Anda di halaman 1dari 28

KULIAH PENGANTAR UROLOGI

Dr. Wibisono, SpU
Sub Bag Urologi RSDM/FK UNS

UROLOGI

TRAKTUS URINARIUS PRIA & WANITA
DAN TRAKTUS REPRODUKSI PRIA

2

anggota New York Genito-Urinary Society  perkumpulan urology Amerika (AUA) • Di Indonesia 1973. pelopor bidang urologi adalah Prof. Sahala Sihombing ke Australia. Sejarah Urologi • Batu buli mumi anak laki-laki yang berumur 5000 th • 22 Februari 1902. Soenarjo Hardjowijoto. diresmikan program studi urologi di Universitas Indonesia di Jakarta dan Universitas Airlangga di Surabaya . dr. Widjoseno Gardjito. Prof. Doddy M Soebadi. Sadatoen yang dikenal sebagai ahli urologi pertama • 1973-1976 Prof. dr. • Setelah th 1976 dokter dari Surabaya dr.Rudi Yuwana  belajar di Belanda Prof. Oetama dan Prof. Talib Bob Said . Djoko Raharjo ke Jerman dan Prof. dan dr.Adi Santoso  Belanda • 1984.

Dasar-dasar Urologi • Anatomi • Embriologi • Fisiologi ginjal – biokimia urine • Fisiologi miksi • Histo-patologi anatomi .

UROLOGY Saat ini urologi mempunyai berbagai cabang sub spesialis antara lain :  General Urology  Pediatric Urology  Endourology  Oncologic Urology  Female Urology  Neuro Urology  Andrology  Male Infertility Operasi terbuka  minimal invasif  robotic 5 .

Kasus-kasus Urologi • Emergensi urologi • BPH • Batu Saluran Kencing • ISK • Tumor • Trauma • Kelainan Bawaan .

EMERGENCY UROLOGY • Trauma Urogenital • Hematuria • Retensio urine • Anuria • Akut scrotum • Urosepsis .

Trauma Ginjal • Riwayat trauma abdomen. flank. thoraks • Riwayat akselerasi-deselerasi mendadak • Hematuria (tidak berbanding lurus dgn derajat trauma ginjal) • Jejas GOLD STANDART : CT Scan abdomen kontras + one shot IVP (Fungsi ginjal kontralateral?)  klasifikasi (trauma mayor-minor) .

Tatalaksana • Prinsip ATLS • Sebagian besar non operatif • Bila Operatif  mayoritas nefrektomi  Renoraphy .

Evaluation of blunt renal trauma in adults Suspected adult blunt renal trauma* Determine haemodynamic stability Stable Unstable Gross Hematuria Microscopic Hematuria Emergency Rapid Declaration Laparotomy Injury or One-shot IVP Major Associated Renal Imaging** Injuries Grade 3-4 Grade 1-2 Observation Normal IVP Stable Retroperitoneal Hematoma Observation. decisions concerning the viability of the organ and the type of reconstruction are made during the operation. the urologist should rely on other imaging modalities (IVP. Renal Exploration*** Associated Injuries Requiring Antibiotics Laparotomy Abnormal IVP *Suspested renal trauma results from reported mechanism of injury and physical examination **Renal imaging: CT scans are the gold standard for evaluating blunt and penetrating renal injuries in stable patients. angiography. In settings where the method is not available. Grade 5 Pulsatile or Expanding Bed rest. Serial Ht. MRI) *** Renal exploration: Although renal salvage is primary goal for the urologist. radiographic scintigraphy. .

Trauma Buli • Riwayat trauma daerah pelvis • Gross Hematuria (80%) • Abdominal tenderness • Retensio urine • Sistografi • Perivesical contrast extravasated • Contrast material around bowel loops .

100% in 3 weeks – Repair (+debridement)  bladder neck rupture. Tatalaksana • Ektraperitoneal : – Kateterisasi  86% healed in 10 days. ada fragmen tulang • Intraperitoneal : – Surgical repair • Penetrating  emergency exploration + repair .

• Anterior urethral injuries (bulbous & pendulous) – straddle-type (e.g. skateboards) – penetrating (often self-inflicted) injuries. bicycles. Urethral Trauma • In males. the urethra is divided : the proximal (posterior) segment and the distal (anterior) segment by the urogenital diaphragm • Posterior urethra injuries: mostly secondary to pelvic fractures. KONTRAINDIKASI KATETERISASI .

perineal • DRE  floating prostate • Uretrografi . Diagnosis • Triads sign of urethral disruption :  Blood at the urethral meatus  Inability to void  Palpably full bladder • Hematom penis.

Tatalaksana Suspected Urethral injury Retrograde Urethrography Extravasation No extravasation Complete disruption Partial disruption Urethral contusion Penetrating Blunt Penetrating If associated with penile rupture Suprapubic cystostomy or Primary urethral repair Suprapubic cystostomy Primary urethral repair Transurethral Foley catheter Stricture No stricture Follow-up If stricture is short (<1 cm) If stricture is long or and flimsy denser Endoscopic optical incision If failure Formal urethral reconstruction .

