Anda di halaman 1dari 6

IMPETIGO BULOSA

. DEFINISI & ETIOLOGI Impetigo vesikobulosa adalah penyakit infeksi piogenik akut kulit yang mengenai epidermis superfisial. disebabkan oleh Staphylococcus aureus.

dan ekstremitas. * Target toksin  desmoglein I yang mempertahankan adhesi sel  bertindak secara lokal dan mengaktifkan limfosit T  Koagulasi dapat menyebabkan toksin untuk tetap berada dalam epidermis atas dengan menghasilkan fibrin thrombi. aureus  eksotoksin eksfoliatif ekstraselular  kehilangan adhesi sel di permukaan dermis  kulit melepuh. leher. punggung. Trauma ringan seperti lecet atau digigit serangga  perkembangan lesi impetigo dalam waktu 1-2 minggu  infeksi S. . PATOGENESIS Predileksi : kulit wajah.

.MANIFESTASI KLINIS • Mengalami demam. bula dan bula hipopion. • Diawali dengan makula eritematosa yang dengan cepat akan menjadi vesikel. mudah pecah karena Letaknya subkorneal. • Terasa gatal. • Bula bersifat superfisial di lapisan epidermis. • Berisi cairan jernih kekuningan  keruh karena invasi leukosit dan akan mengendap. tanpa nyeri. • Meninggalkan skuama anular dengan bagian tengah eritema (koleret). dan cepat mengering.

edema papila dermis. tampak kuman coccus berkelompok seperti anggur. sel akantolisis. 3. Kultur Cairan: Adanya Staphylococcus beta hemolyticus grup A. . 2. serta infiltrat limfosit dan neutrofil di sekitar pembuluh darah pada pleksus superfisial. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Pewarnaan Gram: Adanya bakteri S. Histopatologi: Terdapat vesikel formasi di subkorneum atau stratum granulosum. aureus.

Eritromisin 2 x 500 mg pada dewasa. asam fusidat krim 2%. . Menjaga agar kulit pasien tidak terluka. seperti mengganti baju tiap berkeringat dan mandi dengan air bersih. atau tetrasiklin krim atau salep. seperti mengonsumsi buah-buahan. Menjaga higiene tubuh dengan baik. kompres NaCl 0. dan beristirahat cukup. 3. multivitamin. 2. TATALAKSANA Non-Medikamentosa : 1. Memperkuat daya tahan tubuh.9% 2. pada anak 40 mg/KgBB/hari dibagi 4 dosis. Topikal: mupirocin krim 2%. Medikamentosa : 1. Oral: .