Anda di halaman 1dari 27

STANDAR & JAMINAN MUTU

KEPERAWATAN KELUARGA

BY
Ns. SYARKAWI,S.Kep

PENDAHULUAN
• Standar merupakan uraian pernyataan tingkat
kinerja yang diinginkan, sehingga kualitas
struktur, proses dan hasil dapat dinilai.
• Standar asuhan keperawatan berarti
pernyataan kualitas yang diinginkan dan
dapat dinilai pemberian asuhan keperawatan
terhadap pasien/klien.

1992. PENGERTIAN • Standar : Pernyataan diskriptif tentang penampilan kerja. diukur melalui kualitas struktur.h. 1989h. • Standar merupakan pernyataan yang mencakup kegiatan-kegiatan asuhan yang mengarah kepada praktek keperawatan profesional (ANA. 121).h. • Fokus utama Klien . proses dan hasil (Gillies.1) • Standar praktek keperawatan : suatu pernyataan yang menguraikan suatu kualitas yang diinginkan terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan untuk klien ( Gillies. 1989.121).

dimana standar sebagai alat pengontrolnya. TUJUAN STANDAR 1 Perawat o Pedoman untuk membimbing perawat dalam menentukan tindakan keperawatan yang akan dilakukan terhadap klien o Perlindungan bagi perawatan dari kelalaian dalam melakukan tindakan keperawatan 2 Rumah sakit Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan keperawatan 3 Klien / Keluarga Dengan perawatan yang tidak lama maka biaya yang ditanggung klien dan keluarga menjadi ringan 4 Profesi Sebagai alat perencanaan untuk mencapai target dan sebagai ukuran untuk mengevaluasi penampilan. . 5 Tenaga Untuk mengetahui batas kewenangan dengan profesi lain kesehatan lain sehingga dapat saling menghormati dan bekerja sama secara baik.

STANDAR PRAKTIK KELUARGA MENURUT PPNI Standar praktik kep klg Standar Standar praktik kinerja profesional profesional .

Standar praktik profesional 1. Implementasi 5. Perencanaan 4. Pengkajian 2. Evaluasi . Diagnosis 3.

Etik 6. Kesejawatan 5. Pendidikan 3. Pemanfaatan sumber . Riset 8. Penilaian prestasi 4. Jaminan mutu 2. Standar kinerja profesional 1. Kolaborasi 7.

Memodifikasi lingkungan keluarga 5. Memutuskan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan keluarga 3. Melakukan tindakan keperawatan pada anggota keluarga yang sakit sesuai kemampuan 4. Mengenal kesehatan keluarga 2. Memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat : Puskesmas. dll . Posyandu. Tujuan khusus 1.

I. Pengkajian Suatu tahapan dimana seorang perawat mengambil informasi secara terus menerus terhadap anggota klg yang dibinanya .

sosek. Riwayat dan thp perkembangan klg : saat ini. tipe.Tahap pengkajian Tahap I : 1. agama. Komposisi klg. klg inti. klg sblmnya pihak suami & istri . yang belum terpenuhi. Data umum : nama KK. aktifitas rekreasi klg 2. alamat. suku.

emosi. fs sosialisasi. sosial. Struktur keluarga : pola komunikasi. Fungsi keluarga : fs afektif. spiritual . mental. fs perawatan klg 5.Tahap I …. Stres dan koping klg 6. 3.. Pengkajian individu : fisik. struktur peran. nilai & norma 4. struktur kekuatan.

Tahap II Merupakan tahap pengumpulan data yang lebih berfokus pada respon klg thd masalah kesehatan yg dialami Fokus utama : penentuan kesanggupan klg melaksanakan tgs-tgs kesehatan menghadapi masalah-masalah kesehatan .

Pemanfaatan fasilitas kesehatan . Mengenal masalah 2. 1.Tahap II….. Melakukan perawatan sederhana 4. Modifikasi lingkungan 5. Mengambil keputusan 3.

Diagnosa keperawatan keluarga Tipologi diagnosis keperawatan keluarga : 1. Aktual ( terjadi deficit / gangguan kesehatan ) EX: perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan pada balita keluarga bp. . EX: lingk rmh yg krg bersih. Risiko (ancaman kesehatan) sudah ada data yg menunjang namun blm tjd gangguan. N khususnya anak M 2.II. pola mkn yg tdk adekuat.

Dalam satu klg prw bisa menemukan masalah lbh dari satu diagnosis kep keluarga Oleh krn itu perlu menentukan prioritas thd Dx kep klg yang ditemukan .3. Potensial (keadaan sejahtera/weelness) Suatu keadaan dimana klg dlm keadaan sejahtera shg kes klg dpt ditingkatkan EX: Potensial tjd peningkatan kesejahteraan pada ibu hamil keluarga bapak L Note : Etiologi dari Dx kep klg khususnya Dx Potensial menggunakan / boleh tidak menggunakan etiologi.