Fraktur Penis • Fraktur penis adalah ruptura tunika albuginea korpus kavernosum penis yang terjadi pada saat penis dalam keadaan ereksi • Fraktur?? Bunyi “krek” . tiba2 detumescence • Ruptura ini dapat disebabkan karena dibengkokkan sendiri oleh pasien pada saat masturbasi. dibengkokkan oleh pasangannya. atau tertekuk secara tidak sengaja pada saat hubungan seksual • Kavernosografi .

Management of penile injury (Penile Fracture ) • Due to rupture of the corpus cavernosum from trauma to the erect penis • Immediate repair of penile fracture • Dangerous postures .

Aktifitas saat terjadi keluhan ISK sebelumnya. Sedimen urin .AKUT SKROTUM Akut Skrotum Kapan mulai . Phren tes. Epididimis Laboratorium : Darah lengkap. Febris Suhu aksila dan rektal Keadaan / Status Lokal : Posisi testis.

STETOSKOP /USG DOPPLER TESTIS Epididimitis / Meragukan Torsio Testis Orchitis Detorsi Manual Eksplorasi Antibiotika dan Orkhidopeksi / Orkhidektomi Antiinflamasi 4-6 mg dan Orkhidopeksi Kontralateral Evaluasi Kausal .

K Lithotripsi . RETENSI URIN Retensi Urin BPH STRIKTUR BATU URETRA BEKUAN NEUROPATI /Kausa URETRA DARAH Belum Jelas Kateterisasi Sistostomi Lubrikasi Evakuasi Kateterisasi Foley Kateter Endoskopik Ch 16-18F Batu Keluar Batu masuk Buli Poliklinis D.

Anuria • Produksi urine <200cc/24jam • Patologi TU bagian atas • PASTI bilateral • Ada 2 penyebab : – Non-obstruktif (perawatan nefrologi) – Obstruktif (urologi) : • Diversi urine • Terapi definitif .

Intermittency .Frequency .Hesitancy Iritatif/storage symp : .Dribling .Retention Menyebabkan masalah dalam kwalitas hidup ? .Weak urinary stream .Sense incomplete .Urgency .Dysuria . BPH Keluhan dikelompokkan menjadi 2 : Obstruktif /voiding symp : .Prolonged voiding .Nocturia .

berapa sering 0 1 2 3 4 5 pancaran kencing anda melemah. artinya 0 1 2 3 4 5 masih ada sisa urin dalam kandung seni setelah selesai kencing.18 : Sedang 35 : Skor max. 35 : Skor maksimal . Sering kencing Selama satu bulan yang lalu. selama anda tidak 5x atau tidur malam berapa kali anda harus bangun pernah 1 2 3 4 lebih untuk kencing. Kencing malam hari Selama satu bulan yang lalu. Pengosongan tidak sempurna Selama satu bulan yang lalu. 3. 5. berapa sering 0 1 2 3 4 5 anda sulit menahan kencing. berapa sering 0 1 2 3 4 5 anda harus mengejan untuk memulai kencing 7.Skoring menurut IPSS Tidak <1 se. Mengejan Selama satu bulan yang lalu. Pancaran lemah Selama satu bulan yang lalu. Kesulitan menahan rasa ingin kencing Selama satu bulan yang lalu. berapa sering anda merasa kencing tidak tuntas. 6. < ½nya Kira2 >½ nya Hampir Skor oleh pen pernah tiap 5x ½ nya selalu derita (angka) 1. Kencing terputus Selama satu bulan yang lalu. 2. 0 1 2 3 4 5 Jumlah skor Penilaiannya adalahadalah Penilaiannya : : 0–7 : Ringan 8 – 18 : Sedang 0-7 : Ringan > 18 : Berat > 18 : Berat 8 . berapa sering 0 1 2 3 4 5 anda harus kencing lagi sebelum 2 jam. 0 1 2 3 4 5 mudian keluar lagi. berapa sering anda mengalami pancaran urin berhenti ke. 4.

greenlight). TURP. Tatalaksana • Berdasarkan IPSS : watchfull waiting. medika mentosa. laser proc (holep. operatif • Perkembangan ilmu pengetahuan  pengobatan semakin efektif dengan side effect minimal • Surgery : open prostatectomy. robotic . laparoscopic.

CURRENT ISSUES • MALE IMMUNOLOGICAL INFERTILITY • KIDNEY TRANSPLANT .

Transplantasi Ginjal Pertama di RSDM 27 Oktober 2014 • Tim Transplant RSCM datang ke RSDM : Urolog. anestesi. nefrolog. radiolog. perawat op dan HD • Op berlangsung ± 6 jam • Berjalan lancar dan sukses  pasien donor maupun resipien rutin kontrol s/d sekarang • Resipien bebas cuci darah s/d sekarang .

26 Januari 2015  Transpalntasi ke-2  Op berlangsung ± 5 jam  Berjalan lancar dan sukses  pasien donor maupun resipien rutin kontrol s/d sekarang  Resipien bebas cuci darah s/d sekarang .

TERIMA KASIH .