Anda di halaman 1dari 51

Bab 14 Memahami Basis Kas versus Basis Akrual pada Akuntansi Anggaran

Bab 15 Dilematika Full Adoption pada Akrualisasi sektor publik
Bab 7 Laporan Keuangan Sektor Publik

Handy Suryanta Fauziah Nursyahbani
(201670002) (201670066)

Laras Divanadya M Farhan Caniago
(201670024) (201670069)

Beatris Anggitta C Mayang Sekar P K
(201670034) (201670084)

Syarifah Zainah Venia Maria D
(201670050) (201670089)

MEMAHAMI BASIS KAS
VERSUS BASIS AKRUAL PADA
AKUNTANSI ANGGARAN
BAB 14

MENURUT MENURUT
RITONGA (2010) DWI RATNA (2010)

PERJALANAN REFORMASI AKUNTANSI
KEUANGAN PEMERINTAH DI INDONESIA

TAHAP KEEMPAT
(2010-SEKARANG)

TAHAP KETIGA
(2005-2010)

TAHAP KEDUA
(1999-2005)

TAHAP PERTAMA 4 3 2 1
(1974-1999)

BASIS KAS VERSUS BASIS AKRUAL:
KONSEP DAN IMPLEMENTASINYA DALAM AKUNTANSI
ANGGARAN

Basis Kas VS Basis Akrual Cash Basis Accrual Basis .

KARAKTERISTIK AKUNTANSI KAS AKUNTANSI AKRUAL Operasionalisasi Relatif sederhana Relatif rumit/kompleks Hubungannya dengan sistem pendapatan dan anggaran Relatif kuat Relatif lemah tradisional Mencatat hanya transaksi yang Mencatat transaksi non kas yang Cakupan transaksi menghasilkan pembayaran dan diestimasi dengan baik penerimaan kas Mencatat pengaruh estimasi di masa Mencatat hanya transaksi yang terjadi Waktu mendatang dari transaksi saat ini dan pada periode akuntasi yang releven perubahan kebijakan Audit dan pengendalian Relatif sederhana Relatif harus lakukan .

4 .3 Kelemahan Sistem Akuntansi Cash Basis 01 Informasi yang lebih kompleks tidak dapat dihasilkan 02 Hanya terfokus pada aliran kas dan mengabaikan aliran sumber daya lain. 03 Pertanggungjawaban kepada publik jadi terbatas hanya pada penggunaan kas dan tidak pada sumberdaya lainnya.

Keuntungan Penerapan Accrual Basis Memberikan ketelitian dalam menyajikan laporan 01 keuangan pemerintah daerah dan memungkinkan untuk melakukan penilaian secara lengkap terhadap kinerja pemerintah Lebih akurat dalam melaporkan nilai 02 aset. Meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan 04 pemerintah dalam rangka akuntabilitas publik. Memungkinkan dilakukan cut-off (pemisahaan suatu periode dengan periode yang lain) secara lebih 03 sempurna dan menginformasikan nila-nilai ekonomis yang terkandung dalam suatu periode tertentu. .kewajiban maupun pembiayaan pemerintah.

Penerapan Cash Basis / Accrual Basis pada Akuntansi Anggaran .

lingkup manipulasi adalah inheren di dalam pembentukan estimasi pendapatan dan beban Mardiasmo(2009). Pada kas basis. laporan keuangan dapat dimanipulasi dengan mengelola waktu transaksi. mencatat transaksi dengan menggunakan basis kas untuk transaksi-transaksi tertentu dab menggunakan basis akrual untuk sebagian transaksi.PRO-KONTRA MENGADOPSI AKUNTANSI AKRUAL DALAM SEKTOR PUBLIK Akuntansi akrual = mengakui beban pada saat transaksi terjadi Akuntansi kas = mengakui beban pada saat dibayarkan. . Pada akruan basis.

AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL DI INDONESIA: TINJAUAN ATAS PP NOMOR 71 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN Tidak dapat dikatakan telah melaksanakan amanat dari Pasal 36 ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2003 dan/atau Pasal 70 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 2004 .