III. identifikasi sumber daya klg. Perencanaan Perncanaan kep klg terdiri dari penyusunan prioritas. menetapkan tuj. dan menyeleksi intervensi kep Penetapan tuj meliputi TUM & TUK serta dilengkapi dengan kriteria dan standar Kriteria & standar mrp pernyataan yang spesifik tentang hsl yg diharapkan dari setiap tindakan kep berdasarkan TUK yg ditetapkan .

Mengidentifikasi kebutuhan dan harapan tentang kesehatan. Menstimulasi kesadaran / penerimaan klg mengenal masalah dan keb kes dgn cara : memberi informasi. Implementasi (Pelaksanaan) Pelaksanaan yg sudah disusun dilaksanakan dgn mobilisasi sumber-sumber daya yg ada di klg.IV. mendorong sikap emosi yg sehat thd masalah . Tindakan kep thd klg mencakup hal di bawah ini: 1. masy dan pemerintah.

mendiskusikan tentang konsekuensi tiap tindakan.2. 3. Menstimulasi klg utk memutuskan cara perawatan yang tepat dgn cara: mengidentifikasi konsekuensi tdk melakukan tindakan. mengidentifikasi sumber-sumber yang dimiliki klg. mengawasi klg melakukan perawatan . dgn cara : Mendemonstrasikan cara perawatan. Memberikan kepercayaan diri dlm merawat agt klg yg skt. menggunakan alat dan fasilitas yg ada di rumah.

Membantu keluarga utk menemukan cara bgm membuat lingkungan menjadi sehat dgn cara : Menemukan sumber-sumber yg dpt digunakan oleh klg. yaitu : menggunakan fasilitas kes yg ada di lingk klg. membantu klg menggunakan fasilitas kes .4. Memotivasi klg utk memanfaatkan fasilitas kes yg ada. melakukan perubahan lingkungan klg seoptimal mgk 5.

EVALUASI  Perawat melakukan penilaian thd keg yg sdh dilaksanakan.V. perlu dilakukan scr bertahap  Evaluasi disusun dgn menggunakan SOAP secara operasional  Evaluasi dpt dilakukan scr formatif atau sumatif . bila belum berhasil perlu disusun rencana baru yg sesuai  Semua tindakan kep mgk tdk dpt dilakukan dlm satu kali kunj ke klg.

hasil layanan kep bermutu hanya dihasilkan oleh pekerjaan yg benar .LAYANAN KEP YANG BERMUTU :  Selalu memenuhi harapan pasien shg pasien selalu puas dgn pelay yg diberikan oleh perawat  Selalu mengutamakan outcome.

Pengertian mutu (Imbalo S. baik berupa kebutuhan yg dinyatakan maupun kebutuhan yg tersirat . Pohan.2006) Keseluruhan karakteristik barang atau jasa yg menunjukkan kemampuannya dlm memuaskan kebutuhan konsumen.

1956) 2. Sifat yang dimiliki oleh suatu program (Donabedian 1980) 3. Tkt kesempurnaan dari penampilan sesuatu yg sedang diamati (Winston Dictionary. MUTU 1. yg didlmnya terkandung. 1986) 4. sekaligus pengertian akan adanya rasa aman dan atau terpenuhi keb para pengguna barang / jasayg dihassilkan tsb (Din ISO 8402. Kepatuhan thd std yg telah ditetapkan (Crosby. Totalitas dari wujud serta ciri dari suatu barang atau jasa yang dihasilkan. 1984) .

objektif. serta menilai hasil yg dicapai dan menyusun saran tindak lanjut untuk lbh meningkatkan mutu pelayanan .Konsep program jaminan mutu  Suatu upy yg dilakukan scr berkesinambungan. sistematis. dan terpadu dlm menetapkan masalah dan penyebab masalah mutu pelay berdasarkan std yg telah ditetapkan  Menetapkan dan melaksanakan cara penyelesaian masalah sesuai dgn kemampuan yg tersedia.

Cara menilai kepuasan klien 1. wawancara paska pelayanan. diskusi klp terarah 2. Melaksanakan survei kepuasan dgn cara : pengamatan langsung. kaji ulang rekam medis. Cara menilai pelayanan sesuai dgn standar : melakukan survei dgn menggunakan daftar tilik (ceklist) .

Berorientasi pada sistem dan proses: setiap alur keg berdasarkan tata kerja yg berlaku dan dikerjakan scr sistematis 3. Berfokus pada klien 2. Data sbg dasar dalam mengambil keputusan 4. Mendorong suatu pdkt utk memecahkan masalah dan perbaikan mutu : dari hsl yg dilakukan apakah sdh memenuhi std? apabila blm perlu perbaikan .Prinsip jaminan mutu 1.

SEKIAN TERIMA KASIH .