dan berperan aktif dalam
kegiatan kemasyarakatan.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KESEJAHTERAAN

Faktor intern keluarga


• Jumlah anggota keluarga
• Tempat tinggal
• Keadaan sosial ekonomi kelurga.
• Keadaan ekonomi keluarga.

Faktor ekstern
• Kesejahteraan keluarga perlu dipelihara dan terus dikembangan terjadinya
kegoncangan dan ketegangan jiwa diantara anggota keluarga perlu di hindarkan,
karena hal ini dapat menggagu ketentraman dan kenyamanan kehidupan dan
kesejahteraan keluarga.
INDIKATOR KESEJAHTERAAN

Untuk mengukur tingkat


kesejahteraan, telah dikembangkan Sedangkan untuk mendapatkan
beberapa indikator operasional yang gambaran yang lebih jelas tentang
menggambarkan tingkat tingkat kesejahteraan akan
pemenuhan kebutuhan dasar, digunakan beberapa indikator yang
kebutuhan sosial psikologis dan telah digunakan oleh BKKBN.
kebutuhan pengembangan.
INDIKATOR INI BERDASARKAN BKKBN
KELUARGA TAHUN 2011

Keluarga Keluarga Keluarga Keluarga


Keluarga
Pra Sejahtera Sejahtera Sejahtera
Sejahtera
Sejahtera II III III Plus
KELUARGA PRA SEJAHTERA

Keluarga yang tidak dapat memenuhi


syarat-syarat sebagai keluarga sejahtera I.
KELUARGA SEJAHTERA I ( 6 INDIKATOR
BASIC NEEDS).

Pada umumnya anggota keluarga makan dua kali sehari atau lebih.

Anggota keluarga memiliki pakaian yang berbeda untuk di rumah, bekerja/sekolah dan bepergian.

Rumah yang ditempati keluarga mempunyai atap, lantai dan dinding yang baik.

Bila ada anggota keluarga sakit dibawa ke sarana kesehatan.

Bila pasangan usia subur ingin ber KB pergi ke sarana pelayanan kontrasepsi.

Semua anak umur 7-15 tahun dalam keluarga bersekolah.


KELUARGA SEJAHTERA II (8 INDIKATOR
PSYCHOLOGICAL NEEDS)

Pada umumnya anggota


Paling kurang sekali Seluruh anggota keluarga
keluarga melaksanakan Luas lantai rumah paling
seminggu seluruh anggota memperoleh paling kurang
ibadah sesuai dengan kurang 8 m2 untuk setiap
keluarga makan satu stel pakaian baru
agama dan kepercayaan penghuni rumah.
daging/ikan/telur. dalam setahun.
masing-masing.

Tiga bulan terakhir


Ada seorang atau lebih Pasangan usia subur
keluarga dalam keadaan Seluruh anggota keluarga
anggota keluarga yang dengan anak dua atau
sehat sehingga dapat umur 10 - 60 tahun bisa
bekerja untuk memperoleh lebih menggunakan
melaksanakan tugas/fungsi baca tulisan latin.
penghasilan. alat/obat kontrasepsi.
masing-masing.
KELUARGA SEJAHTERA III (5 INDIKATOR
DEVELOMENTAL NEEDS)
Kebiasaan keluarga
Sebagian penghasilan
Keluarga berupaya makan bersama paling
keluarga ditabung
meningkatkan kurang seminggu sekali
dalam bentuk uang
pengetahuan agama. dimanfaatkan untuk
atau barang.
berkomunikasi.

