Anda di halaman 1dari 27

Metodologi Penelitian

Akuntansi

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN PUBLIK, PRAKTIK
PENGELOLAAN PERUSAHAAN, JENIS INDUSTRI, UKURAN
PERUSAHAAN, PROFITABILITAS DAN RISIKO KEUANGAN
TERHADAP TINDAKAN PERATAAN LABA
(STUDI EMPIRIS PADA INDUSTRI YANG
LISTING DI BURSA EFEK JAKARTA)

Disusun Oleh :
Siti Hasma Meidiani (201570088) dan Handy Suryanta (201670002)

BAB I

yaitu dapat bermanfaat sebagai informasi tambahan bagi pengguna laporan keuangan dan memungkinkan mereka untuk mengambil tindakan pencegahan yang perlu pada saat menginterprestasikan data keuangan . Fenomena Tindakan perataan laba memiliki implikasi yang penting.

Jenis Industri. Profitabilitas dan Risiko Keuangan terhadap Tindakan Perataan Laba (Studi Empiris pada Industri yang Listing di Bursa Efek Jakarta) Rumusan Masalah = • Apakah terdapat pengaruh struktur kepemilikan publik terhadap tindakan perataan laba? • Apakah terdapat pengaruh praktik pengelolaan perusahaan terhadap tindakan perataan laba? • Apakah terdapat pengaruh jenis industri terhadap tindakan perataan laba? • Apakah terdapat pengaruh ukuran perusahaan terhadap tindakan perataan laba? . Ukuran Perusahaan. Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian Judul = Pengaruh Struktur Kepemilikan Publik. Praktik Pengelolaan Perusahaan. Judul.

Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian Rumusan Masalah = • Apakah terdapat pengaruh profitabilitas terhadap (Lanjutan) tindakan perataan laba? • Apakah terdapat pengaruh risiko keuangan terhadap tindakan perataan laba? Tujuan Penelitian = • Untuk mengetahui pengaruh struktur kepemilikan publik terhadap tindakan perataan laba • Untuk mengetahui pengaruh praktik pengelolaan perusahaan terhadap tindakan perataan laba • Untuk mengetahui pengaruh jenis industri terhadap tindakan perataan laba • Untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap tindakan perataan laba • Untuk mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap tindakan perataan laba • Untuk mengetahui pengaruh risiko keuangan terhadap tindakan perataan laba . Judul.

Manfaat Penelitian  Sebagai bahan untuk peneliti lain melakukan penelitian mengenai perataan laba. .  Sebagai bahan pertimbangan bagi investor terkait tindakan perataan laba dalam mengambil keputusan investasi.

BAB II .

Landasan Teori Sumber Isi Teori Tarjo & Sulistyowati • Managemen Laba (2005) “Menajemen laba terjadi ketika managemen menggunakan keputusan tertentu dalam laporan keuangan dan transaksi untuk mengubah laporan keuangan sebagai dasar untuk mempengaruhi hasil kontraktual yang mengandalkan angka-angka akuntansi yang dilaporkan. maka semakin banyak informasi yang diketahui oleh publik tentang perusahaan tersebut.” • Struktur Kepemilikan Publik ”Semakin besar persentase kepemilikan saham oleh publik maka semakin kecil kemungkinan perusahaan melakukan managemen laba.” . Managemen laba dapat terjadi karena manager diberi keleluasaan untuk memilih metoda akuntansi yang akan digunakan dalam mencatat dan mengungkapkan informasi keuangan privat yang dimiliki. Semakin besar kepemilikan saham oleh publik.

” . • Pola Managemen Laba (2007) “Pola manajemen laba dapat dilakukan dengan cara meratakan laba yang dilaporkan sehingga dapat mengurangi fluktuasi laba yang terlalu besar karena pada umumnya investor lebih menyukai laba yang relatif stabil. mengarahkan pada suatu tingkat yang diinginkan atas laba yang dilaporkan.” Rahmawati et al. dalam batasan Prinsip Akuntansi Berterima Umum. Landasan Teori Sumber Isi Teori Assih & Gudono • Managemen Laba (2000) “Proses yang dilakukan dengan sengaja.