 Skop terjadinya manipulasi pada organisasi sektor publik lebih besar dibandingkan organisasi swasta.  Jenis akuntabilitas yang dihadapi antara kedua organisasi tersebut berbeda. KENDALA KENDALA YANG DIHADAPI Penerapan akuntansi berbasis akrual di organisasi sektor publik (pemerintahan) atau swasta ternyata masih memiliki kendala diantaranya yaitu :  Relevansi & manfaat penerapannya masih terdapat perbedaan dasar pada tujuan organisasinya sehingga bentuk laporan keuangan yang dibutuhkan organisasi sektor publik akan berbeda dengan organisasi swasta.  Akuntansi akrual memerlukan penerapan penganggaran berbasis akrual yang sulit untuk diterapkan.  Manfaat implementasi akuntansi akrual pada pemerintahan secara teoritis belum terbukti namun ada biaya yang harus ditanggung karena adanya reformasi penggunaan basis akuntansi yang jelas & signifikan.  Akuntansi anggaran memiliki masalah pengendalian. .

.  Dukungan dari pemeriksa laporan keuangan.  Adanya sistem penganggaran berbasis akrual. ada solusi yang dibuat oleh perusahaan agar sistem akuntansi berbasis akrualnya dapat diterapkan secara baik & teratur diantaranya yaitu :  Dukungan SDM yang kompeten & profesional dalam pengelolaan keuangan.  Harus ada komitmen & dukungan politik dari para pengambil keputusan dalam pemerintahan.Meskipun penerapan akuntansi berbasis akrual di perusahaan publik atau swasta mempunyai kendala.  Tersedianya sistem teknologi informasi yang mampu mengakomodasi persyaratan dalam penerapan akuntansi berbasis akrual.

DILEMATIKA FULL ADOPTION PADA AKRUALISASI SEKTOR PUBLIK BAB 15 .

AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL .

 RITONGA 1. karena Laporan Keuangan yang disajikan dianggap lebih akurat. Pengakuan Biaya  Mardiasmo (2009) Akuntansi berbasis akrual dianggap lebih baik daripada akuntansi berbasis kas. . dan lebih relevan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan. Pengakuan Pendapatan 2. lebih dipercaya.

PENERAPAN ADOPSI AKUNTANSI AKRUAL SECARA PENUH (FULL ADOPTION) .

International Accounting Ikatan Standards Akuntan Indonesia Committee 03 02 04 International International Federation Monetary Fund of Accountants .

Governmental Accounting Standard Board Pemerintah Indonesia Financial Accounting Standard Board Organisasi profesi lainnya .

1 Acuan referensi bertaraf internasional Penerapan SAP berbasis akrual perlu dipahami 2 lebih jauh Penyusunan SAP berbasis akrual relatif dianggap 3 menjadi lebih mudah 4 Penerapan SAP berbasis akrual disusun sesuai pola SAP berbasis kas menuju akrual .

Simanjuntak (2010) juga menyebutkan kendala yang menambah dilema penerapan akrualisasi sektor publik yaitu : Sistem Tersedianya Resistensi akuntansi dan Komitmen SDM yang terhadap IT based dari Pimpinan kompeten perubahan System . DILEMATIKA AKRUALISASI SEKTOR PUBLIK Di samping tekanan atas penerapan standar akuntansi berbasis akrual.

DILEMATIKA AKRUALISASI SEKTOR PUBLIK Faktor pendukung untuk meminimalisasi tekanan yang timbul dari penerapan adopsi penuh pada akrualisasi sektor publik itu sendiri yaitu : Perlu dukungan dari pihak pihak yang kompeten dan profesional dalam pengelolaan keuangan. Dibutuhkannya dukungan peran pemeriksa laporan keuangan Tersedianya suatu sistem teknologi informasi sehingga dalam implementasi akuntansi berbasis akrual terpenuhi syaratnya Perlunya dukungan politik dalam pemerintahan untuk penerapan akuntansi berbasis akrual karena tingginya dana dan lama waktu penerapannya .