Keluarga ikut dalam Keluarga memperoleh


kegiatan masyarakat di informasi dari surat
lingkungan tempat kabar/majalah/
tinggal. radio/tv/internet.
KELUARGA SEJAHTERA III PLUS (2 INDIKATOR
SELF ESTEEM)

Keluarga secara teratur Ada anggota keluarga


dengan suka rela yang aktif sebagai
memberikan pengurus perkumpulan
sumbangan materiil sosial/yayasan/ institusi
untuk kegiatan sosial. masyarakat.
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN
KELUARGA SEJAHTERA

Peraturan pemerintah No. 21 tahun 1994


pasal 2, menyatakan bahwa
penyelenggaraan pembangunan Tujuan : mewujudkan keluarga kecil yang
keluarga sejahtera diwujudkan melalui bahagia dan sejahtera, bertaqwa kepada
pengembangan kualitas keluarga dan TuhanYang Maha Esa, sehat, produktif,
keluarga berencana yang mandiri, dan memiliki kemampuan untuk
diselenggarakan secara menyeluruh dan membangun diri sendiri dan lingkungan.
terpadu oleh pemerintah, masyarakat,
dan keluarga.
BENTUK KEGIATAN PEMBINAAN KETAHAN
FISIK KELUARGA

Penumbuhan dan
pengembangan pengetahuan, Penumbuhan dan
Pembinaan permodalan, melalui
sikap perilaku usaha, dan pengembangan kelompok Pembinaan pemasaran, melalui
tabungan, takesra (tabungan
keterampilan keluarga melalui usaha, melalui kelompok Usaha kerja sama dengan para
keluarga sejahtera), Kukesra
penyuluhan, pelatihan magang, Peningkatan Pendapatan pengusaha dan sector terkait.
(Kredit keluarga sejahtera)
studi banding, dan Keluarga sejahtera (UPPKS)
pendampingan.

Pembinaan produksi, melalui


bimbingan dalam memilih dan Pembinaan kemitrausahaan, Pengembangan jaringan usaha,
memanfaatkan alat teknologi dengan para pengusaha dari khususnya bekerja sama dengan
tepat guna yang diperlukan sector terkait koperasi. departemen koperasi dan PPKM.
dalam proses produksi.
BENTUK KEGIATAN KETAHANAN NONFISIK
KELUARGA
Bina Keluarga Balita
• Pembinaan terhadap orang tua anak balita agar pertumbuhan dan perkembangan anaknya optimal secara fisik dan mental
melalui kelompok dengan bantuan alat permainan edukatif ( APE)

Pembinaan kesehatan reproduksi remaja dilakukan melalui


• Pusat-pusat konsultasi remaja
• Penyuluhan konseling di sekolah dan pesantren, kelompok-kelompok.
• Remaja, karang taruna, remaja masjid, pramuka, dan lain-lain.
• Kelompok Bina Keluarga Remaja ( BKR), dan penyuluhan melalui media massa.

Pembinaan keluarga lansia melalui kelompok Bina Keluarga lansia (BKL).

Kegiatan-kegiatan lain adalah sebagai berikut.


• Gerakan Keluarga Sejahtera Sadar Buta Aksara
• Beasiswa supersemar.
• Satuan Karya Pramuka Keluarga Berencana (Saka Kencana) kegiatan lomba-lomba
PELAYANAN KELUARGA BERENCANA

Kegiatan Komunikasi Informasi


Edukasi (KIE) Kegiatan ini
meningkatkan kesadaran,
pengetahuan, dan perubahan perilaku
masyarakat dalam pelaksanaan KB.

Pelayanan kesehatan reproduksi


meliputi pelayanan kontrasepsi,
pelayanan kesehatan reproduksi bagi
ibu, serta pelayanan lain yang ada
hubungannnya dengan reproduksi.
PENDATAAN KELUARGA SEJAHTERA

Dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan Gerakan Keluarga Sejahtera setiap tahun, antara bulan
Januari sampai Maret, dilakukan pendataan keluarga untuk mengetahui pencapaian keluarga
berencana dan tahapan keluarga sejahtera.

Friedman, membagi lima tugas kesehatan yang harus dilakukan oleh keluarga, yaitu :

• Mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggotanya.


• Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat.
• Memberikan tindakan keperawatan kepada anggota keluarganya yang sakit dan yang tidak dapat membantu dirinya sendiri.
• Mempertahankan suasana di rumah yang menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian annggota keluarga.
• Mempertahankan hubungan timbal-balik antara keluarga lembaga-lembaga kesehatan yang menunjukkan manfaat fasilitas
kesehatan dengan baik
THANK YOU