Landasan Teori Sumber Isi Teori Zuhroh (1996) • Perataan Laba (income smoothing) ‘‘Cara yang digunakan oleh manager untuk mengurangi fluktuasi laba yang dilaporkan agar sesuai dengan target yang diinginkan baik melalui metoda akuntansi maupun melalui transaksi.” Prasetio et al.” . (2002) • Perataan Laba ”Tindakan sukarela managemen yang dimotivasi oleh aspek-aspek lingkungan di dalam perusahaan dan lingkungannya.

” Suranta & Merdistusi • Struktur Kepemilikan Publik (2004) “Semakin besar kepemilikan publik untuk perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan yang lebih kecil cenderung memotivasi tindakan peratan laba.” . Landasan Teori Sumber Isi Teori Kustiani & Ekawati • Perataan Laba (2006) ‘‘Proses manipulasi suatu laporan keuangan agar laba yang dilaporkan kelihatan stabil.” Maulydina (2003) • Struktur Kepemilikan Publik “Kepemilikan saham oleh publik berpengaruh terhadap managemen laba.

Jika pengelolaan laba tersebut efisien maka yang terjadi sebaliknya. (1998) • Praktik Pengelolaan Perusahaan “Klien dari auditor Non Big Six melakukan tindakan perataan laba lebih tinggi daripada klien auditor big Six. Oleh karena itu diduga bahwa semakin tinggi kualitas audit. Apabila tindakan perataan laba cenderung opurtunis maka perusahaan yang diaudit oleh KAP besar-big four akan lebih rendah melalukan tindakan perataan laba daripada perusahaan yang diaudit oleh KAP kecil-non big four.” Becker et al. Landasan Teori Sumber Isi Teori Siregar & Utama (2005) • Praktik Pengelolaan Perusahaan “Adanya sistem pengelolaan perusahaan diyakini akan membatasi pengelolaan laba yang oportunis. proporsi dewan komisaris independen dan komite audit maka semakin kecil pengelolaan laba yang oportunis. .

Apabila tindakan perataan laba efisien maka perusahaan yang sebagian besar dewan komisarisnya independen akan lebih tinggi melalukan tindakan perataan laba.” Chtourou et al. (2001) & Wedari • Praktik Pengelolaan Perusahaan (2004) “Dewan komisaris yang independen akan membatasi aktivitas pengelolaan laba.’’ . (1996) • Praktik Pengelolaan Perusahaan “Perusahaan yang melakukan manipulasi laba lebih besar kemungkinannya memiliki dewan komisaris yang didominasi oleh managemen dan lebih besar kemungkinannya memiliki direksi utama yang merangkap menjadi komisaris utama. Landasan Teori Sumber Isi Teori Dechow et al. Apabila tindakan perataan laba efisien maka perusahaan yang memiliki komite audit akan lebih tinggi melalukan tindakan perataan laba.” Wedari (2004) • Praktik Pengelolaan Perusahaan ’’Akrual diskresioner pada perusahaan yang memiliki komite audit secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pada perusahaan yang tidak memiliki komite audit.

” Klein (2002) Praktik Pengelolaan Perusahaan “Besaran akrual diskresioner lebih tinggi untuk perusahaan yang mempunyai komite audit yang terdiri dari sedikit komisaris independen. Landasan Teori Sumber Isi Teori Siallagan & Machfoedz • Praktik Pengelolaan Perusahaan (2006) “Dewan komisaris sebagai puncak dari sistem pengelolaan internal perusahaan. memiliki peranan terhadap aktivitas pengawasan” “Komite audit memiliki tanggung jawab untuk mengawasi laporan keuangan. mengawasi audit eksternal dan mengamati system pengendalian internal yang dapat mengurangi sifat oportunis managemen laba.” .