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BASIS AKRUAL – BASIS KAS .

Manfaat Accrual Basis Pada Organisasi Pemerintahan: Sebagai suatu fondasi untuk Sebagai bentuk pelaksanaan Sebagai suatu peluang untuk melakukan perhitungan biaya konsep pusat pertanggung menerapkan prinsip cost produk atau pelayanan yang jawaban (responsibility center) against revenue lebih baik Sebagai suatu sarana Sebagai upaya peningkatan perhitungan nilai subsidi yang Sebagai suatu bentuk analisis kualitas pelaporan dan evaluasi lebih baik atas setiap produk keekonomian dan keefisienan keuangan serta kinerja dan atau pelayanan yang pengelolaan keuangan dapat organisasi pemerintah diberikan pemerintah kepada dilakukan dengan lebih baik masyarakat .

Setiap penerimaan dan pembayaran akan dicatat terjadi ke dalam masing-masing akun sesuai dengan c. Beban diakui saat terjadi transaksi b. belanja dan pembiayaan b. Beban/biaya belum diakui sampai adanya c. dan ekuitas dana. kewajiban. Metode basis akrual digunakan untuk pengukuran a. pengakuan pendapatan. Penerimaan kas biasanya diakui sebagai pendapatan . Pendapatan diakui saat diterimanya kas transaksi yang terjadi. Metode basis kas digunakan untuk pencatatan aset. d. Pendapatan diakui saat terjadi transaksi pembayaran secara kas walaupun beban telah d. Kelebihan Basis Kas-Akrual Standar Akuntansi Berbasis Akrual Standar Akuntansi Berbasis Kas a.

BASIS KAS . KELEMAHAN BASIS AKRUAL .

Standar Akuntansi Berbasis Akrual Metode basis akrual Biaya yang belum Aadanya resiko pendapatan digunakan untuk dibayarkan secara kas. yang tidak tertagi sehingga pencatatan akan dicatat efektif sebagai dapat membuat mengurangi biaya sehingga dapat pendapatan perusahaan mengurangi pendapatan perusahaan .

Standar Akuntansi Berbasis Akrual Dengan adanya Perusahaan tidak mempunyai pembentukan perkiraan yang tepat kapan cadangan akan dapat kas yang belum dibayarkan menguangi oleh pihak lain dapat diterima pendapatan perusahaan .

karena adanya Adanya penghapusan Biasanya dipakai oleh Metode kas basis tidak pengakuan pendapatan piutang secara perusahaan yang mencerminkan besarnya kas yang tersedia sampai diterimanya uang langsung dan tidak usahanya relatif kecil kas mengenal adanya estimasi piutang tidak tertagih . Standar Akuntansi Berbasis Kas Akan dapat menurunkan perhitungan pendapatan bank.

. Standar Akuntansi Berbasis Kas Sulit dalam melakukan transaksi yang tertunda pembayarannya. karna Sulit bagi manajemne Setiap pengeluaran kas pencatatan diakui pada untuk menentukan diakui sebagai beban saat kas masuk atau suatu kebijakan ke keluar depannya karena selalu berpatokan pada kas.

LAPORAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK BAB 7 .

Tujuan dan Fungsi Laporan Keuangan Sektor Publik .

Kepatuhan dan Pengelolaan (Compliance & Stewardship) Akuntabiltas dan Pelaporan Retrospektif Sumber Fakta dan (Accountabiliy & 01 06 Gambaran (Source Retrospective of Facts and reporting) Figures) Mardiasmo 02 (2002) 05 Perencanaan dan Informasi Otorisasi Hubungan (Planning & 03 04 Masyarakat ( Public Authorizatio Relation) Information) Kelangsungan organisasi (Viability) .

