Anda di halaman 1dari 12

TEKNIK SAMPLING UDARA

Dosen Pengampu: Vera S. Bachtiar, Ph. D

Oleh:
Kelompok 1
Mahmuda 1310941019
Yudi Prasetya 1410941019
Andre Ragusta 1410941020
Wina Ermaliza 1410941022
Mita Sari Dewi 1410941027
Odiya Ovieyana 1410942033
a. Teknik Pengumpulan Secara
Impaksi

Gas atau udara yang mengandung partikulat


di hisap melalui nozzle dengan laju aliran
udara tertentu , kemudian ditumbukan ke
permukaan plate , maka partikel dengan
diameter tertentu tidak bisa mengikuti aliran
gas yang dibelokkan ( karena gaya inertia) ,
sehingga partikel debu tersebut tertahan
pada permukaan plate ...
Lanjutan……..
Mekanisme pengumpulan debu dengan
impaksi

Sedangkan untuk partikel


debu yang lebih kecil akan
mempunyai kemampuan Metode Chemiluminescence. Gas
mengikuti aliran gas masuk ozon direaksikan dengan gas asetilin
kedalam plate berikutnya ,
yang selanjutnya akan membentuk aldehide yang tidak stabil
terperangkap dalam plate , yang selanjutnya akan melepaskan
yang berikutnya. Dengan energi dalam bentuk cahaya.
demikian terjadi Intensitas cahaya yang diemisikan
pemisahan debu diukur dengan fotomultiplier, yang
berdasarkan ukuran
partikel berbanding lurus dengan konsentrasi
ozon. Panjang gelombang cahaya
yang diemisikan pada panjang
gelombang 300 – 600 nm.
Impaktor Bertingkat
1. Setiap Cascade Impactor terdiri dari beberapa stage, ada yang 3, 5 sampai 9 stage
(plate) tergantung kepada keperluaannya. Salah jenis Cascade Impactor yang
terdiri dari 9 stage adalah Cascade Impactor buatan Graseby Andesoimpaktor
bertingkat buatan Andersen, dan memiliki kemampu menentukan diameter
partikel aerosol lebih kecil dari 0,43 sampai 10 µm

2. Untuk pengukuran partikulat dengan diameter tersebut di atas diperlukan teknik


pengumpulan impaksi, dengan metode tersebut dimungkinkan untuk memisahkan
debu berdasarkan diameternya . Diameter yang lebih besar akan tertahan pada
stage paling atas, semakin ke bawah, maka semakin kecil diameter yang dapat
terkumpulkan permukaan stage .

3. Prinsip pengukuran Kertas saring yang telah ditimbang, disimpan di masing-masing


stage (plate) yang terdapat pada alat Cascade Impactor . Selanjutnya udara
dilewatkan ke dalam Cascade Impactor flow rate tertentu dan dibiarkan selama 24
jam atau lebih tergantung kepada konsentrasi debu di udara ambient . Setelah
sampling selesai, debu-debu yang terkumpul pada masing-masing stage ditimbang,
menggunakan neraca analitik .
Pengukuran Konsentrasi Partikel Udara
•1. Pengukuran konsentrasi partikel udara PM10/PM2,5
menggunakan pencuplik udara yang dilengkapi impaktor
•bertingkat Andersen untuk memisahkan udara berdiameter lebih
kecil dari 10µm dan 2,5µm.
2. Partikel yang lolos dari impaktor akan mengendap pada filter
selulosa berdiameter 8,1 cm, beratnya ditimbang menggunakan
timbangan elektronik orde µg.
3. Impaktor dihubungkan dengan flowmeter, manometer dan
pompa isap.
4. Pengukuran TSP sama dengan PM10/PM2,5 perbedaannya
hanya pada pompa dan jenis filternya. TSP menggunakan
pompa air sampler dengan laju alir 35 liter permenit, filter
menggunakan fibre glass diameter 47mm dan waktu sampling
60 menit sedangkan waktu sampling PM10/PM2,5 180 menit.
Sampling udara PM10/PM2,5 dengan impaktor
bertingkat
b. Teknik Filtrasi
• Teknik filtrasi yaitu dimana debu ditahan pada
permukaan filter dengan porositas tertentu
• Pengumpulan partikulat/debu dengan teknik
filtrasi merupakan teknik yang paling populer.
Jenis filter yang digunakan adalah filter fiber
glass, cellulose dan polyurthen foam.
• Setiap jenis filter mempunyai karateristik tertentu
yang cocok untuk penggunaan tertentu misalnya
saja filter fiber glass yang paling banyak
digunakan untuk pengukuran SPM (suspenden
particulate matter) atau TSP (total suspended
solid).

• Filter fiber glass terbuat dari mikro fiber gelas


dengan porositas < 0,3 µm, yaitu mempunyai
efisensi pengumpulan partikulat dengan diameter
0,3 µm sebesar 95%. Filter ini tahan korosif dan
dapat digunakan pad temperatur 540oC. Tetapi
kelemahannya, filter ini mudah sobek.
Filter fiber glass

Filter cellulose

Filter polyurethane foam


Daerah deposisi partikel udara pada saluran
pernapasan
Sumber
• Arief, L. M. 2013. Metoda Sampling.
Universitas Esa Unggul
TERIMA KASIH