Landasan Teori Sumber Isi Teori Ronen & Sadan (1981) • Jenis Industri dalam ”Perusahaan dalam industri yang berbeda akan Kustiani & Ekawati meratakan laba mereka pada tingkatan yang berbeda.” Jatiningrum (2000) .” Ashari et al.” Prasetio et al. (1994) • Jenis Industri dalam “jenis industri berpengaruh terhadap perataan laba. (2006) Tingkat perataan laba yang tinggi ditemukan pada perusahaan yang bergerak di industri minyak dan gas bumi serta obat obatan. (2002) • Jenis Industri “Perataan laba cenderung dilakukan oleh lembaga keuangan daripada industri manufaktur.

perusahaan yang lebih kecil karena perusahaan-perusahaan yang lebih besar diteliti dan dipandang lebih kritis oleh para investor.” . Landasan Teori Sumber Isi Teori Murtanto (2004) • Ukuran Perusahaan “Perusahaan-perusahaan yang lebih besar kurang memiliki dorongan untuk melakukan perataan laba dibandingkan dengan perusahaan.” Moses (1987) • Ukuran Perusahaan “Perusahaan perusahaan besar memiliki dorongan yang lebih besar untuk melakukan perataan laba dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan kecil karena perusahaan-perusahaan besar menjadi subjek pemeriksaan yang lebih ketat dari pemerintah dan masyarakat umum.

(1994) • Profitabilitas “Perusahaan yang melakukan perataan laba memiliki profitabilitas lebih rendah dari pada perusahaan yang tidak melakukan perataan laba. total aktiva maupun modal sendiri. • Profitabilitas “Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan. Landasan Teori Sumber Isi Teori (Sartono.” . Bagi investor jangka panjang akan sangat berkepentingan dengan analisa profitabilitas ini misalnya bagi pemegang saham akan melihat keuntungan yang benar benar akan diterima dalam bentuk dividen.” Archibalt (1967) • Profitabilitas “Perusahaan yang memiliki profitabilitas yang rendah cenderung melakukan perataan laba.” Ashari et al. 2001:130).

” . Landasan Teori Sumber Isi Teori Tarjo & Sulistyowati • Risiko Keuangan (2005) “Perusahaan yang memiliki rasio leverage tinggi diduga melakukan managemen laba.” Kustiani & Ekawati • Risiko Keuangan (2006) “Perusahaan dengan tingkat hutang yang tinggi mempunyai risiko yang tinggi pula maka laba perusahaan berfluktuasi dan perusahaan cenderung untuk melakukan perataan laba supaya laba perusahaan kelihatan stabil karena investor cenderung mengamati fluktuasi laba suatu perusahaan .

maka semakin banyak informasi yang diketahui oleh publik tentang perusahaan tersebut.” .” Maulydina (2003) “Kepemilikan saham oleh publik berpengaruh terhadap managemen laba. Hipotesis Building Variabel Jurnal (tahun) Hasil Penelitian Hipotesis 1 X1  Y Tarjo & Sulistyowati ”Semakin besar persentase Ha 1 = (Pengaruh Struktur (2005) kepemilikan saham oleh publik Struktur Kepemilikan Kepemilikan Publik maka semakin kecil Publik memiliki pengaruh terhadap Tindakan kemungkinan perusahaan secara negatif terhadap Perataan Laba) melakukan managemen laba. tindakan perataan laba Semakin besar kepemilikan saham oleh publik.

proporsi dewan komisaris independen dan komite audit maka semakin kecil pengelolaan laba yang oportunis. Variabel Jurnal (tahun) Hasil Penelitian Hipotesis 2 X2a  Y Siregar & Utama (2005) “Adanya sistem Ha 2(a) = (Pengaruh kualitas audit pengelolaan perusahaan Kualitas audit memiliki terhadap Tindakan diyakini akan membatasi pengaruh secara negatif Perataan Laba) pengelolaan laba yang terhadap perataan laba oportunis. Oleh karena itu diduga bahwa semakin tinggi kualitas audit.” . Jika pengelolaan laba tersebut efisien maka yang terjadi sebaliknya.