serta pengaruh dari kas atau sumber daya kas. Menurut FASB (Financial Accounting Standards Board) Laporan Keuanan organisasi non. kewajiban dan kekayaan organisasi memperoleh dan membelanjakan informasi dan interpretasi untuk bersih organissi. serta organisasi selama dalm memahami yang mengubah sumber daya dan mengenai faktor-faktor lain yang dapat satu periode informasi keuangan yang kepentingan sumber daya tersebut mempengaruhi likuiditas organisasi diberikan . serta pengguna dan lainnya dalam menilai kinerja pengguna dan calon pengguna calon pengguna lainnya dalam menilai pelayanan yang manajer organisasi non-bisnis atas lainnya dalam pembuatan diberikan oleh organisasi non-bisnis serta kemampuannya pelaksanaan tanggung jawab keputusan yang rasional mengenai untuk melanjutkan memberi pelayanan tersebut pengelolaan serta aspek kinerja alokasi sumber daya organisasi lainnya Memberikan informasi mengenai sumber Memberikan informasi mengenai cara Memberikan Memberikan penjelasan daya ekonomi. serta bermanfaat bagi penyedia dan Memberikan informasi untuk membantu para penyedia pengguna dan calon pengguna calon penyedia sumber daya. mengenai utang mengenai kinerja membantu pengguna transaksi. serta dan calon penyedia sumber daya. peristiwa dan kejadian ekonomi dan pembayaran kembali utang. Memberikan informasi yang bisnis hendaknya dapat bermanfaat bai penyedia dan memberikan nformasi yang calon enyedia sumber daya.

Pengguna Laporan keuangan Sektor Publik .

Badan Pengawas Pemilih Pembayar Pajak Manajemen Drebin et al Pemberi Bantuan (1981) Dewan Legislatif investor Pemasok Pengguna Jasa Karyawan .

Borgonovi dan Anessi-Pessina (1997) Masyarakat pengguna jasa Publik Investor asing dan analis negara Masyarakat pembayar pajak Generasi mendatang Perusahaan dan organisasi sosial Lembaga negara ekonomi yang menggunakan pelayanan publik sebagai input Kelompok politik atas aktivitas organisasi Bank dan Masyarakat sebagai Manajer publik kreditor pemerintah Badan-badan Internasional Pegawai Pemerintah .

yaitu: 01 Masyarakat yang kepadanya pemerintah bertanggung Jawab 02 Legislatif dan badan pengawas yang secara langsung mewakili rakyat Investor dan kreditor yang memberikan 03 pinjaman dan atau berpartisipasi dalam proses pemberian pinjaman .GASB mengidentifikasi laporan keuangan pemerintah menjadi 3 kelompok besar.

Laporan Keuangan Sektor Publik di Indonesia .

Laporan Keuangan Sektor Publik di Indonesia 01 Neraca atau Laporan Posisi Keuangan Laporan Operasi atau Laporan aktvitas 02 atau Laporan Realisasi Anggaran 03 Laporan Arus Kas 04 Laporan Perubahan Ekuitas 05 Catatan atas Laporan Keuangan .

Acuan Penyusunan Laporan Keuangan Organisasi Sektor Publik PSAK Nomor 45 SAP 42 .

Laporan Keuangan Berdasarkan PSAK 45 .

.

.

Neraca. Neraca. Laporan keuangan dimaksud setidak-tidaknya meliputi laporan realisasi APBD. yang dilampiri dengan laporan keuangan perusahaan negara dan badan lainnya. selambat-lambatnya 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir. 2. Gubernur/Bupati/Walikota menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Presiden menyampaikan rancangan undang-undang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN kepada DPR berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan. 02 Pasal 31 UU Nomor 17 Tahun 2003 1. Laporan Arus Kas. Laporan Arus Kas. Laporan keuangan dimaksud setidak-tidaknya meliputi laporan realisasi APBN. dan catatan atas Laporan Keuangan yang dilampiri dengan laporan keuangan perusahaan daerah. . selambat- lambatnya 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir. dan catatan atas laporan keuangan.Laporan Keuangan pemerintah berdasarkan SAP Pasal 30 UU Nomor 17 Tahun 2003 01 1. 2.