Apabila diproksikan dengan Perataan Laba) tindakan perataan laba proporsi dewan komisaris efisien maka perusahaan independen berpengaruh yang sebagian besar positif terhadap tindakan dewan komisarisnya perataan laba independen akan lebih tinggi melalukan tindakan perataan laba” . Variabel Jurnal (tahun) Hasil Penelitian Hipotesis 2 X2b  Y Chtourou et al. (2001) & “Dewan komisaris yang Ha 2(b) = (Pengaruh proporsi dewan Wedari (2004) independen akan Praktik pengelolaan komisaris independen membatasi aktivitas perusahaan yang terhadap Tindakan pengelolaan laba.

Variabel Jurnal (tahun) Hasil Penelitian Hipotesis 2 X2c  Y Wedari (2004) ’’Akrual diskresioner pada Ha 2(c) = (Pengaruh komite audit perusahaan yang memiliki Komite audit berpengaruh terhadap Tindakan komite audit secara positif terhadap tindakan Perataan Laba) signifikan lebih tinggi perataan laba dibandingkan pada perusahaan yang tidak memiliki komite audit.’’ . Apabila tindakan perataan laba efisien maka perusahaan yang memiliki komite audit akan lebih tinggi melalukan tindakan perataan laba.

” Ashari et al. Tingkat perataan laba yang tinggi ditemukan pada perusahaan yang bergerak di industri minyak dan gas bumi serta obat obatan. (1994) dalam “jenis industri Jatiningrum (2000) berpengaruh terhadap perataan laba.” . Variabel Jurnal (tahun) Hasil Penelitian Hipotesis 3 X3  Y Ronen & Sadan (1981) dlm ”Perusahaan dalam Ha 3 = (Pengaruh Jenis industri Kustiani & Ekawati (2006) industri yang berbeda Jenis industri terhadap Tindakan akan meratakan laba berpengaruh positif Perataan Laba) mereka pada tingkatan terhadap perataan laba yang berbeda.

terhadap tindakan perusahaan kecil karena perataan laba perusahaan-perusahaan besar menjadi subjek pemeriksaan yang lebih ketat dari pemerintah dan masyarakat umum. Variabel Jurnal (tahun) Hasil Penelitian Hipotesis 3 X4  Y Moses (1987) “Perusahaan perusahaan besar Ha 4 = (Pengaruh ukuran memiliki dorongan yang lebih besar Ukuran perusahaan perusahaan terhadap untuk melakukan perataan laba berpengaruh positif Tindakan Perataan Laba) dibandingkan dengan perusahaan.” .

” terhadap tindakan Ashari et al.” . (1994) “Perusahaan yang melakukan perataan laba perataan laba memiliki profitabilitas lebih rendah dari pada perusahaan yang tidak melakukan perataan laba. Variabel Jurnal (tahun) Hasil Penelitian Hipotesis 3 X5  Y Archibalt (1967) “Perusahaan yang memiliki Ha 5 = (Pengaruh profitabilitas profitabilitas yang rendah Profitabilitas terhadap Tindakan cenderung melakukan berpengaruh negatif Perataan Laba) perataan laba.

Variabel Jurnal (tahun) Hasil Penelitian Hipotesis 3 X6  Y Tarjo & Sulistyowati “Perusahaan yang memiliki Ha 6 = (Pengaruh risiko (2005) rasio leverage tinggi diduga Resiko keuangan keuangan terhadap melakukan managemen laba.” berpengaruh negatif Tindakan Perataan Laba) Kustiani & Ekawati “Perusahaan dengan tingkat terhadap tindakan (2006) hutang yang tinggi perataan laba mempunyai risiko yang tinggi pula maka laba perusahaan berfluktuasi dan perusahaan cenderung untuk melakukan perataan laba supaya laba perusahaan kelihatan stabil karena investor cenderung mengamati fluktuasi laba suatu perusahaan .” .

Selesai Terima kasih .